10 Places I Want to See Before I Die Part 1 : Indonesia

mumpung lagi dengerin Nighmare Ardan FM, mending sekalian ngisi blog ini lagi 😛
Kali ini temanya yg ringan ringan dan agak ngimpi dah. Tentang 10 tempat yg sangat ingin saya kunjungi sebelum saya pergi meninggalkan dunia (serem amat 😛 )

Ok, karena ini blog ane yg nulis, suka-suka ane berarti ya ordernya 😀 Mari di countdown aja :

10. Danau Toba

peringkat 10 adalah Danau Toba. Yup danau vulkanik terbesar di Indonesia ini merupakan objek wisata yg terkenal di Sumatera Utara sana. kita liat dulu tempatnya dimana :

seperti biasa, semua tempat di Indonesia dibentuk dan dibangun oleh legenda setempat. Nah Danau Toba ini juga ada legendanya loh. Kenapa bisa terbentuk Danau Toba? Menurut warga di sana dr jaman kakek moyang, katanya sih gara-gara ini :

http://tobaguide.com/culture/toba-lake-and-its-legend

Bagaimana caranya supaya saya bisa ke danau Toba? Gampang. Yg pertama, booking tiket pesawat ke Medan, harganya sekitar 1,2 juta PP pake air asia. Dari medan, kita musti naik bis selama 3-4 jam hingga sampai ke Danau Toba.

Tak hanya keindahan alam, wisata Toba juga menyuguhkan daya tarik lain. Apa sajakah itu? Suasana sejuk, tenang, nyaman langsung terasa begitu sampai di Danau Toba. Dari atas ketinggian bukit melewati jalan menurun ke Parapat, kita bisa memandang hamparan air membiru yang luas bak lautan. Kepenatan perjalanan darat lebih dari empat jam dari Kota Medan langsung sirna. Di warung-warung sederhana pinggir jalan yang menurun, banyak pelancong menghabiskan waktu berjam-jam memandangi keajaiban alam Danau Toba sambil menyeruput kopi dengan nikmat. Angin bertiup sepoi-sepoi menambah segarnya suasana.

Gak pecaya? mari kita lihat foto-fotonya :

Di danau Toba, selain bisa menikmati pemandangan air, kita juga bisa menyewa perahu buat keliling keliling seharian ataupun menyebrang ke Pulau Samosir 😀

9. Danau Kelimutu

Tempat no.9 yg saya ingin kunjungi adalah Danau Kelimutu. Terletak di sebelah timur kepulauan Sumbawa, 10 derajat lintang selatan dan 119 – 124 derajat bujur timur. Merupakan kepulauan yang unik dengan rangkaian pegunungan disepanjang garis tengahnya. Sebagian besar orang (termasuk saya) mungkin tidak pernah berpikir bahwa Flores mempunyai segudang objek wisata yang patut dibanggakan selain Danau Kelimutu.

Kelimutu tuh kayak gimana sih? Bagi mereka yg lahir sebelum tahun 2000 pasti pernah melihat uang lembaran lima ribu rupiah seperti ini :

Yup, Kelimutu adalah sebuah Danau 3 warna yg terletak di Gunung Kelimutu di Nusa Tenggara timur.  Kenapa bisa 3 warna? berikut saya ceritakan dikit dari kaskus :

Warna air danau yang berbeda-beda dan secara periodik berganti-ganti tentu telah sejak lama mengundang keingintahuan orang, terutama para ilmuwan. Berbagai penelitian nasional maupun internasional untuk mempelajari fenomena ini pernah dilakukan, beberapa hasilnya pernah dipublikasikan.

Ketiga danau kawah Kelimutu (Tiwu Ata Polo, Tiwu Ata Mbupu, dan Tiwu Nua Muri Koohi Fah) hadir dengan warna-warna berbeda-beda sejak letusan Kelimutu pada tahun 1886, saat pertama warna-warnanya adalah : biru, merah, dan putih. Ketiga warna ini bertahan lama sampai tahun 1969, saat Gunung Iya di dekat Ende meletus, dan sejak itu danau-danau Kelimutu secara periodik suka berganti-ganti warna. Saat ini, warnanya adalah : biru-kehijauan, hitam, dan kemerahan. Beberapa puluh tahun sebelumnya warnanya : biru-terang, merah-gelap, dan hijau-terang.
Penelitian-penelitian menyimpulkan bahwa warna-warna ini dan perubahan-perubahannya terutama disebabkan proses-proses geokimia yang terjadi di dasar danau yang menyebabkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air. Pendapat bahwa warna dan perubahannya akibat pantulan cahaya Matahari, populasi bakteri atau ganggang di dalamnya mungkin benar, tetapi kecil saja pengaruhnya.

Perubahan warna terjadi akibat erosi air danau atas dinding dan dasar kawah, menyingkapkan bahan-bahan mineral tertentu yang kemudian secara geokimia berproses dengan gas volkanik yang secara rutin naik dari dasar kawah. Proses ini telah melarutkan zat-zat kimia tertentu di dalam air danau yang kemudian terekspresi dalam perubahan warnanya. Dinding kawah yang dibangun oleh piroklastika berwarna abu-abu dan hampir tanpa vegetasi membuat warna ketiga danau ini sangat kontras, apalagi saat terang Matahari.

Dari dinding kawah-kawah ini bisa kita tebak bahwa Kelimutu adalah gunung tipe stratovolcano yang saat ini berstatus dormant dengan ciri mengeluarkan gas secara pasif (ekshalasi). Penelitian-penelitian yang telah dilakukan umumnya berkaitan dengan peneltian geokimia kawah untuk mempelajari water-rock interactions dan volcanic flux.

Hasil-hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketiga danau kawah Kelimutu mendapatkan pasokan gas volkanik yang sama, tetapi reaksi geokimia air-batuan kawah terhadap ekshalasi gas itu berbeda-beda – ini berhubungan dengan mediasi air sebagai sistem transpor gas tersebut.

Danau kawah Tiwu Ata Polo secara geokimia bersifat intermediate “acid-saline” yang perubahan warnanya sebagai akibat langsung perubahan status oksidasi air danau. Aktivitas volkanik danau ini digolongkan sebagai menengah.

Danau kawah Tiwu Nua Moori Koohi Fah secara geokimia disebut a “cool acid-brine” yang mengandung senyawa belerang dan dari ketiga kawah menunjukkan aktivitas fumarola yang paling aktif (pernah dihitung memasok sekitar ~85 ton sulfur dioxide per hari (~55MW energy output).

Danau kawah Tiwu Ata Mbupu secara geokimia bersifat “acid-sulfate” dengan intensitas ekshalasi gas yang paling kecil dibandingkan dua kawah lainnya. Danau ini pada tahun 1970-an jauh lebih aktif daripada sekarang.
Stromatolit seperti yang hidup dan terbentuk di danau kawah volkanik Satonda yang berisi air laut yang terjebak ribuan tahun, tidak mungkin terbentuk di danau-danau kawah Kelimutu sebab syarat utama pembentukan stromatolit, yaitu alkalinitas yang tinggi (basa atau soda) dengan ph > 8.0, tidak ditemui di ketiga danau Kelimutu yang pH-nya berkisar dari 0.4 – 3.1. Kawah-kawah asam ini akan membunuh cyanophyta pembentuk stromatolit. Begitu pun di kawah-kawah volkanik lainnya di daratan, selama ia tidak alkalin, tak mungkin stromatolit dapat terbentuk.

Hebat ya warnanya bisa ganti-ganti 😛
Banyak pendapat yg setuju Danau ini memiliki kadar fluoroscent yg tinggi di dasarnya. kayak lampu neon gitu deh hahaha
Ada ungkapan yg bilang saking indahnya danau kelimutu : “Tuhan menciptakan alam semesta dan keindahannya bagaikan lukisan. Dan di DANAU KELIMUTU lah Dia mencuci kuas-Nya” 😀

Cuma sejak tahun 2007, warna danau kelimutu sekarang berubah hanya satu warna saja yaitu hijau. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim dunia yang makin tak menentu. Masyarakat lokal pun menganggap perubahan warna menjadi satu warna saja ini sebagai pertanda malapetaka akan mengancam (duh ngeri)

ok, mending cerita gimana bisa ke sana aja deh 😛
Caranya agak susah karena Kelimutu bukan terletak di kota besar di NTT. Dari Jakarta

Untuk pergi ke Kelimutu diprediksi memerlukan biaya sekitar Lima Juta Rupiah untuk perjalanan selama 5 hari. Dari Bandung ga ada yg bisa nyampe ke sana langsung. Musti ke Denpasar terlebih dahulu lalu meneruskan dengan pesawat kecil ke kota Ende (kota terbesar di Flores). Dari Ende, kita musti menempuh perjalanan dengan bis sekitar 2 jam ke sana. Dan kabarnya jalan menuju Danau Kelimutu hotmix alias aspal mulus gan 😀

Ok, tanpa basa basi langsung aja cek pemandangannya deh 😛

Di danau ini kita ga bisa berenang ya. Kalau mau coba silakan aja tapi jangan salahkan saya kalo pulang tinggal nama hahaha. Seperti yg dibilang, kadar fluoroscent yang tinggi menyebabkan air di danau ini sangat tidak dianjurkan untuk dipakai mandi apalagi minum oleh manusia 😛
Dan ingat jg, karena ini di puncak gunung, so pasti udaranya dingin ga ketulungan. Kabarnya bisa mencapai sekitar 17 derajat loh

8. Gunung Rinjani

wokeh, lanjut ke posisi 8 dan kali ini masih Gunung dan kebetulan masih terletak di wilayah Nusa Tenggara 😛

yup, Gunung Rinjani adalah gunung yg terletak di sebelah utara tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia. Ketinggian puncaknya hanya terkalahkan oleh Pegunungan Jayawijaya di tanah Papua dan Gunung Kerinci yang berada di tanah Sumatera.
Bagi yang doyan hiking, Gunung Rinjani adalah salah satu tempat yg harus dan wajib untuk didaki minimal sekali seumur hidup mereka. Karena katanya kalau sampe belum sempet mendaki gunung ini, bisa mati penasaran hehehe 😛

Ada apa aja di sini? Well, banyak lah. Yg pasti dan utama adalah hiking. Selain hiking ada agro wisata, taman nasional dan tentu saja Danau Segara Anakan di puncaknya 😀

Gimana caranya ke sana? Gampang. Ambil rute penerbangan Jakarta-Mataram (karena dari bandung ga mungkin ada T_T) tiketnya seharga 1,2 juta PP (cukup mahal juga ya? )
Sesampainya di Mataram, kita musti naik elf ke Aikmel selama satu jam dan sampai lah di pos pendakian pertama yg bernama Sembalun Lawang, dari sini wajib mendaftarkan diri dan nanti akan dipandu oleh guide di sana.

Enough saying, let’s see the picture below 😀

Bagi suku Sasak, Danau Segara Anakan dianggap tempat sakral yang harus dijaga kesuciannya. Danau berwarna hijau dan biru itu, digunakan pula sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat Hindu, Islam Wettu Telu (sinkretisme Islam-Hindu) serta kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Maka tak perlu heran, bila mencium asap dupa atau menemukan kembang sesaji di sekitar tepian danau. Selain itu, Suku Sasak sangat menghormati tempat persemayaman Dewi Anjani ini, yang dipercaya sebagai penguasa tertinggi alam gaib Gunung Rinjani ini.

Air danau yang berasa kesat, akibat campuran air tawar dan air belerang ini, diyakini sebagai obat ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Percaya atau tidak, nyatanya keadaan ini menyebabkan tumbuhnya kearifan budaya lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari eksploitasi sumber daya alam.

Oia, di Danau Segara Anakan juga banyak sekali ikan mas dan mujair yang dibudidayakan di sana. So, para pendaki bisa memancing di alam bebas dan langsung membakar ikan hasil tangkapannya di sana. Widih.. 😀

7. Pantai Senggigi

Ok, back to the beach. Tempat yg ingin sy kunjungi di peringkat ke-6 dan masih dr wilayah Nusa Tenggara adalah…. Senggigi Beach. Yup, banyak orang mengatakan kalo objek wisata di Lombok terutama Senggigi jauh lebih dahsyat dibanding Bali sekalipun. Tp karena pemda NTB kurang bisa mengemas dengan apik seperti Pemda Bali, Lombok jadi kurang terekspos dan underrated dibanding Bali.

cara menuju Senggigi ya hampir sama dengan Rinjani. Bedanya Senggigi lebih dekat karena begitu kita tiba di Bandara di kota Mataram, langsung aja naik taksi dan menuju pantai. Paling jaraknya hanya 12 kilo.

Senggigi dikenal sebagai tempat surfing paling bagus di Indonesia. Gak heran kalau banyak sekali wisatawan asing yg memang sengaja datang ke sini hanya untuk mencicipi surfing 😀
Senggigi memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum banyak dijejali oleh turis asing, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai di Bali. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.

Ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung di pantai ini, seperti berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, dan bermain–main membuat istana pasir. Jika mentari sore telah mulai meredup, wisatawan dapat juga meluangkan waktunya untuk sekedar berjalan santai dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mangamati biru-hijau air laut, atau bersantai di gerai hotel pinggir pantai sembari menunggu sunset tiba. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena di pinggir pantai banyak terdapat karang-karang runcing yang cukup membahayakan kaki.

enough talking let’s roll to the pics below 😀

6. Gunung Bromo

Nomer 6 sebenernya malu mengakui sebagai org dengan kampung halaman yg hanya 40 kilo dari lokasi 😛 | Yup no.6 adalah gunung Bromo. yah emang saya blum pernah ke sana. that’s a fact. Sebenernya faktanya adalah berkali-kali punya rencana ke sana cuma selalu gagal. ntah karena masalah sepele maupun masalah besar. zzz
Bromo terletak di Desa Tengger Kabupaten Probolinggo Jawa Timur :

Dari Jakarta menuju Gunung Bromo bisa ditempuh dengan tiga cara. Melalui udara langsung beli tiket pesawat Jakarta-Surabaya. Hampir semua maskapai penerbangan nasional membuka jalur Jakarta-Surabaya.

Sampai di Bandara Juanda ada pilihan bus Damri yang mengantar kita ke terminal bus Bungurasih Surabaya. PIlih bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Kepada kondektur bus, katakan bahwa Anda ingin turun di Probolinggo.

Sampai Terminal Probolinggo, Anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat.

Melalui jalur kereta api, banyak pilihan untuk Anda, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi. Anda bisa naik kereta api eksekutif Agro Angrek atau kereta api ekonomi non-AC Gaya Baru sampai Surabaya.

Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, Anda bisa naik Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Anda beli tiket sampai Stasiun Probolinggo saja. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo.

Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif di Terminal Bus Lebakbulus Jakarta jurusan Jember atau Banyuwangi. Anda cukup beli tiket jurusan Jakarta-Probolinggo saja.
Total bujet yg keluar mungkin sekitar 1 juta hingga 3 juta paling mahal tergantung akomodasi yang kita pilih 😀

Seperti wisata gunung kebanyakan, orang-orang pergi menuju Bromo yang utama adalah karena ingin melihat sunrise nya yg breath-taking dan eye-gasmic 😀 Selain itu org org juga ingin melihat Taman Nasional nya yg terkenal, kawah (crater) Bromo yg unik dan lautan pasirnya yg menggoda dan menakutkan 😀
Cuma mesti diinget, Bromo sangat dingin bahkan suhunya bisa mencapai 10-15 derajat celsius boi. Kudu ati-ati aja 😛

Enough saying let’s see the pic

Wuoghh I’m dying to go 😀

5. Karimun Jawa

Well akhirnya masuk ke 5 besar juga. Dan mulai 5 besar ini semuanya adalah wisata bahari 😀
dan posisi ke-5 ditempati oleh suatu kepulauan yg terletak di bagian utara Jawa Tengah, Karimun Jawa 😀

mungkin 2 atau 3 tahun yg lalu banyak orang yg ga tau apa itu Karimun Jawa. kalo ditanya apa itu Karimun dan dimana paling nyambungnya ke mobil Suzuki Karimun wkwkwk

berikut saya kutip tentang Karimun Jawa dari kaskus :
Karimun berasal dari bahasa Jawa yaitu kremun yang artinya kabur atau samar-samar. Diberi nama tersebut karena kepulauan ini terlihat samar-samar dari Pulau Jawa yang disebabkan letaknya yang cukup jauh dari Pulau Jawa. Untuk mencapai Karimunjawa memakan waktu sekitar 4 sampai 6 jam dari daratan Pulau Jawa dengan menggunakan Kapal Motor Cepat dari Semarang atau Jepara. Rasanya, cocok dengan namanya, karena memang memakan waktu yang cukup lama untuk tiba di pulau ini.

Kepulauan Karimunjawa menjadi surga dari para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan.

Keindahan terumbu karang serta ikan berwarna-warni di dalam laut akan menjadi daya tarik untuk bermain-main di dalam air. Air laut di Karimunjawa sangat jernih dan bening, sehingga Anda bisa melihat dasar laut dengan jelas. Bagi Anda yang hobi memancing, Anda juga bisa melakukannya di beberapa pulau di Karimunjawa.

Untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada di Karimunjawa, Anda bisa menggunakan perahu nelayan. Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama untuk mengunjungi beberapa pulau sekaligus karena letaknya yang tidak berjauhan. Ada pula perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawah perahu (glass bottom boat) yang cocok bagi Anda yang tidak ingin menyelam tetapi ingin tetap dapat melihat terumbu karang atau ikan-ikan di dalam air laut.

Karimunjawa sejak tahun 2001 memiliki nama resmi Taman Nasional Karimunjawa. Taman Nasional Karimunjawa terdiri atas gugusan 27 buah pulau kecil dengan 5 buah pulau yang sudah berpenduduk di kepulauan ini.

Untuk menuju Karimunjawa, Anda dapat menggunakan beberapa alternatif pilihan berikut ini:

Kapal Cepat dari Semarang
Dari Semarang, Anda dapat pergi ke Karimunjawa melalui Pelabuhan Tanjung Emas dengan menggunakan kapal cepat. Perjalanan dari Semarang ke Karimunjawa sekitar 4 jam hingga 6 jam jika cuaca buruk.
Kapal dari Jepara
Jika Anda memilih pergi ke Karimunjawa dari Jepara, Anda dapat melalui Pelabuhan Kartini. Anda bisa memilih menggunakan kapal cepat, atau juga menggunakan kapal yang lambat dan murah dari Jepara. Perjalanan dari Jepara ke Karimunjawa sekitar 2,5 hingga 3 jam.
Pesawat
Selain itu, bagi Anda yang memiliki cukup dana, ada pesawat kecil di Bandara Ahmad Yani Semarang dapat disewa menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan (salah satu pulau di Karimunjawa). Dengan pesawat, Anda dapat melihat keindahan Karimunjawa dari atas sebelum mendarat di lapangan terbang yang ada di Karimunjawa. Perjalanan dengan pesawat menempuh waktu sekitar 30 menit.”

Well, enough saying let’s see the beauty of Karimun 😀

Gimana? mumpung cukup deket dr Bandung kyknya ini dulu deh yg bakal saya kejar hahaha 😀

4. Bunaken

Posisi 4 masih dr wisata bahari, kali ini apalagi selain kampung halaman saya yg satu lagi yaitu Bunaken di Manado 😀
Taman Laut Bunaken terletak di Teluk Manado, Sulawesi Utara :

Bunaken terletak 8 kilometer dari Manado. Cara ke sananya ya dengan pesawat lah menuju Manado. Harga tiketnya agak mahal sih di kisaran 1 juta. Dari Manado kita musti naik ferry untuk menuju ke sana.

Ada apa aja di sana. well, Bunaken adalah taman bawah laut. Artinya ada taman di bawah laut (halah). Bunaken adalah surga bagi mereka yg hobi snorkeling maupun scuba diving. Pemandangannya menurut orang yg udah ke sana katanya bagaikan potongan surga yang ditaruh di dasar laut 😛

Selain scuba dan snorkeling, kita jg bisa menyewa perahu yg ada bagian kaca nya buat melihat ke dasar laut meski harganya cukup mahal 😛 Jangan lupa untuk mencicipi kuliner laut khas Manado yg amat tersohor di Nusantara 😀
Enough saying, let’s roll


Friggin’ awesome 😀

3. Taman Nasional Pulau Komodo

Duh ngga kerasa udah masuk 3 besar (halah)
Peringkat ketiga yg lagi lagi malu benjet mengakui belum pernah ke sana padahal punya kampung deket sono hahaha
Yup, the last three yg pertama adalah Pulau Komodo.


Letaknya di NTT, Pulau Flores Timur, hanya ratusan kilometer dr kota Kupang, kota yg saya kunjungi bulan lalu 😛

Salah satu objek wisata berupa taman nasional yg sedang digalakkan menjadi salah satu dari The New 7 Wonder ini memang sedang menarik mata dunia nih 😛

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

1. Loh Liang: merupakan daerah konsesi wisata yang dikelola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan, pengamatan burung, bermain kano dll.

2. Pantai Merah: merupakan pantai dangkal yang indah dengan terumbu karang yang menawan. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling atau mandi matahari.

3. Loh Sebita: Loh Sebita merupakan daerah mangrove dan aktivitas yang cukup menarik untuk dilakukan adalah pengamatan burung serta trekking.

4. Loh Buaya: merupakan daerah konsesi wisata yang dielola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, kerbau, burung, monyet ekor panjang, kuda liar, pengamatan burung, bermain kano, dll.

5. Pulau Kalong: Aktivitas yang dapat dikunjungi antara lain pengamatan koloni kelelawar dalam jumlah yang cukup besar. Pengamatan paling menarik dilakukan pada saat sore hari dimana kelelawar mulai keluar untuk mencari makan.

6. Golo Kode: Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat disaksikan dari tempat ini.

7. Selat Molo: selat yang memiliki arus deras seperti air sungai yang mengalir pada saat pasang.

Terdapat 36 situs penyelaman di dalam kawasan TN. Komodo. Yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam dan snorkeling yakni: Pulau Tatawa, Pantai Merah, Gililawa Laut, Loh Dasami, Pillar Steen, Batu Bolong dan Taka Makasar.

Untuk mencapai tempat ini bisa dilakukan lewat jalan Lewat darat melalui Bali – Mataram (P. Lombok) – Bima – Sape (P. Sumbawa), kemudian diteruskan dengan perjalanan menggunakan kapal feri setiap hari menuju Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo pengunjung dapat berkunjung ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal boat atau speedboat. Alternative lain adalah melalui udara, pengunjung dapat menggunakan transportasi udara dari Bali (Denpasar) menuju Labuan Bajo setiap hari dengan maskapai penerpangan yang ada diantaranya; Indonesian Air Transport (IAT), Merpati, dan Trigana Air.

Meski agak mahal pergi ke sana (bujet antara 3-5 juta, cuma kyknya poll nya m elebihi wisata ke 6 tempat sebelumnya deh
ga percaya? liat aja gambar di bawah :

RAGEE 😀

2. Wakatobi

ok, and the runner up goes to…..
WAKATOBI!
Wakatobi adalah gugusan pulau nan indah yg terletak di Sulawesi Tenggara yg diambil dari nama depan keempat pulau yang membentuk gugusan itu, yaitu : WAngi-Wangi, KAledupa, TOmia, BInongko

Wakatobi cukup jauh dr peradaban 😛 Cara ke sana ya apalagi kalo bukan dengan pesawat ke Kendari, ibukota SulTra 😀
Dr Kendari nantinya kita mesti naik kapal laut yg memang trayeknya ke sana khusus buat wisatawan.
Bujet yg musti disiapkan? yah minimal 7 juta-an lah itu juga udah super ngirit 😛
Tp yg ditawarkan pasti lebih dahsyat dr yg kita keluarkan 😉

Wakatobi adalah pertemuan 3 jalur terumbu karang dunia. So, ga heran daya tarik keempat pulau ini adalah scuba diving dan snorkeling yg kabarnya sih mendunia gitu. Nah yg lebih unik lagi, Wakatobi disuntik modal oleh investor asing dan mengubah wajahnya menjadi pusat resort dan diving paling modern dan benar benar kelas dunia (jangan kaget makanya ntar harganya pasti mahal gila 😛 )

ok deh, enough saying, let’ s see how it looks 😀


SUPER RAGEE 😀

1. Raja Ampat

And the winner goes to….
RAJA AMPAT!!!

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Waisai.
Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar dan asal mula nama Raja Ampat (Empat Raja). Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.
Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antar pulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut.


Jika Anda mau mengunjungi Raja Ampat ini maka airport terdekat adalah dikota Sorong baru dilanjutkan dengan speed boat sekitar 1,5 jam dengan biaya Rp. 2 juta untuk ukuran 10 sampai 15 orang. Untuk penginapan disana hanya terdapat di pulau-pulau yang besar saja sedangkan untuk transportasinya karena ini kepulauan maka harus naik speed boat yang dapat disewa mulai dari kota Sorong.

Apa aja sih keindahan yg ditawarkan Raja Ampat? Well, raja ampat disebut sebut sebagai potongan surga yg ditinggalkan Tuhan di dunia. Kata orang bule loh ya 😛
Makanya mayoritas turis di sana adalah orang bule dan kabarnya Raja Ampat ini sempet masuk TV Perancis dan National Geographic juga loh saking indahnya hahaha
Di Raja Ampat kita bisa melakukan wisata bahari kyk menikmati keindahan gugusan pulaunya, snorkeling, berenang maupun main air doank dan berjemur.

Meski effort ke sana gede banget dan mahal banget, tp sebanding lah buat liat surga dunia ini 😀
nih buktinya :

SURGAAAA!!!

well, that’s my top 10 places I’m dying to see in Indonesia..
How about you? B)

Setelah Lulus, Langsung Kerja? Lanjut Kuliah S2? atau…

ok akhirnya sempet juga nulis curhatan yg satu ini. mumpung mood saya sedang bagus, coba tuangkan ah ke tulisan. Kali ini ntah kenapa rasanya ingin ngebahas tentang salah satu pilihan hidup yg mesti dilalui oleh seorang mahasiswa, esp. mahasiswa tingkat akhir kyk saya.

beberapa bulan lagi (insya allah) saya kemungkinan besar akan berpose seperti itu. Yup. setelah resmi mendapat predikat ST (Sarjana Teknik) nanti, mau dibawa kemana hidup saya? Well, sebagai pria yang nantinya ditakdirkan menjadi tumpuan keluarga, nampaknya kerja adalah pilihan yg paling favorable. Kenapa? karena dengan bekerja, kita bisa dapet uang, mendapat kehidupan yang layak dan bisa menabung untuk membahagiakan orang tua dan menikah (tentunya musti udah punya calon duluan)

Nah sebenernya selain kerja, ada satu pilihan lagi yang bisa kita ambil setelah lulus dari kuliah dan trennya akhir akhir ini cukup banyak dipilih khususnya oleh mahasiswa ITB, kampus tempat saya bernaung. Pilihan tersebut adalah melanjutkan studi ke luar negeri. Kenapa luar negeri? karena di luar negeri lebih maju sistem pendidikannya, lebih maju peradabannya dan lebih tertantang untuk menjalankan kehidupan yang berbeda di tempat yang sama sekali berbeda. Ya iyalah, siapa sih yang ga mau ke Korea liat tempat2 syuting Running Man, ketemu SNSD (mimpi) atau ke Jepang ngeliat teknologi-teknologi canggih, makan ramen (ya kali) atau bahkan ke Eropa, ke London, Manchester, Munchen, Madrid, Roma, Eindhoven, Amsterdam? Bikin ngiler emang hahaha

Ok, karena ini blog saya, jd suka suka saya donk mau nulis apaan 😛
Yg pertama mungkin akan saya plus minus kan masing-masing dulu deh ya

Kerja

(+) langsung dapat penghasilan,  bisa beli apa aja yang kita inginkan (sesuai dengan gaji tentu aja -_- )
(+) melatih hidup mandiri, yup kerja berarti lepas 100% dr ortu dalam urusan biaya hidup dll
(+) bisa membahagiakan ortu, dalam artian mengirim sebagian gaji kita tiap bulannya, syukur-syukur bisa membantu ortu naik haji (subhanallah)
(+) mengamalkan ilmu yang diterima semasa kuliah dengan mempraktekannya langsung (khusus buat yang kerja sesuai bidang)

(-) cari kerja susah bo! jumlah mahasiswa yang lulus dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja baru yang tersedia ibaratnya orang yang ngantri jakat fitrah tiap lebaran. Makanya persaingan yg main di sini. Mahasiswa dengan IP yg kecil (maap sarip) ya akan susah buat dpt kerjaan. Belum lagi faktor luck juga berlaku, IP tinggi jg ga jaminan bisa langsung keterima kerja loh
(-) mengabdi. yup kerja adalah pengabdian. pengabdian bagi perusahaan yang membayar kerja kita. Bagi yang jiwanya serta mentalnya belum siap, nampaknya pengabdian akan sulit dilaksanakan pada awal-awalnya deh.
(-) waktu luang jauh berkurang. yup. kalo semasa kuliah kerjaan kita kalo ga ada kuliah main ngga karuan, nonton drama atau pacaran, kalo udah kerja nanti jangan harap deh bisa kyk gitu. 5 hari per minggu selama 8 jam kita harus masuk kantor. Kalo ngga masuk selain karena sakit atau cuti ya diitung bolos 😛
(-) karir mandek. Bagi sebagian orang yg lulus S1 langsung kerja, terlebih yang tidak memiliki sesuatu yg ‘istimewa’ akan sulit meningkatkan karirnya di perusahaan. Banyak org karirnya mandek. selama belasan bahkan puluhan tahun jadi pegawai tanpa naik jabatan. Cuma gaji doank yg naek dan itupun seiprit bangets.

Kuliah lagi (lanjut S2)

(+) Jalan-jalan khususnya yang S2 d luar negeri. Yup apalagi yg paling diincar kalau S2 ke luar negeri selain jalan-jalan, foto foto dan pamer di Facebook dan bikin ngiler orang orang? hahaha.
(+) Dapet pengalaman baru. Yup, kuliah S2 khususnya di luar negeri akan memberi pengalaman baru dan membuka wawasan tentang negara lain yg lebih maju dari negeri kita tercinta. Bagaimana kehidupan sosialnya, birokrasinya serta pola berpikir penduduknya bila dibandingkan dengan negeri tercinta kita ini 😀
(+) Teman baru. Kuliah S2 kita bakal dapet temen baru. Kalo di dalam negeri sih temennya berubah jadi lebih tua 😛 Kalo di luar negeri jadi bule gitu hahaha
(+) Ilmu baru di bidang yang baru. Yup tujuan orang mengambil S2 di luar maupun dalam negeri setelah kuliah S1 nya tamat apalagi selain mengambil ilmu baru. Makanya kebanyakan orang memilih untuk meng-ekstensifikasikan bidang S2 nya dan memiliki korelasi yang cukup jauh dengan bidang S1 nya, Contoh : S1 Teknik Fisika, S2 Manajemen dsb. Ilmu baru ini nantinya akan memperluas bidang pekerjaannya kelak.
(+) Kesempatan dan posisi yang enak bila bekerja kelak. Yo, dengan semua ilmu yang didapat, lulusan S2 cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan dan akan memperoleh posisi yang lebih tinggi dibanding lulusan S1. Tapi ingat, semua itu ya kembali ke IPK bro hahaha

(-) Mahal. S2 di luar maupun di dalam negeri ya mahal bro. Dengan kuliah yang hanya 2 tahun, tp biaya nya relatif sama dengan kuliah 4 tahun S1. apalagi di luar negeri yang biaya hidupnya aja segede gaban dan sujin (halah). Nah makanya yg paling enak itu ya cari beasiswa S2. Beasiswa S2 banyak banget tergantung minat kita mau kemana dan lagi-lagi IP berbicara di sini di samping passion dan keberuntungan kita 😀
Kalau mau gampang dan banyak duit ya kuliah S2 ke luar negeri aja dengan biaya sendiri 😛
(-) Beban. Masih berkaitan dengan tulisan di atas, biaya yg dikeluarkan untuk kuliah S2 akan semakin menambah beban ortu. Kecuali bila S2 nya sambil kerja (mostly dilakukan oleh sebagian orang) ya malah lebih enak karena uang hasil kerja dipakai lagi untuk pengembangan diri sendiri 😀
(-) Menuntut passion belajar. Siapa sih yg ga jenuh kuliah selama 4 tahun? nah kalo memutuskan untuk mengambil S2 artinya kita musti belajar lagi selama 2 tahun namun bedanya belajar nya lebih banyak dilakukan seorang diri by research ngga seperti S1. Buat yang memang passionya di bidang studi sih ga masalah, namun yang ga? Bisa jamuran belajar mulu 😛
(-) Umur. Kuliah S2 yg selama 2 tahun akan mengurangi umur kita. Loh? yup, bukan umur dalam arti kematian, melainkan umur yg kita alokasikan. Contoh kalau kita menargetkan lulus kuliah umur 23, kemudian kerja dan setelah 5 tahun lalu menikah artinya kita akan menikah di usia 28 tahun. Nah kalau memutuskan S2 tanpa mengganti plan akhir, artinya ujung-ujungnya kita akan menikah pada umur 30 kan? 😛 Dan satu lagi, kalau anda menunggu S2 dari lowongan beasiswa tanpa rekomen dan bantuan dosen, biasanya ada jeda waktu tunggu antara anda lulus hingga dapat beasiswa. Dan lamanya ini bervariasi ada yg 3 bulan ada juga yg sampe setahun (pengalaman teman :D)

Apalagi ya? ya paling segitu aja sih plus minusnya masing-masing. Lantas mana yang lebih baik? Ya kalau menurut saya kembalikan aja ke diri masing-masing. Pertimbangkan dengan matang semua pertimbangan jangan sampai salah pilih. Kalau mau langsung kerja apa IPK sudah cukup? skill sudah memadai? lapangan kerja sudah tersedia? sudah diputuskan mau berkarir di bidang apa?

kalau pilih melanjutkan studi apalagi keluar negeri, apa sudah dapet info tentang beasiswa? info tentang kampus yg akan kita tuju? info tentang negara yg akan kita tuju baik budaya, orang-orang, gaya hidup, biaya hidup dll? punya kenalan kah di sana supaya ada teman kalau kalau nyasar 😛 sudah siap dengan konsekuensinya? dan sanggupkah mempelajari sesuatu yang baru serta adaptasi dengan lingkungan baru?

Kalau saya pribadi sih lebih memilih lanjut ke kerja. Pertimbangannya yg utama adalah tanggungan. Keluarga masih banyak kebutuhan, saudara-saudara masih banyak yg musti dibantu secara finansial terutama adik yg kuliah di Univ Swasta yg biaya kuliahnya pasti sangat memberatkan ortu. Yg kedua faktor umur. Kuliah S2 menuntut untuk menunda segala sesuatu yg telah saya masukkan dalam plan hidup jangka menengah saya. Yg ketiga adalah faktor otak yg sudah bebal untuk mempelajari segala sesuatu yg baru. D’oh!

Tapi teuteup, dalam plan jangka menengah hidup saya, insya allah saya hanya akan kerja paling lama 5-10 tahun guna mengumpulkan modal untuk mewujudkan cita-cita yaitu menjadi entrepreneur sukses dan philantrophist. Tapi seandainya setelah lulus saya tiba-tiba mendapat ilham dan modal besar, akan langsung saya tekuni bidang entrepreneur tanpa bekerja. Kalau itu bisa diwujudkan oh indahnya hidup coy 😀

6 Days Trip to Nusa Tenggara Timur

ok mumpung sempat, saya akan sedikit share tentang perjalanan saya dr tanggal 7-13 September 2011 kemarin ke salah satu provinsi di wilayah tengah agak ke timur dikit dari Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur 😀

Buat yg belum tau dimana itu Nusa Tenggara Timur, check this out 😛

keliatan kan? itu loh yg dilingkaran merah, nah kota yang saya tuju adalah ibukota provinsi nya yaitu Kupang. Buat yang belum tau dimana, nih saya perbesar lagi 😀

Kupang adalah ibukota provinsi NTT dengan luas wilayah sekitar 180,27 km² dengan jumlah penduduk sekitar 450.000 jiwa. Saya pergi ke sana dalam rangka mudik (ya, ayah saya lahir dan besar di kota ini sebelum ke Bandung tahun 1980-an) jadi di kota ini masih banyak sanak famili dari ayah saya (meskipun kakek dan nenek saya sudah lama meninggal)

Hari Ke-1

So, perjalanan ke Kupang dimulai dari Jakarta (yeah, karena dari Bandung ongkosnya mahal banget) dengan Maskapai Sriwijaya Air. Di tiket yg saya pegang, tertera jadwal Boarding adalah 11.15 maka sejak jam setengah 5 pagi, kami sekeluarga udah standby di pull Primajasa rute Bandung-Soekarno Hatta dengan tujuan sampai di CGK jam 8-an agar nyantai pas check-in.

Benar saja, pukul 8.30 WIB ternyata kami sekeluarga telah tiba di CGK dengan sedikit insiden di Cipularang km 93 dimana ada mayat bergelimpangan. Ternyata perjalanan Bdg-Jkt aman dan lancar. Sesampai di CGK, langsung check-in dan pukul 10.00 sudah menunggu di ruang tunggu tempat akan boarding. Di ruang tunggu ternyata rame pisan, rupanya itu adalah awal derita hahaha. Sriwijaya Air rupanya mendelay rute penerbangan CGK-Padang dan CGK-Jambi dengan alasan kabut asap. Sampai pukul 11.00, kami curiga karena biasanya 20 menit sebelum boarding penumpang sudah dipanggil dipersilakan ke pesawat. Eh taunya bener, 11.10 ada pengumuman bahwa pesawat Sriwijaya CGK-SBY-Kupang mengalami delay sampai pukul 14.00. Asem!

Singkat cerita, pukul 14.10 take-off, sampai Surabaya pukul 15.10 WIB dan transit 20 menit di Bandara International Juanda. Sayangnya ga boleh turun dr pesawat. Asem lah padahal ingin liat Bandara terbagus di Indonesia ini T_T

Akhirnya pesawat lepas landas lagi pukul 15.30 dan sampai Bandara El Tari pukul 19.30 WITA. Sayang sungguh sayang, karena sudah malam, saya jd ga bisa liat pemandangan bukit dan pantai khas Rio de Janeiro dr pesawat yg akan mendarat karena udah gelap! Damn

Di bandara, rupanya pakde saya yg njemput. Waktu di Kupang telah menunjukkan pukul 20.00 WITA dan guess what, jalanan baik menuju dan keluar dr arah bandara sepi nya ampun dah. Sangat jauh dr Bandung pada pukul 20.00 WIB gitu. Di sini jam 8 malem mungkin bisa diibaratkan Bandung pada waktu tengah malam. Nyaris ga ada orang dan suasana mencekam. Kediaman sanak famili bapak saya ke bandara kurang lebih 15 kilometer. Hanya saja karena jalanan yg sepi begini dan surprisingly bagus dan mulus (damn, Bandung pun ga ada apa apanya dibanding kota ini kalau masalah infrastruktur jalan) perjalanan hanya memakan waktu ga lebih dari 15 menit.

Yg lebih mencengangkan lagi, di kanan kiri jalan di sekitaran Bandara hingga pusat kota, instalasi penerangan yg dipakai adalah PV coy! Dahsyat. bisa dimaklumi karena Kupang hanya punya 1 PLTD dengan daya menengah. jadi untuk infrastruktur penerangan jalan mau ga mau mereka mesti memakai PV. Damn, lagi lagi sebagai penghuni kota besar saya merasa malu. Di kota saya, mentang mentang listrik tersedia melimpah, ga pernah ada keinginan untuk memakai sumber energi terbarukan untuk hal sepele seperti penerangan jalan sekalipun.

Singkat cerita, tibalah saya di kediaman sanak saudara saya. Setelah silaturahmi sebentar, saya pun mandi dan tidur karena penerbangan 4 jam ditambah delay 2,5 jam dan perjalanan Jkt-Bandung sangat melelahkan.

Hari ke-2

Hari kedua dibuka dengan rutinitas pagi hari alias ke WC (halah). Oia perlu diketahui, Kupang adalah kota yg terletak di Teluk di sebelah barat Pulau Timor. So, ombaknya bisa dipastikan tenang dan ga akan setinggi di lautan lepas sana 😀
pagi hari sekitar pukul 05.30 WITA, saya menyempatkan diri mandi dan jalan jalan ke laut. lumayan dapet sunrise meski salah perkiraan karena Kupang pantainya menghadap ke Barat wkwkwk. Dodol 😛

Saya pergi ke pantai bernama Pasir Panjang alias Long Beach (ntah terinspirasi dr sebuah pantai di USA atau gimana :P) yg pasti Long Beach hanya berjarak 500m dari rumah hahaha. cuma ngesot doank sampe. Pantainya ga terlalu bersih, banyak anjing dan babi berkeliaran, tapi air nya bebas polusi dan saat itu air sedang normal, ga pasang ga surut, sehingga suasananya cukup bagus dan indah.

Kapal-kapal nelayan pun baru beres melaut dan biasanya hasil tangkapan ikan langsung dibawa ke pasar Oeba ngga jauh dr pantai.
selepas dari pantai, saya pun pulang dan sarapan. Hari ini rencananya mau ziarah ke makam kakek nenek yg telah lama wafat dan belum pernah sekalipun saya sekeluarga melihat makamnya.

Makamnya terletak di suatu tempat bernama Air Mata. di bukit letaknya 8 kilo dari rumah. oia, sebelumnya saya kasih tau dulu, topologi Kupang itu mirip dengan Rio De Janeiro (mirip loh ya bukan kota nya sama bagusnya ama Rio 😛 ) Artinya Kupang memiliki pantai teluk dan daratan yg membentuk bukit. Jadi semua masyarakat tinggal di perbukitan dan aman dari Tsunami. Kalo ada yg belum tau Rio nih saya kasih gambarnya :

Di lokasi pekuburan, rupanya pekuburan Timor tak jauh berbeda dgn di Jawa. Bisa dimaklumi karena sudah tersentuh budaya Muslim sehingga semua akan sama dari segi arsitektur hingga peletakan batu nisan dll.

well, sepulang dari ziarah, kami pun pulang, beristirahat siang dan sorenya saya memutuskan untuk berburu lagi ke pasir panjang. Yup selain melihat sunset, saya pun ingin membeli ikan cakalang dan memakan ikan bakar sebagai santap malam.. yummy.

Di Pasir Panjang rupanya sedang surut. Air surut sampai kurang lebih 50 meter ke tengah. Sayang nya saya ga bawa kamera jadi ga bisa memotret 😦 Tp sumpah rame banget di pantai dengan org yg nyari ikan kecil, kerang dan kepiting serta yg lagi asik main bola atau yg sekedar ingin liat sunset merah super keren. Ok, kembali ke ikan cakalang, ikan cakalang di sini luar biasa sesuatu bangets. Ikan cakalang segede paha saya (mungkin ada sekitar 2-3 kilo) harganya cuma 30rb bo! Di Bandung beli ginian mungkin bisa abis sampe 100 ribu kali.

menjadi ikan cakalang bakar tanpa nasi (karena saya sedang musuhan dgn nasi) sampe kenyang perut mau pecah. Setelah gosok gigi dan cuci muka, saya pun tidur dengan bermandikan keringat karena udaranya kering banget cyinn…

Hari ke-3

ok, pagi yg cerah di Kupang. Dimulai dengan membawa semua pakaian kotor ke laundry kiloan di dekat rumah kakek-nenek. Setelah selesai me-laundry, saya mandi dan bersiap ke tempat wisata. Yeah. Rencananya hari ini akan ke Pelabuhan Tenau dan Taman Wisata Gua Monyet (yg ini agak gimana gitu kalo mau nyebutinnya).

Pelabuhan Tenau terletak di Tenggara Kupang. Merupakan pelabuhan barang yg didominasi oleh Pertamina, meski ada jg pengangkutan komersialnya. Rata-rata pengangkutan orang nya ya ke pulau pulau di NTT seperti Alor, Flores, Ende, Atambua, dll.
Perjalanan ke Tenau memakan waktu 20 menit. Di perjalanan ke sana, kami singgah dan berhenti sebentar di lokasi PLTD yg mensupport seluruh energi listrik kota Kupang. PLTD nya ga terlalu besar. mungkin kapasitasnya hanya puluhan MW makanya ga heran kalau lampu penerangan jalan semua pakai PV.

Setelah melewati PLTD, kami melewati pabrik Semen Kupang yg menurut penduduk setempat kabarnya di pabrik ini banyak cerita seram yg ga masuk di akal. hii

ok, skip saja cerita ini, sesampainya di Tenau kami melihat lihat kapal dari puncak bukit. Dan ternyata lucky enough, ada kapal pengangkut Semen sedang merapat ke dermaga dan ada kapal Ferry yg sedang akan berangkat 😀

ok cukup di Tenau nya. Mari kita pindah ke Taman Wisata errr.. Gua Monyet. Di sini, lokasinya sebenernya perbukitan gitu. dan hebatnya si monyet pertamanya kaga keliatan. Yg keliatan hanyalah kambing gunung yg doyan makanin plastik!
Ntah mau jadi apa ini kambing makanin plastik -___-

Kalo kita mau manggil sodara kita (monyet-red) kita musti bawa sajen berupa kacang Dua Kelinci (promosi) dan cukup melemparkan ke pinggir jalan pasti si monyet akan datang dan bergerombol memanggil temen temennya deh 😛

Yg unik lagi, kalo kita kasih botol minuman yg ada isinya, si monyet dengan cekatan akan membuka botol tersebut dan meminum layaknya manusia hahaha

Pukul 13.00 WITA pulang dan ngaso lagi di rumah sebelum ke pantai sore sorenya 😀

Hari Ke-4

Hari keempat adalah wedding time. Yup, kakak sepupu saya akhirnya menikah dan seluruh keluarga, sahabat dan rekan rekannya diundang ke pernikahannya. Resepsi dilakukan di sebuah gedung serbaguna yg aneh tapi nyata terletak di lantai 2. Dan coba tebak lantai 1 nya adalah tempat fitness donk! wakakak

Gedungnya lumayan megah ada standing AC 4 buah di keempat sudutnya. AC merupakan kewajiban bila berada di Kupang. Udara di sini kering dan panas. Tanpa AC serasa hampa 😛
Resepsi pernikahan digelar dalam adat Timor. Hal paling fundamental yg membedakan dengan pernikahan adat Jawa adalah : Dalam budaya Timor, tamu undangan musti datang tepat waktu. Dan pengantin baru akan naik ke pelaminan saat semua tamu dirasa sudah hadir. Oleh karena itulah kursinya banyak sekali disiapkan.

bandingkan dengan adat Jawa dimana anda bebas datang kapan saja selama dalam rentang waktu undangan dan makanan belum habis 😛
Di adat Timor, setelah tamu datang semua, pengantin masuk ke pelaminan layaknya adat orang Barat dimana diarak dan semua mata tertuju pada mereka dari pintu belakang hingga naik pelaminan. Setelah itu dimulailah akad nikah dan banyak sekali sambutan sampai perut terasa lapar dan sialnya belum juga selesai sambutan-sambutan nya 😦

Nah begitu sambutan selesai, rupanya belum bisa langsung makan nih, soalnya saat acara makan berlangsung, seluruh tamu undangan musti ngantri mengambil hidangan yg disediakan di 2 sisi ruangan. Damn, tamu sebanyak itu yg dateng dan kebayang donk ngantrinya kyk gimana…

Setelah santap siang, dilanjutkan dengan foto dan salam salaman layaknya adat Jawa. Yg unik karena mempelai pria beasal dari Pulau Alor, ada tradisi tarian Lego Lego yg dipertunjukkan selepas hidangan makan siang. Pukul 14.00 pun pesta selesai dan saya pulang ke rumah. Di rumah, rupanya ada pesta lagi untuk mereka yg tidak diundang ke gedung semisal tetangga, kerabat dekat dll. Well pokoknya seharian cape pisan lah

Malem minggu pun garing karena kecapekan. Paling cuma jalan jalan ke rumah saudara saudara yg deket deket doank. Padahal Malming di Kupang cukup rame meski ga serame di Bandung

Hari ke-5

Hari ke-5 adalah market time! akhirnya menyempatkan diri berkunjung ke pasar Oeba, salah satu pasar di Kota Kupang yg letaknya dekat dengan rumah. Pasarnya luas dan banyak sekali pedagang di sana (ya iyalah namanya jg pasar)

yang unik, di sana, semua barang dijual bukan berdasarkan kiloan (kecuali ikan) tapi dengan sistem takaran baik menggunakan kresek maupun kaleng bekas mentega atau susu. Misalnya kita mau beli cabai rawit, sudah ada takarannya yaitu sebesar kaleng susu kental manis harganya 2000, sebesar kaleng margarin 250gr harganya 5000 dst. Begitupun dengan tomat, kresek kecil harganya 2000, kresek besar harganya 5000.

Harga sayur dan buah di sini relatif mahal. Jauh lebih mahal dibanding Bandung. Bisa dimaklumi karena memang jauh dari sumbernya sih. Tapi yg mencengangkan adalah harga ikan segar nya boi.

Harga ikan kakap kepala merah yg masih segar dan baru ditangkap dari laut adalah 20.000 rupiah per 5 biji boi! Artinya kakap sebear itu dihargai 4000 saja per ekornya. Di Bandung mungkin per ekornya bisa mencapai 20.000 ckckck

Gak lupa sehabis dari pasar mampir dulu ke tempat kelapa muda buat melepas dahaga 😀

Sore harinya tak lupa main k pantai lagi. Kali ini air surut jauh sekali jadi bisa pergi ke tengah dan melihat sunset 😀

Karena hari ini malam terakhir di Kupang, saya memutuskan untuk pergi ke pasar malam di wilayah Kampung Solor selepas maghrib. Kabarnya di sana banyak sekali muda mudi yg menghabiskan waktu malam dengan menyantap makan malam dan berbelanja.

Pukul 18.30 WITA saya berangkat ke sana, dan ternyata benar saja, satu jalan diblokir dan ramai sekali dengan manusia. Banyak sekali yg berjualan makanan, minuman maupun aksesoris dan pakaian. Setelah puas melihat-lihat, saya pun berhenti di salah satu warung makan dan menyantap cumi dan udang. Harganya cuma 30 rebu bo! Dashat pisan. Ga lupa meminum jus buah naga biar maknyus 😀

Setelah kenyang sayapun pulang dan tidur karena besok sore akan kembali ke Bandung

Hari ke-6

Tiba saatnya pulang ke Bandung. Setelah pergi ke pasar di pagi hari, waktunya pamitan ke sanak famili. Pukul 10.00 WITA pamitan selesai dan packing dimulai mengingat boarding pukul 17.10 WITA. Pukul 12.00 WITA packing selesai dan waktunya santai sampai pukul 16.00 WITA dimana hanya saya isi dengan menonton TV.

Pukul 16.00 WITA pergi ke bandara El Tari lagi. Agak sedih sih untuk terakhir kalinya ngeliat padang sabana di sepanjang jalan menuju bandara, melihat laut lepas dari perbukitan dan melihat infrastruktur milik kota ini yg tidak kalah dari kota besar di Pulau Jawa 😦
Setelah check-in, kami pun menunggu di ruang tunggu. Ingat 17.10 adalah waktu boarding. Tp di jam saya, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 17.30 WITA. ASEM!! Pasti delay lagi ini. Same old SRIWIJAYA AIR!! Always delaying!

Para calon penumpang jg mulai resah dan akhirnya 17.45 WITA penumpang sudah dipersilakan boarding. Alasan mereka sih karena kendala operasional gitu deh. Cih. 1 jam 40 menit terbang, akhirnya pukul 18.30 WIB tiba di Juanda International Airport. Bilangnya sih transit hanya 20 menit namun semua penumpang mesti turun. Eh ternyata pesawat nya akan diganti dan terjadi penundaan lagi selama 1 jam kurang lebih. Asem lah ini SRIWIJAYA. ga lagi lagi deh naek maskapai penerbangan ini. Murah sih murah tp siga kieu pisan cuy.

Positifnya akhirnya saya bisa menjelajah Juanda. Wow. dahsyat sekali ini bandara. Style nya mirip Changi Airport. Terminalnya memanjang dari ujung ke ujung. Bandaranya bersih, rapi dan sangat tertata dengan  bagus dan modern. Tapi yg namanya bandara dimana mana sama sih. Makanan mahal ga ketulungan. Karena lapar, saya memutuskan untuk beli burger di AW, eh ternyata abis 50 rebu coba burger, kentang dan softdrink. Asem!

Setelah makan, kembali ke terminal 6 dan ternyata baru diperbolehkan boarding pukul 20.45 WIB lah. Ngehe pisan! Dengan dongkol para penumpang naik ke pesawat dengan sumpah serapah. Akhirna pesawat lepas landas dan pukul 22.30 WIB tiba di Cengkareng. Sampe di Cengkareng badan udah remuk. Nyari nyari bagasi dan primajasa. Akhirnya ke Bandung naik Primajasa yg berangkat pukul 24.00 WIB dari terminal 1B. Sampe di batununggal pukul 02.30 WIB dan naik taksi sampai rumah. Sampai rumah langsung belangsak tidur ke kasur. Besok paginya pukul 08.00 WIB musti ke kampus lagi karena ada yg harus dikerjakan. What a tiring day!

Tapi overall sangat senang dengan perjalanan ke Kupang ini. Sangat menghibur sebelum berperang dengan Tugas Akhir 😀

They Really Are Lovely

by unamadridista

Looking at these portraits, the only conclusion to be had is that we have such a great and great-looking team, no?  Which one is your favorite?

And what do you think they were thinking while the photographer was snapping away?

Here are my guesses.  If you have better ones, and I’m sure you will, since you all are a very creative bunch, leave them as comments so we can all enjoy them!

Iker – here we go again, kids!

Carvalho – yes, here we go again.

Pepe – that would be the perfect trick to play on Crís and Marcelo!

Sergio – I hope my hair looks good.  It did take me two hours to style it this morning.

Sahin – I hope I don’t get injured taking a picture.

Khedira – what does “patata” mean?

Cris – my hair has to be higher than Callejón’s.  And I have to be tanner than Mesut.

Kaká – so if Isabella marries Cristiano Junior, that would make me and Cris…

Benzema – I have a certain je nais se quoi, no?

Özil – it’s the new and improved Mesut – a tan, a six-pack…

Granero – Hemingway, Bob Dylan, Vonnegut, Murakami, the Beatles, Springsteen, Poe…

Marcelo – bafao, bafao, bafao, bafao…

Adán – I wonder how many more of these I’ll be in?

Xabi – … I’m not even posing.

Coentrão – so if Vitória marries Cristiano Junior, that would make me and Cris…

Altintop – ok, just tell me when… wait, you already took the picture?

Arbeloa – I really should tweet about this.

Albiol – I really should be on twitter.

Varane – this time last year, I was taking my school photos and now I’m at Real Madrid…

Higuaín – hey you, tienes msn?

Callejón – my hair has to be higher than Cristiano’s.

Di María – I wonder if they’ll let me make a heart with my hands for the photo?

Pedro Mendes – I cannot believe I’m here.

Lass – a thumbs-up?  Are you kidding me?

Mejías – maybe if I just stare straight ahead, they won’t be able to tell that I’m nervous.

source : http://unamadridista.wordpress.com/2011/09/15/they-really-are-lovely/