Setelah Lulus, Langsung Kerja? Lanjut Kuliah S2? atau…

ok akhirnya sempet juga nulis curhatan yg satu ini. mumpung mood saya sedang bagus, coba tuangkan ah ke tulisan. Kali ini ntah kenapa rasanya ingin ngebahas tentang salah satu pilihan hidup yg mesti dilalui oleh seorang mahasiswa, esp. mahasiswa tingkat akhir kyk saya.

beberapa bulan lagi (insya allah) saya kemungkinan besar akan berpose seperti itu. Yup. setelah resmi mendapat predikat ST (Sarjana Teknik) nanti, mau dibawa kemana hidup saya? Well, sebagai pria yang nantinya ditakdirkan menjadi tumpuan keluarga, nampaknya kerja adalah pilihan yg paling favorable. Kenapa? karena dengan bekerja, kita bisa dapet uang, mendapat kehidupan yang layak dan bisa menabung untuk membahagiakan orang tua dan menikah (tentunya musti udah punya calon duluan)

Nah sebenernya selain kerja, ada satu pilihan lagi yang bisa kita ambil setelah lulus dari kuliah dan trennya akhir akhir ini cukup banyak dipilih khususnya oleh mahasiswa ITB, kampus tempat saya bernaung. Pilihan tersebut adalah melanjutkan studi ke luar negeri. Kenapa luar negeri? karena di luar negeri lebih maju sistem pendidikannya, lebih maju peradabannya dan lebih tertantang untuk menjalankan kehidupan yang berbeda di tempat yang sama sekali berbeda. Ya iyalah, siapa sih yang ga mau ke Korea liat tempat2 syuting Running Man, ketemu SNSD (mimpi) atau ke Jepang ngeliat teknologi-teknologi canggih, makan ramen (ya kali) atau bahkan ke Eropa, ke London, Manchester, Munchen, Madrid, Roma, Eindhoven, Amsterdam? Bikin ngiler emang hahaha

Ok, karena ini blog saya, jd suka suka saya donk mau nulis apaan πŸ˜›
Yg pertama mungkin akan saya plus minus kan masing-masing dulu deh ya

Kerja

(+) langsung dapat penghasilan,Β  bisa beli apa aja yang kita inginkan (sesuai dengan gaji tentu aja -_- )
(+) melatih hidup mandiri, yup kerja berarti lepas 100% dr ortu dalam urusan biaya hidup dll
(+) bisa membahagiakan ortu, dalam artian mengirim sebagian gaji kita tiap bulannya, syukur-syukur bisa membantu ortu naik haji (subhanallah)
(+) mengamalkan ilmu yang diterima semasa kuliah dengan mempraktekannya langsung (khusus buat yang kerja sesuai bidang)

(-) cari kerja susah bo! jumlah mahasiswa yang lulus dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja baru yang tersedia ibaratnya orang yang ngantri jakat fitrah tiap lebaran. Makanya persaingan yg main di sini. Mahasiswa dengan IP yg kecil (maap sarip) ya akan susah buat dpt kerjaan. Belum lagi faktor luck juga berlaku, IP tinggi jg ga jaminan bisa langsung keterima kerja loh
(-) mengabdi. yup kerja adalah pengabdian. pengabdian bagi perusahaan yang membayar kerja kita. Bagi yang jiwanya serta mentalnya belum siap, nampaknya pengabdian akan sulit dilaksanakan pada awal-awalnya deh.
(-) waktu luang jauh berkurang. yup. kalo semasa kuliah kerjaan kita kalo ga ada kuliah main ngga karuan, nonton drama atau pacaran, kalo udah kerja nanti jangan harap deh bisa kyk gitu. 5 hari per minggu selama 8 jam kita harus masuk kantor. Kalo ngga masuk selain karena sakit atau cuti ya diitung bolos πŸ˜›
(-) karir mandek. Bagi sebagian orang yg lulus S1 langsung kerja, terlebih yang tidak memiliki sesuatu yg ‘istimewa’ akan sulit meningkatkan karirnya di perusahaan. Banyak org karirnya mandek. selama belasan bahkan puluhan tahun jadi pegawai tanpa naik jabatan. Cuma gaji doank yg naek dan itupun seiprit bangets.

Kuliah lagi (lanjut S2)

(+) Jalan-jalan khususnya yang S2 d luar negeri. Yup apalagi yg paling diincar kalau S2 ke luar negeri selain jalan-jalan, foto foto dan pamer di Facebook dan bikin ngiler orang orang? hahaha.
(+) Dapet pengalaman baru. Yup, kuliah S2 khususnya di luar negeri akan memberi pengalaman baru dan membuka wawasan tentang negara lain yg lebih maju dari negeri kita tercinta. Bagaimana kehidupan sosialnya, birokrasinya serta pola berpikir penduduknya bila dibandingkan dengan negeri tercinta kita ini πŸ˜€
(+) Teman baru. Kuliah S2 kita bakal dapet temen baru. Kalo di dalam negeri sih temennya berubah jadi lebih tua πŸ˜› Kalo di luar negeri jadi bule gitu hahaha
(+) Ilmu baru di bidang yang baru. Yup tujuan orang mengambil S2 di luar maupun dalam negeri setelah kuliah S1 nya tamat apalagi selain mengambil ilmu baru. Makanya kebanyakan orang memilih untuk meng-ekstensifikasikan bidang S2 nya dan memiliki korelasi yang cukup jauh dengan bidang S1 nya, Contoh : S1 Teknik Fisika, S2 Manajemen dsb. Ilmu baru ini nantinya akan memperluas bidang pekerjaannya kelak.
(+) Kesempatan dan posisi yang enak bila bekerja kelak. Yo, dengan semua ilmu yang didapat, lulusan S2 cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan dan akan memperoleh posisi yang lebih tinggi dibanding lulusan S1. Tapi ingat, semua itu ya kembali ke IPK bro hahaha

(-) Mahal. S2 di luar maupun di dalam negeri ya mahal bro. Dengan kuliah yang hanya 2 tahun, tp biaya nya relatif sama dengan kuliah 4 tahun S1. apalagi di luar negeri yang biaya hidupnya aja segede gaban dan sujin (halah). Nah makanya yg paling enak itu ya cari beasiswa S2. Beasiswa S2 banyak banget tergantung minat kita mau kemana dan lagi-lagi IP berbicara di sini di samping passion dan keberuntungan kita πŸ˜€
Kalau mau gampang dan banyak duit ya kuliah S2 ke luar negeri aja dengan biaya sendiri πŸ˜›
(-) Beban. Masih berkaitan dengan tulisan di atas, biaya yg dikeluarkan untuk kuliah S2 akan semakin menambah beban ortu. Kecuali bila S2 nya sambil kerja (mostly dilakukan oleh sebagian orang) ya malah lebih enak karena uang hasil kerja dipakai lagi untuk pengembangan diri sendiri πŸ˜€
(-) Menuntut passion belajar. Siapa sih yg ga jenuh kuliah selama 4 tahun? nah kalo memutuskan untuk mengambil S2 artinya kita musti belajar lagi selama 2 tahun namun bedanya belajar nya lebih banyak dilakukan seorang diri by research ngga seperti S1. Buat yang memang passionya di bidang studi sih ga masalah, namun yang ga? Bisa jamuran belajar mulu πŸ˜›
(-) Umur. Kuliah S2 yg selama 2 tahun akan mengurangi umur kita. Loh? yup, bukan umur dalam arti kematian, melainkan umur yg kita alokasikan. Contoh kalau kita menargetkan lulus kuliah umur 23, kemudian kerja dan setelah 5 tahun lalu menikah artinya kita akan menikah di usia 28 tahun. Nah kalau memutuskan S2 tanpa mengganti plan akhir, artinya ujung-ujungnya kita akan menikah pada umur 30 kan? πŸ˜› Dan satu lagi, kalau anda menunggu S2 dari lowongan beasiswa tanpa rekomen dan bantuan dosen, biasanya ada jeda waktu tunggu antara anda lulus hingga dapat beasiswa. Dan lamanya ini bervariasi ada yg 3 bulan ada juga yg sampe setahun (pengalaman teman :D)

Apalagi ya? ya paling segitu aja sih plus minusnya masing-masing. Lantas mana yang lebih baik? Ya kalau menurut saya kembalikan aja ke diri masing-masing. Pertimbangkan dengan matang semua pertimbangan jangan sampai salah pilih. Kalau mau langsung kerja apa IPK sudah cukup? skill sudah memadai? lapangan kerja sudah tersedia? sudah diputuskan mau berkarir di bidang apa?

kalau pilih melanjutkan studi apalagi keluar negeri, apa sudah dapet info tentang beasiswa? info tentang kampus yg akan kita tuju? info tentang negara yg akan kita tuju baik budaya, orang-orang, gaya hidup, biaya hidup dll? punya kenalan kah di sana supaya ada teman kalau kalau nyasar πŸ˜› sudah siap dengan konsekuensinya? dan sanggupkah mempelajari sesuatu yang baru serta adaptasi dengan lingkungan baru?

Kalau saya pribadi sih lebih memilih lanjut ke kerja. Pertimbangannya yg utama adalah tanggungan. Keluarga masih banyak kebutuhan, saudara-saudara masih banyak yg musti dibantu secara finansial terutama adik yg kuliah di Univ Swasta yg biaya kuliahnya pasti sangat memberatkan ortu. Yg kedua faktor umur. Kuliah S2 menuntut untuk menunda segala sesuatu yg telah saya masukkan dalam plan hidup jangka menengah saya. Yg ketiga adalah faktor otak yg sudah bebal untuk mempelajari segala sesuatu yg baru. D’oh!

Tapi teuteup, dalam plan jangka menengah hidup saya, insya allah saya hanya akan kerja paling lama 5-10 tahun guna mengumpulkan modal untuk mewujudkan cita-cita yaitu menjadi entrepreneur sukses dan philantrophist. Tapi seandainya setelah lulus saya tiba-tiba mendapat ilham dan modal besar, akan langsung saya tekuni bidang entrepreneur tanpa bekerja. Kalau itu bisa diwujudkan oh indahnya hidup coy πŸ˜€

5 thoughts on “Setelah Lulus, Langsung Kerja? Lanjut Kuliah S2? atau…

  1. emang nyari kerja itu susah, apalagi yang sesuai dengan passion kita, pengennya sih nyari tempat kerja yang ntar dibiayain S2 ama perusahaan tempat kita kerja :p

  2. Kalau dapet beasiswa S2 tapi berbeda jurusan dgn S1, mending di ambil atau jangan? Apakah nanti akan susah mencari kerja karena S1 berbeda bidang studi dgn S2?

    • hmmm kyknya sih tergantung passion anda. kalo anda suka dengan bidang baru yg akan diambil sebagai S2 ya knp ngga
      justru nanti malah memperkaya wawasan ketika memasuki dunia kerja
      saran saya sih jgn mengambil yg bedanya terlalu jauh, tp coba cari yg masih mirip-mirip dikit deh hehe

Leave a comment