Pandangan pertama atau karena terbiasa?

mumpung sedang dalam galau state mari meracau sedikit tentang cinta πŸ˜›

ok, IMHO, proses seorang manusia jatuh cinta (bisa terhadap apa saja, kecuali Tuhan) itu terbagi jadi 2 cara, yg pertama adalah pada pandangan pertama (yg lebih dikenal dengan istilah love at the first sight) dan yang kedua adalah karena terbiasa (seperti potongan lirik lagu DEWA19 “biar cinta datang karena telah terbiasa“)

untuk kasus yg pertama, Love at the 1st sight menurut hemat saya ini tergolong unik. Fakta bahwa pria itu sangat mudah tertarik pada sesuatu yang bersifat visual, seharusnya membuat mereka lebih gampang mengalami love at the 1st sight, coba bayangin aja kalo tiba-tiba sekelas sama yg cantik, atau sekelompok tugas kuliah umum sama yg manis, atau secara kebetulan ketemu dgn cewe cakep di suatu tempat atau acara, hampir semua pria mudah sekali jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dalam penelitian terhadap 1.500 pria dan 1.500 wanita yg dilakukan Alexander Gordon, terungkap bahwa 20 persen (1 dari 5) pria mengatakan pernah jatuh cinta pada pandangan pertama. Sebaliknya, hanya 10 persen wanita yang mengungkapkan hal serupa dan mayoritas tidak bisa menentukan apakah yang mereka rasakan itu hal yang nyata sampai kencan yang keenam.

Pria pada umumnya lebih mudah kagum pada lawan jenisnya, terutama yang cantik, sehingga rata-rata pria menjawab mereka sudah tiga kali jatuh cinta dalam hidupnya, sedangkan wanita menjawab satu kali. Kekaguman pada sosok wanita yang membuatnya tertarik juga mendorong pria lebih mudah mengucapkan β€œI love you” pertama kali dan lebih sering bertepuk sebelah tangan.

Nah dr paragraf di atas, muncul deh kasus kedua yaitu cinta karena terbiasa. Wanita lebih pandai membaca situasi sosial dan mengevaluasi apakah ia sungguh jatuh cinta. β€œWanita juga cenderung memilih pria yang bisa membuatnya aman dan juga pria yang kelak bisa menjadi ayah yang baik,” katanya.

dan katanya lagi, love at the 1st sight tuh punya kelemahan besar yaitu tanpa adanya folow up action, besarnya kecintaan akan sesuatu akan semakin memudar dan menghilang, apalagi kalo ada yg ‘lebih’ yang bisa menarik perhatian kita hahaha

Ok, dr uraian di atas, saatnya memberi opini pribadi. Bagi saya, ngga dipungkiri memang pria lebih mudah ditarik secara visual. maka dari itulah saya jatuh cinta pertama kali waktu liat video klip SNSD atau waktu pertama kali ngeliat permainan cantik Real Madrid pas jaman Zidane cs. Tp kalo di kehidupan nyata, nampaknya saya ga begitu affected tuh sama yg namanya love at the 1st sight. entah knp kyknya bagi saya rasa tertarik terhadap lawan jenis itu muncul setelah 2-3 kali bertemu, berinteraksi dan merasa nyaman, baru deh muncul perasaan suka.
Tp yah, love at the 1st sight ke cewe juga pernah sih, tp kebanyakan ga dipake follow up karena si target yg nampaknya unrealistic dan cuma ketemu sekali doank hahaha (nasip nasip) πŸ˜›

Katempuhan

ok , cerita santai dulu deh. kali ini mengenai kisah 2 hari ke belakang soal saya yg terkesan ‘diteror’ oleh ibunya teman saya.
ceritanya begini, teman saya, anggap saja si X, angkatan 2006 dan di ambang DO. Nah, Sabtu kemarin, waktu saya lagi santai di lab, eh tiba2 hp bunyi dan begitu saya angkat, di seberang sana terdengar suara ibu-ibu panik mencari anaknya yg hilang. Si ibu ini memperkenalkan diri kalau beliau adalah orang tua X dan bilang kalau si X ini sudah 5 hari ga pulang ke rumah om nya (si X adalah orang luar bandung yg menumpang di rumah pamannya di bandung). Kemudian ibu ini bertanya apakah saya melihat dan mengetahui keberadaan si X karena hp nya terus menerus berada di luar jangkauan kalau dihubungi.

Well, saya yg agak kaget ya langsung jawab ga pernah ngeliat seminggu ini, trus kemudian si ibu tambah panik, dan mungkin memang bawaaanya yg agak nyerocos, langsung lah beliau curhat dan menumpahkan unek-unek ke saya selama kurang lebih 30 menit di telepon. weleh. Akhirnya saya mencoba menenangkan si ibu kalau saya akan berusaha menelepon si X ini dan nanti kalau saya sudah tersambung dgn si X akan saya tanya dia dimana tp sy ga akan bilang kalau ibunya nyariin takut dianya kabur lagi πŸ˜›

Ok, akhirnya si ibu yg panik bukan main ini mulai tenang dan nampak percaya pada saya. Ya sudah telepon di tutup dan saya coba hubungi eh ternyata ga bs dihubungi saya coba sms ternyata pending, Weleh. 3 jam kemudian si ibu nelepon lagi, beliau makin panik dan curhat lagi ke saya. Mungkin sekitar 10 menit sebelum saya stop karena harus pulang. Bahkan sampai magrib pun beliau menelpon saya lagi dan kemudian mengakhiri dengan sms kalau beliau skrg berada di salah satu hotel di Dago menunggu anaknya ini pulang.Saya pun membalas buat menenangkan si ibu agar jangan panik.

Yang lebih epik lagi, pagi-pagi tadi si ibu kembali menelepon saya, tp kali ini beda, beliau menelepon saya dr rumah salah seorang teman saya di daerah Cimahi dan katanya beliau juga sedang menumpahkan unek-unek di sana. Weleh, weleh. Dari cerita beliau kabarnya beliau ini dan anaknya bukan dari keluarga broken home kok. Keluarganya masih utuh dan harmonis. Cuma dari kesimpulan yg saya tarik di sini, si ibu ini terlalu membebani anaknya dengan ekspektasi tinggi dan si anaknya bedegul banget menurut saya. Kenapa? menurut saya si X pengecut. dia mungkin merasa dia selalu diberi tekanan lebih dan selalu diingatkan untuk kuliah yg bener, selesaikan TA tp dia sering lari dr tanggung jawab dan menghindari kenyataan. Duh yg kayak gini mah susah disembuhinnya

Saya jadi merasa kasian sama ibunya. Beliau rela jauh2 dari luar kota ke bandung buat nyari anaknya, si anaknya udah 5 hari ga pulang dan kabur ntah kemana. Kata beliau juga kejadian ini udah ke-6 kalinya sejak tahun 2010 kemarin dan si anak nampaknya ngga bisa jadi pria sejati karena tindakannya masih seperti pembantu. Katanya pernah sampai seluruh dosen di hubungi ama si ibu sampai ke level petugas lab untuk mencari keberadaan si X yg hilang. eh ternyata si X ditemukan sedang main game online di warnet sampai 4 hari coba. Weleh weleh smoga diberikan yg terbaik deh sama gusti alloh. Dan semoga juga kejadian ini ga terjadi sama saya.

PS : sampai postingan ini di post si X masih belum pulang dan belum diketahui keberadaannya. Si ibu nya besok kabarnya mau lapor polisi. Haduh

* PPS : Katempuhan berasal dari bahasa Sunda yg artinya jadi direpotkan. Dalam kasus ini, saya dan teman saya yg jadi direpotkan karena harus mencari si X. Sebenernya lebih ke tanggung jawab moril sih karena saya merasa kasian. Si ibu nya sempet curhat juga katanya si Y temen si X bahkan ketika dihubungi si Ibu malah bilang “wah ga tau bu” dan menjawab dengan nada ketus begitu. Waduh bisa kualat dan kena karma ente, Y

Friendzone

mumpung ada waktu dikit, share ah tentang fenomena friendzone hahaha

apa sih friendzone itu? menurut wikipedia, ini nih friendzone :

“is a dating term describing a relation in which one partner wants to become intimate romantically while the other prefers to be just friends”

Friendzone sebenernya dipopulerkan ama 9gag.com . tau kan 9gag?
knp sih saya tiba-tiba ingin nulis tentang friendzone?
jawabannya ya karena lagi happening hahaha.

Ok, friendzone itu gampangnya kyk cinta yg bertepuk sebelah tangan tp bukan ditolak. Intinya, misalnya ada cowo ama cewe awalnya temenan, lama kelamaan muncul cinta (misalnya si cowo mulai suka ke si cewe) eh rupanya si cewe cuma menganggap si cowo ga lebih dr sekedar teman, atau paling banter bestfriend lah. lama kelamaan cinta satu sisi tumbuh dan berkembang tanpa dibalas dengan rasa yang sama. Kalo kata orang yg berpengalaman sih cirinya tuh mereka berdua act like couple, sms-an, twitter, facebook, whats app secara intens, curhat-curhatan, hang out bareng, tp dengan impresi yang beda. Salah satu merasa kalau hubungan bakal lanjut ke jenjang yg lebih tinggi, tp yg lain hanya menganggap sebagai teman spesial yg kemungkinan untuk berlanjut ke tingkat yg lebih tinggi adalah 0 besar. Cukup tragis dan menyakitkan sih ya 😦

Well, belakangan ini saya mencoba meriset dan ternyata saya bisa menarik kesimpulan ngaco. Friendzone ini rupanya dipopulerkan ama Ibu J.K. Rowling loh, iya si penulis Harpot. Doi banyak banget menyinggung friendzone di karya Harpot nya. Mungkin pengalaman pribadi beliau kali ya hahaha. Ambil contoh Snape dan Lily Potter, Hermione dan Neville Longbottom, dll πŸ˜›

kalo ga percaya nih :

ada lagi nih rada panjang πŸ˜›

http://d24w6bsrhbeh9d.cloudfront.net/photo/1315878_700b.jpg

ngga, di sini saya ga akan bahas lebih lanjut tentang friendzone kok, cuma kesentil aja karena kyknya lagi happening ya ini istilah hahaha. Sebagai penutup, yg merasa di friendzone kan semoga hanya perasaan saja πŸ˜›
dan yg merasa mem-friendzone-kan semoga diberi kesadaran dan dibukakan pintu hatinya. Amin πŸ™‚

Yang pasti, di-friendzone-kan itu ga enak lah, sedih rasanya. tp ada juga yg malah merasa di friendzone-kan padahal sebenernya ngga (halah). so berhati-hatilah sebelum men-judge di friendzone kan atau ngga karena bisa salah paham tuh πŸ˜›

sebagai penutup, saya share juga lagu yg lagi happening dengan mood dan kehidupan saya akhir-akhir ini :