lanjut lagi ah cerita perjalanan seminggu di negeri Jiran 😀
—————————————————————————-
14 April 2012, hari Sabtu pagi. Ada rencana besar pagi itu. Rencana mengunjungi salah satu tempat wisata yg terkenal di negeri malaysia yaitu Genting Highland Resort and Theme Park.

Nah malam harinya tuh sebenernya kami udah menyepakati kalau kita musti berangkat sebelum pukul 8 pagi loh. Berhubung yg ikut banyak (tanteku + 4 anaknya dan aku serta ibuku) makanya koordinasi mesti dilakukan setelah solat subuh. Eh apa yg terjadi hanyalah rencana saja. Pukul 10.00 waktu setempat barulah kita ber-7 bergegas menuju stasiun Subang Jaya. Sama seperti hari sebelumnya, kami bertujuh naik KTM dan turun di KL Sentral untuk lanjut naik LRT Kelana Jaya namun kali ini sampai Terminal Gombak, terminal terakhir di Laluan Kelana Jaya.
Sampai di stasiun Terminal Gombak pukul 11.30 waktu setempat. Rupanya Gombak adalah interchange antara laluan Kelana Jaya dan juga bus pariwisata menuju Genting Highland. Di sana sudah tersedia loket pembelian tiket ke Genting. Harga tiket ke Genting Highland berikut bus dan sky train adalah 56 RM atau sekitar 180 ribu rupiah. Akan tetapi masalah muncul di sini, rupanya kami kesiangan sekali dan makcik penjual tiket berkata akan sangat rugi apabila kami berangkat sekarang karena Genting tutup pukul 17.00 dan kami tidak akan punya cukup waktu bersenang-senang di sana.
Setelah berdiskusi selama 10 menit akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan rencana ke Genting dan pergi lebih pagi keesokan harinya. Ya udah deh akhirnya memutuskan untuk keliling KL lagi. Kali ini tempat yg kita tuju adalah Pasar Seni dan keliling Mid Valley, salah satu kota satelit atau outskirt nya Kuala Lumpur gitu deh.
Pasar Seni alias Central Market terletak di pusat KL. Di sini dijual berbagai macam cindera mata dan oleh-oleh khas Malaysia. Lumayan murahlah ya harganya. Banyak ragamnya lagi dari mulai pajangan, baju sampai yg aneh-aneh. Bangunannya khas penjajahan Inggris gitu dan di dalamnya juga ada food court yg cukup luas. Di sini saya membeli model pesawat Malaysia Airlines, 2 miniatur petronas tower dan beberapa cindera mata murah untuk dibagi-bagikan ke teman di Bandung



Di food court nya, saya mencicipi Tom Yam ala Thailand gitu yg disajikan di atas mini wok 😀
Lumayan enak dan harganya ga begitu mahal lah

Rupanya di Central Market ini banyak banget loh orang-orang Surabaya yg berjualan di sini. Mungkin karena tiket pesawat Surabaya-KL murah makanya banyak yg mencari keuntungan di tempat ini. Untungnya karena mereka orang Jawa, saya pun menawar dengan bahasa Jawa gitu biar murah hehe
Puas belanja di Central Market, kami bertujuh pun bergegas menuju Mid Valley. Hujan deras tidak menyurutkan langkah kami untuk menyusuri jalanan KL mencari bus RapidKL yg langsung menuju MidValley. Rupanya tipikal KL itu seperti Jakarta lah ya hanya saja lebih tertata dan tertib.



Meskipun penataan kerapian kota dan keteraturan nya masih belum seperti Singapur, namun penataan ruang dan kedisiplinan serta ketaatan aturan warga KL cukup tinggi makanya kota nya nyaman bahkan untuk pejalan kaki yg mau ber-city walk sekalipun. Bandingkan dengan Jakarta? MEH
Di Mid Valley kami berkeliling mall terbesar di sana. sekitar pukul 4 sore waktu setempat, kami pun pulang dan mempersiapkan keberangkatan ke Genting Highland lagi esok hari.
—————
15 April 2012 hari minggu yg cerah. Kali ini semua menepati janjinya dan pukull 8 tepat kami sudah berada d Stesen Subang Jaya cuy haha 😀
Pukul 9 lewat dikit kami bertujuh tiba di Gombak dan langsung membeli tiket serta menunggu bus yg mengantar ke Genting Highland. Sampai di Genting Highland, wow, rupanya banyak sekali wisatawan domestik dan mancanegara di sini. Wisatawan domestik sih kebanyakan hanya ingin naik cable car dan menikmari theme park nya saja. Namun yg mancanegara kebanyakan dari HongKong dan China ke sini hanya untuk bermain Casino nya. Yup. Genting memang tempat judi legal di Malaysia yg dikuasai oleh org yg sama yg membangun Sentosa Island di Singapur. Di sini ada casino besar yg membebaskan orang-orang berjudi tanpa kena hukum di Malaysia.
Dari tempat pemberhentian bus ke lokasi Genting bisa ditempuh dgn 2 cara yaitu naik bus lanjutan ke sana atau yg paling populer adalah dengan kereta gantung atau cable car. Cable car di Genting berkapasitas 8 orang dan menempuh jarak cukup jauh. Mungkin sekitar 10 menit di angkasa dan dengan ketinggian sekitar 500 meteran deh. Ketika naik ini, ada sensasi yg menyenangkan yaitu melihat pemandangan hutan belantara di bawah jalur cable car dan pemandangan indah pegunungan di sekitar Genting Highland 😀



Nah ini nih pemandangan pas di atas cable car 😀


Begitu sampai di atas, kami langsung menuju Theme Park Genting. Di sini itu mirip mirip Dufan sih wahana nya, cuma hawa nya dingiiinnn banget. Lebih dingin dari Bandung karena Genting letaknya 1000 meter di atas permukaan laut. Gila air buat nyiram WC aja dinginnya setengah mati coba.







Wahana paling asoy tuh menurut saya ya Human Coaster. Apa itu? Semacem Roller Coaster tp disini kita dipakein Armor Iron Man gitu. Jadi naik Roller Coaster tp serasa terbang dengan baju superhero. Buset menantang kan? Abis naik ini perut saya semacam dikocok-kocok lah haha


Puas maen kita pun ke food court buat makan siang. Nah harga makanan di sini rupanya ga jauh beda ama di KLCC. Menu yg saya ambil tanpa daging maupun ayam tp tetep kena 14 RM (sekitar 50 ribu rupiah)

Puas main di Genting, jam 5 sore pun kami pulang dan pukul 7 malam waktu setempat kami bertujuh sudah kembali ke rumah dengan selamat 😀
Menyenangkan sekali perjalanan ke Genting Highland ini. Amat recommended buat temen-temen yg mengunjungi Malaysia deh 😀
—————–
Rupanya petualangan hari Minggu 15 April 2012 tidak berhenti sampai situ. Malam harinya, melalui pembicaraan singkat tau-tau tante saya mengajak kami sekeluarga pergi mengunjungi iCity. Wah apaan tuh iCity? rupanya iCity adalah objek wisata di Shah Alam yaitu sebuah tempat semacam taman yg dekorasi seluruh pohon dan objeknya dari lampu berwarna-warni. Lah tp kan udah malem? Hoo rupanya objek wisata iCity ini memang sengaja buka dari jam 7 malem hingga jam 4 pagi bro 😀
Melalui perdebatan panjang karena om saya sedang asik nonton launching mobil Petronas yg baru, akhirnya diputuskan lah kami berangkat menuju iCity selepas siaran langsung launchin Petronas selesai yaitu sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Nah permasalahan susulan datang, rupanya om saya sudah lupa jalan ke iCity dan tetangga nya yg hafal jalan rupanya sedang keluar kota. Weleh, akhrirnya mumpung hape saya agak canggihan dikit, saya pake lah itu yg namanya fitur GPS buat nyari iCity. Setelah ketemu dan semuanya yakin kamipun berangkat, Eh rupanya rencana tinggal rencana, kami nyasar dan akhrinya setelah 1 jam lebih dikit berkeliling sampailah juga di objek wisata yg satu ini.

nih yg namanya iCity. Dahsyat dan subhanallah sekali kan 😀
iCity rupanya adalah state of the art! Di sana segala jenis tanaman, hiasan, kursi, dan lain-lain terbuat dari lampu artificial yg berwarna-warni. Sumpahlah ini tempat kalo dipake pacaran perfecto banget cuyy!! Yu ah saya ajak berkeliling sedikit di tempat yg luasnya mungkin seluas lapangan sepakbola ini






di tempat ini ada juga wahana semacem bianglala dan carrousel gitu. Masuknya pun murah cuma 3 RM per kali main. Di sini pun akan dibangun sarana Ice Rink yg akan rampung pada 2013 mendatang. Widih.. Setelah puas mengitari iCity hingga pukul 00.00 waktu setempat, kami pun pulang ke rumah dan beristirahat. S
Sisa 2 hari di Malaysia saya habiskan hanya di rumah dan pada sore harinya berjalan-jalan dan berwindow shopping ke pusat perbelanjaan di Subang Jaya semisal Carrefour dan MyDin. selain windowshopping ya beli barang-barang aneh yg ga ada di Bandung juga sih semacem bunga plastik yg bagus banget mirip aslinya 😛
Tepat tanggal 18 April 2012 siang hari saya dan ibu saya bersiap untuk pulang. Setelah mandi dan packing, kami bergegas ke airport lepas zuhur sekitar pukul 14.30 karena pesawat akan take off pukul 15.45 waktu setempat. Di LCCT sedikit insided terjadi saat bagasi saya kelebihan 3 kilo dr yg diperbolehkan. Weleh ahirnya barang2 yg kurang penting dikeluarkan dan dijadikan hand carry. Sumpahlah kapok ane cuma mesen bagasi 15 kilogram. Salah besar kalo ke Malaysia pulangnya berat bagasi sama dengan berangkatnya hahaha.
Pukul 17.00 WIB kami mendarat di Soetta terminal 3. Dan guess what, hari Kamis jam pulang kantor terjadi kemacetan super duper parah di Jakarta. Tebak jam berapa kami sampai Bandung? Pukul 23.30 WIB sodara-sodara haha. Udah ga ngerti lagi lah ama Jakarta ckckck.
Well, 7 hari di Malaysia sangat menyenangkan sih menurut saya. Selain mengakrabkan diri dengan sodara Malaysia saya, juga menjaga silaturahmi, banyk pengalaman berharga yg bisa dipetik dari si Negeri Jiran. Keliatan sekali negeri Jiran ini sedikit lebih baik dan tertib ketimbang negara kita. Makanya jangan malu untuk belajar sama negara yg satu ini lah meski terkesan ironi karena dulu Malaysia lah yg getol belajar ke negeri kita.
See you next year, Malaysia! 😀