Petualangan Baru di Pulau Borneo Part 2

lanjut lagi deh ceritanya dikit. Hari berikutnya, agenda para pegawai baru adalah induction dan identification personnel di kantor security. Yup, sebagaimana objek vital nasional (aset terbesar milik bangsa), pengamanan di PTB ini saya rasa sangat ketat dan cukup rumit untuk mencegah masuknya teroris dan sejenisnya. Kebayang kan soalnya kalau sampe disusupin teroris dan kilang ini meledak…. wuih berapa milyar dollar aset negara yg bakal hilang, plus segala macam proyeksi keuntungan dari gas alam cair yg diekspor ke negara-negara maju.

Well, kurang lebih 2 hari berturut-turut saya diidentifikasi oleh petugas sekuriti dan alhamdulillah tidak diidentifikasi teroris haha. Yaiyalah. Dan akhirnya saya dapatkan juga badge (ID card) saya sebagai pegawai baru disini

Oia, kebetulan, apartmen saya mendapat view yg cukup bagus di arah sebaliknya. Yaitu arah flare atau api abadi yg selalu ada di seluruh kilang oil and gas. Konon, api abadi ini akan menyala terus-terusan selama plant beroperasi karena terkait sistem safety nya plant itu sendiri. Di industri oil and gas, ngga semua produk dr minyak atau gas mentah dipakai dan sebagian kecil kandungannya harus dibuang dalam bentuk flare atau dilepas ke atmosfer. Lumayan deh tiap sore dpt pemandangan api abadi 😀

Percaya atau tidak, api abadi ini akan menjadi super besar jika plant start-up atau dalam kondisi trip. Ya itu tadi terkait sistem safety yg mengharuskan sebagian kandungan gas yg belum stabil dibuang keluar plant agar tidak membahayakan hehe.

Yaudah, drpd ngomongin hal-hal teknikal dan ilmiah, saya ajak keliling-keliling melihat lingkungan sekitar PT Badak deh. Oia foto-foto ini saya ambil sewaktu saya belum punya kendaraan hohoho

Yang di atas ini penampakan kantor utamanya yg biasa disebut gedung putih, well, karena memang serba putih alias dari keramik. hmmm, sedikit mengingatkan saya pada perpustakan ITB dulu ya haha. Di depannya ada tanaman yg dibentuk dengan logo PT Badak.

Jalanan di sini lebarnya 10 meter minimal dan sepi nya ampun haha. mungkin karena komunitas pegawainya terisolir dari dunia luar jadinya kesannya ekslusif padahal saya sendiri ga suka dengan ke-eksklusifan karena terkesan sombong. Haduh

Di sini juga ada banyak fasilitas olahraga yg super lengkap dan gratis. Cuma gara-gara saya belum punya kendaraan, ya jadinya cuma keliling sampai ke kolam renangnya doank hehe

Kolam renangnya oke punya. Airnya bersih, luas cuma sayang ga ada perosotannya hehe. Di belakang kolam renang itu ada lapangan futsal rumput sintetis, lapangan bulutangkis, dan juga lapangan bola yg cukup luas. Tapi sayangnya saya ga sempet ke sana jd nanti saja saya tunjukin deh hehe

Jalan sedikit lagi rupanya di sini juga ada semacam Alfamart gitu, namanya Tojasera alias Toko Jajanan Serba Ada. Yah tampilannya mirip minimarket pada umumnya sih tp sangat membantu sekali utk menyediakan supplies drpd keluar komplek apalagi buat yang belum punya kendaraan hehe

Kalau masalah harga sih menurut saya relatif sama lah dengan di Jawa sana, mungkin selisihnya maksimal ya Rp 500 aja. Barangnya cukup lengkap dan ruangannya juga nyaman. Sepulang dari sana saya sempatkan mampir melihat lapangan bolanya hehe

Lapangan bolanya lumayan bagus sih.Standar nasional dengan tribun kecil di bagian barat. Ada trek larinya juga. Tapi sayangnya kondisi rumputnya ga terlalu bagus jd ya gitu deh. Penasaran ingin main di lapangan bola ini. Kapan ya? hehe

Berhubung koneksi sy lagi lelet, lanjut lagi nanti deh. Lumayan masih banyak sisi Badak yg belum saya tunjukin hehe

Ciao!

Leave a comment