Singapore Trip 2014 (Part 2)

Singapur di pagi hari adalah keanehan. Ya, berhubung secara geografis negara ini ada di wilayah WIB (Waktu Indonesia Barat), namun mungkin karena tengsin ama Malaysia jadinya dia nampaknya ngikut zona waktu WITA. Alhasil jam 6 pagi di saat semua orang Singapur memulai aktivitas, hari masih gelap gulita 😛

Bangun jam 7 namun hari masih gelap dan nampaknya sangat aneh hehe. Agenda hari ini adalah ke River Safari. River safari adalah suatu taman wisata  buatan (di Singapur mana ada sih yg ngga buatan :P) yang memiliki konsep river alias sungai, delta, danau, dan segala yang berhubungan dengan dunia air tawar. Cek di website nya deh http://riversafari.com.sg

 

Reservasi tiket untuk berkunjung ke sini sengaja saya lakukan via online (bayar pake kartu kredit) karena ada diskon 5% lumayan lah ya hehe. Harga tiketnya SGD 25 atau setara 250 ribu rupiah per orang kala itu. Mahal juga ya hehe. Tapi gapapa lah mumpung di Indonesia belum ada. Nah berhubung tempat ini ngga bisa dijangkau via MRT, artinya cara ke sini adalah dengan menggunakan taksi atau bus SBS. Taksi harganya pasti mahal lah ya oleh karena itu saya mencoba cari info bagaimana ke tempat ini dengan bus.

Menurut hasil browsingan yang saya lakukan, cara ke tempat ini dpt ditempuh dengan 2 cara yaitu menuju stasiun MRT dan terminal bus Choa Chu Kang lalu naik bus nomor SBS 927 atau menuju stasiun MRT dan terminal bus Ang Mo Kio dan naik bus SBS no 187. Yah karena tempat menginap kita di China Town dan dekat ke Ang Mo Kio jadi kita pilih rute Ang Mo Kio aja deh.

MRT dari China Town ke Ang Mo Kio mengambil rute warna ungu lalu turun di Dhoby Ghaut dan pindah ke jalur merah hingga Ang Mo Kio. Harganya kurang lebih 2 SGD. Dan dari stasiun MRT nya ke terminalnya cuma nyebrang sekali doank. Jangan bayangkan terminalnya macem Cicaheum atau Leuwi Panjang tapi letak terminal ini adanya di mall loh haha.

Terminal bus kayak gini coba haha

Naik ke bus nya juga musti antri lagi ga bisa maen serobot dan sodok sana sini hehe. Ongkos naik bus SBS ini kalau tidak salah 5 SGD atau setara 50 ribu rupiah. Wew agak mahal juga ya. Waktu tempuh dari Ang Mo Kio ke daerah Jurong lokasi River Safari adalah sekitar 30 menit. Jalan menuju ke sana memang tidak seperti Singapur yang banyak gedung sana-sini. Pemandangan di sekitar malah banyak pepohonan, hutan buatan, apartmen-apartmen dan juga danau reservoir air Singapur yang juga buatan hehe.

Setiba di sana pemandangannya juga  bagus euy. Rimbun dan masih asri. Nyaris ngga ada sampah apalagi tukang dagang emperan dan taksi-taksinya pun tertib.

Pengelolanya adalah Singapore Wildlife Reserves yang juga mengelola 2 wahana lain yaitu Singapore Zoo, Jurong Bird Park dan Night Safari yang letaknya satu kompleks dengan River Safari. Di dalam river safari, ada 5 macam tema yang dibagi berdasarkan sungai-sungai yg ada di dunia : Missisipi, Nil, Gangga, Amazon, Mekong dan Yangtze. Ada juga Giant Panda Forest (tempatnya si Jia Jia ama Kai yang terkenal itu) dan Amazon River Quest yang sayangnya ketika kita ke sana lagi tutup karena masalah teknis.

Oke masuk ke dalam, rupanya dibuat semacam labirin yang di kanan kiri banyak sekali fauna akuatik khas masing-masing sungai. Dari mulai buaya sungai, piranha, arwana, sampai pesut sungai semua ada. Tempatnya diatur sedemikian rupa sehingga nyaman dan enak buat liat-liat, berhenti, foto-foto dll.

Buaya muara yang moncongnya panjang. Mungkin banyak di Bontang hehe

 Ikan-ikan sungai yang tampaknya lezat 😛

Jangan lupa, disini juga ada si Kai-Kai dan Jia-Jia juga panda merah yang mirip kucing hehe. Pandanya ditempatkan di ruangan ber-AC dan didesain sedemikian rupa mirip habitatnya. Di sini ada juga lab buat memantau kesehatan panda dan juga mengatur menu makanannya yg seimbang. Agak lebay sih tapi ya namanya juga endanger species jadi ya maklumlah hehe.

Panda merah, rasanya ingin miara satu gitu ya.

Oia, tempat ini letaknya persis di tengah-tengah Singapore Reservoir, danau buatan terbesar di Singapur sehingga pemandangannya juga indah karena terletak di tengah-tengah danau.

Singapore reservoir, danau buatan terbesar di Singapur

Di tempat ini juga ada pintu gerbang menuju monyet-monyet kecil super nakal yang saya lupa apa namanya. Yg pasti kalau kita masuk ke dalam, tangan ngga boleh masuk saku dan harus berhati-hati karena mereka bisa nyerang loh hehe.

Tempat ini mirip Sea World karena di tengah-tengah ada akuarium raksasa yang di atasnya isinya ikan-ikan air tawar dari sungai-sungai besar di dunia. Ada juga semacam panggung dan teater dengan kaca akuarium besar buat ‘nonton’ atraksi yang sering dilakukan oleh penyelam setempat.

Di luar River Safari, banyak spot-spot bagus yg bisa dipakai buat foto loh. Salah satunya adalah depan Singapore Zoo dan juga di perahu dan taman bunga di depannya. Berhubung saya ke sana pas hari kerja, jadinya kosong melompong dan bisa foto-foto dengan leluasa hehe.

Singapore Zoo, sayangnya kita gak sempat ke sana..

Wah, bisa jadi spot foto buat pre-wedding nih 😛

Setelah puas foto-foto, lanjut makan siang di KFC dan bergegas pulang kembali ke penginapan karena kaki rasanya udah pegel hehe. Jam menunjukkan pukul 13.00 waktu setempat dan perjalanan ke China Town membutuhkan waktu kurang lebih sejam dengan menggunakan jalur transportasi yang sama seperti berangkat.

Sampai di Inn, mandi dan istirahat bentar lalu sekitar pukul 4 sore waktu setempat lanjut deh jalan-jalan sore. Tujuan sore ini adalah cari makan dan jalan-jalan di Orchard. Seperti biasa, sore hari MRT akan sangat penuh dan berdesak-desakan. Apalagi melewati jalur merah yang notabene banyak daerah perkantoran. Sampai di Orchard, keluar dari stasiun kami mengarah ke Lucky Plaza. Di sini ada foodcourt yang jual makanan Indonesia. Maklum lah 2 kali berturut-turut makan Texas Chicken dan KFC rasanya rindu sama nasi hehe. Disini kita pesan gado-gado dan paket ayam timbel yang kalau digabung harganya hampir 20 SGD (200 rebu) gilak!

Sehabis makan saatnya cuci mata ke Nge-Ann-City dan sekitaran Orchard Road yang terkenal itu. Lumayan buat cuci mata aja sih, kalau mau belanja di sini? Mending di Indonesia aja deh hehehe.

Papan nama Orchard Rd yang terkenal itu…

Kabayan tersesat di kota

Fokus foto ini sebenernya si Mbak yang pake baju merah, apa daya ketutupan Setan hehe..

Patung orang warna-warni di depan Louis Vuitton

Ion Plaza, mall dengan arsitektur jempolan

Jam menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat, setelah puas jalan-jalan dan foto-foto di Orchard, target kami selanjutnya adalah menikmati pertunjukkan laser di Marina Bay. Dari Orchard ke Marina bay sebetulnya cukup naik MRT jalur merah aja sekali. Keluar di stasiun MRT Marina Bay namun musti jalan cukup jauh. Supaya ga jauh jalannya, lebih enak pindah naik jalur orange dari Dhoby Ghaut dan turun di Esplanade. Dari Esplanade, keluar di teater trus jalan kaki deh dari situ ke Marina Bay di depan Hotel Fullerton.

Tempat ini sangat tidak asing bagi saya karena di dua edisi sebelumnya ya pasti kesini hehe. Berhubung pertunjukkan laser belum mulai, rasanya kita wajib “ritual” dulu deh. Ritual foto di depan Merlion hehe. Seperti biasa, mau hari apa juga pasti yg namanya Merlion di Marina Bay dipadati oleh turis-turis asal Indonesia hehe. Berhubung hari sudah gelap, ya hasil fotonya agak kurang bagus nih.

Dan setelah puas foto-foto di sini, waktu sudah hampir menunjukkan pukul 19.00 waktu setempat yang artinya pertunjukkan laser akan dimulai. Kami pun bergegas keluar dari Merlion dan menuju jembatan depan Hotel Fullerton supaya dapat view yang bagus. Dan memang bagus rupanya hehe.

Pertunjukkan laser berlangsung selama 15 menit dan pertunjukkan berikutnya akan ada lagi pukul 21.00 waktu setempat. Well, setelah puas foto-foto, kami pun beranjak pulang karena kaki rasanya sudah berat karena jalan cukup jauh. Saatnya istirahat karena besok ‘main course’ nya yaitu seharian di Sentosa Island hehe.

To be continued…