Bulan Ramadan 1441H sudah memasuki hari ke-11, pandemi covid-19 membuat Ramadhan kali ini sangat berbeda dari Ramadan-Ramadan sebelumnya. Tidak ada salat tarawih di mesjid, tidak ada buka bersama, dan tidak ada acara berburu takjil ke pasar takjil yang biasanya ramai dengan orang dan makanan.
Namun hakikat ramadan sebagai bulan penuh berkah dan kebaikan tetap perlu diaplikasikan dan diwujudkan di tengah krisis, baik krisis ekonomi maupun krisis multisosial lain di tengah situasi pandemi saat ini. Bagi yang masih memiliki pekerjaan dan penghasilan seperti saya, banyak cara dapat diwujudkan untuk bersyukur dan membagi kebaikan di bulan Ramadan meskipun dengan hal yang paling kecil sekalipun.
Saya pribadi setiap sore sekitar pukul 17.00 WIB rutin memesan makanan di GoJek berupa 1 porsi makanan lengkap dengan harga sekitar Rp 20,000. Makanan itu saya pesan di sekitar rumah dan titik antar ny saya buat tidak jauh dari restorannya, kira-kira maksimum 500 meter, bisa Indomaret, kantor pos, maupun tempat-tempat umum lainnya. Saat orderannya nyangkut di abang gojeknya, saya langsung tulis pesan, “Pak silakan diambil saja makanannya buat berbuka. Tidak perlu diantar ke tempat saya, biar saya yang traktir.” Tanggapan bapak gojeknya cukup beragam, sebagian besar mengucapkan terima kasih dan mendoakan saya, namun ada juga yang datar-datar saja dan merasa tidak enak hehe. Tapi karena niat ingin berbagi ya tidak masalah.
Berbagi kebaikan menurut penelitian dapat meningkatkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan yang ujungnya mampu meningkatkan imunitas tubuh. Melalui hal-hal yang kecil kita bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pandemi ini. Contoh yang lebih besar misalnya ikut menyumbang melalui lembaga donasi seperti kitabisa.com ataupun melalui lembaga amil zakat seperti rumahzakat, dompetdhuafa, ACT, dll.
Dana pemerintah sangat terbatas sehingga pasti tidak akan semua bantuan dibagikan secara merata. Apalagi jika pandemi ini masih berlangsung setelah lebaran, bisa jadi makin banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan karena PHK dan mati kelaparan.
Semoga saja tidak…