Melanjutkan postingan saya sebelumnya di sini bulan Maret lalu, di pengujung April ini menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, kinerja portofolio saya terus memecahkan rekor sejak berinvestasi di pasar modal 5-6 tahun yang lalu.
Kinerja YTD yang saya dapat di tahun ini sudah mencapai 39,16% as per hari penutupan bursa 28 April lalu. Ini makin jauh meninggalkan IHSG yang baru mencapai 9,84% secara YTD. IHSG saja udah memecahkan rekor dengan naik hampir 10% selama 4 bulan, apalagi kinerja porto saya.

Selama 6 tahun di pasar saya beat the market (kinerja di atas IHSG) selama 3 tahun dan 1 kali kalah di tahun 2018 (saat IHSG bullish sampai level 6000 dulu). Saya beat the market beberapa tahun ke belakang pun selisihnya hanya sekitar 5% an saja, dan 2020, saat IHSG rugi dalam, kinerja porto juga rugi hanya minusnya lebih dikit hehe.
Motor penggerak porto saya selama 4 bulan ini apalagi kalau bukan trio batubara (UNTR, ADRO, PTBA), duo kapal (PSSI SMDR), ARNA dan BBRI. Bisa dilihat di grafik di bawah ini :

ADRO secara YTD sudah naik 48%, bahkan kalau ditarik lebih jauh ke 1Y, dia sudah menyentuh +166%. Luar biasa ya. Apalagi tanggal 27 April kemarin baru RUPS dan akan bagi dividen jumbo sebesar Rp 295 (interim Rp 160 sudah dibagikan). Ini menjadi rekor dividen tertinggi ADRO sepanjang masa.

UNTR secara YTD pun sudah +36%. Didorong oleh penjualan alat berat yang pertumbuhan YoY nya 150%, plus harga emas dan batubara yang masih tinggi, bisa bikin mereka cetak rekor laba dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah di tahun ini. Kita lihat aja. Tanggal 11 Mei nanti juga akan bagi dividen final, yang jumlahnya sedikit di bawah dividen 2018, agak mengecewakan sih sebetulnya.

PTBA secara YTD juga sudah naik 40%, didorong oleh rekor harga batubara acuan (HBA) di tahun 2022 ini. Padahal kenaikan harga ini masih belum didorong oleh sentimen dividen yang mungkin akan pecahkan rekor juga kalau INALUM dan pemerintah butuh duit. Bisa lah segera ke 5,000 ini hehe

SMDR saham paling juara saya yang saat ini saya sudah floating profit hampir 200%, sayangnya porsi SMDR di porto masih kalah jauh dari porsi trio batubara. Kinerja SMDR yang sangat bagus di 2021 dan berlanjut di 2022 ini mendorong sahamnya dari harga 200-an ke 2000. Luar biasa ya. Sepertinya masih akan terdorong sentimen kinerja di Q2 ini dan akan bagi dividen jumbo di bulan Juni. kita lihat saja apakah mampu ke arah 3000 atau nggak? hehe

Kinerja saham PSSI di tahun ini juga bagus. YTD sudah naik 38% didorong oleh kinerja bagus di 2021 dan mungkin akan berlanjut di Q1 2022 ini. Sentimen positif bakal datang dari dividen dan program buyback yang terus berlanjut.

Di luar batubara dan kapal, saham juara berikutnya datang dari si wonderful ARNA. Kinerja Q1 2022 yang sangat bagus mendorong sahamnya buat cetak rekor All time high terus. bener-bener sakti ini perusahaan dan managementnya. Luar biasa.

BBRI satu-satunya bank besar yang saya pegang, menunjukkaan kinerja sangat bagus di Q1 2022. Kinerja bagus bank besar biasanya akan tercermin dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kita lihat apakah harganya sanggup tembus 5,000 rupiah habis lebaran atau nggak.
Meskipun porto sebagian besar sudah ijo royo-royo, namun masih banyak porto saya yang kinerjanya masih tertekan. Apalagi kalau bukan sektor konsumer goods dan retail. ICBP, PZZA, ACES, TOTL yang kinerjanya paling jelek di portofolio saya

Kinerja minus 12% karena tertekan beban bunga utang obligasi dan kenaikan harga bahan baku mie instan. ICBP bisa jadi bargain sekarang kalau ekonomi pulih dan supply chain global juga pulih.

PZZA sebetulnya sudah rebound dari harga terendah 590 di awal April. Sentimen positif bakal datang dari pertumbuhan ekonomi Q1 2022 nanti. Kalau lihat realita di lapangan, hampir semua mall dan resto sudah penuh dan kembali ke jaman pra pandemi. Mudah-mudahan kinerjanya akan terus tumbuh di sisa tahun ini dan harga bisa kembali ke harga 1000 hehe

Wonderful company yang satu ini juga menderita karena pandemi. Harga sudah terkoreksi 18% YTD dan sejak 2021 mungkin sudah jatuh lebih dari 30%. Kinerja Q4 2021 yang membaik mudah-mudahan berlanjut di Q1 2022 dan bisa mengangkat harga sahamnya.

Outlook sektor konstruksi yang masih suram sejak 2019 bakal berlanjut di tahun ini. Beruntung TOTL perusahaan konstruksi dengan management yang paling bagus dan prudent. Di tengah kondisi sulit, utang bank masih 0, dan tetap bagi dividen dan memperhatikan shareholders.
Tambahan lagi, dividen yang saya terima dari semua emiten di portofolio di akhir April ini, jumlahnya sudah 80% dari seluruh dividen yang diterima sepanjang 2021. Artinya tahun 2022 ini saya akan pecahkan rekor dividen yang diterima sejak investasi di bursa saham. Menarik untuk ditunggu berapa yield return dari dividen di desember nanti.
Sekian update kinerja porto as per April 2022 ini. Mudah-mudahan kinerja portofolio kita semua di tahun ini bisa semakin baik seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Happy investing