Singapore Trip 2022 Part 3 (End)

Part terakhir dari cerita pengalaman saya dan keluarga ke Singapur adalah mengenai 1 hari menginap di Jewel Changi Airport. Hari terakhir di Singapura, seperti biasa, diawali dengan perjalanan ke Laundromat jam 6 pagi waktu setempat. Setelah selesai mencuci baju, sarapan, dan mandi, kami jalan dari hotel ke Changi Airport sekitar pukul 10.00 agar tiba di sana dekat-dekat jam makan siang. Salah satu agenda sebelum pulang adalah mencicipi Halal Korean Food di salah satu area food court daerah Tampines. Tampines adalah daerah pemberhentian MRT paling ujung Timur Singapur. Letaknya ngga jauh dari Changi dan daerah ini seperti halnya Jurong East di Barat Singapur, adalah daerah permukiman padat di negara ini.

Sampai di airport pukul 11.30, kami langsung berjalan kaki dari MRT Terminal 3 ke Jewel. Sebetulnya, cara ke Jewel dari Terminal 3 itu ada 2, yang pertama adalah melalui connecting hallway, kita jalan kaki kurang lebih 5 menit. Rute jalan kaki nya full travelator tapi agak menanjak. Cara kedua adalah dengan naik SkyTrain dari Terminal 3 ke Terminal 1 kurang lebih 1.5 menit. Karena Jewel letaknya persis di sebelah Terminal 1, dan nggak begitu jauh juga dari Terminal 3. Setelah sampai di Terminal 1, jalan kaki sedikit turun ke basementnya (Arrival Hall).

Kalau jalan kaki kira-kira rutenya seperti ini

Kadang kita suka lihat Skytrain yang lewat di depan air terjun Jewel. Nah itu tuh SkyTrain yang dari arah T2 ke T1. Jadi kalau mau dapat pengalaman naik Skytrain lewat air terjun Jewel, naik trus aja sampai T2 lalu balik lagi ke T1.

SkyTrain dari T2 ke T1 atau sebaliknya melewati Jewel

Di Jewel ini, kami menginap di Yotel Air, sebuah hotel budget yang terletak di dalam Jewel tepatnya di lantai 4. Cara menuju hotel ini cukup mudah. dari Terminal 1 cukup naik lift saja sampai lantai 4 sampai di tempat paling pojok. Jadi Jewel ini punya 5 lantai ke atas dan 2 lantai ke bawah. Space utama nya adalah tempat air terjun nya dan 2 lantai di bawahnya adalah tempat penampungan air terjunnya. Sedangkan di lantai paling atas adalah tempat semua tourist attractionnya seperti Skynet, Glassbridge, Canopy Park, Butterfly Garden, dll.

Tipe kamar yang kami tinggali adalah kamar dengan jumlah kasur terbanyak yaitu 3 kasur yang terdiri dari 1 kasur queen yang bagian kepalanya bisa dinaikkan mirip kasur di rumah sakit dan 2 kasur tingkat ukuran single.

Ukuran kamar mungkin hanya 4×4 meter aja. Ngga begitu besar tapi punya kasur queen yang besar dan kasur tingkat. Ini bisa ditiduri oleh 3 orang dewasa dan 2 anak kecil. Jadi cocok untuk yang bawa anak lebih dari 1. Harga semalam waktu kami pesan sekitar 1.3 juta. Ukuran kamar mandinya pun ngga begitu besar tapi cukup nyaman lah.

Sayangnya, jam check in di Yotel Air ini adalah pukul 3 sore. Sedangkan saat itu jam 1 siang, mereka tidak punya fasilitas titip bagasi/luggage. Mungkin karena hotelnya kecil dan di Changi itu ada beberapa tempat penitipan luggage yang juga perlu tambahan pemasukan hehe. Jadilah kami turun lagi ke lantai dasar dekat arrival hall Terminal 1 untuk menuju tempat penitipan luggage. Jadi sistem titip koper di sini dikenai biaya charge 1 koli sebesar 10 SGD untuk 12 jam penitipan. Total 3 luggage kami dibanderol seharga 30 SGD (sekitar 450rb rupiah) padahal hanya dititip selama 2-3 jam aja sampai kami balik lagi ke Changi untuk cari makan. Bener-bener dah.

Setelah titip koper, target berikutnya adalah makan dan cari oleh-oleh makanan di sisa waktu sebelum pulang ini. Lalu kembali ke Jewel untuk foto-foto. Tujuan makan siang terakhir kali ini adalah Korean food. Ya karena dari awal tiba di SG kami udah coba makanan Italia, Turki, Singapore, tinggal resto korea halal yang belum didatangi. Akhirnya bermodalkan google dan situs havehalalwilltravel sampailah rekomendasi pilihan pada suatu resto hawker Korea halal yang bernama Seoul Sedap yang lokasinya di Tampines. Oia, saat terakhir ke SG, kami pernah coba makanan Korea halal (Budae Jigae) di Pasir Ris yang namanya Mukshidonna. Namun saat buka IG nya dan google, Muskhidonna rupanya udah ngga ngurus sertifikasi halal MUIS lagi. Jadi deh ngga bisa makan di sini.

Jadi lokasi Seoul Sedap yang dimaksud itu adalah di tempat yang namanya Tampines Round Market and Food Center. Letaknya nggak jauh dari stasiun MRT Tampines dan hanya naik bus 2 stasiun lalu jalan kaki 500meter dari halte terakhir. Penampakan nya di google map itu kira-kira seperti ini, terletak di Foodcourt dan lumayan terjangkau harganya.

Jadi ketika kita naik MRT dari Changi, rupanya mendung dan kita bergegas cari bus yang dimaksud. Singkat cerita setelah naik bus 2 halte dan jalan kaki sekitar 10 menit, sampailah di suatu tempat semacam pasar dan food court. Pasarnya sih bagus dan kayak pasar modern di Indo, tapi foodcourtnya mayoritas tutup karena mungkin masih siang. Nah kalau lihat google map, si Seoul Sedap ini letaknya di paling ujung foodcourt tersebut, bersatu dengan tennant-tennant moslem owned lain yang mungkin sengaja dikelompokkan pengelolanya.

Dan ternyata, begitu sampai di sana, tempatnya tutup dong. Saya tanya ke pedagang sekitar nya katanya sudah tutup dari beberapa minggu yang lalu. Yahhh… rugi bandar. Sudah jauh-jauh ke ujung SG tapi ternyata tutup. Akhirnya karena kita sudah pada lapar jadi kita beli makan dari kedai moslem owned aja. Kebetulan di sebelahnya ada pakcik Malaysia yang jualan noodle.

Dan ternyata di tengah-tengah saat kita makan, hujan turun dengan derasnya. Setelah selsai makan pun, hujan deras masih berlangsung dan kami terpaksa menunggu di tempat food court sambil belanja buah-buahan di bagian pasarnya. Awalnya sempat kepikiran mau naik taksi namun jalan dari lokasi saat ini ke tempat buat cegat taksi pun tidak ada atapnya dan sudah pasti kehujanan. Karena bawa troli, jadi ya terpaksa kita tunggu sampai hujan reda. Total waktu tunggu lebih dari 2 jam dan rasanya ngeselin banget hanya bisa duduk nunggu dan anak-anak pada kedinginan. Setelah hujan mulai reda dikit, kami pun nekat untuk jalan ke halte. Untungnya bawa 1 payung jadi anak2 masih bisa ditutup pakai payung.

Setelah naik bus kembali ke MRT Tampines, kami menuju Tampines Mall untuk membeli oleh-oleh berupa coklat, mie samyang dan mie-mie lain yang ngga dijual di Indo dan berbagai macam kacang-kacangan. Setelah dari Tampines Mall, kami kembali ke Changi naik MRT dan langsung menuju Jewel.

Sampai di Jewel, mulailah sesi foto-foto

Sayangnya karena sore itu kehujanan dan sudah terlalu lelah, jadi kurang bisa eksplor Jewel saat hari terang, jadi setelah foto-foto sebentar lalu kami naik ke hotel untuk mandi dan istirahat. Di jewel ini ada laser dan music show, namanya Rain Vortex setiap pukul 19.30 dan 20.30. Sementara semua wahana Jewel tutup pukul 21.00. Jadi 19.30 kami keluar hotel dan menyaksikan pertunjukan laser show dari lantai 3. Bagus banget, kira-kira seperti ini lah (credit to owner of video). Shownya berlangsung sekitar 5-8 menit.

Lalu pukul 19.45 malam kami makan malam di Monster Curry, food chain kare ala Jepang yang halal dan tersaji di piring super besar.Di sini ada paket/menu kare untuk anak-anak juga. Overall rasanya enak, namun memang agak pricey. Harga seporsi sekitar 13-20 SGD tergantung topping. Berlima kira-kira habis sekitar 80-an SGD.

Selepas makan pukul 20.30, karena masih ada waktu sampai pukul 21.00, kami coba ke bagian atas Jewel tempat atraksi-atraksi berada. Karena sudah mau tutup, hanya beberapa saja yang masih buka. Akhirnya setelah tanya sana-sini, kami putuskan untuk naik Manulife Skynet walking saja.

Manulife Skynet adalah wahana berjalan di atas tali-temali yang dibuat oleh sekelompok pembuat tali asal Perancis. Jadi mereka memilin dan merajut dan menghubungkan tali temali agar membentuk jaring raksasa yang bisa menampung dan dibebani banyak orang. Wahananya sendiri terdiri dari 2 yaitu walking (hanya untuk berjalan) dan bouncing (khusus melompat). Pintu masuknya berbeda dan tiketnya juga berbeda.

ini yang untuk walking
dan ini yang untuk bouncing

Kerapatan tali, kelandaian landscape dan bentuk keseluruhan lintasannya berbeda. Semua diwajibkan pakai sepatu, kalau tak punya sepatu, bisa sewa di tempat. Lintasan walking sedikit lebih sulit karena jarak anyaman tali nya lebar-lebar dan cukup sulit untuk berjalan di tali. Tapi tenang, mbak-mbak yang jaganya akan memandu kita dan mengajarkan bagaimana cara berjalan di tali.

Oia, skynet ini karena letaknya di paling atas Jewel, sehingga pemandangan bawahnya adalah Jewel secara umum (terutama mall lantai 4 dan lantai 3). Jadi kalau yang takut ketinggian akan kerasa mules dikit pas jalan di area yang langsung menghadap ke lantai 3.

Oia harga naik Skynet ini 13 SGD per orang. Jadi bertiga sekitar 420ribu rupiah.

Overall, pengalaman yang cukup seru karena anak saya juga suka. Karena waktu itu sudah mau tutup, jadinya si mbak nya ini berbaik hati merekam video pas kita jalan dan ambil beberapa foto yang cukup bagus. Next time lah harus menyempatkan 1 hari penuh di Jewel untuk jelajah semua wahananya. Bagus-bagus kalau lihat di yutub.

Jewel tutup pukul 21.00 dan kami pun pulang ke hotel di lantai 4. Setelah ganti baju, kami tidur dan besok pagi nya sekitar pukul 7.30 checkout dan menuju ke T3 untuk checkin pesawat yang menuju Jakarta dan boarding sekitar pukul 9.30. Penerbangan ke Jakarta lancar dan setiba di Jakarta pukul 11.00, ambil mobil di parkir inap dan bayar 380rb rupiah hehe. Setelah itu meneruskan perjalanan ke Bandung dan tiba di Bandung pukul 4 sore.

Pengalaman pertama ke Singapur bawa anak 2 ini berkesan sekali. Dengan segala keriweuhan dan keterbatasan, kami cukup menikmati dan merasakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Next time kalau anak sudah agak gede lah baru mengunjungi negara ini lagi dengan tujuan wisata yang berbeda tentunya hehe.

Terima kasih.. see you in the next journey…