Kinerja Investasi 2022

Menginjak tahun 2023 ini, saatnya bikin coret-coretan lagi tentang kinerja investasi di tahun 2022 lalu.

Tahun 2022, seperti yang dialami oleh kebanyakan investor dan coal company holder adalah tahun dengan return portofolio tertinggi yang mungkin pernah ada. Hampir semua saham perusahaan batubara besar di Indonesia mencetak bagger jika pada beli di akhir 2021 atau di awal 2022. Yang paling gila memang BYAN (Bayan Resources) yang sukses menjadikan Dato Low Tuck Kwong pemiliknya, menyalip posisi orang terkaya Indonesia yang udah bertahun-tahun dipegang pemilik Grup Djarum, Hartono Brothers.

Saya sendiri punya ADRO PTBA, PSSI dan UNTR, perusahaan coal-related company dalam portofolio, dan selain UNTR dan PTBA, sudah mencetak bagger. PTBA sendiri walau nggak bagger, tapi saya dapat yield dividen 30%, terbesar selama saya berinvestasi di pasar modal sejak 2016.

Ok, kita breakdown dulu alokasi aset portfolio as per 31 Desember 2022 berikut ini:

Alokasi aset terbesar tentu saja masih saham dengan besaran 45.5% disusul Reksadana 40,1% dan obligasi pemerintah (SBR/ST/SR/ORI) sebesar 9.4%. Penurunan signifikan di P2P lending dari posisi sebelumnya 8%an menjadi sisa 2.3% aja. P2P ini porsinya jauh berkurang seiring dengan berhentinya T*rnakinvest (karena perubahan business model) dan berkurangnya porsi topup Am*rtha karena kebijakan PPh 15%.

Selama 2022 juga porsi saham belum naik lebih dari 50% karena beberapa faktor: harga yang saya anggap belum terlalu murah sehingga porsi dana idle (dry powder) masih numpuk banyak di RDPT dan RDPU. Di samping itu, porsi tabungan pendidikan anak dan tabungan penyusutan mobil juga saya perbesar karena memang ada target investasi yang perlu dicapai di 2024 hehe.

Sementara itu, performa dari portofolio saham sendiri selama 2022 memang sangat menggembirakan, berhasil mengungguli IHSG jauh sekali. Padahal di 2021 saya hanya bisa +1.12% dibanding IHSG yang bisa tembus +10% sepanjang tahun.

Total keseluruhan return investasi saham di 2022 mencapai +49.22% yang didorong oleh meroketnya sektor batubara dan perkapalan sepanjang tahun 2022. Penggerak porto saya apalagi klo bukan SMDR (+220%), ADRO (+120%), dan PSSI (+240%). Walaupun lot size nya ngga begitu besar (karena saya punya keseluruhan 17 saham dalam porto), hasil ini cukup menggembirakan lah.

Dari sisi dividen, tahun ini jumlah nominal dividen saya melonjak lebih dari 300% dari yang saya terima di tahun 2021. Luar biasa. Dividen terbesar disumbang saham-saham batubara yaitu PTBA, UNTR, ADRO dan POWR yang menyumbang lebih dari 50% total dividen. Dan semua dividen yang saya terima ini direinvestasikan lagi untuk beli saham lagi.

Sementara lagging masih disumbang oleh ACES (-35%), MARK (-30%) dan PRDA (-20%), WEGE (-18%) sepanjang tahun 2022. Tapi saham-saham ini masih saya hold karena masih yakin kinerjanya akan berbalik di tahun ini.

Untuk tahun 2023 sendiri, rencana saya adalah mulai mengurangi porsi di saham batubara, mungkin setelah pembagian dividen full year akan pelan-pelan lepas sahamnya dan memperbanyak lagi porsi di saham growth sambil merampingkan porto. Bobot akan saya tambahin untuk ARNA SMSM dan ADES sebagai andalan growth company saya yang memang kinerjanya masih stabil dan terus tumbuh.

Sementara di Reksadana, saya ngga akan topup lagi dalam jumlah banyak, dan mungkin semua SBN pemerintah yang dikeluarkan tahun ini akan saya beli semua dengan nominal yang sama dengan yang biasa saya beli. Ada 2 SBN yang akan jatuh tempo juga di akhir tahun dan lumayan bisa buat nambah-nambah beli SBN yang lain.

Untuk P2P sendiri, kayaknya saya bakal cukup fokus di Am*rtha aja dulu sementara. Karena performa securities crowdfunding lain seperti B*zhare, Cro*dana dll pada melempem semua. Sementara masih Am*rtha yang sesuai return 11.5% per tahun meski kena sunat PPh 15% jadi sisa return tinggal 10-an%. tapi masih lebih baik dari performa rata-rata reksadana pendapatan tetap yang cuma sanggup 7-8% aja di tahun 2022 kemarin.

Mari kita lihat lagi performa porto di Q1 2023 nanti yang akan saya publish mudah-mudahan di bulan April 2023.

Terima kasih