Nggak kerasa sudah 6 bulan lebih vakum menulis di blog karena kesibukan di dunia nyata. Jadi kelupaan mau buat catatan pribadi di awal Januari 2024 di mana saya dan keluarga menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Singapura dan Johor Bahru.
Perjalanan ke sana relatif dadakan karena berakhirnya masa kontrak kerja saya di perusahaan sebelumnya di Jakarta dan dalam transisi kembali ke tempat kerja lama di Bontang. Berhubung anak sekolah libur, akhirnya kita gelar trip dadakan ini dengan mengajukan cuti H-7 dan beli tiket pesawat serba mendadak.
Perjalanan dimulai dari CGK tanggal 2 Januari 2024 dengan tujuan Singapur. Kami rencana mau coba rute Singapore-Johor via bus namun mau habiskan beberapa hari dulu di Singapur untuk jalan-jalan dengan tujuan Museum of Ice Cream (MOIC). MOIC di Singapore ini adalah cabang dari MIC di US yang berdiri sejak 2021. Lokasinya cukup terpencil karena terletak di Loewen Rd, daerah residensial gitu dan lumayan jauh dari stasiun MRT. Cara untuk ke sana hanya bisa dengan Bus dan Taksi.
Karena masih vibes New Year, seperti biasa, Singapur penuh orang-orang Indonesia dan cukup sulit mencari penginapan. Kami memutuskan untuk menginap di Bugis Street saja supaya dekat dengan akses makanan halal, dekat dengan tempat oleh-oleh dan dekat dengan lokasi terminal bus ke Johor. Kami memutuskan untuk menginap di ST Signature Bugis Beach Hotel. Hotel budget yang lokasinya di Beach Street ini letaknya persis di tengah-tengah area Bugis, sangat strategis karena dekat dengan Bugis Junction, 711, dan Stasiun MRT Bugis.

Meskipun kamarnya mini, tapi lumayan lah ya. Kami pesan yang triple bed, dengan konfigurasi 1 kasur besar dan 1 bunkbed. praktis space di dalam kamar ngga cukup buat gelar koper gede ๐ tapi lumayan lah dengan budget sekitar 1.5 juta rupiah per malam. Di sini juga dekat dengan Laundry coin, sekitar 7-8 menit jalan kaki di area apartment kompleks dekat Bugis Junction. Setiap ke luar negeri pasti saya dan istri menyempatkan cuci di laundry coin yang lebih murah dan bawa setrika portable sendiri ๐

Begitu nyampe SG, nggak lupa foto-foto dulu di Changi, sayangnya waktu itu Jewel lagi Maintenance paska acara tahun baru, jadi kami hanya sempat foto depan The Wonderfall yang baru banget dibuka waktu itu.
Sore hari nya setelah istirahat kami menyempatkan diri makan di cafe Beanstro, pas di depan Rain Oculus Marina Bay Sands. Beanstro ini lokasinya tepat di bawah Rain Oculus jadi sambil ngopi-ngopi sore kita bisa lihat atraksi Rain Oculus setiap 1 jam sekali di sana. Kami sengajakan reservasi sekitar jam 17 sore dan datang di sekitar jam 16.30.
Makanan dan minuman di cafe ini terhitung mahal karena memang orang ke sini hanya buat nikmati Rain Oculus nya aja sih. Total ngafe berempat kita habis sekitar 70 SGD (IDR 770rb) padahal hanya pesen 4 jenis minuman dan 2 snack aja :))


Setelah dari sini, jalan-jalan dan foto-foto sebentar di depan Marina Bay Sands sebelum balik istirahat ke hotel.


Besoknya, kami siap-siap pergi ke Museum Of Ice Cream. Sedikit informasi, tiket masuk ke museum ini hanya bisa dipesan online dengan memilih jadwal hari dan jam kedatangan di situs resminya https://tickets.museumoficecream.sg/ MOIC buka dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam setiap hari. Saran yang saya baca di internet, bagusnya datang pas baru buka supaya antrian masih belum terlalu panjang. Tiket masuknya dibagi 2, yaitu yang biasa SGD 35 per orang (di atas 2 tahun) atau sekitar Rp 420rb dan premium ticket SGD 45 atau Rp 540rb per orang. Bedanya, premium ticket include rasa-rasa premium yang ngga bisa didapat sama pembeli tiket biasa.
Lokasi MOIC ini letaknya di daerah perumahan, jauh dari mana-mana. Jalan termurah menuju ke sana naik kendaraan umum. Caranya kita perlu naik MRT Thompson-East Coast Line (TE) dan turun di Stasiun Napier. Setelah itu kita naik bus apapun yang lewat depan stasiun MRT nya (Holland Rd) dan turun hanya 1 halte saja. Dari halte ini, lumayan juga jalan kaki sekitar 400 meter sampai ke lokasinya.

Sepanjang jalan kaki kita akan melewati sekolah, rumah-rumah penduduk, dan lain-lain. Jalannya juga nanjak jadi kalau bawa anak kecil ya lumayan juga sih hehe. Tampilan depannya kira-kira seperti ini

Sebelum masuk, nanti ada pengarahan dari kru nya kira-kira dia akan bilang begini: kita bebas mau berlama-lama di dalam sampai puas, asal syaratnya ngga boleh mondar-mandir dari ruangan ke ruangan yang lain. Es krim yang boleh dimakan sebebas-bebasnya sesuai tiket yang dibeli. Artinya tiket general ngga boleh makan es krim premium, tapi mau makan sebanyak apapun boleh. Oia, sebagai info, MOIC ini belum halal certified, namun sebelum menikmati es krim-es krimnya silakan tanyakan ke setiap waiter di masing-masing booth mengenai dairy productnya apakah contain alcohol atau pork ya. Dari semua yang saya tanya, jawabannya free alcohol dan pork semua sih. Jadi silakan recheck lagi ya.\
Ruangan di dalamnya kira-kira ada 6 segmen, setiap ruangan ada temanya masing-masing dan semua nuansa pink. Di awal kita disuguhi pengetahuan-pengetahuan seputar eskrim, lalu ada ruangan yang isinya huruf-huruf yang ditempel di tembok dan kita bisa susun kata-kata sesuka kita. Terus ada ruangan yang ada sliding dan ayunannya, ada ruangan yang isinya lampu-lampu, pisang yang digantung, dan yang paling terkenal adalah kolam yang isinya es krim popsicle plastik seolah-olah kita berenang di eskrim.
Total saya dan istri makan sekitar 7 porsi eskrim. Lumayan kenyang sih, padahal kami sarapan cuma pakai onigiri doang wkwk. Walaupun porsi eskrim nya kecil, tapi ya lama-lama mengenyangkan juga. Dan rasa eskrim premiumnya enak-enak, jadi worth it lah bayar 120rb lebih mahal hehe. Silakan dicoba sendiri ya.








Praktis di kunjungan ke SG kali ini kami hanya stay 2 malam buat kunjungan ke MOIC aja. Besok pagi nya subuh-subuh sekitar jam 6 pagi, kami sudah meluncur ke Johor Bahru (JB) via Bugis Terminal. Sebelumnya saya riset dulu dan mendapati kalau cara ke JB dari Bugis bisa dengan 3 bis ini:

Lokasi terminalnya ada di Queens Street dan bus nya berangkat dari jam 0530 waktu setempat. Ada 3 bus yang berangkat dari sana, dan harga bus nya per orang SGD 5 (Rp 60rb) per orang. Dari Queens St, bus ini ngga berhenti di halte manapun sampai tiba di Woodland Checkpoint. Pertama kali kami sampai di Woodland Checkpoint unik juga. dari arah sebaliknya, banyak banget orang JB yang masuk Singapur via Bus atau mobil sampai bikin antrian mengular di bagian imigrasi dong. Sayangnya karena ngga boleh foto-foto jadi ngga bisa mengabadikan momen itu :)). Kira-kira seperti ini lah ya pemandangan tiap pagi:

Sampai di JB Central kami sarapan dulu di restoran yang menyajikan nasi lemak dekat stasiun/terminal. Tidak lupa menukar uang IDR ke MYR dan beli sim card lokal buat internetan. Tujuan ke JB apalagi kalau bukan ke Legoland :)). Di JB, untuk transportasi kami naik Grab karena tarif Grab di JB mirip dengan di Jakarta jadi terjangkau lah ya dibanding di SG. Sampai di Legoland sekitar pukul 10 dengan kondisi masih hujan. Theme park buka pukul 11 dan kami masuk dengan jas hujan karena hujan cukup deras.

Sempat agak kecewa karena jika hari hujan, wahana outdoor banyak yang tutup. Alhasil, kami cuma naik wahana-wahana indoor aja macem NinjaGo dan pesawat-pesawatan :))

Tapi setelah makan siang, sekitar jam 2 siang, hujan berhenti namun kondisi masih mendung, pas hujan mulai berhenti, mulai banyak wahana-wahana outdoor yang dibuka kayak roller coaster, wahana outdoor lain kayak fireman, simulator lalu lintas, naik perahu di danau, dll mulai dibuka. Walau masih gerimis tapi ya namanya juga udah kepalang tanggung. Sambil pake jas hujan kuning ala legoland ya kita semua tetep main.


Biarpun harus hujan-hujanan, hikmah di balik itu semua kayaknya Legoland agak sepi walau ini lagi peak season. Semua orang mungkin agak males juga kalau musti hujan-hujanan. Jadi beberapa wahana indoor favorit kayak NinjaGo juga gak ngantri dan bahkan bisa masuk berkali-kali kalau niat.

Total waktu yang dihabiskan di Legoland dari buka jam 10 sampai tutup jam 6 sore bener-bener kurang sih. Apalagi dijeda sekitar 2-3 jam karena hujan deras dan banyak wahana tutup. Jadi tips kalau ke sini silakan dicek dulu weather forecast area Johor dan yakinkan ngga ke sini pas seharian hujan biar ngga rugi. So far wahana yang dipunyai Legoland itu kids friendly, tapi dengan syarat kids nya harus sudah di atas 5 tahun ya. Karena ada beberapa wahana yang mempersyaratkan tinggi badan dan kasian nanti kalau ditolak masuk ๐
Dan supaya lebih poll juga, musti sekalian nginap di Legoland Hotel dan musti ambil kamar yang ada tema Legoland nya. Semalam harganya sekitar Rp 1.8 juta sampai Rp 2 juta dan kalau peak season mungkin bisa sampai Rp 2.5 juta. Tapi totally worth it. Di dalamnya ada bunkbed buat maksimal 3 anak, tema Legoland yang bisa milih antara Kingdom, pirates, ninjago, dan adventure. Walaupun sarapannya so-so tapi pengalaman nginap nya yang ngga terlupakan buat anak-anak.


Oia, di sebelah Hotel Legoland dan Legoland resort juga ada mini-mall yang isinya tempat-tempat makan halal. Jadi ngga usah ketakutan kesulitan cari makan walau nginap di resort ini. dan juga ada supermarket besar tempat semua ada. Di area resort juga ada banyak apartment yang disewakan via airBNB. Jadi kalau mau hemat, bisa nginap di apartment dan masak sendiri.
Berhubung kami hanya 1 malam saja di sini, besok sore nya rencana kembali ke Singapore namun pagi harinya kita sempatkan mampir ke Johor Premium Outlet, yang isinya outlet-outlet barang-barang branded yang katanya harganya lebih murah dari di toko. Yah walaupun kita ngga beli apapun tapi lumayan juga lah buat cuci mata. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota, persis kayak Jakarta Premium Outlets yang letaknya di Karawang :))


Dia buka jam 9 pagi, jadi pas banget baru buka kita langsung ke sana dan numpang sarapan doang sambil cuci mata :)) Dari Legoland hotel kami udah bawa koper dan jalan-jalan sambil bawa koper kecil dong. Cuci mata sekitar 2 jam, habis itu kami lanjut ke Toppen Shopping Center Johor buat ngeliat pameran space (luar angkasa) yang hanya ada di periode-periode tertentu aja. Lokasinya dari Johor Premium Outlet kira-kira 20 menitan aja. Dan kami di Johor kemana-mana pakai Grab karena lebih simple dan murah.

Toppen shopping center ini luas banget karena ada IKEA nya. Pintu masuknya banyak dan luas mall nya juga bener-bener gede. Big Mall Samarinda sama AEON BSD mungkin kalah besar. Jadi waktu itu kita browsing top attraction di Johor dan ngga sengaja ketemu ini di salah satu IG influencer lokal. https://spaceandyou.com.my/html/index.php . Waktu itu event ini cuma ada di periode akhir 2023 sampai juni 2024 aja dan sayangnya di tahun 2025 ini udah ngga ada.
Menurut saya ini seru banget karena dengan harga RM 58 (Rp 180rb) per orang, kita bisa lihat pameran luar angkasa yang lumayan interaktif dan bikin anak-anak suka. Ditambah bisa sewa kostum astronot juga.



Ada lokasi tempat foto mirip Bulan, Mars, latar belakang Space Ship dan yang paling keren di bagian akhir kita ada di ruangan gelap dan di sana ditampilin video animasi keren dengan efek-efek yang fantastis. Karena waktu itu beneran lagi sepi (mall baru buka) jadinya beneran cuma kita berempat aja yang keliling di area pamerannya dong.



Sekitar jam 3 sore kita langsung menuju JB Sentral dan kembali ke Singapore dengan kereta. Besok paginya kita kembali ke Jakarta dan selesailah liburan singkat di Singapore dan JB ini.
See you in the next journey…

