Quick Review : Real Madrid Pre-Season 2012/2013

Okeyy, tak terasa besok musim 2012/2013 akan dimulai. Real Madrid akan menjamu Valencia di Santiago bernabeu sebagai langkah awal mempertahankan gelar La Liga musim ini. So, sebelum nonton pertandingannya besok, saya mau review kan sedikit deh perjalanan Madrid di pre season kemaren yg kebanyakan dilakukan di Amerika Serikat. Berikut jadwal preseason Madrid musim 2012/2013 :

EURO 2012 membuat pre season Madrid musim ini berjalan singkat dan padat. Yup, dengan 10 pemain yg dipanggil timnas masing-masing untuk memperkuat EURO, manajemen akhirnya memberi libur tambahan ketika yg tidak ikut EURO telah melakukan pemusatan latihan. Alhasil, 2 friendly match pertama (vs Oviedo dan Benfica) Madrid tampil dengan sejumlah pemain RM Castilla dan tanpa diperkuat 10 pemain yg berlaga di EURO 2012 lalu.

Oia dr 6 friendly yg disusun oleh manajemen, 4 yg terakhir digelar di AS dalam rangka Herbalife World Football Challenge. Ok, langsung aja deh ku-review-kan

1. 24 Juli 2012 vs Real Oviedoย  (5-1)

Nah tgl 24 Juli 2012, RM resmi memulai pre season pertamanya dengan menyambangi markas tim Segunda, Real Oviedo. Minus 10 pemain yg berlaga di EURO 2012, Madrid turun dengan membawa banyak sekali pemain Castilla. Babak 1, pelatih JM masang banyak sekali pemain Castilla. Dr mulai Morata, Denis Cherysev, Lucas Vasquez, Nacho dll. Rupanya mainnya RM Castilla keren loh. Mungkin lawannya Oviedo juga kali ya makanya berasa keren ๐Ÿ˜›

Lucas Vasquez membuka skor melalui run off the ball dan memanfaatkan umpan jauh Varane. Disusul Cherysev yg tampil dan mencetak gol sebagai orang Russia pertama yg berkostum Real Madrid! Gol ketiga hasil kerja keras Lucas yg dicongkel ama Granero. Madrid kebobolan lewat kesalahan lini belakang nih. Klasik banget.ย  Dan baru babak kedua, JM memasukkan beberapa nama pemain inti yg ga ikut EURO semisal Di Maria, Kaka, Higuain, Callejon dkk. Hasilnya Di Maria ngegolin berkat blunder kiper Oviedo. Oviedo dpt penalti tp Jesus berhasil menepis bola keluar lapangan ๐Ÿ˜€

Dan Di Maria menutup skor 5-1 setelah memanfaatkan kerja keras Gonzalo Higuain ๐Ÿ˜€
Hasil yg sangat luar biasa bagi RM Castilla ๐Ÿ˜›

2. 27 Juli 2012 vs Benfica (2-5)

Kekalahan yg sesungguhnya diprediksi, tp ga nyangka juga sampe dibantai habis gini ๐Ÿ˜› Tajuk friendly kali ini adalah Eusebio Cup dalam rangka memperingati dan mengenang aksi sang legenda hidup Benfica, Eusebio.
Kali ini hanya Benzema dan Coentrao yg bergabung sedangkan 8 pemain EURO 2012 masih dalam masa liburan. RM kembali tampil dengan banyak pemain Castilla. Namun JM mencoba mengkombinasikan pemain senior dan junior dalam 2 line up yg berbeda. Cuma kiper (Antonio Adan) yg ga diganti dan kebobolan 5 biji ๐Ÿ˜›

Witsel membuka gol lewat kesalahan klasik bek RM mengantisipasi bola mati. Hebatnya Jose Callejon langsung membalik skor melewati sebuah gol hasil dr umpa silang Di Maria dan umpan terobosan Higuain. Nah ga lama malah langsung dibales lagi oleh bek binaan Madrid si Javi Garcia memanfaatkan sepak pojok. Lagi lagi kesalahan antisipasi bola mati -___-

Setelah skor 2-2, pemain-pemain Castilla nampaknya kelelahan dan mental mereka belum siap untuk bermain 90 menit di bawah tekanan hebat pendukung tuan rumah. Mulai deh kesalahan elementer mewarnai gol ke-3, 4 dan 5 Benfica. Gol ketiga gol indah memanfaatkan kesalahan positioning si Adan. Gol keempat dan gol kelima murni kurang koordinasi di belakang nih.
Benfica pun menang telak dan menyabet gelar Eusebio Cup. Sementara Madrid pulang dengan kepala tertunduk habis dibantai. Arghhh

3. 2 Agustus 2012 vs LA Galaxy (5-1)

Ok, liburan berakhir dan semua pemain RM yg bermain di EURO telah bergabung di tim untuk pemusatan latihan di LA. Nama-nama seperti Ozil, Ronaldo, Khedira, Casillas dan Ramos sudah muncul saat training session. Kali ini lawan yg akan dihadapi adalah si juara MLS, LA Galaxy di kandangnya Home Depot Centre.

Line up unik diturunkan JM di sini. Doi membagi skuad menjadi 2 yang dimainkan di tiap babak. Bruce Arena (pelatih LA Galaxy) pun melakukan demikiann.

Babak 1 : Iker ; Nacho-Varane-Albiol-Coentrao ; Khedira-Lass ; di Maria-Kaka-Callejon ; Higuain
Babak 2 : Adan ; Arbeloa-Ramos-Pepe-Sahin ; Xabi-Granero ; Morata-Ozil-Ronaldo ; Benzema

Hasilnya? Babak 1 RM menggila. Full determinationย dan memainkan sepakbola tempo tinggi dan pressing ketat. Nyaris LA Galaxy ga dikasih peluang coba, Kalo bukan Beckham kyknya LA Galaxy ga bisa golin deh ๐Ÿ˜›
Baru jalan 4 menit Higuain udah menjebol gawang LA memanfaatkan assist emas di Maria. Eh beberapa menit kemudian Di Maria malah golin lewat sebuah tendangan keras ke tiang deket. Nah udah gitu Becks beraksi deh. Umpang free kicknya dipantulin striker LA Galaxy dan Iker pun ga bs berkutik sebelum bola diceploskan beknya LA Galaxy. Jose Callejo memperlebar jarak dengan memanfaatkan umpan terobosan Higuain. Di babak 1 ini, Varane, Callejon dan Di Maria bermain sangat bagus.

Nah masuk babak 2 keliatan banget nih penurunan performa. Pemain 1st team turun dan keliatan sekali mereka kedodoran di segi fisik. Ronaldo lemah abis, Ozil apalagi haha. Sebenernya peluang banyak tp ya finishingnya jelek dan kiper cadangan La Galaxy bagus banget. Gol keempat lahir dari Morata yg memanfaatkan umpan sakti dari Granero. Ga lama kemudian Morata diganti oleh Jese Rodriguez dan hebatnya lagi Jese langsung nyetak gol lewat 1st touch nya :))

Hasil 5-1 ini membuktikan skuad Madrid sangat siap dan sudah full throttle karena kembali diperkuat pemain-pemain intinya.

4. 5 Agustus 2012, vs Santos Laguna (2-1)

Kali ini si jawara Meksiko yg menantang Madrid di LA. Santos Laguna hadir dan di luar dugaan bermain apik banget! Pemain inti RM masih dalam fase recovery dan staminanya masih kedodoran banget. Kali ini JM merotasi lini depannya. Babak 1 para 1st team yg diturunkan dengan striker Higuain. Babak 2 di rolling dan Benzema masuk sebagai lone striker.

Santos Laguna lebih berbahaya dalam penyelesaian akhir. Madrid bermain cukup rapi tp depannya payah banget. Sampai musti menunggu Xabi Alonso melakukan long range shoot yg berbuah gol untuk membuka skor. Ga lama, peluang pertama Santos langsung berbuah gol dan mereka nyaris membalik skor coba.

Babak 2 permainan rada mendingan. Pemain-pemain yg staminanya masih payah diganti. Lebih trengginas dan berbahaya tp finishing masih cupu. Menjelang akhir pertandigan, umpan atau tendangan Benzema dengan epik nya dipantulkan Khedira pake idungnya dan berbuah gol kemenangan haha. Yo wis hasil menang tipis sudah lumayan lah ketimbang gagal menang ๐Ÿ™‚

5. 8 Agustus 2012, vs AC Milan (5-1)

RM berpindah dari LA ke New York demi meladeni runner up Serie-A AC Milan di sana. Sesuai prediksi saya sih, Milan yg kehilangan 10 pemainnya musim ini bakal dihajar Madrid. Tp ya skor 5-1 agaknya kebangetan ๐Ÿ˜›

Tampil kembali dengan mixed line-up, JM berhasil menerapkan winning strategy dalam merepotkan AC Milan. Milan dipaksa main cepat dan dihajar pake counter kilat coba ๐Ÿ˜› Di Maria membuka skor melalui tendangan indah ke jala Abbiatti. Ga lama Robinho menyamakan kedudukan lewat peluang satu satunya AC Milan di babak 1 :))

Babak 2 Ronaldo menggila. Umpang terobosan Lass dimaksimalkan dengan tendangan kaki kiri yg membuat Amelia ga berkutik. Setelah gol CR ini, AC Milan seolah jd samsak tinju Madrid. Dihajar habis-habisan. Run Higuain di sayap kanan dan umpannya ke Kaka dimaksimalkan Kaka dengan menyentuhnya ke arah Ronaldo yg tanpa ampun menyontek bola mudah. Kaka kembali memberi assist. Kali ini lewat corner ke arah Sergio Ramos. Damn, udah lama banget rasanya ga liat Sergio nyetak gol corner ๐Ÿ™‚

Kaka kembali menjadi bintang dan menghukum AC Milan yg itungan banget buat ngedatangin doi. Kaliย  ini lewat sebuah assist brilian nya ke Jose Callejon yg membuat skor menjadi 5-1. Sebuah skor brilian untuk mendemonstrasikan kekuatan RM musim ini.

6. 11 Agustus 2012, vs Celtic (2-0)

Penutup rangkaian pre season RM kali ini ada di Philadelphia saat menjamu jawara SPL, Celtic. Ga banyak yg menarik di pertandingan ini mungkin karena JM juga banyak mengutak-atik pola permainan dibanding waktu melawan AC Milan. Kali ini Benzema berhasil menceploskan gol pertamanya di friendly dengan solo action nya di sisi kanan pertahanan Celtic. Insiden sempat terjadi saat Nuri Sahin menyikut secara tak sengaja pemain muda Celti yg sempat pingsan ditandu keluar lapangan.

Sebelum gol Benzema, Callejon mengukuhkan diri sebagai top skorer RM semasa preseason dengan torehan 9 gol :))
Gol nya memanfaatkan kelihaian Higuain mencongkel perangkap offside tp nendang bola ngasal banget si Higuain haha.

Dan skuad Madrid pun pulang ke Madrid dengan mengantongi gelar juara Herbalife Football Challenge untuk yg kedua kalinya berturu-turut :))

==============================================================

ok,ย  memasuki musim baru, mari kita lihat jersey milik Madrid kali ini ๐Ÿ˜€
Sukur alhamdulillah, Adidas keren banget dalam mendesain kaos, ga kayak lapak sebelah yg cacad abis hahaha

Tak seperti musim lalu yg berkerah dan didominasi emas, jersey home Madrid musim ini didominasi hitam dan ada nuansa turquouise alias biru langit di dalamnya. Classy dan tetap eye-catchy ๐Ÿ˜€

Model body-fit dan guratan kain garis-garis mewarnai baju putih ini. Yg beda, di lengan kiri terdapat logo 110 Anos alias 110 tahun berdirinya klub di tahun 2012 ini. Dan yg lebih penting lagi, setelah 2 musim hadir dengan font aneh (digital dan 3D), musi ini font nama dan nomor d baju Madrid kembali “normal” ๐Ÿ˜€

Kostum away Madrid musim ini kembali berwarna hitam namun berbeda dengan musim kemarin yg didominasi emas yg classy, musim ini jersey away hadir dengan nuansa hijau stabilo yg menyala. Modelnya simple dan standar sih sebenernya tp warna hijaunya itu yg bikin eye-catchy tp ga sakit mata cem jersey sebelah :))

Nah untuk baju kipernya sendiri, setelah musim kemaren Iker memakai baju kuning menyala dan dijuluki San Banana, musim ini doi bakal memakai warna oren menyala seperti layaknya wortel hahaha. San Carrot ๐Ÿ˜›

======================================================

Line-up pemain Madrid musim 2012/2013 ini pun telah dirilis oleh manajemen berikut nomer punggungnya. Untuk musim ini terdapat 2 perubahan nomor punggung. Yang pertama adalah Raphael Varane yg pindah dari no.19 ke no.2. Yup nomor yg dipakai selama 10 taun oleh legenda Michel Salgado. Semoga doi kelak jadi legenda Madrid juga ni bocah ๐Ÿ™‚

No.2 sebelumnya, Ricardo Carvalho pindah sementara ke nomor kutukan 16. Yup karena doi hampir pasti hengkang makanya diberi nomor sementara yg terkutuk ๐Ÿ˜›

Yg kedua, tukar nomor antara Sahin dan Coentrao. Sahin yg selangkah lagi bergabung ke Liverpool, akan pindah ke no.15 dan Coentrao akan mendapat nomer favoritnya di timnas Portugal yaitu 5. Zinedine Zidane si pewaris nomer 5 terakhir nih. Moga-moga Coentrao bakal menjelma menjadi salah satu legenda Madrid ๐Ÿ™‚

1. Iker Casillas (Captain)
2. Raphael Varane

3. Pepe
4. Sergio Ramos
5. Fabio Coentrao
6. Sami Khedira
7. Cristiano Ronaldo
8. Kaka
9. Karim Benzema
10. Mesut Ozil
11. Esteban Granero
12. Marcelo
13. Antonio Adan
14. Xabi Alonso Olano
15. Nuri Sahin
16. Ricardo Carvalho
17. Alvaro Arbeloa
18. Raul Albiol
20. Gonzalo Higuain
21. Jose Maria Callejon
22. Angel Di Maria
24. Lassana Diarra

Nomer yg belum berpenghuni di Real Madrid adalah nomer 19, 23 dan 25. Morata dan Jesus didaftarkan di RM Castilla dan mereka akan mengenakan nomer 29 dan 35 di tim utama.

Hala Madrid!

Malaysia Trip Part 2

haa, akhirnya punya waktu luang lagi buat ngelanjutin cerita petualangan ke Malaysia ๐Ÿ˜› ok deh, lanjut ๐Ÿ˜€
———————-

Pagi hari, 12 April 2012, pukul 08.00 waktu setempat, matahari msh belum mau muncul. Eh rupanya saya baru sadar kalo Malaysia itu ikut2 Singapore sok-sokan WITA padahal WIB. Ya iyalah, pagi gelap gulita, sore masih terang benderang ๐Ÿ˜› Merasa sudah cukup bosan tidur, saya pun bangun keluar rumah dan mendapati kalau ternyata, rumah di perkampungan Malaysia itu cukup unik. Bentuknya kebanyakan seperti ini

Rumah di sana rata-rata bentuknya lebar, dan atapnya rendah. Ngga ngerti saya juga, padahal udaranya itu kalo siang suhunya bisa mencapai 36 derajat Celcius loh! Siangpun datang dan ampun dah panasnya… mandi pun rasanya percuma da keringetan lagi. Sekitar pukul 15.00, tante saya mengajak saya dan ibu saya jalan-jalan ke Mall terbesar di Subang Jaya, yaitu Sunway Pyramid. Apa itu Sunway Pyramid? saya juga ga tau, yg pasti saya, ibu dan tante pergi ke sana dengan mengguakan Bas Mini (seriusan ini ditulisnya Bas bukan bus :)) ) kita naik dr halte. Tampilan bus nya ya seperti ini :

Meskipun dalemnya kyk Kopaja, tp bas mini ini supirnya kaga ugal-ugalan dan di dalemnya ga ada orang merokok dll. Tarif Bas mini ini 1 RM (sekitar 3.500 rupiah) jauh dekat. Nah kita naik ini selama kurang lebih 15 menit dan sampai lah di Sunway Pyramid. Tampilannya seperti ini lho ๐Ÿ˜€

Sunway Pyramid ini ternyata mall sekaligus arena Ice Rink dan juga wisata air macem waterboom gitu deh. Bangunannya 5 lantai dan arsitekturnya dibuat bergaya mesir kuno

Nah iseng-iseng saya coba masuk ke toiletnya. Rupanya ada yg unik nih d Malaysia. Mall sebagus ini kebayang ngga kalo WC nya pake closet jongkok? hahaha aneh tp nyata lho…

Nah rupanya di Mall ini ada ice rink nya juga seperti yg saya bilang tadi

Nah rupanya setelah berkeliling Sunway Pyramid, kesimpulan saya mengarah pada satu pernyataan yaitu harga fabrique alias baju jadi di Malaysia itu jauh jauh jauh lebih mahal dibanding INdonesia. Mengapa? Bayangkan saja, baju polo casual yg biasanya saya beli di outlet hanya 100 ribuan di sini harganya bisa mencapai 60 RM (nyaris 200 ribu). Apalagi dibandingkan dengan di Pasar Baru ya? Makanya ga heran banyak banget org Malaysia yg belanja di Pasar Baru ๐Ÿ˜›

Nah capek berkeliling, kami pun makan di food court Sunway. Makannya sederhana sih, nasi lemak dan es kacang merah (semacam Pat Bing Soo di Korea). Lumayan enak dan harganya terjangkau lah dibanding Singapur ๐Ÿ˜›

Sehabis makan, tak lupa tante saya mengajak saya melihat pemandangan Sunway dari atas. Nah jalan satu satunya ya lewat KFC alias duduk menghadap ke jendelanya. Buset dah masa iya makan lagi di KFC? Eh ternyata bener aja. Tante saya memesan makanan di KFC dan kami duduk di dekat jendela agar bisa memandang keluar dari lantai 5 gedung Sunway

Nah pemandangan seterang itu rupanya waktu di jam saya masih sudah menunjukkan pukul 18.30 waktu setempat loh. Buset dah haha. Yasudah karena sudah cukup sore kamipun pulang kembali ke rumah naik bas mini lagi. Nah lucunya, tante saya sempet bilang kalo jam segini tuh jam-jam macet di sini dan itu parah banget katanya. Lah begitu keluar Sunway Piramid, memang sih jalanan padet, tp ya kalo segitu dibilang macet parah berarti orang-orang sini belum pernah mengalami macet yg mindfucked seperti di Jakarta atau Bandung kali ya. Dan anehnya antrian mobil di sini tuh renggang-renggangm mungkin ada sekitar 1 meteran ga kyk di negara kita yg dempet-dempetan banget haha.

Perjalanan 30 menit ditempuh dan kami pun sampai lagi di rumah dengan selamat. Rencananya sih besok dari pagi kami akan menjelajah Kuala Lumpur gitu bertiga ๐Ÿ˜€

13 April 2012, rupanya rencana hanya tinggal rencana (halah). Maksut hati ingin dr pagi menjelajah KL, eh tau-tau paginya sibuk masak-memasak dan udah Jumatan aja. Oia, Jumatan di Malaysia rupanya dimulai pukul 13.30 waktu setempat lho haha. Beres Jumatan baru lah saya, si mamah dan tante siap-siap untuk jalan-jalan ke KL. Jarak dari Puchong Perdana ke KL itu sekitar 45 km dan musti ditempuh dengan KRL Kelana Jaya dari stasiun Subang Jaya. Namun untuk sampai ke stasiun, kali ini kami menaiki RapidKL, semacem bus khas Singapura gitu deh

Tuh liat kan, bisnya bersih, berAC dan penumpangnya tertib. TransJKT ga ada apa-apanya dibanding RapidKL ini. Tarifnya agak lebih mahal dari Bas Mini. Sekitar 1,3 RM (6000 rupiah) jauh dekat. Bus ini tidak berhenti di depan Stesen Subang Jaya (ya org Malaysia menyebut Stasiun dengan Stesen ๐Ÿ˜› ) namun kami harus jalan sejauh beberapa ratus meter. Oia, dalam perjalaa menuju stesen, rupanya banyak sekali apartmen murah ya. Subang Jaya ini benar-benar sedang dalam pembangunan.

Nah Stesen Subang Jaya itu kecil, jauh jauh lebih kecil dr Stasiun Kiara Condong malah. Mungkin seperti stasiun Cikudapateuh gitu deh. Di depannya banyak orang dagang, tp bedanya tempatnya cukup bersih dan terawat. Ga ada pengemis sama sekali, apalagi pengamen! Luar biasa ya

Nah, masuk ke dalam stesennya, rupanya unik juga nih. Tempatnya kecil, di sebelah kiri ada Kaunter Tiket (Counter Ticket in English) di situ kita beli tiket seharga 1,6 RM (6.000 rupiah) dan tiket ini digunakan untuk masuk ke dalam Peron dan keluar dari peron stesen tujuan. Hebat kan? Ga perlu lagi ada calo atau petugas yg jaga di pintu masuk gitu. Oia, kami beli tiket dari Subang Jaya menuju KL Central Stesen di Kuala Lumpur. Perjalanan sih katanya 45 menitan gitu. Wuih cukup lama juga ya?

Oia, Malaysia itu benar-benar meniru Singapur dalam urusan transportasi massal. Di sini ada KRL dan ada LRT. KRL Malaysia bernama KTM Komuter dan KTM ini membelah Malaysia menjadi dua rute. Yg pertama adalah rute Batu Caves-Port Klang (yg akan kami naiki) dan yg kedua mempunya rute Seremban-Sentul yg membelah Malaysia Timur. KTM Komuter ini beroperasi tiap hari dr pukul 4 pagi hingga 23 malam. Berikut rutenya nih

Terlihat kan? Dr SubangJaya ke KL itu melewati 9 stesen gitu deh. Dan kereta KTM ini lewat tiap 7 menit sekali cem MRT Singapur sana.

Coba liat kondisi peronnya, ngga ada sampah sama sekali dan boro-boro ada tukang dagang dan orang merokok kan? Dahsyat lah pokonya. Menunggu selama beberapa menit, KTM pun tiba. Keretenya sih standar kereta KRL di Jakarta itu, tp yg unik, keretanya cuma 3 gerbong dan gerbong di tengah itu khusus wanita lho (Couch for Ladies) jadi ya isinya cewe semua guna menghindari pelecehan seksual d kendaraaan umum. Wuiihh. Dan bagian dalam KTM ini bersih dan bagus. Full AC dan nyaman biarpun desek-desekan juga

45 menit berlalu dan akhirnya kami bertiga tiba di KL Central. KL Sentral itu apa? KL Sentral itu intersection station yg menghubungkan rute KTM Komuter dengan LRT Kelana Jaya. Yup, kalo mau lanjut ke pusat kota Kuala Lumpur, kita musti berganti kendaraan kali ini menggunakan LRT (atau versi hematnya MRT Singapur gitu deh ๐Ÿ˜› ).ย  KL Sentral itu seperti intersect station di Singapur dibuat bertingkat. Lantai dasar dia gunakan untuk KTM Komuter dan LRT ada di lantai 2. Nah yg unik, kalo di SG tiap kita mau naik MRT kita musti punya MRT card, Malaysia belum sampai sana tp udah cukup modern juga. Mereka pakai token (koin) yg dibeli di mesin counter tiket otomatis gitu yg ada berjajar di stasiun-stasiun Laluan Kelana Jaya. Cara pakai mesin ini kalo baru pertama kali lumayan beribet lho. Uang kertas yg dipakai limited hanya seputar 1, 5, dan 10 RM. Layarnya touchscreen dan respon mesinnya masih lumayan lambat ๐Ÿ˜›

papan kenyataan, seolah mengingatkan agar kita tidak terbuai (halah)

Nah Laluan Kelana Jaya ini beroperasi dari Gombak hingga Kelana Jaya dan membelah setiap stesen di seantero KL. Rutenya seperti ini, dan kita naik dari KL Sentral menuju KLCC buat liat Petronas Tower gitu ๐Ÿ˜› Hanya 5 stesen doank dan tarifnya pun 0,46 RM (2.000 rupiah) kalo tidak salah.

Nah LRT nya sendiri ga jauh beda lah ama yg di SG, cuma lebih pendek, tampilan interiornya nanti saya postingkan di bagian ketiga ya ๐Ÿ˜›

10 menit kemudian kami telah sampai di stesen KLCC. Stesennya ada di bawah tanah rupanya. Dan itu tuh tepat berada di bawah menara kembar Petronas. Keluar dr stesen, seperti biasa terdapat mall dengan barang-barang overlypriced dan kami musti menaiki 4 lantai guna mencapai udara luar ๐Ÿ˜€ KLCC tak ubahnya Pacific Place atau Grand Indonesia gitu deh. Isinya pusat perbelanjaan dengan merk-merk ternama dunia. Di lantai 4 ada food court yg terhubung keluar. Nah begitu menapakkan kaki di luar, terasa sejuk lah udara KL sehabis hujan di sore hari

Seharusnya ada air mancur yg indah di belakang saya ini, tp sayangnya waktu itu lagi direnovasi agar jadi lebih bagus. Nah tepat ke arah saya menghadap itu ada Petronas Tower yg menjulang membelah langit mendung Kuala Lumpur. Yg menariknya, meskipun dikelilingi gedung-gedung pencakar langit, lokasi KLCC ini adalah ruang terbuka hijau yg nyaman dan asri. Ada trek jogging dikelilingi taman dan pohon-pohon rindang yg ahhh… Jakarta kaga ada apa-apanya lah ya

Nah cape keliling keliling sekitaran KLCC, kamipun memutuskan untuk makan dulu karena waktu menunjukkan sudah pukul 18.30 (edan tp masih terang ya? ๐Ÿ˜› ) sekalian makan malam gitu. Masuk ke food court dan si mamah dan tante memesan mie khas melayu gitu sementara saya? yg beda lah pastinya. Berkeliling sebentar dan akhirnya memutuskan untuk memakan makanan India gitu deh. Pilihan saya pun jatuh pada nasi briyani, nasi yg dimasak dengan santan dengan kuah kari gitu. Pokoknya membunuh banget deh krn banyak kolesterol. Nah mata saya pun tertuju pada Udang galah yg besarnya sekeaplan tangan saya coba. Ga segan-segan saya ambil deh. Eh taunya waktu bayar, makanan yg saya pesan itu harganya berapa coba? 33 RM sodara sodara alias sekitar 100rb rupiah. Yup makanan termahal yg pernah saya makan sepanjang hidup saya ๐Ÿ˜›

Nah suasana di dalem Mall KLCC nya kurang lebih kyk gini lah

Habis makan ya lanjut deh keliling-keliling KLCC sampe jam 8 malem. Ga kerasa banget lah pokoknya krn kita ada d ruangan besar tertutup. Tau tau udah jam segitu aje. Yasudah akhirnya pulang dengan memakai rute yg sama dengan waktu berangkat. Pukul 9 waktu setempat sampai juga di rumah dan beristirahat karena besok hari Sabtu dan rencananya tante saya akan mengajak anak-anaknya serta kami untuk main-main ke Genting Highland Resort and Theme Park. Uwow!

bersambung…

Malaysia Trip Part 1

ah sebenernya udah agak basi juga nih mau cerita perjalanan saya ke our noisy neighbor, Malaysia ๐Ÿ˜›
tapi ya gapapa lah ya ketimbang ga ada bahan curhatan hehe

Jadi begini, bulan April yg lalu tepatnya tanggal 11 April 2012, saya melakukan perjalanan luar negeri saya yg kedua (ciee udah kyk pejabat aja ya perjalanan haha). Nah tujuannya kali ini adalah Malaysia. Namun dibanding perjalanan saya ke Singapura dulu, kali ini ada yang berbeda. Apakah itu? Perjalanan saya kali ini tidak tanpa tujuan dan tanpa teman, perjalanan ke Malaysia kali ini saya bersama ibu saya tercinta dan juga bertujuan untuk bersilaturahmi dengan keluarga saya di Malaysia ๐Ÿ˜€

Kebetulan, adik kandung dr ibu saya (tante saya) sudah 25 tahun tinggal, hidup dan menetap di Malaysia tepatnya di daerah Puchong Perdana, Selangor. Beliau menikah pada tahun 1989 lalu dengan orang asli Malaysia dan tinggal di sana bekerja di kedutaan besar RI untuk Malaysia namun sudah pensiun sejak 10 tahun yg lalu. Nah selama ini, selama hampir 10 tahun terakhir, tante saya yang terus-terusan mengunjungi keluarga kami di Indonesia minimal setiap 2 tahun sekali. Nah kali ini sekali-sekali lah kita yg berkunjung ke sana ๐Ÿ˜€

Nah berhubung perencanaannya mesti dibuat matang, maka sedari bulan Februari, saya disuruh nyokap nyari-nyari tiket promo di internet. Weleh, bukan pekerjaan mudah sih sebenernya, tp untungnya ada si merah yg oke ini :

eh, maksutnya bukan si mbak mbak kece di atas hehe. Tp ya si raja diskon, si raja penerbangan murah, si raja serba custom, apalagi kalo bukan inih!

Yup, kalo ngga salah dulu ada promo 100% AirBus deh dan promo CGK-LCCT itu masuk bagian dari 100% AirBus mereka. Nah langsung deh saya berburu di sini. Bayangin, tiap subuh sambil nonton Liga Champion kerjaan cuma ngutak ngatik tanggal mulu haha. Akhirnya setelah perjuangan cukup lumayan dan perhitungan cukup matang, dipilih lah tgl 11 April – 18 April 2012 sebagai hari keberangkatan dan kepulangan saya. Kebetulan si babeh punya kartu CIMB Niaga untuk bayar online dan deal lah ๐Ÿ˜€ . Total costย yg musti dibayar berdua itu kalo ga salah sekitar 1.2 juta PP plus ditambah Primajasa Bdg-Jkt PP 150rb dan Airport Tax CGK berdua itu 300rb jadi total ongkos ke Malaysia itu sekitar 1,65 juta untuk 2 orang. Wew,ย  ini udah termasuk murah sih karena harusnya bisa habis 2 juta-an kalo harga normal ๐Ÿ˜€

Eng ing eng…. Hari H tiba. Barang bawaan rupanya cukup banyak karena ada titipan dr tante ku dan sepupuku (maklumlah ๐Ÿ˜› )
Saya memilih bagasi sebesar 15kg krn toh cuma berdua ini lagian karena kebiasaan backpacking,ย semua barang bawaan saya dibawa pake ransel kesayangan (halah) di koper paling isinya baju si mamah dan titipan barang2 dari tanteu ๐Ÿ˜€

Pagi-pagi d tgl 11 April, kami berdua menuju Cengkareng pukul 05.00 WIB dr Bandung. Berhubung itu hari kerja, ya seperti diprediksi, tiba di Cengkareng Terminal 3 pukul 10.00 WIB meen! haha. Sesampainya di Term. 3 saya kaget juga nih. Renovasi di Term. 3 ini keren abis. Airportnya jd tak tampak abal seperti di Term 1 dan 2. Di Term. 3 kesan modernnya dapet,bersih dan mirip dgn airport luar negeri coba! Berhubung keberangkatan saya pukul 14.50 WIB, jadi masih ada 4 jam lg nih dan foto-foto lah dulu kita ๐Ÿ˜€

ini nih terminal 3 dari depan. Keren kaan? ๐Ÿ˜€

Pintu Departures nya mirip Changi lah dikit-dikit ๐Ÿ˜›

nih ruang tunggu di bagian dalemnya.. keren kaan? ๐Ÿ˜€

4 jam nunggu akhirnya kami berdua check in dan masuk ke ruang tunggu. Di ruang tunggu rupanya penuh banget lah. Kayaknya penumpang Air Asia makin lama makin penuh aja nih pantesan mereka ngasih harga super miring soalnya pasar mereka d Indonesia bagus banget yah ๐Ÿ˜€

Singkat cerita, pukul 14.50 WIB kami dipanggil untuk boarding tapi guess what, terjadi kemacetan di Cengkareng yg menyebabkan kami hampir 40 menit di pesawat dan pesawat ga terbang-terbang. Bleehh.. Classic Indonesian Problem -___-

Singkat cerita pukul 18.00 waktu setempat, kami tiba di LCCT (Low Cost and Cargo Terminal) KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Nah ada perasaan kaget nih sebenernya buat saya. Knp? Perjalanan luar negeri saya ketika ke SG dulu, setibanya di bandara Changi, mulut saya melangap saking kagumnya ama kemegahan Terminal 2 Changi. Lah ini? Saya sampe gedeg gedeg saking herannya karena sejauh mata memandang, yg ada hanya kargo, kargo dan kargo. Jauh dr kesan mewah haha. Yaiyalah namanya juga Low Cost Airlines haha

Oia, saya lupa cerita ya kalo keberangkatan kami ke Malaysia ini berbarengan waktunya dgn kepulangan tante dan sepupu saya ke Malaysia dr Indonesia. Lah kok bisa? Jd begini, tgl 1 April 2012, tante saya memang punya agenda berkunjung ke Bandung untuk silaturahmi. Nah kebetulan sekali pulangnya pun sama tanggal 11 April namun beliau memakai pesawat yg berangkat pukul 19.50 WIB dr CGK dan tiba di LCCT pukul 22.00 LT. So, menurut perhitungan matematis, saya musti menunggu sekitar 4 jam di LCCT! Mengapa? Karena rencananya kami akan dijemput suami beliau alias paman saya. Nah si mamah kan udah lama bgt tuh ga ketemu paman dr Malaysia ini. Jadinya ya milih nungguin tanteku sampe di LCCT dan dijemput bareng deh ๐Ÿ˜€

4 jam nunggu memang bosen parah deh! iPhone saya kena penyakit kumat lagi : ga bisa nangkep wifi gratisan lagi haha. Ahirnya membatu dah nungguin tanpa bisa internetan d LCCT. Yasudah akhirnya ninggalin si mamah di kursi tunggu dan saya keliling2 LCCT sambil foto-foto dikit :

ini salah satu lorong pas banget keluar dr pintu Arrival

yang ini aga keluar dikit deket pintu Departures

yang ini di pintu keluarnya…

LCCT meskipun dr segi arsitektur terlihat cupu, namun dr segi kerapihan dan ketertiban serta kebersihan perlu diakui lebih baik dari Cengkareng. Seriusan loh! Justru dr pengamatan singkat saya, yg bikin semrawut itu ya turis-turis Indo yg belum bisa tertib dan menganggap kalo ini masih di Indonesia haha

4 jam menunggu rupanya masih belum ada kabar dr tante saya. 5 jam, 6 jam berlalu masih belum ada kabar juga?? Well, jam udah menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat dan perut keroncongan. Akhirnya kita memutuskan untuk makan dulu deh. Dmn ya kira-kira? Pikiran saya langsung menuju ke tempat makan yg ga ada di Indonesia lah haha. Yasudah akhirnya kita berdua masuk ke Mary Brown

Nah berhubung lapar, jd kita berdua milih menu Nasi Lemak dan Nasi apalah itu namanya lupa ๐Ÿ˜›
eh rupanya salah pilih kita, ngga cocok di lidah karena kebanyakan kari nya -____-
akhirnya sepet juga nih mau ngabisin juga. Ya sudah terpaksa dihabiskan dan karena kurang puas akhirnya beli es krim lah dan Milo panas di McD

7 jam menunggu masih belum ada kabar. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 waktu setempat. Udah ganti hari lagi jd tanggal 12 April gituu -___- Ahirnya tepat pukul 01.30 WIB tante saya dan sepupu saya meng-sms dan mengabarkan mereka baru tiba karena ada gempa di Aceh sehingga agak kacau td di Bandara Cengkareng. Well, well whatever deh yg penting akhirnya saya bisa meninggalkan LCCT ini!

setengah jam kemudian si paman datang dgn mobil Serena jadul nya bersama 2 orang adik sepupu saya. Setelah salam kamipun berangkat menuju rumah. Dari KLIA hingga Puchong Perdana memakan waktu 45 menit lewat jalan tol. Well, cukup jauh juga ya? Pukul 02.30 waktu setempat kami akhirnya tiba di rumah tanteku dan tanpa sempat basa-basi lagi ganti baju, cuci muka dan tiduuurrr.. Oia anak tanteku tuh ada 5 org jd masih ada 2 orang lagi yg belum berkenalan karena masih tidur. Yasudahlah besok saja kenalannya ๐Ÿ˜€

(Bersambung… )

That Day Was Mine :)

eng ing eng….. (drum roll) ๐Ÿ˜›

akhirnya si sayah resmi juga “diusir” dari kampus berlogo gajah tercinta terhitung sejak 14 Juli 2012 lalu ๐Ÿ˜€
akhirnya juga penantian panjang dan kepenatan kuliah selama 5 tahun belakangan selesai juga…
namun di balik keceriaan dan kelegaan diwisuda, ada sebuah beban dan kesedihan tersendiri bagi saya. Yup, beban setelah di wisuda itu jauh jauh lebih besar ketimbang menanti saat diwisuda..

Mulai detik ini saya musti memasuki fasa hidup baru : Mengejar masa depan. Mencari pekerjaan atau merintis usaha, membahagiakan orang tua, mencari pendamping hidup dan menolong serta bermanfaat bagi sesama.

Ketika menjadi mahasiswa, kita masih bisa santai (atau hare hare dalam bahasa Sunda) tanpa beban (kecuali TA) dan menikmati hidup to the max. Nah sekarang? Kalo ngga kerja dan dpt penghasilan gimana mau membahagiakan orang tua? apa ngga malu sama tetangga dan kerabat? Trus kalo belum menemukan pasangan hidup apa ngga “dikejar-kejar” trus sama ortu? apa ngga selalu ditanya tiap ada acara keluarga? ๐Ÿ˜›

Ah sudahlah, lupakan dulu beban-beban di atas, saya mau share dulu beberapa foto si sayah diwisuda kemaren ๐Ÿ˜€

Di gedung ini, gedung “mahal” yg mengharuskan mahasiswa membayar 550rb utk diwisuda :

Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) dengan segala kemegahan dan keunikan arsitekturnya

si saya bersama dengan 2 orang teman seperjuangan Club 5 tahun ๐Ÿ˜€

meski agak burem, tp ini juga temen seperjuangan sesama Juli-ers ๐Ÿ˜€


si saya bersama my rileks fellow ๐Ÿ˜€

Berhubung saya agak kurang fotogenik jd nya ya cukup sekian aja foto-fotonya ๐Ÿ˜›
Intinya, setelah diwisuda, banyak tugas berat menanti. Seperti kata Prof yg paling disegani dan dihormati di jurusan saya,

“Anda itu masuk ITB dengan menyisihkan 19 orang kompetitor Anda. Dan Anda ini kuliah di kampus ini dengan dibiayai oleh Negara. Uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat Indonesia, sebagian dipakai untuk biaya Anda kuliah. Oleh karena itu Anda mempunyai hutang budi kepada masyarakat Indonesia. Bangunlah negeri ini dan sejahterakanlah masyarakat yang secara tidak langsung telah membantu Anda meraih titel Sarjana” :’)

First Training Session of 2012/2013

Akhirnyaa penantian panjang itu berakhir ๐Ÿ˜€

Real Madri resmi memulai latihan perdananya di Valdebebas pagi tadi. Meski belum diperkuat pemain-pemain yg berlaga di EURO 2012 dan Marcelo yg ikut Olimpiade, namun latihan perdana ini lumayan dihadiri oleh beberapa bintang semisal Kaka dan Higuain.
Di latihan perdana ini, Jose Mourinho memasukkan beberapa pemain Castilla (Real Madrid B) untuk bergabung bersama para pemain senior buat nambahin pengalaman gitu ๐Ÿ˜€

Berikut nih foto-fotonya :

Alvaro Morata (kiri), datang paling pagi. maklum lah paling junior ๐Ÿ˜›

Sahin’s new hairstyle. Terlihat agak garang haha

Higuain liburan dan sepertinya balik-balik menggendut ๐Ÿ˜›

Kyaa kyaa..Kaka!

Granero, Di Maria, Kaka, dan Higuain. Udah sebulan rasanya ga liat mereka nggocek bola ๐Ÿ˜›

(Deltroy) Di Maria. Smoga musim ini doi ga cedera mulu dah

Calleti! ๐Ÿ˜€

Aitor Karanka dan si bos Jose Mourinho ๐Ÿ˜€

El Pirata (Granero) dan Joselu ๐Ÿ˜€

Senangnya liat Kaka dan Nuri Sahin ada di Valdebebas ๐Ÿ˜€

Most anticipating buat musim depan apalagi nih kalo bukan debut nya Alvaro Morata yang baru dipromosiin JM ke tim senior ๐Ÿ˜€
Siplah, sekian dulu report dari Valdebebas buat latihan perdana Real Madrid. Rencananya minggu depan Benzema dan duo tim panzer (Ozil-Khedira) bakal bergabung selepas berlibur di AS ๐Ÿ˜€

Hala Madrid!

110 Facts About Real Madrid CF on Their 110th Anniversary

From the club’s formation years to the unparalleled records decade after decade, a catalogue of 110 key milestones in Los Blancos’ illustrious history!

On March 6, 2012 Real Madrid celebrated another landmark as they ushered in their 111th year.

With over a century of football, history, triumphs, records, controversies, dramas and star players, there has certainly been no shortage of highlights to choose from to commemorate the club’s 110th anniversary.

So as we reach the end of the week of festivities for the Spanish side, Goal.com compiles 110 interesting facts you may or may not know about Real Madrid.

1. The first direct incarnation of the club was known as Football Club Sky formed in 1895. In 1900, the club split into New Foot-ball de Madrid and Club Espanol de Madrid. The latter club’s president Julian Palacios eventually led a breakaway to help create Sociedad Madrid FC on March 6, 1902.

2. Madrid CF’s first two official club presidents were both Catalans. Joan Padros Rubio presided over the board from 1902 to 1904 and was succeeded by his brother Carles Padros Rubio from 1904 to 1908.

3. Three years after Madrid FC was formed, they won their first official title after defeating Athletic Bilbao to lift the Copa del Rey in April 1905.

4. Madrid legend Alfredo Di Stefano became the first player to win the Pichichi award four times in a row from 1956 to 1959. He has five wins in total.

5. Real Madrid are the only club to win the league five times in succession. They accomplished this feat twice, the first between 1961 and 1965, and the second between 1986 to 1990.

6. Madrid have never won the treble. But they have achieved the double (either La Liga plus Copa del Rey or La Liga and the European Cup) six times in the past.

7. Madrid’s all-time top scorer is their iconic former No. 7 Raul with 323 competitive goals, 228 of them in the league, which is also a club record.

8. Real’s biggest defeat in La Liga was against Espanyol when they lost 8-1 in 1929-30.

9. Real have been European champions on nine occasions. Their biggest win in the competition was a 9-0 victory over Danish side Boldklubben 1909 in 1961-62.

10. Cristiano Ronaldo scored Real Madrid’s fastest hat-trick when he took just 10 minutes to bag his treble in the 6-2 win at Sevilla in May 2011.

11. Madrid’s biggest victory in La Liga was an 11-2 win over Elche on 7 February 1960. Their biggest victory in any competition was against Barcelona when they beat the Catalans 11-1 in a Copa del Rey (known then as Copa del Generalisimo) semi-final in 1942-43.

12. Ferenc Puskas scored a total of 12 goals in the 1959-60 European Cup campaign, the most goals a Madrid player has scored in a single season in the tournament.

13. The first ever Clasico was played on May 13, 1902. Barcelona defeated Madrid 3-1 in a friendly match.

14. Between 1961 and 1980, Los Blancos were so dominant in Spain that they won 14 La Liga titles in 20 seasons. Between 1961 and 1990, Madrid won 19.

15. Miguel Munoz is the club’s longest-serving coach, totalling 15 years and 604 competitive matches. He won 14 titles during that span.

16. Madrid have qualified for the Champions League in 16 seasons, the joint second-best record in the competition behind Manchester United with 17.

17. On December 17, 1922, Real Madrid saw Juan Monjardin become their first Spanish international when he played in a match against Portugal.

18. Madrid have claimed the Copa del Rey on 18 times and there was an 18-year gap between their last two victories, in 1993 and 2011.

19. The first-ever competitive Clasico was on May 19, 1902 in the semi-finals of the Copa del Rey, which Barcelona won 3-1. It was also to be Madrid FC’s first official game.

20. Fifa named Real Madrid the ‘Best Club of the 20th Century’.

21. Madrid FC’s first game after its formation was a match between the club’s members. One team wore blue and the other red. They eventually adopted their all-white shirts from London-based club Corinthians FC in 1902.

22. Madrid have appeared in the semi-finals of the European Cup/Champions League 22 times, a record in the competition.

23. David Beckham won just two trophies in his four-year spell at Madrid, claiming the Spanish Supercopa right at the beginning of his time at the capital club, and adding La Liga in his very last game for Los Blancos.

24. Raul’s final competitive game in the famous white shirt was on April 24, 2010 in the 2-1 La Liga win at Real Zaragoza.

25. Real Madrid players have won the Pichichi award a total of 25 times, a record in the league. The club’s first La Liga top scorer was Manuel Olivares in 1932-33 when he netted 16 goals in 14 games.

26. Madrid participated in the European Cup 26 times prior to the tournament being renamed the Champions League.

27. The 1953-54 La Liga campaign was Alfredo Di Stefano’s first season as a Real Madrid player. He scored 27 goals in just 28 appearances.

28. Angel Di Maria is the first player to score a goal for Madrid in a red shirt, the team’s third-choice kit this season. A red-coloured shirt had only been used on three previous occasions, but Los Blancos never managed to score.

29. Madrid received their ‘Real’ (royal) title on June 29, 1920 from King Alfonso XIII.

30. Vicente del Bosque spent 30 years in total at Real Madrid (first team and reserve team). He won nine trophies as a player, and seven as a coach.

31. Real Madrid are the record champions in the Spanish top flight, finishing first in La Liga 31 times. Their lowest-ever league placing was 11th in 1947-48.

32. Madrid went unbeaten on their way to their first league title in 1932, winning 10 games and drawing eight in an 18-round campaign, finishing three points ahead of runners-up Athletic Bilbao.

33. Real Madrid played their first match at the Santiago Bernabeu (then named Nuevo Estadio Chamartin) in a 3-1 victory over Os Belenenses. Sabino Barinaga scored the first-ever goal at the renamed ground.

34. Although now 34, Alberto Rivera is the youngest player to debut for Madrid’s first team in the league at 17 years and 114 days, beating the previous record set by Raul by just 10 days. Rivera also became the club’s youngest goalscorer in La Liga when he netted in the 2-0 win over Celta Vigo in June 1995 in that same debut game.

35. Santiago Bernabeu was Madrid’s club president for almost 35 years from September 1943 to June 1978. During his tenure, Los Blancos won six European Cups, 16 La Liga titles, 6 Copas del Rey, and one Intercontinental Cup. He is also credited with revolutionising Real, starting with the signing of Alfredo Di Stefano.

36. Santillana, who is the club’s third-highest all-time goalscorer, retired from football at the age of 36.

37. Madrid’s first-ever European Cup match was a 2-0 win over Servette on September 8, 1955.

38. Hugo Sanchez scored 38 goals in La Liga in 1989-90 to tie a Pichichi record set by Athletic Bilbao great Telmo Zarra in 1951 and which stood until the 2010-11 season.

39. Ferenc Puskas was almost 39 when he played his last season for Real in the 1965-66 campaign.

40. Cristiano Ronaldo set a new La Liga record in 2010-11 by netting 40 goals in a single season.

41. However, Marca, who awards the Pichichi prize, claimed it was 41 goals, including a free-kick which had deflected off Pepe against Real Sociedad although officially, the referee had awarded it as an own goal.

42. Madrid sold Robinho to Manchester City in 2008 for โ‚ฌ42.5 million, the highest transfer fee Los Blancos have received for a player.

43. Real Madrid won the inaugural European Cup on June 13, 1956 by beating Stade Reims 4-3 in the final.

44. The exact time on the clock was 44 minutes and 36 seconds when Zinedine Zidane scored his left-footed volley for Madrid in the 2002 Champions League final against Bayer Leverkusen at Hampden Park.

45. Ronaldo joined Real Madrid from Inter for โ‚ฌ45m in the summer of 2002, fresh off his heroics for Brazil in the World Cup in Japan-Korea.

46. Jose Mourinho is the 46th different coach to have taken charge of Real Madrid. Their first was Arthur Johnson.

47. Ferenc Puskas scored 47 goals in 38 competitive games for Madrid in 1959-60, the most he scored for the club in a single season.

48. The first Real Madrid office was a boutique called ‘Al Capricho’, and it was at No. 48 in Alcala.

49. Raul’s last competitive goal for Real Madrid came in the 49th minute in the 2-1 victory over Real Zaragoza.

50. Real Madrid legend Emilio Butragueno holds the Liga record of successive games unbeaten. He did not lose for 50 consecutive league matches in the 1980s.

51. Los Blancos were the first-ever club champions of the world when they defeated Penarol 5-1 at the Santiago Bernabeu in the inaugural Intercontinental Cup back in 1960.

52. One of Madrid’s nicknames, Los Merengues – in reference to their all-white kit resembling a cake made entirely of egg white – was first coined in the magazine Espaรฑa Sportiva on January 3, 1917.

53. Cristiano Ronaldo scored a club record 53 goals in all competitions in the 2010-11 campaign.

54. Madrid have qualified for 54 out of 56 Uefa club competitions. They only missed out in 1977-78 and 1996-97.

55. It was in January 1955 that the club decided to rename their stadium in honour of then president Santiago Bernabeu.

56. Prior to the Santiago Bernabeu/Nuevo Chamartin, Madrid’s previous grounds included the (original) Chamartin, the Velodromo de Ciudad Lineal, O’Donnell, Desmontes de Moncloa, La Estrada, Explanada de la Plaza de Toros and Hipodromo.

57. Luis Figo scored 57 goals in 239 games in all competitions during his five-season spell at Real Madrid. He only scored 45 in 249 with Barcelona.

58. In 80 seasons and 2,534 La Liga matches, Madrid have a 58.2 win percentage, having claimed 1475 victories and losing 538. They have scored 5,285 goals and conceded 2,915.

59. The Bernabeu played host to the Euro 1964 final, the 1982 World Cup final, the European Cup finals in 1957, 1969 and 1980, as well as the 2010 Champions League final.

60. Luis Figo infamously joined Madrid from Barcelona for โ‚ฌ60 million in the summer of 2000. He is the 15th player to switch directly from Barca to Los Blancos. The first was Alfonso Albeniz.

61. Madrid defeated their own ‘B’ team Castilla 6-1 to win the 1980 Copa del Rey.

62. During his time at Madrid, Mesut Ozil has already changed his shirt number four times. He was given the No. 26 upon his arrival and throughout pre-season, but changed to No. 19 for his official debut. He then took over the No. 23 left vacant by Rafael van der Vaart’s departure, and at the start of the 2011-12 term, he inherited the No. 10.

63. Real Madrid were the first club in the Spanish top flight to win back-to-back league titles, successfully defending the crown they won in 1931-32 the following season.

KEY MILESTONES
1. Julian Palacios helped form Madrid FC, known today as Real Madrid.
3. Madrid won their first title in 1905, three years after their formation.
20. Named by IFFHS as the Best Club of the 20th Century.
32. They clinched their first La Liga title in 1932.
35. Santiago Bernabeu served as club president for 35 years. He signed Di Stefano and kick started Real Madrid’s revolution
43. Madrid won the inaugural European Cup in ’56, beating Stade Reims 4-3.

64. Ronaldo made his Real Madrid bow as a 64th-minute substitute against Alaves in October 2002. He scored twice on his debut in the 5-2 win.

65. Current supremo Florentino Perez, who turned 65 on March 8 – two days after the club’s anniversary – is the only man apart from Adolfo Melendez to have served two separate stints as Los Blancos’ president.

66. The Madrid that won the 1966 European Cup were known as the Ye-Ye team. This was because they had a young all-Spanish generation of players starring the likes of Amancio Amaro, Pachin, Pirri and Manuel Sanchis. The name Ye-Ye comes from the catchy chorus of the Beatles song ‘She Loves You’ (yeah yeah yeah) โ€“ and the team earned the nickname after four players famously posed for Marca wearing Beatles wigs.

67. Predrag Mijatovic’s 67th-minute goal in the 1-0 win over Juventus in the 1998 Champions League final gave Madrid their seventh European Cup to put an end to a 32-year wait from their last triumph in 1966.

68. In 163 El Clasico encounters in La Liga, Madrid have won 68, losing 64 with 31 meetings ending in a draw.

69. Amancio Amaro won the 1969 Pichichi award by scoring just 14 goals.

70. Fernando Morientes is the last Madrid player to score five goals in a single La Liga game. He bagged his quintuple in the 7-0 win over Las Palmas in February 2002.

71. Raul is the Champions League’s all-time top scorer with 71 goals; 66 of them were scored for Real Madrid.

72. Los Blancos have won 72 major titles overall in the following competitions: La Liga, Copa del Rey, Spanish Supercopa, European Cup/Champions League, Uefa Cup, Uefa Super Cup, Intercontinental Cup.

73. Madrid’s 7-3 win over Eintracht Frankfurt in the 1959-60 European Cup final is the highest-scoring final in the competition’s history. The victory gave Real their fifth consecutive continental crown and they were thus allowed to keep the trophy.

74. Zinedine Zidane was signed by Madrid from Juventus for โ‚ฌ74m, currently the second-most expensive football transfer in history.

75. ‘Zizou’ joined Juve in 1996, a year after they had won the Champions League. The Frenchman went on to play in two losing finals with the Old Lady before eventually lifting the European Cup in 2002 with Madrid.

76. Jose Mourinho’s current 76.77 win percentage for Real Madrid is the best of any of the club’s coaches who were in charge for more than one game.

77. Iker Casillas is the only remaining player from the Galactico era and the only current Madrid squad member who has won La Liga, the Copa del Rey, the Champions League, Intercontinental Cup, Uefa Super Cup, Spanish Supercopa, as well as a European Championship and a World Cup with Spain.

78. Former Madrid playmaker Guti had the name ‘Guti.Haz’ on the back of his shirt from 2007-08 onwards. The H in the ‘Haz’ stands for his second surname Hernandez, the A is for his son Aitor and Z for his daughter Zara.

79. In 2010, Real Madrid became the first club in any sport to generate a revenue of over โ‚ฌ400m in a single year, according to Deloitte.

80. In 146 league encounters against local rivals Atletico Madrid, Real have won 80 times, losing 35 and drawing 31.

81. The current La Liga edition is the 81st. Real Madrid have taken part in all 81 seasons, the only club in Spain to do so along with Barcelona and Athletic Bilbao.

82. In the 82nd minute of the 4-2 win over Almeria on December 5, 2009, Cristiano Ronaldo saw his penalty saved by Diego Alves. That was the last time CR7 failed to convert a spot-kick and he is now on a run of 21 successful conversions in La Liga, just four behind the all-time record of 25 set by Barcelona’s Ronald Koeman.

83. In the 1982-83 season under coach Alfredo Di Stefano, Madrid completed a ‘bridesmaid’s treble’ when they finished runners-up in La Liga, the Copa del Rey and European Cup Winners’ Cup.

KEY MILESTONES
44. Zidane’s 44th min goal gave the club their last European Cup triumph in 2002.
73. Madrid’s 7-3 win over Eintracht, regarded as the best football game ever played, clinched the club’s fifth successive European Cup.
81. Madrid have never been relegated and have taken part in all 81 La Liga seasons.
89. Miguel Munoz scored Madrid first goal in the European Cup. Di Stefano scored the club’s first in a final.
94. Madrid signed Ronaldo for a world record โ‚ฌ94m.
101. Arthur Johnson scored Madrid’s maiden goal. He went on to become the team’s first ever coach.
84. In the 1984-85 campaign, Madrid went nine games without a victory in the league, the club’s worst winless run.

85. This season after 25 rounds of matches in La Liga, Madrid have already scored 85 times at an average of 3.4 goals per game. At this rate, they will score 129 goals by the end of the campaign.

86. In 217 official Clasico matches against Barcelona in all competitions, Madrid have won 86, losing 85 and drawing 46. Los Blancos have scored 364 goals and conceded 351.

87. During the 1987-88 season, Madrid won a club record 18 out of 19 league games at home. They would go on to repeat the feat in 2009-10.

88. Kaka has made 30 appearances in all competitions so far this season for Madrid and has provided 11 assists in total, just three shy of his all-time high in a single campaign which came in 2008-09 with Milan.

89. Miguel Munoz has the honour of scoring Madrid’s maiden goal in the European Cup. Alfredo Di Stefano was the scorer of the club’s first goal in a European Cup final, after his side had gone 2-0 down against Stade Reims in the 1956 showpiece event.

90. Xabi Alonso is the most expensive Spanish player that Madrid have signed. He cost the club โ‚ฌ30m when he joined from Liverpool in 2009. Sergio Ramos is the second-most expensive at โ‚ฌ27m.

91. With 96 La Liga goals from 88 appearances, Cristiano Ronaldo has a league-record ratio of 1.09 goals per game. The second best is Telmo Zarra with 0.91 goals per game.

92. Jose Mourinho’s famous unbeaten home record in league games ran for nine years and two months before it was ended by Sporting Gijon’s 1-0 win at the Santiago Bernabeu on April 2, 2011.

93. Real Madrid’s own record unbeaten streak at home spanned nine seasons, lasting 121 matches from 1956-57 to 1964-65.

94. Madrid paid Manchester United a football transfer record of โ‚ฌ94m for Cristiano Ronaldo in 2009.

95. Alfredo Di Stefano currently holds the record for making the most consecutive La Liga appearances for Madrid. He played 171 league games in a row spanning five years and 148 days.

96. Manuel Pellegrini set a new points record of 96 for Real Madrid in 2009-10, but it was not enough to win La Liga, nor to save him his job.

97. In the 1997-98 season, Madrid kept a club record seven consecutive clean sheets in La Liga.

98. Ferenc Puskas and Santillana are Madrid’s joint-top scorers in Copa del Rey matches with 49 goals each.

99. On September 1999, Iker Casillas made his first-team debut as a substitute for Bodo Illgner in the 2-2 draw against Athletic Bilbao at San Mames.

100. On their 100th anniversary, Madrid famously lost the Copa del Rey final at home to Deportivo La Coruna.

101. Arthur Johnson scored Madrid’s first-ever goal on May 13, 1902 in a 3-1 defeat to Barcelona. Jaime Lazcano scored the club’s first-ever La Liga goal. Their 1,000th club goal was scored by Pahino. Gento scored their 2,000th, Juanito their 3,000th, Ivan Zamorano their 4,000th and Guti grabbed the team’s 5000th.

102. Apart from Madrid’s first-ever goal, the club won all of their matches when they netted their landmark goals above.

103. From September 24, 2011 to December 7, 2011, Madrid strung together 15 victories in succession in all competitions, the club’s longest winning streak. Their record winning run in La Liga is also 15, set in 1960-61.

104. Despite a glorious era as the club president from 1943 to 1978, Santiago Bernabeu had only eight games under his belt as a Madrid coach, winning five matches and losing the other three.

105. Cristiano Ronaldo took just 105 games in all competitions to reach a century of goals for Madrid.

106. Luis Molowny was appointed Madrid coach on four separate occasions (either permanently or as caretaker), more than any other coach at the club.

107. Madrid hold the Spanish record for most goals in a league campaign, with a haul of 107 under John Toshack in 1989-90.

108. Alfredo Di Stefano’s first stint as Madrid coach lasted 108 competitive matches from April 1982 to April 1984. He won 63 games, drew 23 and lost 22.

109. Di Stefano returned to the Madrid hot-seat from November 1990 to March 1991 and picked up his only silverware as coach when he won the Spanish Supercopa.

110. As they celebrate their 110th anniversary, Madrid are first in La Liga, 10 points clear at the top and have won their last 10 Primera Division matches. They are also chasing their 10th European Cup/Champions League success this term.

 

source : goal.com

 

Cute Smokin’ Girl

ah rasanya jadi ingin numpahin uneg uneg lagi di blog

Bahas apa ya? ini aja deh, fenomena rokok di kalangan wanita muda yg kayaknya lagi menjamur di kota-kota besar.
One thing for sure, saya mengambil posisi netral untuk gaya hidup merokok bagi cewe. Ya itu hak mereka gitu hahaha. Cuma yg saya agak risih tuh kalo liat cewe, apalagi cewe yg keliatannya cute, baik, sholehah, dll tp ternyata dengan santai dan bangganya merokok di tempat umum kyk kafe, restoran, dll. Rasanya kok ga etis aja gitu ya? hmmm

Ok, kita flashback dulu ke beberapa tahun ke belakang saat saya masih lucu-lucunya di Sekolah Menengah Atas. Ketika saya SMA dulu, fenomena cewe merokok di tempat umum masih sangat jarang. Coba main ke mal, restoran dan tempat umum lain. Jarang dan hampir tak pernah terlihat mereka merokok. Saya punya beberapa saudara perempuan yg perokok juga dan rata-rata mereka hanya mau merokok itu kalau di rumah! Alasannya ya karena gengsi dan malu aja. Toh mereka ternyata masih memandang tak etis ya hahaha

Nah tahun demi tahun berlalu, pengaruh gaya hidup barat semakin kuat dan mengakar ke kultur timur khas Indonesia. Penetrasi Phillip Morris beserta segala jenis propaganda ‘setan’ nya berhasil mengubah paradigma tak etis itu menjadi lumrah di kalangan terpelajar kota besar gitu!
Coba sekarang main ke mal dan tempat umum lainnya. Udah ga aneh kita liat cewe merokok dengan santai dan gayanya ampun dah hahaha. Saya aja udah berhenti total rokok-an dan kalo inget dulu, gayanya ga seedan dan elegan mereka. Di kafe-kafe saat nongkrong dengan teman, bahkan kalau mau lebih ekstrim, cobalah main ke ITB, ya Institut Teknologi Bandung, saat sore hari, susurilah jalanan di pinggiran kampus dan coba perhatikan, banyak sekali fenomena mahasiswa bermain kartu, bersenda gurau dan lihatlah pasti ada mahasiswi yg merokok lho!

Dan yg lebih bikin kecewa lagi adalah coba perhatikan lebih teliti, most of them are educated and heavenly cute!! T.T
shit just happened hahaha. Etapi kalo sempet main-main ke kota kota kecil dan menengah, fenomena ini masih jarang loh. Pernah saya main ke Malang dulu, dan di tempat umum masih belum banyak, bahkan belum ada cewe yg merokok dengan santai dan bangganya. Rupanya nilai-nilai budaya dan ke-etis-an masih melekat di kota-kota menengah dan kecil. Tapi ya siapa yg bisa memprediksi bertahan sampai kapan hahaha

So, sekali lagi, saya ngga menentang cewe merokok, bebas bebas aja, toh itu hak. Tp rasanya agak kurang etis kalo cewe udah terang-terangan ngudud di tempat umum dan jadi ‘konsumsi publik’. Emansipasi? well, I guess not ๐Ÿ™‚

 

[copas] Java Jazz dan Kelas Menengah Indonesia

oke, tulisan ini ane kopas dari blog milik pak yuswohadi. Isinya wah mencengangkan dan lumayan membuat terhenyuk. Memang benar fenomena hedonis di kalangan menengah ini udah jadi hal lumrah di Indonesia. Sense masyarakat terhadap isu sosial udah makin tumpul. Astrojim ๐Ÿ˜ฆ

==============================================================

Setiap kali nonton Java Jazz saya selalu takjub. Takjub bukan oleh penampilan ratusan musisi hebat kelas dunia di gelaran tahunan jazz paling bergengsi itu, tapi oleh penonton yang membludak luar biasa. Dan setiap kali saya menonton โ€œorang kaya Jakartaโ€ meluap berpesta pora menikmati jazz, di otak saya selalu terbersit ucapan-ucapan indah, โ€œmakmur betul Indonesia ini, orang kaya bertebaran di mana-manaโ€. Saya juga bergumam, โ€œhebat benar Indonesia, orang-orang kayanya selera musiknya borju betul.โ€

Itulah kelas menengah Indonesia. Saya menyebutnya โ€œconsumer 3000โ€ (Angka 3000 saya ambil istilahnya dari angka ambang batas GDP perkapita negara maju baru, USD3000). Mereka adalah konsumen yang memiliki daya beli tinggi. Mereka memiliki tingkat konsumsi tinggi. Tak hanya itu, mereka juga knowledgable karena rakus informasi dan pengetahuan.

Mereka global minded, kosmopolit, information freak,ย  trend-follower sekaligus trend-setter. Apa yang terjadi di New York-London-Paris informasinya mereka terima secara real time lewat Google, Twitter atau Facebook. Karena knowledgable, maka jenis-jenis konsumsi mereka canggih, salah satunya adalah mengkonsumsi musik jazz. Gelaran Java Jazz menyadarkan saya betapa kelas menengah Indonesia demikian massif dan memiliki potensi luar biasa baik sebagi pasar (demand-side) maupun sebagai produsen atau entrepreneur (supply-side).

Konser Tiap Minggu
Tak terbayangkan oleh saya sebelumnya bagaimana bisa Jakarta menyelenggarakan konser musik kelas dunia praktis setiap minggu sekali. Mulai dari Katy Perry, Elton John, Maroon 5, Rod Steward, hingga Lady Gaga nanti bulan Juni. Sabtu kemarin saat artikel ini saya tulis dipelataran parkir JIExpo Kemayoran tempat Java Jazz dibesut, tiga pentas dunia digelar dalam waktu bersamaan: Java Jazz dengan 1700 artis, konser Roxette, dan pertunjukan musikal The Phantom of the Opera. Ruarrr biasa Indonesia!!!

Indonesia sudah menjadi pasar yang empuk bagi konser musik dunia. Para promotor panen duit karena konser apapun digelar asal dari negeri Paman Sam pasti laku keras. Padahal tiket masuk konser-konser tersebut tidak murah. Untuk masuk ke Java Jazz tiket terusan tiga hari yang saya beli sebulan sebelum pelaksanaan konser harganya hampir sejuta perak. Harga ini membumbung terus seiring dekatnya waktu konser, dan di tangan calo saat pelaksanaan konser harga bisa berlipat 3-5 kali lipat, wow!!!

Tahun lalu tiket Java Jazz terjual sekitar 120 ribu lembar. Harus diingat, dengan jumlah penonton sebanyak itu, Java Jazz merupakan salah satu festival jazz terbesar di dunia. Harap tahu saja, tiga hari penyelenggaraan North Sea Jazz Festival (Belanda) โ€œhanyaโ€ dikunjungi oleh 70-an ribu penonton. Monterey Jazz Festival (AS) yang sudah berusia 54 tahun โ€œcumaโ€ dikunjungi 40 ribu penonton untuk 3 hari event. Bagaimana Herbie Hancock, David Sanborn atau Pat Metheny nggak ngiler tampil di Java Jazz dengan audiens yang jumlahnya luar biasa seperti itu.

Hedonis
Menonton Java Jazz di tengah luapan penonton kelas menengah Indonesia juga menyadarkan saya bahwa kelas menengah Indonesia adalah kelas hedonis. Salah satu teman berbagi di Twitter menyebut fenomena ini dengan mangatakan bahwa bangsa Indonesia adalah โ€œbangsa penikmatโ€. Kelas menengah Indonesia adalah โ€œkelas penikmatโ€ dengan tingkat konsumsi yang tinggi terhadap berbagai bentuk kenikmatan: mulai dari makanan enak, musik yang menyejukkan, tontonan yang menghebohkan, liburan yang menyegarkan, hingga merek-merek mahal yang memanjakan kenarsisan.

Teori Marxisme mengatakan bahwa jumlah kelas menengah yang cukup banyak akan menjadi kekuatan sentral bagi terjadinya perubahan sosial dan revolusi politik untuk menumbangkan rezim yang menindas. Larut di tengah-tengah penonton kelas menengah Java Jazz, saya merasakan teori itu seperti tumpul. Mereka adalah kaum hedonis yang bekerja keras untuk membangun karir cemerlang untuk mendapatkan gaji tinggi dan kelimpahan ekonomi. Mereka berupaya keras mengadopsi teknologi dan menyerap sebanyak mungkin informasi sebagai senjata untuk membangun bisnis dan mencapai kemakmuran ekonomi.

Saya kira banyak dari mereka yang hanya samar-samar tahu kasus Wisma Atlet Sea Games atau kasus Hambalang yang membeli Partai Demokrat. Bagaimana meroketkan karir, mengembangkan bisnis pribadi, membangun kompetensi profesional, atau menjalin networking dengan komunitas profesi secara global adalah isu-isu yang lebih penting bagi mereka dibanding isu-isu korupsi yang membelit Indonesia, hukuman berat bagi pencuri sandal jepit, atau Pemilu 2014 yang kian absurd.

Sudah ya. Jam sudah menujuk pukul 15.14, itu artinya saya harus siap-siap masuk JIExpo, soalnya yang ngantri di pintu masuk Java Jazz banyak minta ampun. Takut nggak kebagian panggung. Saya ke Java Jazz bukan sekedar nonton Herbie Hancock, Pat Metheny, atau David Sanborn. Yang lebih penting, justru, saya ingin berpesta-pora bersama lautan kelas menengah Indonesia. Ikut-ikutan hedonis. Ikut-ikutan narsis. Keren abis.

Hidup kelas menengah Indonesia!!! Hidup Kelas Penikmat Indonesia!!!

dikutip dari : http://www.yuswohady.com/2012/03/04/java-jazz-dan-kelas-menengah/

==========================================================

serem juga ya… tp ya kenyataannya udah begini, tinggal kitanya aja sekarang yg berusaha untuk ga ikut-ikutan terjebak dalam budaya hedonisme dan tetep mengasah sense untuk lebih memikirkan isu sosial yg terjadi di sekitar kita

Kaum Perantau Lebih Mudah Sukses, Benarkah?

Siapa yang menduga bahwa ada begitu banyak pelaku bisnis dari kaum perantau? Jika Anda amati lebih teliti, tentunya hal itu tidak masuk akal bukan? Banyak kaum perantau yang justru lebih sukses dalam usahanya dibandingkan kaum pribumi yang sudah lama mendiami suatu tempat.
Sebagian besar pendatang/ perantau berasal dari daerah lain yang umumnya lebih terbelakang secara ekonomi. Mereka rata-rata kurang berpendidikan dan tidak seberuntung orang lain dalam berbagai hal.

Lalu mengapa sampai dijumpai banyak kaum pendatang yang bisa mencapai keberhasilan yang menakjubkan? Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Kaum perantau berorientasi pada uang.

Mungkin jarang sekali ditemui seorang pendatang yang mengatakan tidak datang untuk mencari uang di tempat yang baru. Mereka melakukan pekerjaan bukan semata karena mencintainya tetapi lebih karena mereka harus mendapatkan banyak uang untuk membiayai masa depan mereka dan generasi penerusnya. Dengan begitu, anak dan cucu mereka kelak bisa menjalani kehidupan yang lebih mapan dan sejahtera dari mereka sekarang.

Mereka cenderung untuk berpikiran praktis. Mereka berani untuk melakukan semua pekerjaan asal pekerjaan itu mendatangkan keuntungan berlimpah untuk mereka. Kebahagiaan adalah hal terakhir yang mereka pikirkan karena semua tenaga, pikiran dan waktu tercurah untuk mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya.

Sekarang kita dapat lihat bagaimana perbedaan kaum perantau dari kaum pribumi. Kaum pribumi cenderung ditatar untuk menjalani pekerjaan yang mereka sukai, sementara uang menduduki posisi sekian. Dengan pola pikir yang lebih praktis dan pragmatis, kaum perantau selalu berusaha mencetak untung dengan segala hal yang ada di sekitar mereka. Mereka lebih realistis dalam hal pekerjaan dan karir.ย  Sementara itu, kaum pribumi cenderung lebih idealis. Mereka mengejar pekerjaan dan karir yang mereka damba dan menolak untuk tunduk pada realitas yang ada. Cita-cita seorang pendatang mungkin menjadi pedagang yang sukses, atau seseorang yang kaya. Sangat sederhana dan realisitis. Sementara seorang pribumi lebih memilih untuk bermimpi setinggi bintang. Mereka hendak menjadi astronot, pelukis, pembalap, atau cita-cita lain yang lebih menghabiskan uang daripada mendatangkan untung dalam waktu singkat.

2. Kaum pendatang adalah pecandu kerja.


Tidak ada yang menyukaiย  bekerja lebih dari para perantau. Tidak ada istilah dalam kamus mereka untuk berhenti menikmati waktu dan hidup. Setiap detiknya adalah uang. Dan tidak semestinya mereka menghabiskan waktu tanpa rasa bersalah. Bekerja selama 40 jam per minggu mungkin terdengar cukup membosankan dan menekan bagi kaum pribumi. Tetapi lain halnya dengan kaum pendatang, semakin panjang jam kerja yang mereka harus jalani, semakin mereka senang karena itu berarti akan ada lebih banyak uang dan penghasilan yang bisa ditabung.

Kaum pendatang bisa bekerja selama 60, 70, bahkan 80 jam per minggu. Mungkin terdengar seperti sebuah fenomena yang tidak sehat bagi keseimbangan hidup seseorang dalam berbagai aspek. Namun, begitulah satu-satunya cara yang mungkin dilakukan demi mendapatkan jumlah uang yang lebih banyak. Bahkan memiliki lebih dari satu pekerjaan penuh waktu bukanlah hal yang aneh ditemui pada kaum perantau.

3. Investor sangat menyukai pendatang.

Sadarkah Anda bahwa kaum pendatang lebih seksi bagi para investor? Mereka menarik investor dengan mudah bak sekuntum bunga menarik seekor lebah untuk mengisap sari madunya. Ketertarikan investor berhubungan dengan karakteristik pendatang yang workaholic. Kaum pendatang umumnya akan bekerja jauh lebih keras dalam suatu perusahaan jika mereka ditawari kepemilikan saham perusahaan yang dimaksud, meskipun itu hanya sedikit. Mereka akan bekerja lebih rajin dibanding jika diupah untuk bekerja 80 jam seminggu.

4. Kaum pendatang sangat keras kepala dan bertekad baja.


Tekad membara untuk meraih cita-cita adalah salah satu kelebihan para pendatang. Mereka tidak ragu bekerja gratis pada awalnya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Jika mereka ditolak atau dianggap tidak layak, mereka akan berjuang keras untuk membuktikan bahwa mereka tidak pantas untuk ditolak dan layak untuk dipilih.


5. Kaum pendatang tidak boros.

Bagi sebagian kaum pendatang yang mengalami keterbatasan dalam kondisi ekonomi, menabung dan berhemat adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup mereka. Tidak ada celah untuk bisa dimanfaatkan sebagai alasan berperilaku boros dan ceroboh dalam pengelolaan keuangan. Mencari uang sangat susah sehingga mereka benar-benar sangat menghargai uang meskipun itu sedikit. Mereka bersedia melakukan segala cara agar dapat menghemat. Tidak ada gengsi atau rasa malu yang harus dipertahankan karena itu bahkan tidak terpikirkan oleh mereka. Mereka secara agresif melakukan penghematan dalam segala aspek. Kaum pendatang selalu bisa menjadi teladan bagaimana menjalani kehidupan yang sederhana dan hemat.

6. Kaum pendatang sangat menghargai ilmu dan pendidikan.

Banyak ditemui generasi awal kaum pendatang yang kurang beruntung dalam hal akademik. Mereka biasanya kaum yang terpinggirkan di tanah asal mereka. Dan mereka datang dengan pikiran yang lain dari pedahulunya. Mereka sangat menjunjung tinggi arti dan peran penting pendidikan dalam kehidupan mereka. Pendidikan yang tepat bisa menjadi awal investasi yang menguntungkan di masa depan. Ilmu adalah properti yang bisa menaikkan kualitas pribadi, yang akhirnya juga menaikkan tingkat pendapatan dan penghargaan masyarakat terhadap diri dan keluarganya. Mereka sadar pendidikan adalah sebuah jalan keluar bagi kesempitan kehidupan yang mereka alami sekarang. Tanpa memandang usia, mereka tidak ragu untuk kembali ke bangku kuliah atau belajar di sektor informal dengan mengambil kursus. Pendidikan adalah tangga yang memungkinkan mereka untuk sampai di strata ekonomi yang lebih baik. Kuliah ekstensi dan jarak jauh secara online adalah cara lain yang biasa mereka tempuh.

7. Kaum pendatang adalah orang-orang optimis yang tidak suka mengeluh.

Seberapapun kerasnya kehidupan yang dijalani kaum pendatang, mereka masih terus dapat bersyukur karena keadaan itu masih lebih baik dari saat mereka belum berpindah ke tempat yang baru. Keluhan jauh dari kehidupan baru mereka karena mereka optimis dalam menjalani kehidupan.

8. Kaum pendatang bersatu padu.

Unsur kebersamaan dan persatuan yang kuat sangat tercermin dalam suatu masyarakat pendatang. Mereka merasa senasib dan sepenanggungan, yang pada gilirannya memperkokoh solidaritas di antara anggota-anggotanya.

Kita bisa lihat kebersamaan itu bahkan saat mereka belum mendarat di tanah asing. Kaum pendatang suka berdatangan dalam jumlah besar, bukan seorang diri. Dan pendatang yang sudah lama menetap di tanah asing biasanya akan dengan sukarela membantu pendatang baru yang masih memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal ekonomi. Para senior umumnya dengan senang hati mencarikan tempat tinggal, harta benda, pekerjaan, dan sebagainya. Mereka bahu membahu untuk mencapai kesuksesan. Dan saat pendatang yang baru telah sukses, ia akan dengan senang hati juga membantu pendatang lainnya yang belum seberuntung dia.

dikutip dari : http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/3304-kaum-perantau-lebih-mudah-sukses.html#comment-157

————————————————–

semua yg dipaparkan di atas make sense sekali ya. Bukti banyak tersaji di mana-mana. Ambil contoh di Bandung aja. Coba liat orang-orang sukses di sini kebanyakan datang dr luar Bandung bahkan yg keturunan Tionghoa. Orang Bandung nya sendiri memang seperti yg ditulis di atas, kebanyakan cepat puas dan kurang motivasi.

Hal ini juga kadang terjadi sama saya nih ๐Ÿ˜ฆ baca ini jadi tersadarkan kalau ternyata paradigma seperti itu yg menghambat kesuksesan. So, alangkah baiknya jika kita merantau ke negeri orang untuk meraih kesuksesan. Kalo ngga gitu ya jalan satu-satunya bekerja lebih giat ketimbang para pendatang. Sanggup? ๐Ÿ˜€