postingan kali ini akan membahas kunjungan saya ke negeri Singa bulan Februari 2014 lalu. Ini merupakan kali ketiga saya berkunjung ke negeri Singa dan ngga pernah sekalipun bosen loh hehe. Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya, kunjungan pertama saya adalah waktu konser SNSD di 2011, dan yang kedua adalah ketika saya mengikuti pameran di Batam (kunjungan ke Singapur nya cuma 10 jam sih 😛 ) Kali ini ada yang spesial juga karena jalan-jalan bareng calon istri yang artinya semuanya musti well-prepared hehe.
Singapur, negeri yang menjual engineering dan inovasi. Yup, rasanya negeri jiran yang satu ini punya sesuatu yang jadi point of attraction yang ngga pernah habis dan selalu ada yang baru setiap tahunnya. Kali ini telah diputuskan durasi hari perjalanan adalah sebagai berikut : 10 Feb berangkat dari Bandung dan 15 Feb pulang kembali ke Bandung karena cuti saya hanya sampai tanggal 16 hehe. Berhubung praktis, kami memutuskan berangkat dari Bandung dengan Air Asia dan pulang pun kembali ke Bandung dengan Air Asia. Total biaya yang dikeluarkan untuk pesawat : Rp 1.600.000 per orang P.P.
Berangkat dari Bandung pukul 14.00 WIB, kita sampai di Singapur pukul 17.00 waktu setempat. Yah karena ini udah yang kedua kalinya di Changi, kali ini udah ngga katrok lagi lah ya. Kali ini saya memutuskan untuk membawa tas ransel besar sementara cabin (calon bini) bawa tas kecil jadi begitu sampai di Changi langsung ngacir deh ke penginapan. Dan kali ini saya masih mengandalkan penginapan ketika saya berkunjung di kali kedua yaitu Backpackers Inn, sebuah dormitory-style Inn di bilangan China Town, sekamar 6 orang dengan susunan 3 bed tingkat dengan harga SGD 25 (sekitar 200 ribu) per malam. Yah karena kurs SGD lagi tinggi sekitar Rp 10.000 per SGD jadinya kerasa banget mahalnya. Tp ini udah sangat-sangat murah oh..
Oia kali ini saya dilengkapi juga dengan ‘senjata’ Samsung NX2000, sebuah kamera mirrorless yg lumayan canggih dan keren hehe #ngiklan. Setelah bayar-bayar dan menaruh semua barang di penginapan, kami pun bergegas menuju ke destinasi pertama di hari pertama ini : Gardens By The Bay. Yup, meski udah 2 kali ke tempat ini, saya masih belum bosen untuk ke sini lagi karena tempatnya yg sangat unik. Kebetulan cabin yg katanya udah 3 kali ke Singapur juga belum pernah ke sini, jadi we sepakat untuk ke sini. Dari China Town kita naik MRT dengan jalur Downtown, jalur baru berwarna biru yang baru diresmikan di akhir 2013. Dari sana langsung turun di Bayfront dan tinggal jalan kaki sedikit naik ke atas melalui Lantai 2 Hotel Marina Bay Sands yang terkenal itu. Ongkosnya? cuma 1,4 SGD kalo ga salah.
Oia dalam perjalanan ini saya juga disponsori oleh si Babeh yang memberikan secara percuma kartu SingTel yang pulsanya masih ada sekitar 50SGD hehe. Lumayan bisa Always ON selama di Singapur. Sesampai di Gardens by The Bay, matahari sudah terbenam dan suasananya : WOW!
Di dua edisi sebelumnya, saya belum pernah naik ke Sky Bridge yang ada di sini. Mumpung sekarang ada kesempatan lagi, ya akhirnya naik lah. Awalnya cabin ngga mau karena takut ketinggian tapi akhirnya berhasil saya paksa hehe. Ongkos naik ke Sky Bridge adalah 5 SGD. Tinggi jembatan ini kurang lebih 10 m dengan panjang hampir 500 meter membentang di antara dua tiang utama yang ada di Gardens by The Bay. Berhubung saya sudah sering manjat-manjat dan naik di equipment pabrik LNG di Bontang, ketinggian segini sih cemen hehe. Pemandangannya keren abis loh dari atas 😀
Nah, yang unik di sini adalah setiap pukul 19.45 dan 20.45 waktu setempat, ada pertunjukan light show semacam avatar gitu yang berlangsung sekitar 15 menit. Pertunjukkannya keren abis. Musik dan tata cahayanya bener-bener match banget. Luar biasa lah!
Kita makan malam di Texas Chicken yang ada di dalam kompleks Gardens By The Bay. Harga makanannya ya antara 10-15 SGD lah per orang. Abis dari tempat ini kita mampir dulu ke Clark Quay, tempat wajib dikunjungi yang selalu saya kunjungi di dua edisi sebelumnya hehe.
Dari dulu ingin sekali naik perahunya tapi apa daya mata rasanya udah sepet dan ngantuk. Kaki juga udah pegel gak karuan ya akhirnya pulanglah kita ke INN yang jaraknya cuma 800 m dari lokasi ini.
Agenda besok hari adalah ke River Safari, sebuah lokasi integrated park dengan tema sungai, danau dan hutan. Mudah-mudahan aja seru di sana hehe.
Wah udah lama rasanya ga ngisi pos tentang travelling. Tapi udah rada basi juga sih karena kali ini yang akan dibahas adalah waktu saya berkunjung ke Sea World sama cabin (calon bini) tahun 2013 lalu dalam rangka family visit alias cuti 5 hari kerja yang diberikan oleh perusahaan saya setelah melalui tahapan probasi 3 bulan.
Sebenernya sih waktu kecil dulu (mungkin SD atau SMP ya) pernah ke Sea World, cuma ya itu berhubung cabin belum pernah ya akhirnya nemenin deh hehe. Sengaja milih hari Senin dengan harapan di sana ngga terlalu rame. Kita berangkat dari Bandung sekitar jam 5 pagi, naik kereta Argo Parahyangan yang paling pagi tentunya. Kenapa naik kereta? yaiyalah hari Senin pagi siapa juga yang mau kejebak macet gila-gilaan di Jakarta hehe. Ongkos seorang Rp 200.000 PP, kereta eksekutif full AC, reclining seat dan ada TV nya 😀
Sampai di Gambir sekitar pukul 08.30 dan foto-foto dulu di Monas sambil nunggu Ancol buka sekitar pukul 10.00 WIB. Dari Monas ke Ancol naik taksi kurang lebih setengah jam dengan ongkos Rp 50.000. Harga tiket masuk ke Monas kalau tidak salah Rp 75.000 per orang. Kalau ngga salah loh ya abisnya udah rada lupa 😛
Di dalam Sea World ada apa aja? ya standar lah ya hehe. Berikut saya tampilkan fotonya satu-satu :
Ini saya. wah rupanya saya masih kurus ya taun kemaren haha. Berat badan kalo ngga salah masih 80 dan sekarang udah 86 wkwkwk.
Nah ini foto Calon bini yang lagi megang penyu 😛
Ikan kerapu purba yang mungkin dagingnya udah sekeras batu kalo mau dimakan
Baju merah ini sekarang udah ga cukup 😦
Pas banget ada pertunjukkan ikan pari hehe
fosil ikan purba (mungkin)
fosil ikan pari terbesar yang pernah ada di Sea World
foto dulu berdua :3
Mungkin sekitar 2 jam seluruh Sea World udah berhasil dijelajahin. Berhubung masih sekitar jam 1 siang sementara kita udah beli tiket pulang yang jam 19.30, akhirnya habis dari Sea World kita makan siang dan pindah ke Gelanggang Samudera.
Ada apa di Gelanggang Samudra? ya macem-macem sih tp kebanyakan ya atraksi hewan-hewan laut gitu deh. Di tempat ini kita liat atraksi lumba-lumba dan singa laut yang cukup menghibur. Tiket masuknya kalo ngga salah Rp 95.000 per orang. Nggak lupa foto-foto dulu 😛
wah saya udah mulai tambun di sini rupanya 😦
Overall, Ancol kalau hari kerja cukup sepi dan enak buat wisata berdua hehe. Menuju Gambir dari Ancol sekitar pukul 17.00 dan sambil nunggu kereta jam 19.30, gak lupa foto-foto dulu di Monas.
lanjut lagi ah cerita perjalanan seminggu di negeri Jiran 😀
—————————————————————————-
14 April 2012, hari Sabtu pagi. Ada rencana besar pagi itu. Rencana mengunjungi salah satu tempat wisata yg terkenal di negeri malaysia yaitu Genting Highland Resort and Theme Park.
Nah malam harinya tuh sebenernya kami udah menyepakati kalau kita musti berangkat sebelum pukul 8 pagi loh. Berhubung yg ikut banyak (tanteku + 4 anaknya dan aku serta ibuku) makanya koordinasi mesti dilakukan setelah solat subuh. Eh apa yg terjadi hanyalah rencana saja. Pukul 10.00 waktu setempat barulah kita ber-7 bergegas menuju stasiun Subang Jaya. Sama seperti hari sebelumnya, kami bertujuh naik KTM dan turun di KL Sentral untuk lanjut naik LRT Kelana Jaya namun kali ini sampai Terminal Gombak, terminal terakhir di Laluan Kelana Jaya.
Sampai di stasiun Terminal Gombak pukul 11.30 waktu setempat. Rupanya Gombak adalah interchange antara laluan Kelana Jaya dan juga bus pariwisata menuju Genting Highland. Di sana sudah tersedia loket pembelian tiket ke Genting. Harga tiket ke Genting Highland berikut bus dan sky train adalah 56 RM atau sekitar 180 ribu rupiah. Akan tetapi masalah muncul di sini, rupanya kami kesiangan sekali dan makcik penjual tiket berkata akan sangat rugi apabila kami berangkat sekarang karena Genting tutup pukul 17.00 dan kami tidak akan punya cukup waktu bersenang-senang di sana.
Setelah berdiskusi selama 10 menit akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan rencana ke Genting dan pergi lebih pagi keesokan harinya. Ya udah deh akhirnya memutuskan untuk keliling KL lagi. Kali ini tempat yg kita tuju adalah Pasar Seni dan keliling Mid Valley, salah satu kota satelit atau outskirt nya Kuala Lumpur gitu deh.
Pasar Seni alias Central Market terletak di pusat KL. Di sini dijual berbagai macam cindera mata dan oleh-oleh khas Malaysia. Lumayan murahlah ya harganya. Banyak ragamnya lagi dari mulai pajangan, baju sampai yg aneh-aneh. Bangunannya khas penjajahan Inggris gitu dan di dalamnya juga ada food court yg cukup luas. Di sini saya membeli model pesawat Malaysia Airlines, 2 miniatur petronas tower dan beberapa cindera mata murah untuk dibagi-bagikan ke teman di Bandung
Di food court nya, saya mencicipi Tom Yam ala Thailand gitu yg disajikan di atas mini wok 😀
Lumayan enak dan harganya ga begitu mahal lah
Rupanya di Central Market ini banyak banget loh orang-orang Surabaya yg berjualan di sini. Mungkin karena tiket pesawat Surabaya-KL murah makanya banyak yg mencari keuntungan di tempat ini. Untungnya karena mereka orang Jawa, saya pun menawar dengan bahasa Jawa gitu biar murah hehe
Puas belanja di Central Market, kami bertujuh pun bergegas menuju Mid Valley. Hujan deras tidak menyurutkan langkah kami untuk menyusuri jalanan KL mencari bus RapidKL yg langsung menuju MidValley. Rupanya tipikal KL itu seperti Jakarta lah ya hanya saja lebih tertata dan tertib.
Meskipun penataan kerapian kota dan keteraturan nya masih belum seperti Singapur, namun penataan ruang dan kedisiplinan serta ketaatan aturan warga KL cukup tinggi makanya kota nya nyaman bahkan untuk pejalan kaki yg mau ber-city walk sekalipun. Bandingkan dengan Jakarta? MEH
Di Mid Valley kami berkeliling mall terbesar di sana. sekitar pukul 4 sore waktu setempat, kami pun pulang dan mempersiapkan keberangkatan ke Genting Highland lagi esok hari.
—————
15 April 2012 hari minggu yg cerah. Kali ini semua menepati janjinya dan pukull 8 tepat kami sudah berada d Stesen Subang Jaya cuy haha 😀
Pukul 9 lewat dikit kami bertujuh tiba di Gombak dan langsung membeli tiket serta menunggu bus yg mengantar ke Genting Highland. Sampai di Genting Highland, wow, rupanya banyak sekali wisatawan domestik dan mancanegara di sini. Wisatawan domestik sih kebanyakan hanya ingin naik cable car dan menikmari theme park nya saja. Namun yg mancanegara kebanyakan dari HongKong dan China ke sini hanya untuk bermain Casino nya. Yup. Genting memang tempat judi legal di Malaysia yg dikuasai oleh org yg sama yg membangun Sentosa Island di Singapur. Di sini ada casino besar yg membebaskan orang-orang berjudi tanpa kena hukum di Malaysia.
Dari tempat pemberhentian bus ke lokasi Genting bisa ditempuh dgn 2 cara yaitu naik bus lanjutan ke sana atau yg paling populer adalah dengan kereta gantung atau cable car. Cable car di Genting berkapasitas 8 orang dan menempuh jarak cukup jauh. Mungkin sekitar 10 menit di angkasa dan dengan ketinggian sekitar 500 meteran deh. Ketika naik ini, ada sensasi yg menyenangkan yaitu melihat pemandangan hutan belantara di bawah jalur cable car dan pemandangan indah pegunungan di sekitar Genting Highland 😀
Nah ini nih pemandangan pas di atas cable car 😀
Begitu sampai di atas, kami langsung menuju Theme Park Genting. Di sini itu mirip mirip Dufan sih wahana nya, cuma hawa nya dingiiinnn banget. Lebih dingin dari Bandung karena Genting letaknya 1000 meter di atas permukaan laut. Gila air buat nyiram WC aja dinginnya setengah mati coba.
Wahana paling asoy tuh menurut saya ya Human Coaster. Apa itu? Semacem Roller Coaster tp disini kita dipakein Armor Iron Man gitu. Jadi naik Roller Coaster tp serasa terbang dengan baju superhero. Buset menantang kan? Abis naik ini perut saya semacam dikocok-kocok lah haha
Puas maen kita pun ke food court buat makan siang. Nah harga makanan di sini rupanya ga jauh beda ama di KLCC. Menu yg saya ambil tanpa daging maupun ayam tp tetep kena 14 RM (sekitar 50 ribu rupiah)
Puas main di Genting, jam 5 sore pun kami pulang dan pukul 7 malam waktu setempat kami bertujuh sudah kembali ke rumah dengan selamat 😀
Menyenangkan sekali perjalanan ke Genting Highland ini. Amat recommended buat temen-temen yg mengunjungi Malaysia deh 😀
—————–
Rupanya petualangan hari Minggu 15 April 2012 tidak berhenti sampai situ. Malam harinya, melalui pembicaraan singkat tau-tau tante saya mengajak kami sekeluarga pergi mengunjungi iCity. Wah apaan tuh iCity? rupanya iCity adalah objek wisata di Shah Alam yaitu sebuah tempat semacam taman yg dekorasi seluruh pohon dan objeknya dari lampu berwarna-warni. Lah tp kan udah malem? Hoo rupanya objek wisata iCity ini memang sengaja buka dari jam 7 malem hingga jam 4 pagi bro 😀
Melalui perdebatan panjang karena om saya sedang asik nonton launching mobil Petronas yg baru, akhirnya diputuskan lah kami berangkat menuju iCity selepas siaran langsung launchin Petronas selesai yaitu sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Nah permasalahan susulan datang, rupanya om saya sudah lupa jalan ke iCity dan tetangga nya yg hafal jalan rupanya sedang keluar kota. Weleh, akhrirnya mumpung hape saya agak canggihan dikit, saya pake lah itu yg namanya fitur GPS buat nyari iCity. Setelah ketemu dan semuanya yakin kamipun berangkat, Eh rupanya rencana tinggal rencana, kami nyasar dan akhrinya setelah 1 jam lebih dikit berkeliling sampailah juga di objek wisata yg satu ini.
nih yg namanya iCity. Dahsyat dan subhanallah sekali kan 😀
iCity rupanya adalah state of the art! Di sana segala jenis tanaman, hiasan, kursi, dan lain-lain terbuat dari lampu artificial yg berwarna-warni. Sumpahlah ini tempat kalo dipake pacaran perfecto banget cuyy!! Yu ah saya ajak berkeliling sedikit di tempat yg luasnya mungkin seluas lapangan sepakbola ini
di tempat ini ada juga wahana semacem bianglala dan carrousel gitu. Masuknya pun murah cuma 3 RM per kali main. Di sini pun akan dibangun sarana Ice Rink yg akan rampung pada 2013 mendatang. Widih.. Setelah puas mengitari iCity hingga pukul 00.00 waktu setempat, kami pun pulang ke rumah dan beristirahat. S
Sisa 2 hari di Malaysia saya habiskan hanya di rumah dan pada sore harinya berjalan-jalan dan berwindow shopping ke pusat perbelanjaan di Subang Jaya semisal Carrefour dan MyDin. selain windowshopping ya beli barang-barang aneh yg ga ada di Bandung juga sih semacem bunga plastik yg bagus banget mirip aslinya 😛
Tepat tanggal 18 April 2012 siang hari saya dan ibu saya bersiap untuk pulang. Setelah mandi dan packing, kami bergegas ke airport lepas zuhur sekitar pukul 14.30 karena pesawat akan take off pukul 15.45 waktu setempat. Di LCCT sedikit insided terjadi saat bagasi saya kelebihan 3 kilo dr yg diperbolehkan. Weleh ahirnya barang2 yg kurang penting dikeluarkan dan dijadikan hand carry. Sumpahlah kapok ane cuma mesen bagasi 15 kilogram. Salah besar kalo ke Malaysia pulangnya berat bagasi sama dengan berangkatnya hahaha.
Pukul 17.00 WIB kami mendarat di Soetta terminal 3. Dan guess what, hari Kamis jam pulang kantor terjadi kemacetan super duper parah di Jakarta. Tebak jam berapa kami sampai Bandung? Pukul 23.30 WIB sodara-sodara haha. Udah ga ngerti lagi lah ama Jakarta ckckck.
Well, 7 hari di Malaysia sangat menyenangkan sih menurut saya. Selain mengakrabkan diri dengan sodara Malaysia saya, juga menjaga silaturahmi, banyk pengalaman berharga yg bisa dipetik dari si Negeri Jiran. Keliatan sekali negeri Jiran ini sedikit lebih baik dan tertib ketimbang negara kita. Makanya jangan malu untuk belajar sama negara yg satu ini lah meski terkesan ironi karena dulu Malaysia lah yg getol belajar ke negeri kita.
haa, akhirnya punya waktu luang lagi buat ngelanjutin cerita petualangan ke Malaysia 😛 ok deh, lanjut 😀
———————-
Pagi hari, 12 April 2012, pukul 08.00 waktu setempat, matahari msh belum mau muncul. Eh rupanya saya baru sadar kalo Malaysia itu ikut2 Singapore sok-sokan WITA padahal WIB. Ya iyalah, pagi gelap gulita, sore masih terang benderang 😛 Merasa sudah cukup bosan tidur, saya pun bangun keluar rumah dan mendapati kalau ternyata, rumah di perkampungan Malaysia itu cukup unik. Bentuknya kebanyakan seperti ini
Rumah di sana rata-rata bentuknya lebar, dan atapnya rendah. Ngga ngerti saya juga, padahal udaranya itu kalo siang suhunya bisa mencapai 36 derajat Celcius loh! Siangpun datang dan ampun dah panasnya… mandi pun rasanya percuma da keringetan lagi. Sekitar pukul 15.00, tante saya mengajak saya dan ibu saya jalan-jalan ke Mall terbesar di Subang Jaya, yaitu Sunway Pyramid. Apa itu Sunway Pyramid? saya juga ga tau, yg pasti saya, ibu dan tante pergi ke sana dengan mengguakan Bas Mini (seriusan ini ditulisnya Bas bukan bus :)) ) kita naik dr halte. Tampilan bus nya ya seperti ini :
Meskipun dalemnya kyk Kopaja, tp bas mini ini supirnya kaga ugal-ugalan dan di dalemnya ga ada orang merokok dll. Tarif Bas mini ini 1 RM (sekitar 3.500 rupiah) jauh dekat. Nah kita naik ini selama kurang lebih 15 menit dan sampai lah di Sunway Pyramid. Tampilannya seperti ini lho 😀
Sunway Pyramid ini ternyata mall sekaligus arena Ice Rink dan juga wisata air macem waterboom gitu deh. Bangunannya 5 lantai dan arsitekturnya dibuat bergaya mesir kuno
Nah iseng-iseng saya coba masuk ke toiletnya. Rupanya ada yg unik nih d Malaysia. Mall sebagus ini kebayang ngga kalo WC nya pake closet jongkok? hahaha aneh tp nyata lho…
Nah rupanya di Mall ini ada ice rink nya juga seperti yg saya bilang tadi
Nah rupanya setelah berkeliling Sunway Pyramid, kesimpulan saya mengarah pada satu pernyataan yaitu harga fabrique alias baju jadi di Malaysia itu jauh jauh jauh lebih mahal dibanding INdonesia. Mengapa? Bayangkan saja, baju polo casual yg biasanya saya beli di outlet hanya 100 ribuan di sini harganya bisa mencapai 60 RM (nyaris 200 ribu). Apalagi dibandingkan dengan di Pasar Baru ya? Makanya ga heran banyak banget org Malaysia yg belanja di Pasar Baru 😛
Nah capek berkeliling, kami pun makan di food court Sunway. Makannya sederhana sih, nasi lemak dan es kacang merah (semacam Pat Bing Soo di Korea). Lumayan enak dan harganya terjangkau lah dibanding Singapur 😛
Sehabis makan, tak lupa tante saya mengajak saya melihat pemandangan Sunway dari atas. Nah jalan satu satunya ya lewat KFC alias duduk menghadap ke jendelanya. Buset dah masa iya makan lagi di KFC? Eh ternyata bener aja. Tante saya memesan makanan di KFC dan kami duduk di dekat jendela agar bisa memandang keluar dari lantai 5 gedung Sunway
Nah pemandangan seterang itu rupanya waktu di jam saya masih sudah menunjukkan pukul 18.30 waktu setempat loh. Buset dah haha. Yasudah karena sudah cukup sore kamipun pulang kembali ke rumah naik bas mini lagi. Nah lucunya, tante saya sempet bilang kalo jam segini tuh jam-jam macet di sini dan itu parah banget katanya. Lah begitu keluar Sunway Piramid, memang sih jalanan padet, tp ya kalo segitu dibilang macet parah berarti orang-orang sini belum pernah mengalami macet yg mindfucked seperti di Jakarta atau Bandung kali ya. Dan anehnya antrian mobil di sini tuh renggang-renggangm mungkin ada sekitar 1 meteran ga kyk di negara kita yg dempet-dempetan banget haha.
Perjalanan 30 menit ditempuh dan kami pun sampai lagi di rumah dengan selamat. Rencananya sih besok dari pagi kami akan menjelajah Kuala Lumpur gitu bertiga 😀
13 April 2012, rupanya rencana hanya tinggal rencana (halah). Maksut hati ingin dr pagi menjelajah KL, eh tau-tau paginya sibuk masak-memasak dan udah Jumatan aja. Oia, Jumatan di Malaysia rupanya dimulai pukul 13.30 waktu setempat lho haha. Beres Jumatan baru lah saya, si mamah dan tante siap-siap untuk jalan-jalan ke KL. Jarak dari Puchong Perdana ke KL itu sekitar 45 km dan musti ditempuh dengan KRL Kelana Jaya dari stasiun Subang Jaya. Namun untuk sampai ke stasiun, kali ini kami menaiki RapidKL, semacem bus khas Singapura gitu deh
Tuh liat kan, bisnya bersih, berAC dan penumpangnya tertib. TransJKT ga ada apa-apanya dibanding RapidKL ini. Tarifnya agak lebih mahal dari Bas Mini. Sekitar 1,3 RM (6000 rupiah) jauh dekat. Bus ini tidak berhenti di depan Stesen Subang Jaya (ya org Malaysia menyebut Stasiun dengan Stesen 😛 ) namun kami harus jalan sejauh beberapa ratus meter. Oia, dalam perjalaa menuju stesen, rupanya banyak sekali apartmen murah ya. Subang Jaya ini benar-benar sedang dalam pembangunan.
Nah Stesen Subang Jaya itu kecil, jauh jauh lebih kecil dr Stasiun Kiara Condong malah. Mungkin seperti stasiun Cikudapateuh gitu deh. Di depannya banyak orang dagang, tp bedanya tempatnya cukup bersih dan terawat. Ga ada pengemis sama sekali, apalagi pengamen! Luar biasa ya
Nah, masuk ke dalam stesennya, rupanya unik juga nih. Tempatnya kecil, di sebelah kiri ada Kaunter Tiket (Counter Ticket in English) di situ kita beli tiket seharga 1,6 RM (6.000 rupiah) dan tiket ini digunakan untuk masuk ke dalam Peron dan keluar dari peron stesen tujuan. Hebat kan? Ga perlu lagi ada calo atau petugas yg jaga di pintu masuk gitu. Oia, kami beli tiket dari Subang Jaya menuju KL Central Stesen di Kuala Lumpur. Perjalanan sih katanya 45 menitan gitu. Wuih cukup lama juga ya?
Oia, Malaysia itu benar-benar meniru Singapur dalam urusan transportasi massal. Di sini ada KRL dan ada LRT. KRL Malaysia bernama KTM Komuter dan KTM ini membelah Malaysia menjadi dua rute. Yg pertama adalah rute Batu Caves-Port Klang (yg akan kami naiki) dan yg kedua mempunya rute Seremban-Sentul yg membelah Malaysia Timur. KTM Komuter ini beroperasi tiap hari dr pukul 4 pagi hingga 23 malam. Berikut rutenya nih
Terlihat kan? Dr SubangJaya ke KL itu melewati 9 stesen gitu deh. Dan kereta KTM ini lewat tiap 7 menit sekali cem MRT Singapur sana.
Coba liat kondisi peronnya, ngga ada sampah sama sekali dan boro-boro ada tukang dagang dan orang merokok kan? Dahsyat lah pokonya. Menunggu selama beberapa menit, KTM pun tiba. Keretenya sih standar kereta KRL di Jakarta itu, tp yg unik, keretanya cuma 3 gerbong dan gerbong di tengah itu khusus wanita lho (Couch for Ladies) jadi ya isinya cewe semua guna menghindari pelecehan seksual d kendaraaan umum. Wuiihh. Dan bagian dalam KTM ini bersih dan bagus. Full AC dan nyaman biarpun desek-desekan juga
45 menit berlalu dan akhirnya kami bertiga tiba di KL Central. KL Sentral itu apa? KL Sentral itu intersection station yg menghubungkan rute KTM Komuter dengan LRT Kelana Jaya. Yup, kalo mau lanjut ke pusat kota Kuala Lumpur, kita musti berganti kendaraan kali ini menggunakan LRT (atau versi hematnya MRT Singapur gitu deh 😛 ). KL Sentral itu seperti intersect station di Singapur dibuat bertingkat. Lantai dasar dia gunakan untuk KTM Komuter dan LRT ada di lantai 2. Nah yg unik, kalo di SG tiap kita mau naik MRT kita musti punya MRT card, Malaysia belum sampai sana tp udah cukup modern juga. Mereka pakai token (koin) yg dibeli di mesin counter tiket otomatis gitu yg ada berjajar di stasiun-stasiun Laluan Kelana Jaya. Cara pakai mesin ini kalo baru pertama kali lumayan beribet lho. Uang kertas yg dipakai limited hanya seputar 1, 5, dan 10 RM. Layarnya touchscreen dan respon mesinnya masih lumayan lambat 😛
papan kenyataan, seolah mengingatkan agar kita tidak terbuai (halah)
Nah Laluan Kelana Jaya ini beroperasi dari Gombak hingga Kelana Jaya dan membelah setiap stesen di seantero KL. Rutenya seperti ini, dan kita naik dari KL Sentral menuju KLCC buat liat Petronas Tower gitu 😛 Hanya 5 stesen doank dan tarifnya pun 0,46 RM (2.000 rupiah) kalo tidak salah.
Nah LRT nya sendiri ga jauh beda lah ama yg di SG, cuma lebih pendek, tampilan interiornya nanti saya postingkan di bagian ketiga ya 😛
10 menit kemudian kami telah sampai di stesen KLCC. Stesennya ada di bawah tanah rupanya. Dan itu tuh tepat berada di bawah menara kembar Petronas. Keluar dr stesen, seperti biasa terdapat mall dengan barang-barang overlypriced dan kami musti menaiki 4 lantai guna mencapai udara luar 😀 KLCC tak ubahnya Pacific Place atau Grand Indonesia gitu deh. Isinya pusat perbelanjaan dengan merk-merk ternama dunia. Di lantai 4 ada food court yg terhubung keluar. Nah begitu menapakkan kaki di luar, terasa sejuk lah udara KL sehabis hujan di sore hari
Seharusnya ada air mancur yg indah di belakang saya ini, tp sayangnya waktu itu lagi direnovasi agar jadi lebih bagus. Nah tepat ke arah saya menghadap itu ada Petronas Tower yg menjulang membelah langit mendung Kuala Lumpur. Yg menariknya, meskipun dikelilingi gedung-gedung pencakar langit, lokasi KLCC ini adalah ruang terbuka hijau yg nyaman dan asri. Ada trek jogging dikelilingi taman dan pohon-pohon rindang yg ahhh… Jakarta kaga ada apa-apanya lah ya
Nah cape keliling keliling sekitaran KLCC, kamipun memutuskan untuk makan dulu karena waktu menunjukkan sudah pukul 18.30 (edan tp masih terang ya? 😛 ) sekalian makan malam gitu. Masuk ke food court dan si mamah dan tante memesan mie khas melayu gitu sementara saya? yg beda lah pastinya. Berkeliling sebentar dan akhirnya memutuskan untuk memakan makanan India gitu deh. Pilihan saya pun jatuh pada nasi briyani, nasi yg dimasak dengan santan dengan kuah kari gitu. Pokoknya membunuh banget deh krn banyak kolesterol. Nah mata saya pun tertuju pada Udang galah yg besarnya sekeaplan tangan saya coba. Ga segan-segan saya ambil deh. Eh taunya waktu bayar, makanan yg saya pesan itu harganya berapa coba? 33 RM sodara sodara alias sekitar 100rb rupiah. Yup makanan termahal yg pernah saya makan sepanjang hidup saya 😛
Nah suasana di dalem Mall KLCC nya kurang lebih kyk gini lah
Habis makan ya lanjut deh keliling-keliling KLCC sampe jam 8 malem. Ga kerasa banget lah pokoknya krn kita ada d ruangan besar tertutup. Tau tau udah jam segitu aje. Yasudah akhirnya pulang dengan memakai rute yg sama dengan waktu berangkat. Pukul 9 waktu setempat sampai juga di rumah dan beristirahat karena besok hari Sabtu dan rencananya tante saya akan mengajak anak-anaknya serta kami untuk main-main ke Genting Highland Resort and Theme Park. Uwow!
ah sebenernya udah agak basi juga nih mau cerita perjalanan saya ke our noisy neighbor, Malaysia 😛
tapi ya gapapa lah ya ketimbang ga ada bahan curhatan hehe
Jadi begini, bulan April yg lalu tepatnya tanggal 11 April 2012, saya melakukan perjalanan luar negeri saya yg kedua (ciee udah kyk pejabat aja ya perjalanan haha). Nah tujuannya kali ini adalah Malaysia. Namun dibanding perjalanan saya ke Singapura dulu, kali ini ada yang berbeda. Apakah itu? Perjalanan saya kali ini tidak tanpa tujuan dan tanpa teman, perjalanan ke Malaysia kali ini saya bersama ibu saya tercinta dan juga bertujuan untuk bersilaturahmi dengan keluarga saya di Malaysia 😀
Kebetulan, adik kandung dr ibu saya (tante saya) sudah 25 tahun tinggal, hidup dan menetap di Malaysia tepatnya di daerah Puchong Perdana, Selangor. Beliau menikah pada tahun 1989 lalu dengan orang asli Malaysia dan tinggal di sana bekerja di kedutaan besar RI untuk Malaysia namun sudah pensiun sejak 10 tahun yg lalu. Nah selama ini, selama hampir 10 tahun terakhir, tante saya yang terus-terusan mengunjungi keluarga kami di Indonesia minimal setiap 2 tahun sekali. Nah kali ini sekali-sekali lah kita yg berkunjung ke sana 😀
Nah berhubung perencanaannya mesti dibuat matang, maka sedari bulan Februari, saya disuruh nyokap nyari-nyari tiket promo di internet. Weleh, bukan pekerjaan mudah sih sebenernya, tp untungnya ada si merah yg oke ini :
eh, maksutnya bukan si mbak mbak kece di atas hehe. Tp ya si raja diskon, si raja penerbangan murah, si raja serba custom, apalagi kalo bukan inih!
Yup, kalo ngga salah dulu ada promo 100% AirBus deh dan promo CGK-LCCT itu masuk bagian dari 100% AirBus mereka. Nah langsung deh saya berburu di sini. Bayangin, tiap subuh sambil nonton Liga Champion kerjaan cuma ngutak ngatik tanggal mulu haha. Akhirnya setelah perjuangan cukup lumayan dan perhitungan cukup matang, dipilih lah tgl 11 April – 18 April 2012 sebagai hari keberangkatan dan kepulangan saya. Kebetulan si babeh punya kartu CIMB Niaga untuk bayar online dan deal lah 😀 . Total cost yg musti dibayar berdua itu kalo ga salah sekitar 1.2 juta PP plus ditambah Primajasa Bdg-Jkt PP 150rb dan Airport Tax CGK berdua itu 300rb jadi total ongkos ke Malaysia itu sekitar 1,65 juta untuk 2 orang. Wew, ini udah termasuk murah sih karena harusnya bisa habis 2 juta-an kalo harga normal 😀
Eng ing eng…. Hari H tiba. Barang bawaan rupanya cukup banyak karena ada titipan dr tante ku dan sepupuku (maklumlah 😛 )
Saya memilih bagasi sebesar 15kg krn toh cuma berdua ini lagian karena kebiasaan backpacking, semua barang bawaan saya dibawa pake ransel kesayangan (halah) di koper paling isinya baju si mamah dan titipan barang2 dari tanteu 😀
Pagi-pagi d tgl 11 April, kami berdua menuju Cengkareng pukul 05.00 WIB dr Bandung. Berhubung itu hari kerja, ya seperti diprediksi, tiba di Cengkareng Terminal 3 pukul 10.00 WIB meen! haha. Sesampainya di Term. 3 saya kaget juga nih. Renovasi di Term. 3 ini keren abis. Airportnya jd tak tampak abal seperti di Term 1 dan 2. Di Term. 3 kesan modernnya dapet,bersih dan mirip dgn airport luar negeri coba! Berhubung keberangkatan saya pukul 14.50 WIB, jadi masih ada 4 jam lg nih dan foto-foto lah dulu kita 😀
ini nih terminal 3 dari depan. Keren kaan? 😀
Pintu Departures nya mirip Changi lah dikit-dikit 😛
nih ruang tunggu di bagian dalemnya.. keren kaan? 😀
4 jam nunggu akhirnya kami berdua check in dan masuk ke ruang tunggu. Di ruang tunggu rupanya penuh banget lah. Kayaknya penumpang Air Asia makin lama makin penuh aja nih pantesan mereka ngasih harga super miring soalnya pasar mereka d Indonesia bagus banget yah 😀
Singkat cerita, pukul 14.50 WIB kami dipanggil untuk boarding tapi guess what, terjadi kemacetan di Cengkareng yg menyebabkan kami hampir 40 menit di pesawat dan pesawat ga terbang-terbang. Bleehh.. Classic Indonesian Problem -___-
Singkat cerita pukul 18.00 waktu setempat, kami tiba di LCCT (Low Cost and Cargo Terminal) KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Nah ada perasaan kaget nih sebenernya buat saya. Knp? Perjalanan luar negeri saya ketika ke SG dulu, setibanya di bandara Changi, mulut saya melangap saking kagumnya ama kemegahan Terminal 2 Changi. Lah ini? Saya sampe gedeg gedeg saking herannya karena sejauh mata memandang, yg ada hanya kargo, kargo dan kargo. Jauh dr kesan mewah haha. Yaiyalah namanya juga Low Cost Airlines haha
Oia, saya lupa cerita ya kalo keberangkatan kami ke Malaysia ini berbarengan waktunya dgn kepulangan tante dan sepupu saya ke Malaysia dr Indonesia. Lah kok bisa? Jd begini, tgl 1 April 2012, tante saya memang punya agenda berkunjung ke Bandung untuk silaturahmi. Nah kebetulan sekali pulangnya pun sama tanggal 11 April namun beliau memakai pesawat yg berangkat pukul 19.50 WIB dr CGK dan tiba di LCCT pukul 22.00 LT. So, menurut perhitungan matematis, saya musti menunggu sekitar 4 jam di LCCT! Mengapa? Karena rencananya kami akan dijemput suami beliau alias paman saya. Nah si mamah kan udah lama bgt tuh ga ketemu paman dr Malaysia ini. Jadinya ya milih nungguin tanteku sampe di LCCT dan dijemput bareng deh 😀
4 jam nunggu memang bosen parah deh! iPhone saya kena penyakit kumat lagi : ga bisa nangkep wifi gratisan lagi haha. Ahirnya membatu dah nungguin tanpa bisa internetan d LCCT. Yasudah akhirnya ninggalin si mamah di kursi tunggu dan saya keliling2 LCCT sambil foto-foto dikit :
ini salah satu lorong pas banget keluar dr pintu Arrival
yang ini aga keluar dikit deket pintu Departures
yang ini di pintu keluarnya…
LCCT meskipun dr segi arsitektur terlihat cupu, namun dr segi kerapihan dan ketertiban serta kebersihan perlu diakui lebih baik dari Cengkareng. Seriusan loh! Justru dr pengamatan singkat saya, yg bikin semrawut itu ya turis-turis Indo yg belum bisa tertib dan menganggap kalo ini masih di Indonesia haha
4 jam menunggu rupanya masih belum ada kabar dr tante saya. 5 jam, 6 jam berlalu masih belum ada kabar juga?? Well, jam udah menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat dan perut keroncongan. Akhirnya kita memutuskan untuk makan dulu deh. Dmn ya kira-kira? Pikiran saya langsung menuju ke tempat makan yg ga ada di Indonesia lah haha. Yasudah akhirnya kita berdua masuk ke Mary Brown
Nah berhubung lapar, jd kita berdua milih menu Nasi Lemak dan Nasi apalah itu namanya lupa 😛
eh rupanya salah pilih kita, ngga cocok di lidah karena kebanyakan kari nya -____-
akhirnya sepet juga nih mau ngabisin juga. Ya sudah terpaksa dihabiskan dan karena kurang puas akhirnya beli es krim lah dan Milo panas di McD
7 jam menunggu masih belum ada kabar. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 waktu setempat. Udah ganti hari lagi jd tanggal 12 April gituu -___- Ahirnya tepat pukul 01.30 WIB tante saya dan sepupu saya meng-sms dan mengabarkan mereka baru tiba karena ada gempa di Aceh sehingga agak kacau td di Bandara Cengkareng. Well, well whatever deh yg penting akhirnya saya bisa meninggalkan LCCT ini!
setengah jam kemudian si paman datang dgn mobil Serena jadul nya bersama 2 orang adik sepupu saya. Setelah salam kamipun berangkat menuju rumah. Dari KLIA hingga Puchong Perdana memakan waktu 45 menit lewat jalan tol. Well, cukup jauh juga ya? Pukul 02.30 waktu setempat kami akhirnya tiba di rumah tanteku dan tanpa sempat basa-basi lagi ganti baju, cuci muka dan tiduuurrr.. Oia anak tanteku tuh ada 5 org jd masih ada 2 orang lagi yg belum berkenalan karena masih tidur. Yasudahlah besok saja kenalannya 😀
Well, Sabtu pagi di Woodland Avenue 6 dan kepala saya pusingnya bukan maen. Semuanya kecampur. Tidur 3 jam, memori konser, AC yg dingin dan lupa dimatiin sampe fakta kalo jam 6 pagi di sini masih gelap. Sial. Akhirnya dengan agak malas cuci muka, solat dan bikin teh. Oia, hari ini keliling Woodland Avenue pake sepeda temen babeh yg ada di apartmen. Mayan lah sepedahnya masih bagus dan ban nya juga ga bocor 😛
Ternyata udara pagi di sini enak bener. Karena saya ga begitu apal jalan di sini yaudah deh sesepedahan cuma beberapa blok doank dan ditambah mesti bergegas ngebolang lagi akhirnya pukul 07.00 balik k apartmen mandi dan packing karena siangnya sekitar pukul 14.00 saya udah harus di Changi krn pesawat yg akan mengantarkan saya kembali ke realita dunia akan boarding pukul 16.15 waktu setempat.
As usual, babeh kembali bertanya mau ke mana saya. Lalu sy menjawab mungkin Bugis nyari oleh-oleh lagi. Lalu kemudian beliau nanya, “udah ke Merlion blum? Blum ke Singapur kalo belum foto di Merlion” Well saya pun mikir dan emang bener ya ngapain jauh jauh ke sini kalo belum foto di patung singa setengah mermaid yg muntahin aer khas Singapur? Ok deh, babeh kemudian memberi petunjuk untuk ke Merlion, turun di Esplanade dan dr situ cari aja gampang kok. Ok, challenge accepted, saya pun makan dan kali ini dengan menu agak wah. Udang asam manis, dll harganya 3 SGD (20.000 rupiah)
Again, naik MRT, kemudian berpisah di Sembawang dengan babeh dan saya lanjut ke Dhobi Ghaut buat naek jalur Circle Line ke Esplanade. Oia, di hari Sabtu, seperti halnya Jakarta, Singapur sepi boi. MRT ga sepadet biasanya. Bahkan ketika sy naek jalur Circle Line, keretanya kosong melompong sampe Esplanade 😀 | Sesampai di Esplanade mulai deh bingung lagi mau keluar ke mana. Akhirnya memutuskan untuk keluar ke pintu Esplanade Theater of The Bay dan mulai aneh di sini. Semakin ditelusuri ini jalan keluar, kok malah semakin ke bawah. Lah jangan-jangan ini tembusnya langsung ke theaternya? weleh weleh. Ga jadi deh, akhinya balik lagi dan sebelum sy kembali ke pintu keluar stasiun MRT, saya mencari dulu lorong menuju stasiun City Hall. Stasiun City Hall terletak di jalur hijau. Kalo mau ke Bugis ya mesti lwt sini. Babeh bilang katanya dr Esplanade jelajahin aja mall bawah tanah nanti muaranya pasti di City Hall Station. Ok, saya coba cari dan ternyata ada tanda petunjuk City Hall di sana. Ya udah balik lagi ke stasiun Esplanade dan mencoba pintu keluar Raffles City, ntah apa ini 😛
Keluar dr Raffles City, ternyata di sana ada taman, tamannya sepi, seperti sy bilang tadi, di SG hari Sabtu sepi gila 😛 dan amazingly clean and neat. Hijau, sejuk, asri banyak pohon. Haah, I love this kind of public park. Kenapa d Indo ga ada sih?? *emosi
jalan terus eh sampe ketemulah si patung banteng ini. Nah terus bingung deh mau kemana? mana si gedung duren belum keliatan sama sekali lagi 😦
waduh, mendadak bingung dan akhirnya bermain intuisi lagi. Saya jalan aja terus deh, mau nanya orang juga kaga ada sebiji manusia pun ckckck. Jalan sampe akhirnya nemu gedung yg bertuliskan ini
Marina Square!
Marina Square berarti Marina Bay, marina Bay berarti Merlion hahaha.. yaudah lurus aja deh sampe akhirnya nyadar kebegoan saya. Pas lagi jalan lurus, eh mendadak ingin balik belakang. Pas balik belakang si durian nongol ckckck
Akhirnya nyebrang dan sempetin dulu foto Lamborghini kuning yg sexy abis 😀
Nyebrang dan jalan mengikuti intuisi, ternyata saya malah menyusuri semacam jalan kecil gitu yg kanan-kirinya bar tp belum pada buka (yaiyalah masih jam 8 gitu) dan setelah berjalan beberapa langkah, pemandangan luas laut biru terhampar di depan mata 😀
Coba liat gambar di atas, hal pertama yg saya tanyakan ketika liat pemandangan ini adalah : Kenapa banyak bola? Kenapa gedungnya tinggi gila? Where the hell is Merlion??? pas lagi nanya gitu tiba-tiba saya malah lebih tertarik liat ke arah kiri. Di sana ada Marina Bay Sand.. wuiiih
menganga sebentar, setelah itu, kembali fokus nyari si Merlion selama hampir 10 menit dan barulah saya menyadari kebegoan saya. Si Merlion ternyata ada di gambar yg saya post sebelum Marina Bay sand ini. Asemlah. Merlion kecil amat. Tenggelam ama barisan gedung di belakangnya. Ckckck. Ok, saatnya ke sana. Jalan ke sana cukup gampang. Tinggal naik ke arah jalan utama yg dipake buat sirkuit F1 itu dan di sini tinggal ditelusuri aja trus turun deh ke Merlion. Di sepanjang jalan ini, viewnya bagus gila dan entah kenapa pagi ini dibanjiri turis dari Hongkong atau Taiwan gitu deh. Malah ada yg sampe Yoga di sekitar situ ckckck
akhirnya tiba juga di pelataran si Merlion. Dan awkward feeling dimulai. Kenapa? karena makin dekat dengan Merlion, suasananya mulai terasa di kampung halaman. Loh? soalnya gimana ngga, makin deket Merlion yg kedengeran itu suara-suara macem “agak ke kiri dikit bu” “coba tolong geser dikit ya” “mas tolong fotoin aku donk” dan masih banyak lagi. Buset, ini orang Indonesia semua? hahaha. dasar. Well, ternyata benar, di SG itu, setiap ada tempat terkenal, ntah itu wisata, belanja, atau landmark, selalu orang Indonesia terdepan. So, jangan khawatir kalo jalan-jalan ke sana sendiri, so pasti ada banyak orang indonesia yg bisa dimintain tulung motoin kita. Persis seperti yg saya lakukan 😛
Ok, target utama mengambil foto di depan Merlion tercapai. Next let’s move on to Bugis. Oia sebelumnya nyari stasiun City Hall dulu 😛 Akhirnya ditelusuri lah jalan sepanjang gedung Esplanade sama saya dan pas mau menyebrang ke arah jalan seberang, mata saya tertuju pada underpass di depan. Karena rasa ingin tau yg besar, eh dimasukin lah itu si underpass dan agak serem juga sebenernya tempatnya. Sepi dan pintunya otomatis semua 😛 sampe akhirnya diujung jalan ada tulisan Esplanade MRT. Sialan, ini kan jalan keluar yg saya hindari pas pertama tadi. Rupanya nongol nya di sini hahaha
Belok kiri dan mulai deh menyusuri lorong. Eh ternyata betapa amazed nya saya lorong ini bukan sembarang lorong tp sebuah mall sodara-sodara. Mall bernama City Link Mall. Mall nya memanjang sepanjang underpass dari Esplanade ke City Hall. Luar biasa
Akhirnya di ujung lorong ada stasiun MRT City Hall. Luar biasa kota ini 😀 Ahirnya naek MRT deh ke Bugis dan sesampainya di Bugis rupanya pintu exitnya juga Mall. Edan hahaha. Keluar ke permukaan mulai deh bingung lagi. Dan intuisi bermain lagi. Saya cari tuh jalanan paling besar bernama Victoria Road. Cirinya ya ada gedung banyak. Pas di perempatan coba guessing aja deh yg mana yg potensial ada toko jualan oleh-oleh. Pas nengok kiri-kanan rupanya di kanan lebih rame dan banyak orang Yaudah deh ke kanan jalan terus. Jalan 200 meter lebih eh tau tau di sebelah kiri jalan ada bukaan kayak gang gitu dan tulisannya Bugis Street. Wow!
Di Bugis ini rupanya pilihannya lebih beragam dan banyak. Makanya belanja di sini lebih enak drpd di China Town loh. Akhirnya setelah berkeliling hampir satu jam saya pun memutuskan beli barang-barang antik buat dibawa ke Indo. Bugis ini mirip dengan pasar baru lama lah. Semacem distrik gitu dan herannya adem ga panas loh hahaha
Puas belanja di Bugis langsung deh lanjut ke landmark terakhir di Singapur yg saya kunjungi yaitu Vivo City di Harbor Front. Waktu menunjukkan pukul 10.30 locak time. Masih ada 1 setengah jam lagi lah. Naik MRT lagi ke arah Dhoby Gaut dan turun langsung di Vivo City. Apa sih Vivo City itu? Well, Vivo City itu mall modern yg punya arsitektur dan desain bagus lah pokonya
Di Harbor Front ini sebenernya ada cable car yang terkenal itu dan pelabuhan yang dari Batam loh. Cuma sayang pas saya liat jam waktu udah menunjukkan pukul 12.00 lebih dikit. Waduh, mepet banget dan musti segera pulang ke apartmen nih sebelum ketinggalan pesawat 😦
Pulang ke apartmen, saya ambil rute MRT yang beda sama sekali dari biasanya. Gapapalah lumayan bs liat-liat SG di hari terakhir lewat rute MRT yg beda 😛 Akhinya pukul 13.00 lebih dikit saya nyampe Woodland Avenue 6 dan bergegas bikin ramen, kopi, minum jus mangga dan mandi kilat.
Pukul 13.15 beres dengan hebatnya dan saya pun bersiap untuk keluar dr apartment. Gak lupa dadah-dadahan dulu sama seisi apartmen (halah). eh ternyata pas keluar dr pintu apartmen mau ke lift, babeh dateng dan bilang “mas, ke airportnya bareng aja, naik taxi” what a coincidence hahaha. bawaan saya cukup banyak buat naik MRT dan akhhirnya bisa ngerasain naik taksi singapur hahaha. 15 menit kemudian ayah saya siap dan kita berangkat dr apartmen menuju Changi dengan taksi
Tampilan taksi singapur ga jauh beda dengan Indonesia. Bedanya mereka GPS nya aktif, dan ada semacam alat card reader di bagian dashboard nya. Rupanya alat itu adalah kartu tol loh. Jadi kalo masuk tol di Singapur, di tiap pintu tol ada sensor infrared buat membaca kartu dan nantinya akan mendeteksi ongkos tol dan otomatis memotong saldo kita di kartu tersebut. Makanya di SG ini ga pernah ada pintu tol bla bla bla yg bikin macet kayak di Indonesia.
Perjalanan naik taksi rupanya lebih cepat dr MRT. Cuma 30 menit dan hebatnya di SG, sepeda motor boleh masuk tol loh. Hebat ya hahaha. Sepanjang highway pemandangannya bagus, hijau dan ah, keren lah pokoknya. Sampai di Changi saya pisah sama si babeh di terminal 2 karena babeh naik Garuda dr terminal 3 dan baru berangkat pukul 17.30 local time. Ok, saya check in dulu dan nungguin di Terminal 2 ah.
Di Terminal 2, satu setengah jam sebelum boarding akhirnya saya sempat merasakan ngenet gratis, pijat refleksi kaki dan punggung, serta nyobain kursi buat tiduran ala di pantai hahaha. Pol abis ini fasilitas di Terminal 2 😛 Pukul 15.30 gate E3 dibuka dan saya masuk buat siap-siap boarding. Tepat pukul 16.00 akhirnya boarding dan kaki saya terasa berat meninggalkan negara ini 😦 Rasanya 3 hari sangat kurang dan masih banyak sisi keren Singapur yg belum saya lihat. Pukul 16.15 pesawat saya takeoff dan tepat pukul 17.00 WIB saya kembali ke realita hidup. Welcome to Cengkareng! Hello again, Indonesia! 😦
Kembali saya mengalami cultural shock. Dari mulai bandara semrawut, banyak sampah, antrian imigrasi yang ngaco, dan hiruk pikuk agak kacau di saat pengambilan bagasi. Well, itu berarti saya sudah sepenuhnya kembali ke realita dunia. Abis itu nungguin babeh deh dengan makan dulu di restoran cepat saji. 2 jam nunggu rupanya pesawat ayah saya delay selama 1 jam di SG nya. Duh, akhirnya pukul 20.00 WIB beliau baru keluar dari terminal 2F dan kamipun bergegas naik bus Primajasa pukul 20.30 WIB. 3 jam perjalanan Jakarta-Bandung dan tepat pukul 00.00 WIB saya sampai dengan selamat di rumah saya. Wah rasanya 3 hari ke belakang bener2 luar biasa. Pengalaman baru menjelajah negeri orang yang jauh lebih maju, tertib dan teratur seorang diri.
Well, sesampainya di rumah saya belum boleh tidur loh. Kenapa? karena tepat pukul 04.00 WIB ada duel El Clasico antara Real Madrid v Barcelontong. Dan ternyata saya harus kecewa karena jagoan saya si Real Madrid dipecundangi 1-3 di kandang sendiri 😦 Tp gapapa, pengalaman di SG masih terlalu exciting dibanding kekalahan Madrid. So, taun depan saat SNSD menggelar konser ke-3 nya di sana (sekitar November-Desember 2012) saya pun berjanji akan datang lagi ke sana, tapi tentunya dengan objektif yang berbeda, budget yang berbeda dan dengan pendamping bukan sendirian hehehe
PS : inilah nyawa saya selama di Singapur :
PPS :
credit to : @rey_soshifated, supir angkot Antapani-Ciroyom, tukang ojek bandara, wanita India petugas SMRT, mas angga, mas acay, mahesa, Indian men at Farrer Park, Malaysian family at Harbor Front, and the others who helped me so much at SG 🙂
Pagi hari di Woodland Avenue 6. Wow, jam di hape menunjukkan sekitar pukul 05.00 WIB berarti 06.00 WIB waktu Singapur. Tapi anehnya di luaran masih gelap edan! Niat mau solat subuh tp di luar gelap jg jadi rada males 😛 Ternyata meski secara aturan Singapur ini 1 jam lebih awal dr Indonesia Barat, sebenernya secara geografis ga kayak gitu. Mereka ikut-ikutan Malaysia yg juga ikut-ikutan Malaysia Timur supaya memiliki keseragaman zona waktu. Ya alhasil pukul 06.00 pagi masih gelap gulita dan pukul 18.00 masih terang benderang 😀
Okelah ahirnya dengan agak males malesan sy mandi dan siap-siap mau menjelajah Singapur di hari kedua menjejakkan kaki di sini. Gak lupa bertanya pada babeh sebelum sarapan dimana tempat yg bagus buat nyari oleh-oleh. Ayah saya pun merekomendasikan Ferrer Park, sebuah tempat komunitas India di Singapura. Di sana katanya ada toko bernama Mustafa Centre, dan selebriti2 Indonesia juga katanya kalo beli oleh-oleh di sana -___-” Ok lah saya ikutin rekomendasi si babeh, tp sebelumnya kalo melihat dr peta MRT, kyknya lebih asik kalo ke Orchard dulu deh. Tau orchard kan? itu loh pusat perbelanjaan di Singapura yg terkenal banget. Barang-barang bermerk dijual di situ dan pengunjungnya most of them are Indonesian -_-
Tak lupa juga sy musti menyempatkan diri ke China Town sebelum pergi ke Stadium sebelum jam 12 siang buat ngantri beli official merchandise nya SNSD. Maklumlah pasti ngantri kyk antrian sembako.
07.00 Local Time saatnya turun ke bawah dan mencari makan. Kata babeh sih makanan yg murah, halal dan Indonesia banget ada di foodcourt 2 blok dr apartmen. Di sana ada masakan IndoThai dan harganya lumayan murah, meski murah Singapur itu sekali makan sederhana ya bisa 2 ampe 3 dollar (15-25 rebu). Turun ke bawah apartmen ternyata kalo pagi hari pemandangannya beda dr malem pas nyampe. Lebih terang dan bisa terlihat sekeliling dengan jelas. Jalan yg menghubungkan antar apartment pasti bersih, ga ada sampah sedikit pun, sangat jauh dr di sini deh.
Pemandangan di pagi hari ya standar lah ya, banyak orang bersepeda, lari pagi, dan pergi ngantor atau sekolah. Dan sampailah saya di food court bernama Fork and Spoon. Di sini food courtnya full AC, di dalamnya ada berbagai pilihan makanan, mulai dari China, Jepang, Korea, India, dan Indo Thai. Ada juga section Beverages and Dessert nya. semuanya tertata rapih dan bersih. nyaman lah pokoknya.
oia di food court ini ada wifi nya loh. Free lagi. tapi sayangnya setelah saya tanya ternyata kalo mau pake wifi di sini dan seluruh singapur (karena sesungguhnya wilayah-wilayah strategis di Singapur itu tercover oleh wifi CISCO) kita mesti daftar dulu. Hmehhh.. gagal deh konek internet 😦 Oia saya pun memesan makanan indo thai yg ntah apa namanya. pokonya nasi, tahu, telor ama fishcake (gile udah cem tteopokki aja) dan segelas horlic (semacem sereal energen gitu) buat minum. Total harganya 3.2 dollar (24 ribu) well, quite expensive kalo dibandingin di Indonesia dimana 3000 perak aja bisa buat sarapan.
Beres makan, saya dan ayah saya jalan ke halte di Woodland Avenue 6. nah di sini yg unik. Ada perempatan jalan gitu tempat nyebrang, rupanya setiap di persimpangan, semua mobil mobil mau lampu ijo atau merah terkesan hati hati banget. Ternyata mereka itu takut ama penyebrang jalan loh. soalnya konon ada undang-undang di Singapur yg memuat pasal kalo kita nabrak orang, kita diwajibkan mengganti seluruh biaya perawatannya, serta gaji/pendapatan dia yg hilang karena dia dirawat dan tidak bekerja. Apalagi kalo meninggal? atau cacat? weleh weleh. Yg unik juga rupanya di setiap blok apartmen di sini selalu disediakan state land yg forbidden buat sipil karena diperuntukkan sebagai evacuation area kalo terjadi bencana. Hebat
bis datang, naik, lanjut ke stasiun MRT, naik lagi dan si babeh pun turun di Sembawang, 1 stasiun dari Admiralty. Sementara saya melanjutkan perjalanan ke Orchard. Yeah! Orchard terletak 8 stasiun dari Admiralty. Di sana katanya si babeh sih banyak exit line nya. Jadi musti ati-ati kalo ngga bisa nyasar hahaha. Siapa juga yg mau nyasar. Yo wis gimana nanti deh pas sampe sana. 10 menit kemudian nyampe deh di Stasiun Orchard. Rupanya stasiun MRT nya ga begitu rame. Mungkin karena masih jam 8 pagi juga dan toko toko nya belum pada buka kali ya 😛 Ok deh saya ambil jalan keluar yg banyak orang keluarnya aja hahaha. Eh taunya begitu naik eskalator langsung disuguhin Bank BNI 😛
toko toko belum buka, jadi kondisi jalannya juga masih sepi. Ternyata Orchard itu edan sekali loh. Bangunan pencakar langit banyak dan isinya tuh toko bermerk semua. You name it! Dolce Gabbana? Chanel? Armani? Hugo? apapun merk terkenal dunia ada di sini. Sampe geleng-geleng saya juga. Dan hebatnya saya merasa nyaman aja meski ada di pusat perbelanjaan. Coba bayangin waktu berada di pasar baru? atau Cihampelas? atau Cimol? Meh! Di sini banyak ruang terbuka hijau dan pohon rindang plus banyak sekali tempat duduk dan water tap kalo haus 😀
niatnya sih mau naek bis double dekker ini, tp ga tau ntar turun di mana takut nyasar 😛
ini nih salah satu gedung yg menurut saya arsitekturnya keren abis 😀
40 menit keliling Orchard, akhirnya saya memutuskan langsung cabut ke Ferrer Park. Waktu menunjukkan pukul 09.00 kurang dikit. Masuk lagi ke stasiun MRT dan sampailah saya di Dhobi Gaut interchange. Nah di sini saya mau cerita nih. Dhobi Gaut interchange ini adalah interchange terbesar dan tersibuk di SG. Gimana ngga, di sini terjadi pertemuan 3 jalur MRT Singapur. Dan believe it or not, Stasiun ini dibangung 4 lantai di bawah permukaan tanah loh! buset dah. Ga heran di sini banyak banget orang lalu lalang dan semuanya speedwalking hahaha. Ok deh dr Dhobi Gaut saya lanjut ke jalur ungu dan menuju Ferrer Park.
10 menit kemudian sampai di stasiun Ferrer Park. Keluar lewat City Square Mall tanpa tahu kemana arah Mustafa Center. Pas lagi naik eskalator tiba2 ketemu dengan bocah bocah gemblung Indonesia dan mereka lagi ngobrol “Eh mau ke Orchard? | ngapain? kalo lo mau belanja, mending ke Mustafa (seraya menunjuk suatu arah) ” | LUCKY! akhirnya tanpa pikir panjang saya ikuti deh arah yg ditunjuk ama si bocah gemblung. Dan bener lah ternyata ada sebuah gedung kembar yg di connect satu sama lain. Dan di sini bener bener komunitas India loh. Semuanya yg saya liat adalah orang India. Singkat cerita saya masuk ke Mustafa Center, keliling keliling 5 lantai nya dan baru nyadar bukan di sini yg saya cari. Gimana ngga? di sini isinya baju baju, elektronik, kelengkapan rumah tangga, dll. Waduh bener ini mah bukan di sini. So akhirnya saya keluar dan kembali ke stasiun MRT. Gak lupa lewati City Square Mall dulu biar gaya 😀
Lanjut ke Chian Town. Barangkali saya menemukan sesuatu di sini 😀 15 menit waktu tempuh dan akhirnya saya sampai di China Town Station. Naik eskalator dan begitu nyampe di permukaan tanah, saya langsung disuguhi negeri Cina 😀
Di sini segala oleh oleh tersedia dari mulai boneka, mug, jam tangan, korek api, hiasan dinding sampe jimat khas Cina. Semuanya harganya terjangkau lagi. akhirnya saya menghabiskan waktu 1 jam di sini buat hunting oleh oleh. Beres hunting oleh-oleh liat jam dan oh ternyata udah jam 11.15 waktu setempat. Niatnya sih ingin Jumatan tp pas nanya dimana mesjid eh taunya cuma ada kuil India di sini 😦
yo wis akhirnya memutuskan untuk langsung ke SIS aja buat ngantri merchandise konser. 20 menit kemudian nyampe juga di stasiun MRT Stadium. Awalnya sih nyante lah ya orang masih jam 12 kurang. Masa iya udah ada yg ngantri? Setau saya sih yg ngantri dr jam 11 itu yg nonton di Moshpit alias berdiri di pitfall. Nah jalan santai #likeaboss sambil ngejinjing keresek gede oleh-oleh deh. Begitu keluar dr stasiun MRT langsung deh cengo karena pemandangan yg ada tuh ya isinya udah lautan pink dan ada antrian semacem antri sembako gitu dr ujung loket merchandise sampe ke parkiran. Buset! Loket nya aja belum dibuka su! Weleh weleh
Ya udahlah ya akhirnya memutuskan untuk ngantri dan ternyata saya antri di belakang org Indonesia yg sedang asik mengobrol tentang konser ini. Mereka berdua ini rupanya orang tajir yg telah menonton konser SNSD di Korea dan Jepang. Siasu lah bikin ngiri dan mupeng aja ni berdua. Tapi banyak hal menarik yg bisa diambil dan disimak dr obrolan mereka berdua. Rupanya mereka membahas macem macem mulai dr pemilihan venue, ambisi sgRITS selaku promotor, plan tour tahun depan plus masalah sponsorship. Yg seru sih masalah sponsorship. rupanya menuru mereka, ambisi sgRITS ini adalah membuat konser Asian Artist dengan bujet termahal di Asia Tenggara. So, mereka punya ambisi besar tp sadar kalo perlu dana besar juga. Dana besar berarti modal besar dan mereka sadar ga mungkin dibebankan pada tiket. Usut punya usut, 2 hari sold out tiket aja ga akan nyampe 50% untuk menutupi biaya konser ini. Kabarnya SNSD dibayar 12 miliar rupiah utk 2 hari konser. Belum termasuk biaya akomodasi, sewa tempat, keamanan, ticekting, dll.
Maka dari itulah mereka menggaet SAMSUNG dan kabarnya SAMSUNG mencover lebih dr setengah biaya konser. dan ga heran makanya nama konsernya kan jadi SAMSUNG presents : GIRLS GENERATION 2ND ASIA TOUR. Well done Samsung! nah dr situ mereka mengambil kesimpulan bahwa : bagaimana dengan Indonesia? Well, salah satu penyebab Indonesia didatangi artis2 luar terkenal adalah peran rokok sebagai sponsorship. rokok berani bayar mahal boi. Tapi masalahnya, pihak SME selaku agency terang2an menolah penunjukkan rokok, beer, atau benda benda perusak kesehatan sebagai sponsorship partner. So, bisa ditarik kesimpulan kan chance Indonesia untuk menggelar konser SNSD atau Suju mendekati 0%? 😛
OK, satu setengah jam kemudian saya tiba di antrian paling depan. Di sini saya berkenalan dengan bocah gemblung asal Indonesia yg sedang sekolah SMP di Singapur bernama Mahesa. Believe it or not, Mahesa ini perawakannya mirip saya. dan yeah dia masih SMP sodara-sodara. Gelo makan apa ini anak??? makan orang kali ya ckckck. Singkat cerita saya beli merchandise berupa lightstick 3 biji, sticker 3 biji dan asalnya mau beli tshirt cuma yg ukuran L nya habis. ASEM!
Beres ngantri, saya ama si Mahesa ini keliling-keliling SIS buat nyari unofficial merchandise yg biasa dijual fans buat cari untung. eh ternyata ga nemu. yo wis lah bukan rejekinya. Dan si Mahesa ini kabarnya kebagian tiket hari kedua di moshpit loh. Di sini pun sy ketemu temen2 satu rombongan dan mereka bilang mereka di sini dari jam 8 pagi buat ngantri supaya dpt tempat enak di moshpit. BUSET? ngantri dari jam 8 pagi ampe 8 malem? Really something ckckck. Saya pun memutuskan pulang dulu ke apartmen buat makan, mandi dan ngecas hape sambil tidur siang bentar deh. Pas mau pamit ama si Mahesa jadi kepikiran buat ambil foto di bus official nya SNSD 😀
ok, pukul 15.00 waktu setempat saya udah di Woodland Avenue 7 lagi. Kali ini malas sekali rasanya buat ke foodcourt untuk makan siang. alhasil buka kulkas dan akhirnya menemukan sesuatu untuk dimakan :
Beres makan, mandi saya pun tidur dan nge-set alarm ke jam 16.30. Konsernya jam 8 malem so masih banyak waktu sebenernya soalnya saya kebagian di Terrace bkn moshpit jadi ga perlu ngantri kyk nonton bioskop aja sih 😀 Pukul 16.30 saya bangun, cuci muka dikit dan bersiap tempur deh. Baju kaos pink, jaket kulit, celana jeans, tas pinggang, dan light stick udah dipake dan dibawa. Tak lupa minum air putih yg banyak biar ga kering waktu tereak-tereak manggil nama TIFFANYYYY!!! (halah). Jalan kaki 3 blok dan naik bis trus lanjut naik MRT menuju SIS. Di MRT yg dr Dhobi Gaut ke Stadium rupanya terjadi pemandangan mantap. Waktu kereta kosong, masuklah sepasang sejoli yg nampak udah ga kuat. Mereka berdiri di depan saya dan cipokan sodara-sodara. Weleh jadi salah tingkah aing! akhrinya ngeluarin iPhone dan pura-pura browsing internet ketimbang mupeng ngeliat yg cipokan ckckck.
35 menit kemudian saya tiba di Stadium MRT. Dan kali ini lebih ramai dan lebih lautan pink dr tadi siang. Udah ga ada lagi antrian merchandise dan saya pastikan merchandise sudah sold out. Gelo
HOTPANTS!!!!
Sampe di SIS sekitar jam setengah 6 waktu setempat. Udah banyak yg ngantri sih sebenernya tp saya santei aja toh ga akan kehabisan kursi ini 😛 Akhirnya keliling lagi deh mau moto moto lagi soalnya kemaren pas difoto view nya kan malem malem. Mayan nih bisa liat lagi tempat red carpet MAMA 2011 kemaren 😀
pas lagi foto foto dan nunggu di spot sekitar situ, eh tiba tiba si hape bergetar beberapa kali. Pas dicek rupanya notifikasi email, FB, YM, Wassap dan segala nya masuk. Lah kok bs? pas dicek rupanya iPhone saya mendeteksi adanya wireless fidelity dari salah satu restoran yg baru buka di SIS. Bravo! akhirnya bs konek inet juga 😀 yasudah langsung deh internetan sambil nunggu gate dibuka 1.5 jam lagi 😀
19.20 waktu setempat gate dibuka. tp saya masih agak males buat masuk soalnya masih lama sih 😛 yasudah internetan lagi deh. Eh taunya liat batere hp tinggal 70% waduh, maksut hati mau ngambil fancam pas konser batere malah kesedot buat internetan. Yasudah akhirnya memutuskan ngantri dan bersiap masuk. Saya masuk via East Entrance di lantai 2 SIS.
oke, 8 kurang 15 saya udah duduk ganteng di T13 row ke-6 brother sister 😀 as usual ga afdol namanya kalo ga foto foto 😛 ok berikut view 20 menit sebelum konser
show belum dimulai kalo pen (moshpit yg di bawah) belum penuh. Believe it or not, pen B dan pen C yg ada di bagian kanan dan kiri panggung itu diisi full ama orang Indonesia loh. Edan eling hahaha. Sedangkan pen A yg ada memanjang di depan panggung diisi ama anak anak soshified. Kalo diliat pas kondisi terang gini sih panggungnya kesannya ga rapi dan agak meleot gitu ya. Coba diliat pas udah gelap nya tepat pukul 20.15 waktu setempat saat semua orang udah pada tereak “So Nyuh Shi Dae!!!”
konser dibuka dengan video opening 2011 Girls Generation Asia Tour yg damn, quite cool and scintilliating. Saya bahkan ampe tereak tereak dan urat leher nyaris melecot loh hahaha
ok konser dibuka dengan adanya asap yg muncul di piramida yg berada di panggung paling depan. Si piramida tiba tiba kainnya keangkat dan perlahan tapi pasti (halah) si piramida kebuka kyk kotak pandora dan dr situ muncul lah 9 orang earthly angels (let’s assume that :P) tp sayangnya tempat saya duduk agak jauhan jd ga begitu keliatan, terpaksa deh liat ke big screen 😦
ok, kalo mau tau list lagu yg mereka bawain berikut lagu yg mereka bawa selama 3 jam konser :
1.Genie
2.You-A-Holic
3.Mr Taxi (Korean version)
4.I’m In Love With The Hero
5.Let It Rain (Japanese Version)
6.Kissing You
7.Oh!
8.Snowy Wish
9.Dont Stop The Music – Hyoyeon [solo]
10.Almost – Jessica [solo]
11.Three – Sunny [solo]
12.Lady Marmalade – Tiffany Taeyeon [solo]
13.The Great Escape
14.Bad Girl
15.Run Devil Run (Re-mixed)
16.Beautiful Stranger
17.The Boys (English version)
18.Hoot (Re-mixed)
19.If – Yuri [solo]
20.Sway – Sooyoung [solo]
21.Stuff Like That – Seohyun [solo]
22.4Minutes – Yoona [solo
23.Danny Boy
24.Compete
25.My Child
26.Naengmyun
27.Hahaha
28.Gee
29.Forever
30.Into The New World [encore]
31.Himnae (Way To Go) [encore]
32.Fantastic ! [encore]
kasih highlight satu satu lagu ah secara singkat 😛 1. Genie –> well placed sebagai opening song. really love Tiffany’s rap dan sangat menggila waktu doi bilang “SINGAPORE, PUT IT BACK ON!!!” wuoghhhh.. rasanya kayak tersengat arus listrik (lebay mode : ON) 2. You A Holic –> not bad sebagai following song, di sini para member soshi berpencar loh ke bagian tepi kiri dan kanan panggung, di sini mulai deh yg nonton pada berdiri ga karuan haduh haduh ciri khas Indonesia. Balkon yg berada tepat di depan saya itu sering banget didatengin loh, yg paling sering main ke balkon dpn terrace saya sih Sunny ama Tiffany :3 yg amat jarang ya Yuri ama Seohyun huhuhu 😦
3. Mr Taxi –> mereka bawain Korean version dan kembali ke tengah panggung lagi
4. I’m in Love with The Hero –> awalnya dibawain di tengah panggung, eh tp pas bagian akhir lagu mereka pada ke depan dan mulai deh aksi ‘terbang’ mereka 😀
5. Let it Rain –> sehabis terbang di lagu I’m in love with the hero, semua member menghilang dan kyknya sih masuk ke dalam kolong panggung. eh beberapa menit kemudian muncul di depan panggung lagi dan bawain Let It Rain
abis Let It Rain, mulai deh perkenalan para member (meski udah kenal juga kali :P) di sini yg paling banyak ngomong ya Tippani, soalnya doi yg paling fasih English. yg lain cuma nimpalin plus diterjemahin sama pihak panitia hahaha. Ada juga Seo yg banyak ngomong bahasa Cina nya yg aing sama sekali ga ngerti 😛
6.Kissing You –> nah mulai lagi deh nyebar-nyebarnya, kali ini fanservice nya banyak banget loh. Mereka mulai dadah-dadahan dengan penonton di moshpit, dan itulah yg menyebabkan saya envy sama yg nonton dr moshpit. Sialan. Plus bikin gesture hati gitu + wink. Haduh siapa yg ga keleper-keleper coba?
oia di kissing you ini saya sempet curi curi ngambil foto loh. Oia perlu diingat kalo di konser ini semua bentuk pengambilan gambar dan video itu sangat dilarang keras. SM sampe mendatangkan pihak security sendiri yg tugasnya melucuti handphone atau pocketcam penonton yg ketauan ngambil gambar. Buset
7. Oh! –> nah mulai deh lagu yg bikin urat leher melecot karena tereak tereak fanchant nya: “Jigeumeun So Nyuh Shi Dae, Apeurodo So Nyuh Shi Dae, Yonghwoni So Nyuh Shi Dae” hahaha
8. Snowy Wish –> sehabis Oh, mereka mencar mencar lagi nyanyiin Snowy Wish dan well, banyak banget fan service nya di sini. Terutama dari 3 member paling hyper dan ramah sama penonton. Siapa lg kalo bukan Tiffany, Sunny dan SooYoung :3
Sehabis Snowy Wish, semua member masuk ke dalam kolong panggung dan diputerlah VCR gitu deh buat ngasih kesempatan mereka ganti kostum. Dan videonya lumayan rame nih judulnya Always By Your Side 😀
baru deh abis ini giliran HyoYeon, Jessica, Sunny ama TaeNy yg tampil 😀
9. Don’t Stop The Music
Nah di sini Hyoyeon unjuk kebolehan sebagai dancing queen nya SNSD nih. doi pake outfit kayak penari balet gitu eh tapi bukan deh kyknya ya, trus bawain lagu beat cepet nya Rihanna. Dan quite good menurut saya, meski sebagian di lipsync, tp suaranya bagus dan dance nya energetic. bagus buat pembuka solo performance
10. Almost
Nah ini nih salah satu favorit solo perf saya. Sica bawain Almost dengan almost perfect. Suara khas nya dan juga hi note nya kepegang semua. belum lagi ada unjuk skill piano dikit 😛
11. Three
ok, di sini si Sunny mencoba stands out her asset 😀 quite sexy and catchy performance. plus sensual lah ya hahaha. Meski di lipsync tp aksi panggungnya boleh lah ya terutama dari sisi seductive nya
12. Lady Marmalade
nah akhirnya 2 top bias saya muncul. Mulai deh kesurupan lagi hahaha.
seperti sudah diprediksi dan udah nonton fancamnya, dengan outfit serba mini, TaeNy sukses menyegarkan mata saya hahaha. Tentunya dengan karakter vokal yg ciamik jg. apalagi pas Taeyeon tereak “let me hear your scream!!” UWOGHHHH saya langsung urat melecot mode lagi hahaha
beres perf TaeNy langsung deh diputer VCR lagi. kali ini ceritanya tentang member SNSD yg jd perampok bank atau apa ya?
sehabis ini langsung deh panggung gelap dan muncul The Great Escape
13. The Great Escape –> well akhirnya muncul juga si kostum manusia Saiya di anime Dragon Ball hahaha
14.Bad Girls —> abis great escape trus tiba tiba ada layar putih yg nutupin panggung, di layar ini ada animasi siluet member SNSD yg gantian ngedance solo loh. keren abis hahaha. Trus tiba tiba intro Bad Girls dimulai dan layarnya tersibak. Eh tiba tiba semua member udah ganti rompi pake jaket kulit geng motor 😛
nah sehabis Bad Girls, diputer VCR lagi deh, kali ini Black Swan, video transformasi SoShi dr white ke black. persis kyk propaganda Run Devil Run sih 😛
abis itu langsung deh mindblowing performance dari Taeyeon dengan Devil’s Cry nya. Gile ini lagu bikin saya merinding loh. Hi note nya kena dan emosinya juga kena banget :
15. Run Devil Run (Remix) —> di sini RDR dibawain dengan versi remix dan lebih slow. Quite ear-cachy kalo menurut saya
 16. Beautiful Stranger –> Beres RDR, muncul deh Beautiful Stranger, di sini yg khas ya adanya kaca bening yg dipukul pukul ama SoShi. Ntahlah maksutnya apa tapi sexiness overload banget pas mereka mukulin kaca :3
17. The Boys (English version)
Nah kejutan nih di sini. Siapa yg nyangka coba mereka bawain The Boys. The Boys ini pertama kalinya dibawain di konser ya di Singapore ini loh hahaha.
karena ini lagu baru kali ya jadi fanchant nya dahsyat pisan lah. Apalagi pas bagian Sica yg “GG” itu seisi stadium membahana hahaha. Di sini juga urat melecot pas tereak “B,BRING THE BOYZ OUTT!!!!” dahsyat abis
18. Hoot
beres The Boys, terbitlah Hoot (halah), nah di sini mulai lagi deh aksi terbang terbangan. yg terbang sih cuma berempat, tp mayan keren lah
abis itu semua member balik ke backstage lagi dan VCR diputer 😀
VCR ini saya ga berhasil dapet euy. intinya sih VCR nya ya 4 orang member yg akan tampil berikutnya lagi ngejar-ngejar cowo gitu di labirin. Enak bener ya si cowo. Sialan 😛
19. If
Nah akhirnya muncul juga nih yg saya tunggu. Yuri dengan abs eh If nya 😛
Kali ini doi pake tank top tapi dilapis ama jaring euy, ga keliatan udel kyk di tour yg laen 😛
Meski dicover ama backsound tp dance nya quite well nih Yuri. Plus sexyness overload hahaha
20. Sway
One of my fave. Dan ngiri abis ama dancernya lah. Siasu bisa physical contact gitu dengan Sooyoung 😛
Di sini SY nunjukin kebolehan dia lap dance, dan quite breathtaking loh. Mantep abis sinkronisasi dan kelenturan badannya
21. Stuff Like That
Giliran Maknae yg tampil. Kali ini doi bawai lagu lama, tp yg spesialnya sih tap dance nya di bagian akhir. Doi rupanya piawai nge-tap dance loh
22. 4 Minutes
nah ini yg bikin dag dig dug serr nih. Penasaran saya ama adegan rip-off celananya si Yoona. dan bener aja lah, pas celana panjangnya disobek jadi hotpants orang orang udah tereak kyk orang kesurupan. Tapi quite impressive pole dancenya nih
ok VCR lg dan kali ini cukup sedih karena videonya tentang Danny Boy, bocah yg ditinggal ibunya dan masih sering komunikasi via telepon dari kaleng yg pake benang itu 😦
23. Danny Boy
Danny Boy dibawain sama semua lead vocal nya Soshi (Taeng, Sica, Seo, Fany, Sunny). Lagunya lumayan sendu sih dan mereka pake outfit merah rok item gitu mirip pakean cina
24. Complete
Well, ini nih lagu yg suka bikin merinding kalo nonton di layar kaca. Serem abis feelnya. berasa banget loh ni lagu. Ngedengerin langsung malah bikin tambah merinding hahaha
Abis lagu ini, mereka masuk ke backstage lagi, tp ngga lama kemudian muncul deh tuh perahu layar warna pink yg cute abis hahaha
25. My Child
Well, di bagian My Child ini banyak banget fanservice nya loh. surgax abis lah pokonya hahaha
beres si perahu pulang ke kandangnya, muncul VCR lagi deh. kali ini VCR nya tentang si Key ama Taemin itu loh
26. NaengMyun
nah di sini nih bagian cuteness overload nya muncul. Pake outfit karet + hotpants bawain lagu Naengmyun dan kembali fanchant diteriakkan ampe urat melecot lagi hahaha
27. Hahaha
kembali lagu beat dengan irama ceria, Hahaha dan fanchant nya gampang banget, cuma one two three four, doank 😛
28. Gee
akhirnya si lagu legenda muncul, Kali ini seolah dihipnotis disuruh ngedance loh hahaha. mayan lah sering nonton videonya jadi lumayan apal dance nya 😛
di sini ada yg kocak. Ada Sone yg ngelempar foam hati ke Hyoyeon eh ama doi malah dilempar balik hahaha. Dasar
Abis Gee, semua member talk lagi, dan kali ini Tippani lagi yg banyak ngomong :3
Intinya doi nanya udah pada cape blum? dan kayak paduan suara semua jawab “NOOOOOO!” tp trus si Fany bilang “wow, that’s amazing, but actually we are really tired” dan semunya langsung serempak “Aaaahhhhh” kocak abis hahaha. Udah gitu fanservice lagi, semua member ada aja tingkahnya mulai dari Yuri ama Sica yg becandaan, Sunny ama Hyoyeon yg guyonan mulu, sampe Taeng yg sibuk bolak balik ngambil air minum :3
abis itu di akhir Seo bilang kalo ini lagu terakhir di konser ini, judulnya Forever
29. Forever
di sini nih momen sedih, sedih karena konsernya udah mau udahan tp ada senengnya juga soalnya Sunny tiba tiba ngehampirin balkon depan terrace saya dan Yoona juga 😛
Setelah lagu ini, mereka pada bikin 90 degrees bow as usual. Well, I’m touched BTW, dan sedihnya udah gitu pada ke backstage lagi.
Ga lama kemudian semua orang pada tereak “ENCORE ENCORE ENCORE!!!” dan saya pun ikutan. Ga lama, 3 menit kemudian, stage jadi gelap lagi dan muncul deh gadis gadis Indian ngebawain Into The New World, The Legendary Song! 😀
30. Into The New World
Well, ini lagu legenda banget, dan fanchant nya pun gampang lagi 😛
31. Himnae
abis ITNW, dilanjut lagu yg cukup legenda juga, Himnae. di sini semua member lari lari keliling panggung dan berfanservice ria. Sialan envy banget ama yg d pen C ama B lah hahahaha
di Himnae ini ada kejadian lucu, dimana Yoona mungut boneka beruang trus dia main-mainin ama si Sunny tepat di depan terrace saya! abis gitu si Yoona naro lagi bonekanya ke lantai, diambil ama Sunny dan dilempar lah sama dia ke pen C. Gila itu di Pen C langsung rebutan kyk rebutan duit! alhasil yg dapet boneka lemparan si Sunny itu mbak mbak yg abis nangkep itu boneka secara luar biasa tiarap dan ga bangun-bangun selama 10 menit ckckck
abis Himnae akhirnya perpisahan beneran. Di sini mereka pada cerita tentang Chilli Crab, keinginan ke sini lagi taun depan, sampe suatu momen pas Taeng ama Sunny ngomong pake bahasa Korea yg bilang ….Indonesia! mungkin karena mereka melihat di pen B itu isinya orang yg bawa towel Indonesian SONE!
trus tiffany nanya, “Anyone here from Indonesia?” dibarengi celetuk Sica “I Love Bali!” sontak dah seisi stadium pada tereak UWOGHHHH… macem Sparta di film 300. Luar biasa loh. Abis itu mereka ngomong lagi kalo Singapore beautiful city dan lainlain lah dan akhirnya konser udahan ditutup dengan Fantastic, yg kata Tiffany itu special for You, Our Fantastic Fans! :3
32. Fantastic
di sini semua member nyebar dan memberi banyak fanservice terakhir. yg ke balkon saya tuh kalo ga salah Yoona ama Tiffany. Surgax abis 😛
Setelah beres Fantastic, semua member kemudian mapay (mengurut) menyambangi tiap spot panggung dan 90 degrees bow sambil “Kamshahamnida” .. well, quite manner 😀
Nah pas balik ke depan panggung, SoneID yg berdiri di pen B ngelempar anduk tepat ke panggung dan langsung dipungut dan dipake ama Sooyoung coba! Makin kesurupan lah orang orang di sini hahaha
Abis itu semua member balik ke backstage dan konser berakhir 😦
—————
My overall comments about the concert :
beda sekali kalo liat di layar kaca mau 1080p atau berapapun dengan melihat secara langsung. Feel dan atmsfernya yg ngebedain 😛
Overall saya puas sekali ngeluarin uang demi dateng ke konser ini, dari segi stage, lighting, sound, laser dan efek cukup memikat dan memanjakan. Ga salah sgRITS berambisi bikin konser Kpop termahal di Asia Tenggara hahaha
Tepat pukul 23.00 waktu setempat saya bergegas pulang, nitip salam buat rombongan dari Indonesia lain dan segera berlari ke stasiun demi mengejar kereta terakhir ke Admiralty. Untungnya masih ada dan saya sampe di Admiralty pukul 24.00 dan hebatnya lagi, jam 12 tengah malem di sono masih rame dan sama sekali ga ada bahaya apapun coba! Makanya saya berani pulang jalan kaki dari stasiun ke apartmen. Dan sampe di apartmen, mandi bentar langsung tidur. Gak kuat hahaha
akhirnya bisa nyolong waktu lagi buat ngelanjutin cerita “backpacker kilat #foreveralone” dr perjalanan sy minggu lalu ke Singapura 😀 hari itu tanggal 7 Desember 2011. Kurang dr 24 jam lagi si saya bakal terbang meninggalkan Bandung menuju ke negeri Singa. pokonya pagi-paginya kudu dan wajib buat tuker duit Rupiah ke SGD (Singapore Dollar) nih kalo ngga ya ngga apa apa juga sih soalnya di bandara nanti juga banyak Money Changer cuma kyknya suka di charge gitu deh 😛
pukul 09.00 WIB saya langsung meluncur dr rumah menuju Golden Money Changer di Dago. niatnya sih biar pas baru buka itu GMC bisa langsung nuker duit dan pulang soalnya masih banyak kerjaan TA yg harus diberesin sebelum ditinggal selama 3 hari ke sana. Ke GMC niatnya sih bawa uang 1.2 jeti berharap kurs SGD masih di bawah 7000 kan lumayan bisa dapet sekitar 180 dollar-an. nah pas paginya buka twitter ternyata saya cukup kaget soalnya banyak SoNE Indonesia yg mau berangkat ke singapur pada ngeluh di twitter kemarennya karena SGD secara perlahan tp pasti merangkak naik ke level nyaris 7200 rupiah/dollar. Widih, artinya permintaan beli SGD lagi naek nih pas tanggal 6 ama 7 dan artinya lagi ada banyak orang Indonesia yg menjual rupiah membeli SGD di hari yg sama. Feeling saya sih yg kayak gitu pada mau nonton konser SNSD semua hahaha. Power of 9? 😛
sampe di sana ternyata beneran si GMC baru buka hahaha. dpt no antrian awal awal dan langsung dipanggil. Trus pas nanya ke si mbaknya ternyata SGD dibuka 7.135 rupiah/dollar. Yasudah nukerin dah tuh 1,2 juta dan dpt 168 SGD, 34 lembar 50 SGD dan selembar 10 SGD plus 4 lembar 2 SGD. ada yg lucu dengan uang SGD, semua mata uang kertas berapa pun nominalnya pasti memuat gambar Yusuf bin Ishak, ya beliau adalah presiden pertama Singapura dan diabadikan di semua mata uang kertas 😀
sepulang dr GMC langsung menuju rumah dan menyelesaikan beberapa kerjaan TA, tp ga berapa lama di sms supaya hadir ke kampus buat lab meeting. Ah sudahlah saya skip aja ketimbang TA ga beres #gaya hahaha. Ternyata dari siang sampe malemnya pun masih ngulik gawean TA dan mau packing rasanya malesbanget.com deh. Yasudah tidur aja dulu toh besok pesawatnya juga berangkat jam 1 siang. Gak lupa malemnya apalin fanchant plus persiapan terakhir browsing Singapore 😀
tgl 8 Desember 2011 pukul 08.00 WIB mau peking masih malesbanget.com juga. Duh, gimana ini teh? yasudah si mamah udah ngomel2 ga jelas nyuruh peking akhirnya peking deh. Tp apa yg mau di packing? cuma bawa baju 3 potong, celana jeans 1 potong, roti 2 bungkus, kamera pocket, charger hape, dan tiket pesawat, passport, dll. beres dah. Dikarenakan udah diniatkan ga bawa laptop ke sana, akhirnya nyempetin dulu browsing sebelum menargetkan berangkat pukul 09.45 WIB. Pas browsing ternyata nemu artikel yg mewajibkan nanti di Imigrasi Indonesia itu semua calon penumpang pesawat ke luar negeri mesti membawa kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) sebagai syarat bebas fiskal, waduh padahal saya belum kerja knp musti bawa NPWP? tp si situ dibilang kalo yg belum kerja boleh numpang NPWP bapak/ibunya yg bekerja dan membawa kartu keluarga sebagai syarat. Yasudah deh akhirnya agak panik dan bongkar-bongkar lemari babeh nyari NPWP dipotokopi berikut dgn kartu keluarga (yg ternyata 2 kelengkapan ini gak perlu sodara-sodara. SIALAN itu blog yg bilang harus pake NPWP! huh)
pulang dr tempat potokopian jam 9 kurang tiba-tiba HP bunyi dan ternyata dari BATAVIA AIR yg ngasih tau kalo jam keberangkatan pesawat dimajuin setengah jam. BUSET. belum mandi nih mbak! yaudah langsung deh mandi koboi 5 menit doank, ganti baju, final checking dan pamitan ke ortu dan tetangga (loh!) menuju pasar induk gedebage buat naek angkot ke bandara. Yoi Angkot lah biar kerasa backpacking nya. awalnya disuruh naek taksi tp ah percuma masih 2,5 jam lagi juga 😀 Tak lupa sebelum pergi sy sms dulu si pemegang tiket konser menanyakan ketemuan dimana nanti dan doi bilang kalo doi nyampe Changi juga sore jadi ya ketemuan di Changi aja katanya. Yasud.
OK mulailah perjalanan saya naek angkot. Mau tau rutenya, berikut rutenya :
25 kilometer dan 2 kali ganti angkot ( + ojeg tentunya) 🙂
ok, naek angkot yg pertama estimasti sekitar 30 menit. Kenyataannya? buset dah 3 taun ga ngangkot ternyata Bandung parah abis. udah siang gini masih macet dan udah nyaris sejam masih belum setengah perjalanan? duh. akhirnya 10.15 WIB sampai juga setengah jalan dan waktunya ganti angkot. Eh ternyata sama aja, tp yg ini lebih parah. Nungguin 15 menit ga dapet dapet tuh angkot yg ke bandara. sempet frustasi dan ingin naek taksi akhirnya nongol jg tuh angkot. Jam menunjukkan pukul 10.45 kurang dikit yasudahlah hajar we 😀
Ke bandara untungnya agak lancar dan makan waktu setengah jam. Di pintu gapura bandara akhirnya saya naek ojeg 5000 perak ketimbang jalan kaki jauh 😛
sampai di Bandara ga lupa beli minum dulu abisnya aus gila mungkin efek lama ga ngangkot. Masuk bandara mulai deh nerveus nya keluar. Pas di pintu masuk ditanya paspor dan tiket malah gugup dan si air mineral lepas dr tangan. Untung aja udah ketutup kalo ngga bs malu sama si mbak mbak nya 😛 OK, sebelumnya first impression dulu ya tentang Hussein Sastra Negara Int’l Airport (disebut Int’l padahal rute international nya cuma ke Malay ama Singapore hahaha). Udah lama sy ga ke bandara ini, seringnya ke Cengkareng soalnya lebih murah 😛
ternyata perubahannya cuma dikit ni bandara, luarnya masih sempit dan gitu gitu aja meski lebih rada bersih dikit lah. Dalemnya masih sempit juga hahaha. dasar nih pemkot Bandung memang rada rada ckckck
ok, lanjut cerita, setelah check-in ke counter Batavia, saya diberi boarding pass dan sebuah lembar berwarna hijau bertuliskan lembar kedatangan/keberangkatan dan lembar berwarna merah bertuliskan Disembark Form yg dikeluarin oleh Pemerintah Singapur. Apa pula ini? duh. yo wis akhirnya memutuskan untuk ikut mengantri aja deh kyk orang orang. dan ternyata saya baru ingat kalo pernah baca artikel yg bilang kalo mau ke luar negeri, kita minimal mesti datang ke bandara 2 jam sebelumnya karena di imigrasinya ini bakal ngantri, dan emang bener -___-
Selagi mengantri, saya cuma memandangi 2 lembaran yg diberikan ama petugas batavia tadi. yg ijo isinya ya nama lengkap, no passport, tanggal passport, jenis kelamin, dll. standar. yg merah lebih lengkap ada alamat di Singapura, pernah melakukan perjalanan ke Afrika/Amerika Latin sebelumnya/tidak dll. antrian udah semakin maju dan ternyata selidik punya selidik (halah) orang2 di depan dan belakang saya lembar ijonya udah keisi semua. Waduh, tinggal 2 org lagi giliran saya dipanggil dan akhirnya panik lagi. Bolpen keluar dan dengan alas passport, diisi lah itu lembar ijo secara kilat ckckck.
Setelah pemeriksaan imigrasi dan mau masuk ke ruang tunggu, ternyata kelengkapan saya dicek lagi dan malunya waktu si mas nya bilang, “Pak maaf, airport tax nya belum dibayar” | sitmennn knp aing bisa lupaaa?? sialan. akhirnya mundur lagi dr antrian dan menuju loket airport tax. Airport tax di Bandung mayan murah cuma 75 rebu sedangkan di Cengkareng 150rb for nothing. Yaudah selesai bayar Airport Tax langsung permisi ke org2 yg ngantri dan bilang kalo td kelupaan, Malunya ckckck. Ke-udik-an saya bukan berenti sampe situ, pas mau masuk ke ruang tunggu, saya dengan nyantenya ngacangin dua pramugari (sepertinya begitu) dan pas nyampe tangga dipanggillah dr belakang “Pak maaf Batavia atau Air Asia ya?” | “Batavia mbak” | “Maaf boarding pass nya pak” | “Waduh maaf ya mbak” sambil malu malu ngasih boarding pass, Asem!
dah akhirnya selesai juga itu proses bertele-tele, dan akhirnya bisa duduk duduk ngganteng di ruang tunggu full AC sambil internetan. Maklum lah, iPhone 3Gs ane baru diisi pulsa internet paket Simpati Rp 100.000 coy #likeaboss. niatnya sih buat internetan di Singapur sono soalnya kata babeh di sana Telkomsel,IM3 dan lain lain masih bs nyambung. Tepat pukul 12.15 WIB muncul pengumuman kalau penumpang yg menuju Singapura harap masuk ke pesawat. dan 10 menit kemudian sy sudah duduk manis di seat 11C, di pesawat Airbus A320 punya Batavia (pesawat terbesar sepanjang sejarah sy travel dgn pesawat udara) dan deket jendela lagi :3
5 menit kemudian, mbak mbak pramugari yg caem menghampiri sayah. Kirain mau apa eh ternyata doi malah minta saya supaya pindah ke kursi emergency soalnya di sana cuma ada 2 bocah gemblung yg bahkan punya KTP aja belum. Menurut peraturan penerbangan no.blablabla bocah gemblung ga boleh duduk di emergency exit katanya. Yasudah mau gimana lagi, akhirnya pindah dan dengerin instruksi si pramugari sambil ngantuk2 dan sialnya di jendela ketutupan sayaap????!!! #%%^^ gagal deh liat pemandangan 😦
10 menit kemudian pesawat take-off dan saya pun tidur. Ga di angkot, ga di kereta, ga di mobil, ga di motor ??!!!, ga di pesawat pasti aja molor 😦
singkat cerita, 1 jam 20 menit kemudian, pilot bilang dalam beberapa menit lg kita akan sampai di Changi Airport. Waw baleglah aing mau menjejakkan kaki di luar negeri boi??? #kampungannya keluar 😛 ketinggian jelajah pesawat makin turun dan turun, saya pun mengintip ke jendela orang di depan. dan luar biasa sekali, yg saya liat di bawah itu adalah deretan kapal kapal barang yg berjajar dengan rapi dan ga saling tabrakan! ckckck subhanallah sekali 😀
beberapa menit kemudian adalah pemandangan luar biasa. Ketinggian pesawat makin rendah dan rendah dan akhirnya terhampar lah daratan Singapura yg waw sekali kalo diliat dari atas pesawat gini! Isinya semua gedung pencakar langit lah! Mana ada rumah rumah satu lantai atau 2 lantai? Bandingkan dengan view kalo mau mendarat di Cengkareng berikut :
atas Cengkareng, rebyek kan? dan ini Singapura :
beda pisan hahaha. Amazed banget lah pokonya. Beberapa menit kemudian tau tau pesawat udah landing di Changi Airport dan cuaca ketika itu hujan agak besar. Langsung deh inget Cengkareng. jarak dr tempat parkir pesawat ke terminal itu agak jauh dan pasti dijemput pake bis. mungkin di Changi juga sama kali ya? setelah mengambil ransel dan mengantri keluar, eh ternyata ga level itu dijemput pake bis hahaha. di sini udah tersedia gate yg langsung menyambungkan pesawat ke Terminal 2 Changi. dan langsung lah kerasa feel luar negerinya. Ada 2 orang polisi yg ngobrol pake Bahasa Inggris, signboard signboard bandara yg semuanya ditulis english, dengan dibarengi China, Melayu dan India (3 etnik penghuni Singapur).
Beberapa detik lagi saya akan menjejakkan kaki di Bandara Internasional terbaik di dunia. Duh deg-degan rasanya (kampungan mode : ON) dan benar saja, begitu keluar dari Gate E10, langsung merasakan cultural shock atau yg biasa dikenal dengan sindrom Kabayan masuk kota. Bayangin aja, Changi keren abis. persis kyk yg liat di felem felem deh. apalagi katanya terminal 2 in terminal dengan fasilitas paling bagus di Changi. Let’s see some pictures :
nah begitu keluar dari gate E10 menuju ke koridor terminal, jiwa kabayan saya keluar. Mendadak panik deh mesti kemana 😦 akhirnya saya coba mencari orang2 yg keluar dengan saya dr Batavia tadi. dan berhasil menemukan sepasang suami istri yg duduk di depan saya di pesawat. Langsung deh saya mulai mengekor. Ternyata 2 orang itu mau menuju ke pengambilan bagasi dan checkout ke luar lewat imigrasi. Lah knp saya ngikutin? bego banget padahal baru inget kalo ada janji mau ketemuan buat ngambil tiket. Eh akhirnya nasi udah jadi bubur dan ga bisa balik lagi ke atas 😦
Terpaksa deh checkout juga. Dan pas checkout terjadi lagi momen bego saat lembar Disembark belum diisi. Duh mana polisi Singapore kayaknya galak galak lagi 😦
setelah ngantri dan dicheck di Imigrasi, paspor saya dicap dan lembar disembarknya diambil dan sisanya dimasukin ke passport. dan saya pun dengan culang-cileung keluar menuju ke tempat pengambilan bagasi. Tapi apa yg mau diambil orang cuma bawa tas ransel doank?!! begonya saya 😦
Yasudah akhirnya hal pertama yg dilakukan ya cari WC. Nemu WC dan agak kaget juga ternyata di jalan menuju WC nya ada rombongan mungkin siswi SMA Jepang lagi ngantri ke WC cewe. Buseeett si eneng eneng ngantri mau pipis apa ngantri sembako neng?? dan saya pun mencoba stay cool dan menuju WC pria. Di sana lagi lagi cukup kaget karena WC nya bersih boi. kering dan bersih ga kayak di Cengkareng. persis di mall high class lah. mana ada water tap nya lagi buat air minum. yasudah minum dulu sebagai tanda udah ke singapur wkwkwk
selepas dari WC, tiba tiba hape dua dua nya bunyi. semuanya memberi tahu kalau Simpati dicover SingTel dan Indosat M3 dicover Starhub jd masih bs tetep aktif tp sekali sms kena 4000 perak boi!!! yasudah akhirnya duduk duduk dulu deh sambil nungguin si bang Rey pemegang tiket yg dateng jam 5 sore sambil foto foto
setelah beres makan roti yg dibawa dr Bandung, akhirnya memutuskan untuk menjelajah Changi dan ingin nyobain naik Sky Train, kereta otomatis yg menghubungkan antarterminal itu loh. Langsung deh ngubek ngubek terminal 1 2 dan 3 Changi dan berhasil dpt beberapa gambar :
dan baru sadar kalo belum sms si mamah. Duh pasti diomelin ini -__- akhirnya ngesms dan beliau bales dan nanya apa udah sms papah belum. dan saya jawab “belum mah, ini mau” dan 8000 rupiah telah diambil dr pulsa saya 😦 akhirnya saya buka iPhone dan berharap bs internetan gitu, eh taunya boro boro bisa, paket internet yg saya isi di Bandung percumaaaa… gak aktif. sialan! mana wifi Changi juga ternyata ga kompatibel ke hp saya lagi. Alhasil mati gaya semati-matinya 😦 yasudah sy sms babeh dan bilang kalo udah di Changi dan mungkin baru jam 10 ke apartment. dan tak lupa juga dengan bodohnya saya meminta pulsa lagi 20 ribu ke temen untuk cadangan jaga-jaga. Akhirnya keliling Changi lagi deh. dan akhirnya saya menemukan hal ironi yg dulu pernah diceritain oleh si papah. Ternyata memang benar, di Singapur itu, meski negaranya maju, ternyata moralnya udah sakit. Orang2 tua yg udah jauh melalui masa pensiun ternyata masih kerja karena kalau ga kerja mereka ga bs makan akibat biaya hidup tinggi. Lantas kemana anak2 nya? Anak2 nya terlalu sibuk mengurusi diri sendiri sehingga orang2 tua renta ini masih harus bekerja menjadi pekerja kasar yg memindahkan troli, ataupun yg membereskan piring piring di restoran kayak gini 😦
17.00Â waktu setempat dan begonya saya masih belum tau jam brp si rey ini mendarat. Alhasil langsung menuju arrival board dan mencoba menebak doi naek pesawat apa ya. akhirnya mengambil kesimpulan secara sepihak kalo doi naik AirAsia yg mendarat pukul 17.40 waktu setempat. Ok, langsung deh menuju terminal 1 naek Sky train. Di Sky Train ini asik banget, kereta dateng tiap 5 menit, udah gitu otomatis lagi dan adem banget dalemnya. beda jauh lah ama di Indonesia. ga nyampe 2 menit udah di terminal 1 lagi
di sana ngegeje lagi deh nungguin. Tiba tiba si babeh sms dan hebatnya no M3 saya pulsanya abis. akhirnya sms pake simpati deh bales. trus keluar lagi 4000 buat sms si rey barangkali dia udah nyampe. dan ternyata pending alias doi masih mengapung di udara. 17.40 belum mendarat nah baru deh 18.10 di papan arrival muncul tulisan Landed di samping box Air Asia dr Jakarta. hah leganya dan akhirnya sms nya delivered dan doi bales “wah ran kyknya gue langsung ke terminal 2 deh soalnya bagasi di drop disana” | “what” ya udah deh trus ane sms aja “ok bang gw ke terminal 2” eh dan baru nyadar kalo itu SMS terakhir yg dikirim. Trus beberapa lama kemudian doi bales : “kita ketemu di stasiun MRT aja ya? atau lu mau ke hostel kita di Backpackers Inn d China Town?”
Waduh cilaka ini, ngga ada pulsa buat bales buat sms yg mesti wajib dibales. Akhirnya buru buru deh ke terminal 2 menuju stasiun MRT di bawah tanah dan berharap si Rey masih ngambil bagasi biar saya bs nungguin dia di stasiun. Nah sampailah di stasiun MRT Changi Airport. Dan yeah, ini pengalaman perdana naik MRT (Mass Rapid Transportation) khas Singapura.
belum punya tiket dan trus harus kemana adalah pertanyaan saya. Untunglah di situ liat ada mesin penjual tiket yg dikerubunin banyak orang. udah deh langsung menuju ke sana dan ngantri. Pas dpt giliran, langsung bingung mau mencet tombol apa. untunglah di sana ada petugas SMRT, ibu ibu India yg menghampiri saya. Langsung lah sy nanya pake bahasa english gmn caranya beli tiket perdana dan doi langsung menunjuk office kalau mau beli tiket perdana. singkat cerita ane udah dpt tiket perdana seharga 12 SGD dan di top-up jadi 22 SGD dengan bantuan ibu ibu tadi. Untunglah. Udah gitu masuk deh ke dalem stasiun nya. nah yg unik dr Stasiun MRT Singapur, semuanya serba otomatis dan RFID. begitu kita mau masuk ke stasiun, kita diwajibkan men-tap kartu ke mesin pembaca dan nanti akan terbaca saldo yg kita punya di kartu dan pintu otomatis terbuka. Saat keluar juga nanti tinggal di-tap lagi dan saldo kita berkurang.
ok, misi berikut adalah mencari orang bernama Rey di stasiun Changi ini. totally desperado lah. bayangin tanpa pulsa, belum pernah ketemu langsung orangnya, dan dihadapkan fakta kalau doi udah cabut buat apa aing nungguin di sini dan udah gitu mesti ke hostelnya lagi yg aing sendiri ga tau dimana 😦
akhirnya setelah 10 menit berlalu, kereta baru muncul dr arah Tanah Merah dan mau berbalik arah ke Changi. saya yg udah desperate akhirnya membalikkan badan dan mencoba menatap pintu masuk stasiun, eh ga taunya di gerbong paling belakang, muncul orang gemuk berbaju pink yg sedang bertransaksi tiket dengan rombongan anak muda yg pada pake seragam timnas Korea. Sontak aja saya langsung lari dan menghampiri si pria gemuk berbaju pink. Dan bener aja itu ternyata si rey pemegang tiket sekaligus penyebab saya ke Singapur hahaha
Di dalam kereta rupanya udah ada 7 orang anggota rombongan yg juga mesen tiket ke si Rey ini. akhirnya kereta berangkat dan kita mengobrol dan kenalan. mereka semua menginap di Cina Town dan saya sendiri di Admiralty. begitu denger Admiralty yg jaraknya 26 stasiun dr Changi mereka kaget 😛 yaiyalah. coba cari dr peta MRT berikut dimana itu Admiralty? ketemu?
MRT di Singapura itu udah ada jalurnya masing masing. Jalurnya kebagi 4 yaitu yg warna merah, ijo, oren dan ungu. Masing masing jalur punya interchange station buat para penumpang pindah jalur dan nerusin perjalanan. Jarak tempuh dr masing masing stasiun itu paling cuma 2-3 menitan dan MRT ini transportasi yg keren abis loh. Dia selalu ada setiap 5-7 menit sekali dan terprogram dengan baik. Di jalur oren dan ungu malah keretanya ngga ada masinisnya ckckck
Ok, saya dan rombongan bang Rey pisah di Paya Lebar interchange karena sy mau nerusin ke jalur oren buat ke venue konser besok (takut nyasar maksutnya 😛 ) sedangkan mereka pada mau langsung ke China Town. Setelah pamit saya keluar kereta dan ternyata cukup kaget melihat hiruk pikuk di stasiun interchange. Orang-orang ga ada yg jalan, semuanya speedwalking dan mereka kyk yg lg dikejar sesuatu. Bahkan di eskalator pun mereka jalan!!! udah ga ngerti lagi ckckck
Akhirnya naik lg kereta yg ada di jalur kuning menuju Singapore Indoor Stadium. eh betapa terkejutnya saya kalo ternyata seluruh MRT di singapura itu sama persis tampilan dalemnya. dr mulai warna, pengaturan letak, kursi, sampai AC dan kamera CCTV. Satu hal yg pasti, di seluruh kereta dan stasiun MRT, kita dilarang makan minum dan merokok. dendanya 500-1000 SGD cuy. Buset, ga heran di seluruh stasiun dan kereta nya susah banget nyari sampah. satu lagi, kereta nya ini bener bener nyaman. mau sepenuh apapun, dia dilengkapi dengan sensor yg mendeteksi jumlah orang di dalemnya dan kalo makin penuh AC nya makin dingin sehingga meski desek-desekan juga adem ayem aja. Oia, dan ga ada copet loh soalnya seluruh gerbong dilengkapi banyak banget CCTV.
yang khas lagi dari MRT adalah waktu berhentinya di setiap stasiun itu ga lebih dr 10 detik loh terhitung sejak pintu terbuka. Jadi begitu dia berhenti dan pintu terbuka, orang2 udah langsung berhamburan keluar dan hebatnya yg dr luar ke dalem juga dengan cepetnya masuk. Ga ada yg dorong dorong dan lain lain karena toh kalo ga kebagian kereta ini juga mereka cuma nunggu 5 menit karena kereta berikutnya pasti dateng. Duh makin merasa jauh nih saya kalo bandingin negara ini dengan Indonesia ckckck. dan yg lebih hebat lagi, sseluruh stasiun MRT dirancang dan didesain mirip satu sama lain. kita ga akan mungkin bisa bedain kalo ga ada tulisan ini tuh stasiun apa loh. Beneran ckckck
Satu lagi hal yg paling menonjol dari Singapura. Bayangkan saja, baru beberapa jam di sini saya udah bisa menebak 2 hal paling umum dan jadi ciri khas negeri ini. Yg pertama adalah iPhone. yup, hampir seluruh Singaporean adalah iPhone user. bisa dipastikan begitu mereka naik MRT, mereka sangat sibuk dengan iPhone 4G atau 4GS nya (jadi malu karena punya saya masih 3GS 😛 ) ga anak-anak, remaja, sampe kakek nenek semua sibuk dan autis dengan iPhone nya kalo di MRT. ada aja yg mereka kerjain mulai dr maen game, Skype-an sampe nonton youtube. Yang kedua apalagi kalo bukan hotpants hahaha. Yoi, hotpants jadi tren mode remaja putri Singapura. kebanyakan etnis Cina yg pake hotpants dimanapun dan kapanpun mereka berada. Ga pagi, siang, malem, mereka pada pake hotpants loh :3 .Banyak selentingan yg bilang kalo semua gara2 cuaca, tp banyak yg bilang Singaporean girl itu seneng showoff 😛
bukan bermaksut pervert loh ya 😛
Ok, singkat cerita sampe juga saya di Stasiun MRT Stadium. stasiunnya kecil tp bersih, dan itu terletak 3 lantai ke bawah tanah loh. Keliatan dari eskalatornya yg menjulang tinggi banget. Dan selalu bersih bukan main di sana. Sayapun naik ke lantai atas dan men-tap kartu MRT. Kebaca pulsa saya berkurang sekitar 1.5 SGD. Lumayan murah juga ya. Keluar dari sana langsung deh saya disuguhkan view stadium megah yg berdiri kokoh di tengah gelapnya malam (halah)
muter muter keliling SIS (Singapore Indoor Stadium) akhirnya ngeliat tempat red carpet MAMA 2011 kemaren. Dan foto-foto deh di sana. Viewnya bagus, ada danau (atau Sungai ya) yg mengelilingi SIS dan di sana ada jembatan megah yg menghubungkan SIS dengan kota. Deretan gedung tinggi pun keren abis difoto pas malem. Di belakang SIS ada blok restoran yg baunya bener bener menggoda perut yg memang sedang lapar karena belum terisi sama sekali 😛
kemudian saya memutar ke arah bagian depan stadium dan mencari pintu East Entrance tempat saya akan masuk besok. Akhirnya setelah bertanya ketemu juga East Entrance itu di lantai 2 ternyata 😛 setelah memastikan masuk dari sana, saya pun berencana pulang, eh tapi mau singgah di Clarke Quay dulu deh, rencananya mau liat tempat romantis gitu (padahal foreveralone) dan mau liat kaos equalizer khas Singapur itu 😛 Yasudah jalan deh saya ke arah Stadium dengan kondisi kaki super pegel, mandi keringet dan ngegendong tas ransel kemana-mana. Derita backpacking 😦
Nah pas saya mau balik ke stasiun MRT lwat pintu depan, suasananya aneh gitu. di bagian kiri di depan stadium, banyak banget orang-orang (remaja cewe cowo) yg ngegondol kamera SLR segede gaban dan banyak pulisi Singapur berkeliaran. pas saya mau nyebrang dan jalan di sebelah kiri jalan, tiba-tiba dari belakang ada suara ToA “hey You, MOVE ASIDE, MOVE ASIDE PLEASE!!” sontak deh saya balik dan liat ternyata ada pulisi yg nunjuk nunjuk saya nyuruh ke pinggir. OK deh saya minggir dan ga berapa lama, dari arah depan, dateng dua mobil van putih ke arah saya dan berbelok serta berhenti kurang lebih 10 meter di depan saya. Nah itu orang2 yg pada bawa kamera SLR tiba tiba lari ke arah saya semua. Gebleg gimana ga panik coba. Pada lari lari ke arah saya dengan histeris. Dikira aing ARTIS APA?? yo wis saya pun penasaran dan balik arah eh ternyata eh ternyata itu tuh mobil van nya SoShi dan mereka mau rehearsal malem ini buat konser besok.
buset dah durian runtuh ini namanya. saya berada di row terdepan dan jarak van tuh cuma 10 meter. dan langsung deh tuh Sunny, Hyoyeon ama Yoona keluar dr van. Buset aing langsung panik dan ngeluarin iPhone ternyata si iPhone ini baterenya modar. SIALLL!! yasudah lah ini yg dibelakang udah pada ngelancarin serangan blitz dan saya pun cuma bisa melongo tereak tereak boi. Sedih 😦 Etapi anehnya mereka cuma bertiga, satu van lagi isinya cuma kru. Mana yg lain ya? oh mungkin belum pada nyampe kali ya. Dan yg bikin saya tercengang lagi, deretan orang2 di belakang saya ternyata orang Indonesia kabeh. Soalnya mereka pada heboh “Ya ampun, gue dapet foto Yoona donk. Lu dapet ga tadi” | “Taeyeon mana ya kok belum keliatan” dan lain sebagainya. Buset dah, di Singapur aja aing masih ketemu orang Indonesia? hahaha
Ahirnya saya memutuskan untuk tidak menunggu member yg lain dan pergi ke Clarke Quay melalui interchange Dhoby Gaut, Interchange terbesar di Singapura (di bagian 2 saya akan bahas 😉 ) Sampe di Clarke Quay bingung kan mau keluar lewat mana 😛 Stasiun MRT singapur itu dirancang dan didesain bisa dimasuki dari berbagai spot yg tersebar di hampir 9 atau 10 titik masuk. Jadi kita bisa masuk dari manapun dan keluar kemanapun. Hebatnnya mereka menyertakan rambu dan tanda dengan sangat detil jadi ga mungkin lah kita nyasar. Saya memutuskan untuk keluar ke arah Bus Stop dan mencoba buat menebak-nebak ke mana arah Jembatan Clarke Quay (riverside point) yg legenda itu 😛
Akhirnya saya keluar stasiun dan melongo liat deretan gedung tinggi pertokoan dan kantor yg megah. Kemudian saya belok ke kiri mencoba mengikuti arus kemana orang2 pergi dan bener deh ahirnya keliatan tuh Clarke Quay, sungai besar (ada taxi airnya loh) dan di pinggir sungai banyak orang pacaran ampe cipokan o_0 di bagian sebrang terdapat deretan pertokoan terang benderang dan di tempat bernama Riverside Point tercium bau harum masakan Seafood yg jadi ciri khas tempat ini. Soo tempting #mupeng
di bagian sebrang Clarke Quay terdapat semacem pasar malem gitu tempat jual barang barang khas Singapur. Eh di sana ternyata ketemu nih si kaos Equalizer. Kaos nya kayak gimana sih? kyk gini nih
jadi si kaos itu dilengkapi dengan sensor suara, kalo dia ngedeteksi ada suara musik yg berdentum, deretan lampu LED yg ditempel di bagian depan nya akan bergerak naik turun. Bagus sih, cuma harganya??? 35 SGD sodara sodara. Sialan, padahal di Indonesia saya liat cuma 20-an. mungkin karena mau natal kali ya jadi mahal. Yaudah ga jadi deh beli cuma bisa mufeng doank.
Capek keliling di Clarke Quay saya pun mencoba pulang. Waktu menunjukkan pukul 21.30 waktu setempat dan perjalanan ke Admiralty masih 18 stasiun lagi -___- Singkat cerita saya naik MRT jalur merah dan tiba di stasiun MRT pukul 22.10. Di sana saya buka lagi sms babeh yg bilang kalo saya musti nyebrang jembatan penyebrangan dan naik bus rute 913 dan turun di halte ke-5. Ok deh, saya cari tuh jembatan penyebrangan dan hebatnya si jembatan penyebrangan tuh ternyata eskalator sodara sodara. bukan tangga hahaha. Halte bus pun jam segitu masih lumayan penuh. Begitu bus jurusan lain dateng, saya perhatiin gimana cara mereka naik takutnya ntar sifat Kabayan saya keluar 😛 Ternyata pas mereka naik, di pintu depan bus ada sensor RFID kayak di stasiun. kita men-tap kartu MRT ke sana dan turun lewat pintu samping dengan men-tap lagi kartu MRT nya. Ok deh, bus 913 dateng dan saya pun naek. Oia, perlu diingat kalo semua bus di SG ini ga kejar setoran. Ada atau ngga ada penumpang, mereka tetep berhenti di semua halte, dan berhentinya cuma 20 detik doank. Mau ada penumpang yg lari lari ngejar juga pintu ga akan dibuka loh kalo si bus udah melaju. Edan.
10 menit kemudian saya sampe di halte yg dimaksud babeh. Turun di sana, cari apartmen blok 473 dan menuju lantai 6 rumah nomer 453. Luckily ga sulit nemuin nya dan saya pun akhirnya mengetuk pintu, masuk dan ketemu babeh. Awkward banget tinggal berdua sama si babeh di negeri orang 😛 Apartmennya terdiri dari 4 kamar, 1 dapur dan 2 kamar mandi. Lumayan lega dan full AC sih, dulunya ini ditempatin ama 7 orang tp semua udah pada pulang ke Indonesia.
yaudah langsung deh saya mandi, ganti baju dan ga lupa internetan dulu (mau pamer ceritanya padahal dr tadi si iPhone ga bisa konek sama sekali T_T ) ternyata oh ternyata yg mengejutkan lagi, ternyata akses internet berasal dari free wifi (wifi punya tetangga yg ga diprotect password) Edanlah hahaha. lucu banget ada orang baik hati yg ngebiarin wifi nya dipake orang hahaha
Sekitar 2 jam twitteran saya pun mengantuk dan tidur. Waktu sudah menujukkan pukul 01.30 waktu setempat. Mending tidur lah biar besok fit buat nonton konser dan jalan jalan :3
wah kyknya udah lama pisan ga nulis di blog lagi sejak adanya pekerjaan “pain in the ass” (baca : TA) yg mengisi hari hari saya 😛 ok deh mumpung sempet mau coba share pengalaman “backpacker kilat” ke negeri Singa alias singapura seminggu yang lalu 😀
hmm mulai dari mana ya? mulai dari awal mula kenapa saya bisa sampe melakukan perjalanan ke luar negeri pertama ke Singapura deh soalnya kisahnya agak agak miracle gitu deh hahaha
udah pada tau Singapura kan? pastilah ya siapa juga yg ga tau negara kecil yg wilayahnya nyempil keselip Malaysia ama Indonesia tp jauh jauh lebih maju ketimbang negara yg disebut belakangan 😛
tuh dari peta aja keliatan kan betapa kecilnya negara ini?
Cerita berawal dari 4 bulan yg lalu, mungkin setelah lebaran 2011. saya ingat dulu ada teman yg memposting di suatu forum internal kampus tentang kata-kata dari Pak Reynald Khasali yg bilang kalau sebagai mahasiswa kita musti punya passport dan harus punya cita-cita untuk pergi ke luar negeri ke negara yg lebih maju guna melihat dan menyadarkan diri telah sejauh apa bangsa kita tertinggal. Nah langsung deh saya terhenyuk dan memang dr dulu juga udah ada niatan bikin paspor tp maksutnya buat gaya2 an gitu hahaha
Akhirnya sejak saat itu cari-cari deh info bikin passport dan kebetulan ada sisa uang jajan akhirnya mulai deh pengalaman pertama bikin paspor. Ga perlu saya ceritain di sini deh ya soalnya rada rada ngeselin juga nih si proses bikin paspor (biasalah birokrasi). Singkat cerita setelah paspor jadi ya udah terus dipajang lah tuh di lemari kamar hahaha.
beberapa minggu berselang, tiba-tiba muncul berita di FB dan twitter kalau ternyata paporit saya setelah Real Madrid, apalagi kalo bukan SNSD :3 kabarnya bakal ngegelar konser di Singapura bulan Februari 2012. Wah langsung itu org org pada heboh termasuk saya dan temen2 saya di kampus sesama SoNE yg langsung meniatkan dalam hati (halah) dan mengencangkan ikat pinggang sekencang-kencangnya buat nonton ini konser taun depan. Apalagi penyebabnya kalau bukan Indonesia, negeri kita tercinta memiliki kemungkinan yg amat sangat kecil untuk menggelar konser mereka. Ironi 😦
Ok, paspor udah punya berarti saya tinggal kurang modal duit ama tiket pesawat buat ke sana taun depan.
Nah mulai dah tuh sejak saat itu nyoba iseng-iseng nyari tiket pesawat murah via online plus melakukan penjajakan dengan ortu buat mempermulus ijin ke sana dan tak lupa juga tiap hari nabung biar kekumpul tuh duit yg diprediksi membutuhkan dana sekitar 3 juta-an 😛
nah selagi mengais asa untuk pergi ke sana, eh tiba tiba dua bulan kemudian, tepatnya akhir september 2011 muncul dah official statement dr sgRITS selaku promotor konser kalau konser SNSD di bulan Februari 2012 itu akan dimajukan menjadi DESEMBER 2011! bagai petir di siang bolong (lebay mode : ON) pas denger berita ini. Gmn ngga? jarak Feb ke Des itu 3 bulan dan berarti waktu utk ngumpulin duit ke sana jg berkurang 3 bulan dan belum ditambah fakta kalau Des itu minggu UAS dan akhir taun so pasti penerbangan ama penginapan mahal ckckck
Beneran lah yg ditakuti kejadian. Satu persatu temen yg mengais asa kemaren pada berguguran. Asalnya saya juga nyaris gugur sih berangkat ke sana. Cuma demi pengalaman once in a lifetime nonton idola yg biasa cuma bisa mupeng kalo nonton DVD konser mereka yg pertama, plus pengalaman pertama keluar negeri akhirnya mencoba menguatkan niat deh tetep jadi meski kondisi keuangan juga morat-marit dan TA masih belum beres 😛
Yo wis setelah niat mantap saatnya mikir gimana cara bisa dapet tiket konser dan tiket pesawat. Okelah tiket pesawat mah pasti banyak. masalahnya tiket konsernya itu. Masa saya musti ke singapur dan ngantri gitu? well, akhirnya intuisi saya bekerja dan mulai bertanya tanya pada temen-temen yg punya temen yg pernah nonton konser di Singapur. sebut saja SHINEE dan SuJu (halah). Akhirnya dr berbagai macam metode pengumpulan data, telah ditarik kesimpulan kalau mereka itu dpt tiket dr jasa fansclub yg ada di tanah air yg me-resell tiket konser meski harganya lebih mahal sekitar 200-300 ribu.
Gak masalah lah kalo cuma beda 200-300 rb mah, anggap aja ongkos ngantri di Singapur nya hahaha. nah misi saya berikutnya itu adalah mencari kira-kira fansclub SNSD mana yg nge-resell itu tiket. KaskuSone? SoneIDWS? soneid? langsung lah tanpa tedeng aling-aling saya follow tuh twitter fansclub SNSD di Indonesia beserta para petingginya biar ga ketinggalan setiap info tentang konser di Singapur. Bener aja ternyata, beberapa minggu kemudian mulai banyak penawaran penawaran tiket konser bertebaran di twitter. Mulai dari yg masih spekulan dpt atau ngga sampe yg yakin pasti 100% dpt meski muncul banyak banget kabar yg bilang kalo tiket konser Kpop itu aneh bin ajaib pasti ludes dalam hitungan menit di penjualan online nya.
Awal oktober, sgRITS mengeluarkan statement kalo mereka bakal ngejual tiket secara online pada awal November. dan mulailah saya panik dan berpikir keras mana penawaran yg bagus buat diambil. Singkat cerita akhirnya saya menjatuhkan pilihan (halah) pada salah satu member Soshindofated yg memang tampak sangat niat dan serius buat bulk order tiket konser SNSD Desember nanti. Doi matok harga 221 SGD yg dirupiahkan sekitar 1.5 jutaan plus ongkos “preman” sebesar 300rebu. Jadi total harga tiketnya 1.8 jeti. Buset dah hahaha. Tp kalau baca notes dr sgRITS sendiri yg bilang kalau mereka berambisi bikin konser Asian Artist termahal ya jadi semakin excited ngeluarin duit segitu apalagi ngebayangin bakal nonton langsung dari Singapore Indoor Stadium ntar 😛
ok beberapa hari kemudian, sgRITS merilis seating plan konsernya dan saya pun bingung mesti memilih Terrace atau Moshpit. akhirnya karena masih cupu dan mencari info sana sini, telah diputuskan saya memilih Terrace saja deh. Alesannya biar nyante, ga ngantri dan ngga perlu berdiri 3 jam (dan ternyata alasan tersebut salah, nanti sy cerita di bagian lain). dan telah diputuskan juga kalo si member soshindofated ini akan membook T13 dengan alasan dekat dengan balkon yg akan disambangi tiap member SNSD kalau menyebar :3
Pembayaran telah dilakukan dan saya pun menunggu. Eh ternyata pas hari H dibuka pemesanan online, si tiket telah habis terjual dalam 4 menit lah. Asem banget hahaha. tp kemudian sy dpt berita kalo si org yg saya gantungkan harapan bwt mendapatkan tiket ini telah menjamin tiketnya pasti dapet. Leganya hahaha. Ok, setelah tiket konser didapat (secara virtual) lantas saya pun beralih ke perburuan tiket pesawat semurah dan seaman mungkin menuju Singapura PP dr Indonesia.
Setiap hari hanya diisi hari hari ngebuka situs Airasia, Jetstar dan beberapa maskapai penerbangan lain yg berani menawarkan harga murah namun bukan turun di jalan menuju Singapura. Setelah browsing dan mengecek harga sampai rasanya ingin muntah, ditarik kesimpulan kalau Air Asia CGK-SIN PP itu sekitar 1.4 juta, Air Asia BDO-SIN PP itu sekitar 1.7 juta, Jetstar PP itu sekitar 980 ribu tp sayang sungguh sayang si Jetstar ini kaga bisa kalo bayarnya ga pake sesuatu bernama PayPal. haah….
Beberapa hari berlalu dan saya pun belum memutuskan mau booking pesawat apa padahal udah semakin dekat kurang dr 30 hari lagi dan bisa bisa tiketnya makin naik dan penuh. Kalau sampe penuh ya mati aja percuma namanya, Moso mau ke sana naik motor? -____-
eh tak disangka tak dinyana berawal dr iseng-iseng baca koran liat iklan promo Batavia Air dr Bandung ke Singapur sampai tanggal 10 Des 2011. LUCKY!!!! akhirnya saya sambangilah itu kantor cabang Batavia Air di Pasir Kaliki Hyper Square Bandung dan ngutak-ngatik jadwal keberangkatan dan kepulangan sampai diperoleh kombinasi termurah yaitu Rp 797.000 saja untuk rute BDO-SIN-CGK dr tanggal 8 Des 2011 sampai 10 Des 2011.
nah tiket konser (virtually) udah di tangan, tiket pesawat juga udah dalam genggaman. Berarti sekarang tinggal penginapan selama di sana. Browsing time dimulai dan dr info yg didapat ternyata di Singapura itu banyak terdapat backpackers hostel. Hostel murah dengan format dorm gitu yg harga per malam nya sekitaran 25 SGD saja. Berdasarkan pengalaman salah seorang teman yg udah pernah ke sana, akhirnya diputuskan saya akan menginap di hostel ABC di daerah Bugis dan langsung deh saya kontak via email untuk reservasi.
Sialnya ternyata reservasi mesti disertai pembayaran dan berarti mesti pakai paypal atau bayar langsung ke sana. Ya sudah karena saya malas ngurus begituan akhirnya ya tunggu bayar di sana aja sembari modal nekat juga 😀
Sebenernya si penjual tiket juga menawarkan barangkali mau sekalian menginap bareng rombongan cuma feeling sy mengatakan kalau lebih baik saya menunggu aja dulu dan buking di tempat aja deh. apalagi beberapa hari kemudian mendapat masukan dr teman katanya kalo kurang uang mah modal nekat aja nginep di Changi. Boleh kok, Buset! o_0
Yo wis begitu memantapkan niat gimana nanti begitu di Singapur, mulai deh mencari banyak informasi tentang Singapur mulai dari peta dan rute MRT (kereta bawah tanah) , tempat-tempat bagus yg bisa dikunjungi dengan gratis, sampai peraturan-peraturan yg tidak boleh dilakukan di sana. Semuanya udah dihapal dalam kepala nih hingga seminggu sebelum keberangkatan hahaha. Oia ga lupa juga browsing browsing hostel murah beserta harga dan tempatnya supaya begitu nyampe rencananya punya banyak alternatif pilihan hostel buat menginap karena ternyata rasanya gak akan tahan kalo mengandalkan menginap di Changi apalagi sampe 3 hari gitu 😦
Nah tepat seminggu keberangkatan, hati rasanya udah deg-degan dan mulai dilanda tegang cemas sekaligus takut kalau-kalau bakal nyasar atau apa kek di sana terutama masalah penginapan nanti 😛 eh tiba-tiba tak disangka dan dinyana, saya merasa menjadi orang paling beruntung di seluruh dunia pada hari itu. Ayah saya yg project nya di Singapura sejak Januari 2011 lalu dan sudah rampung bulan Oktober ternyata dikirim kembali ke Singapura selama satu minggu terhitung sejak 3 Des – 10 Des untuk melakukan supervisi akhir. Tanggal 1 Des si babeh nanya : “Mas, jadi ke Singapur? tanggal brp” | “jadi pah brgkt tgl 8 pulang 10” | “hari senen (3 Des) papah ke SG lagi dan pulang tgl 10. Udah buking hotel belum?” | “wah belum pah, soalnya bayar mesti pake Paypal” |
trus tiba-tiba si babeh bilang “ya udah nginep di apartmen papah aja di sana soalnya di sana jg sendirian. temen2 udah pada selesai kerjanya” | eh ibarat dapet durian runtuh ya langsung lah saya iyakan ketimbang luntang-lantung di Singapur tanpa arah hahaha. Lumayan meski tempatnya sangat jauh dr tempat konser (sekitar 26 stasiun kalau liat peta rute MRT) menginap gratis bersama babeh adalah pilihan yg sangat tepat 😀 Meski di sana ke mana-mana tetap bakal sendirian, minimal bisa bertanya rute dan tempat-tempat yg menarik buat dikunjungi dari si babeh 😀 So, tanggal 3 Des babeh saya berangkat duluan ke SG kemudian disusul saya 5 hari kemudian tanggal 8 Des nya dan rencananya kita bakal pulang bareng ke Jakarta di tanggal 10 Des, dengan pesawat yg berbeda pastinya 😛
Haah, langsung deh segala sesuatunya menjadi super exciting karena bakal menonton SNSD dr dekat untuk pertama kalinya, plus menjejakkan kaki di negeri orang untuk pertama kalinya di usia saya yg ke-23 ini plus mendapat jaminan tempat tinggal dan makan minimal selama 3 hari di sana 😛