Goodbye 2021… Welcome 2022

Hari ini hari terakhir 2021. Setelah melalui 2021 yang cukup melelahkan saatnya refleksi dengan pencapaian dan kekurangan yang ada di tahun 2021 supaya lebih baik lagi di tahun 2022.

Sudah 2 tahun lamanya saya meninggalkan kota Bontang dan menetap di kota Bekasi. Saya mendapat penugasan dari perusahaan untuk bekerja di salah satu perusahaan multinasional yang berkantor di kawasan TB Simatupang hingga Maret 2022 nanti.

Tinggal dan bekerja di tempat yang baru, serta menjalani WFH sejak awal pandemi (Maret 2020) hingga November 2021, betul betul melelahkan, terlebih anak saya yang pertama sudah masuk usia sekolah TK dan anak saya yang kedua sudah berumur 1 tahun dan sudah banyak tingkah polahnya hehe. Terlebih kami tinggal di apartment yang tidak begitu besar jadi ya banyak riak2 stress menghampiri selama hampir 2 tahun menjalani kehidupan di Kota Bekasi.

Overall, setelah hampir 1.5 tahun bekerja dari rumah, sejak November 2021, saya sudah kembali bekerja dari kantor meskipun masih selang-seling WFH-WFO karena kapasitas kantor yang dibatasi. Memulai kembali bekerja dari kantor bukan hal yang mudah juga buat yang sudah terbiasa WFH lama. Mulai dari wajib bangun pagi dan langsung mandi (saya biasa mandi di atas jam 9 pagi selama WFH), lalu sarapan dan berangkat dari Bekasi jam 05.45 naik mobil, melewati tol, dan pastinya pulang kerja adalah jam macet yang bikin stress.

Perjalanan investasi pribadi di 2021 bisa dibilang ngga bagus tapi ngga jelek juga. 2021 yang masih dibayangi ketakutan pandemi covid dan sempat menjalani PPKM darurat selama 1 bulan lebih, instrument investasi yield tinggi dari mulai reksadana, saham, dan kripto diombang-ambing seperti roller coaster selama 2021. Banyak perubahan yang saya dapat dari berinvestasi di tahun 2021 ini, yang positif di antaranya :

  1. Aset P2P lending/fintech saya semakin besar porsinya. Saya seperti sudah mendapat pakem invetasi di P2P lending ini setelah banyak mencoba berinvestasi di berbagai platform P2P. Kapan-kapan akan saya share beberapa P2P lending yang saya masuki dan tips-tipsnya supaya tetap aman dari resiko P2P
  2. Alokasi aset saya di saham dan RD meningkat pesat. Mungkin karena pandemi WFH sehingga pengeluaran bulanan relatif turun, jadi porsi investasi bisa meningkat tajam. Praktis selama pandemi, pengeluaran besar hanya untuk staycation di hotel saja pas cuti, dan itupun hanya 2 kali setahun.
  3. Dividen yang didapat di tahun 2021 ini jauh lebih besar (meningkat 150%) dibanding tahun 2020, padahal besaran dividen per share masing-masing emiten turun karena laba 2020 yang rata-rata turun. Pertama, karena alokasi dana/jumlah lot per emiten lebih besar, dan kedua karena pajak dividen 10% sudah dihapus pemerintah

Per desember 2021, alokasi aset investasi saya sebagai berikut :

Porsi saham melejit dari sebelumnya sekitar 30% an ke 44% karena saya merasa di 2021 ini sebagai tahun best buy menjelang pemulihan ekonomi pasca covid. Alokasi dana di Reksadana kebanyakan Reksadana Pendapatan Tetap karena berfungsi juga sebagai dana darurat dan drypowder untuk disuntikkan ke saham begitu market terkoreksi banyak

Porsi P2P lending yang di 2020 di bawah 5% sekarang sudah hampir 10%, dengan alokasi paling besar ada di Amartha dan Ternaknesia. Dua P2P lending ini yang jadi jagoan saya karena bisa memberi return 11-15% per tahun, meski resiko cukup tinggi karena sektor riil.

Top 10 Holding Portofolio saham saya di 2021 ini antara lain :

  1. United Tractors Tbk (UNTR)
  2. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  4. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
  5. PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR)
  6. PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA)
  7. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)
  8. PT Indofood CBP Tbk (ICBP)
  9. PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA)
  10. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM)

5 besar masih didominasi batubara karena saya merasa harga batubara meroket dan laba perusahaan batubara sudah naik sangat tinggi tapi harga saham masih di situ-situ aja, kecuali ADRO yang year to date sudah naik 50% lebih.

BBRI dan PZZA saya hold karena nanti ketika ekonomi sudah tumbuh lagi pasca covid, sektor bank dan ritel consumer yang akan bounce back cepat. Begitu juga konstruksi seperti TOTL dan saya pun hold selamanya untuk saham-saham dividen bagus seperti POWR dan BJTM.

Overall return saya di 2021 ini 6.64% dari seluruh aset investasi mulai dari Reksadana, saham, kripto, P2P. Masih kalah dibanding IHSG yang +10.08% tapi not bad lah jika dibanding deposito bank BUKU IV yang di sekitaran 3%. Terlebih jika lihat komposisi penggerak IHSG yang didominasi oleh saham-saham newcomer seperti ARTO DCII MDKA EMTK BRPT dll yang ngga ada di portofolio saya.

Target/resolusi investasi di 2022 antara lain :

  1. Memperbesar porsi investasi di saham-saham growth stock. di 2021 ini, saya punya beberapa growth stock, cuma alokasinya masih jauh di bawah core portofolio di atas. Saham-saham growth stock saya antara lain : PRDA, MARK, ADES, ARNA. Hanya ARNA yang masuk top 10 alokasi aset.
  2. Memperbesar porsi P2P lending. Target di 10% alokasi aset, namun tetap mempertimbangkan resiko P2P lending. Hanya, dengan melihat tren pemulihan ekonomi pasca covid, mungkin resiko di P2P bisa berkurang
  3. Outperform IHSG. dari 2018 sampai 2020, saya selalu bisa outperform IHSG, namun di 2021 ini gagal karena perubahan komposisi free float di IHSG.
  4. Memperbesar porsi investasi di US Stock. Sejak 2021, saya mulai investasi di saham-saham bursa US melalui platform GoTrade. So far, nilai investasi saya di GoTrade baru sekitar 600 USD dan holding saya berikut ini
Image
Alokasi saham US di platform GoTrade

Mudah-mudahan di 2022 ini alokasinya bisa semakin besar biar dividen yang diberikan pun makin besar. Saham yang saya pegang di GoTrade rata-rata memberi yield dividen yang bagus seperti Coca Cola, Intel, Johnson & Johnson, Home Depot, JP Morgan dan P&G. Sedangkan Microsoft dan Meta (Facebook) saya hold karena termasuk Tech company dengan growth luar biasa.

Demikianlah catatan saya di 2021 ini dan harapan di 2022. semoga kita semua diberikan kesehatan selalu agar bisa melalui pandemi covid ini dengan selamat.

See you…

Comeback

Sudah lama tidak nulis di blog karena satu dan lain hal… Saya akan coba mulai rutin lagi nulis deh, karena katanya nulis itu memang melatih kemampuan otak agar stay sharp terus.

Alasan saya ngga sempat nulis blog lagi antara lain karena beberapa kesibukan yang utamanya karena sejak Maret 2020, saya udah dipindahtugaskan (sementara) ke Jakarta dan bukan lagi di Bontang. Jadi banyak penyesuaian hidup yang harus dilakukan.

Saat ini saya stay di area Bekasi dan kadang-kadang pulang ke Bandung ke rumah orang tua/mertua. Ditambah di Januari 2020, anak kedua saya lahir dan makin banyak kesibukan yang membuat ngga sempat nulis blog 1 tahun lebih ke belakang.

Alasan kedua, dan yang paling bikin kesel adalah salah satu hard disk eksternal andalan saya dan istri untuk mengumpulkan file-file foto dan video, dari mulai foto/video sebelum saya nikah, nikah, punya anak 1, sampai foto dan video perjalanan ke luar daerah maupun luar negeri, ternyata corrupted dan ngga sempat dibackup ke cloud.. Alhasil, semua foto dan video kenangan hilang, yang tersisa hanya sebagian aja yang sempat diupload ke sosial media kayak facebook atau instagram saya dan istri. Kami udah coba repair ke salah satu tukang repair di Bandung tapi hasilnya nihil, hanya kurang dari 10% file yang bisa selamat…

Yasudahlah, memang sudah nasib. semoga mulai minggu ini dan seterusnya saya bisa konsisten nulis di blog sebagai diari/catatan hidup dan sharing-sharing pengetahuan dan pengalaman tentang banyak hal…

Salam…

Sedikit kebaikan di bulan Ramadan

Bulan Ramadan 1441H sudah memasuki hari ke-11, pandemi covid-19 membuat Ramadhan kali ini sangat berbeda dari Ramadan-Ramadan sebelumnya. Tidak ada salat tarawih di mesjid, tidak ada buka bersama, dan tidak ada acara berburu takjil ke pasar takjil yang biasanya ramai dengan orang dan makanan.

Namun hakikat ramadan sebagai bulan penuh berkah dan kebaikan tetap perlu diaplikasikan dan diwujudkan di tengah krisis, baik krisis ekonomi maupun krisis multisosial lain di tengah situasi pandemi saat ini. Bagi yang masih memiliki pekerjaan dan penghasilan seperti saya, banyak cara dapat diwujudkan untuk bersyukur dan membagi kebaikan di bulan Ramadan meskipun dengan hal yang paling kecil sekalipun.

Saya pribadi setiap sore sekitar pukul 17.00 WIB rutin memesan makanan di GoJek berupa 1 porsi makanan lengkap dengan harga sekitar Rp 20,000. Makanan itu saya pesan di sekitar rumah dan titik antar ny saya buat tidak jauh dari restorannya, kira-kira maksimum 500 meter, bisa Indomaret, kantor pos, maupun tempat-tempat umum lainnya. Saat orderannya nyangkut di abang gojeknya, saya langsung tulis pesan, “Pak silakan diambil saja makanannya buat berbuka. Tidak perlu diantar ke tempat saya, biar saya yang traktir.” Tanggapan bapak gojeknya cukup beragam, sebagian besar mengucapkan terima kasih dan mendoakan saya, namun ada juga yang datar-datar saja dan merasa tidak enak hehe. Tapi karena niat ingin berbagi ya tidak masalah.

Berbagi kebaikan menurut penelitian dapat meningkatkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan yang ujungnya mampu meningkatkan imunitas tubuh. Melalui hal-hal yang kecil kita bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pandemi ini. Contoh yang lebih besar misalnya ikut menyumbang melalui lembaga donasi seperti kitabisa.com ataupun melalui lembaga amil zakat seperti rumahzakat, dompetdhuafa, ACT, dll.

Dana pemerintah sangat terbatas sehingga pasti tidak akan semua bantuan dibagikan secara merata. Apalagi jika pandemi ini masih berlangsung setelah lebaran, bisa jadi makin banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan karena PHK dan mati kelaparan.

Semoga saja tidak…

Hello World…

Sudah sekian bulan absen menulis blog dikarenakan kesibukan dan lain hal seperti istri hamil anak kedua, LDR-an, penugasan di tempat yang baru, dan lain-lain yang membuat dunia blogging jadi menjauhi saya.

Di 2020 ini, di tengah pandemi corona virus dan Work From Home yang sudah berlangsung 2 bulan (entah sampai kapan), saya akan share beberapa aktivitas dan “pencapaian” selama 4 bulan ke belakang.

Tentu saja yang pertama dimulai dari investasi. Seperti yang kita ketahui, sejak Februari hingga saat ini, bursa saham baik di Indonesia maupun dunia, luluh lantak karena kepanikan pelaku pasar akibat virus corona. IHSG terjun bebas dari posisi 6000-an ke 3900 hanya dalam hitungan minggu. Sudah barang tentu posisi para investor ritel yang menabung saham sejak 2016 hingga saat ini pasti dalam posisi nyangkut parah alias floating loss yang luar biasa. IHSG seolah kembali ke harga tahun 2015 dan saya sendiri ketika IHSG ke posisi Rp 3,900 punya floating loss sekitar -56%. Sadiss…

Namun, bukan investor sejati namanya kalau tidak melihat krisis seperti ini menjadi sebuah peluang. Sejak IHSG luluh lantak, semua saham blue chip (BBCA, BBRI, BMRI, UNVR, ICBP, you name it..) semua longsor >20% dari harga tertingginya. Hal tersebut membuat saya mengambil keputusan untuk mengocok ulang portofolio saya. Di 2019, saya banyak mengoleksi saham-saham second liner pemberi dividen yield tinggi yang harganya sudah turun dalam (BUDI, CLPI, RAJA, PSSI, INDR, MDKI, you name it) untuk melakukan cutloss besar-besaran (cut loss adalah hal yg sangat jarang saya lakukan selama investasi saham sejak 2016 hingga saat ini) untuk switch ke Blue chip yang sudah jatuh sangat dalam.

1.png

Di atas ini adalah porsi portofolio saya di akhir 2019 dimana UNTR sangat mendominasi portofolio saya (ada cerita khusus mengenai alasannya, kapan-kapan saya share). Setelah berpikir panjang, sayapun mulai cutloss besar-besaran di saham 2nd dan 3rd liner yang saya anggap tidak/kurang prospektif karena corona dan mulai masuk ke beberapa bluechip. Hasilnya, inilah rebalancing portofolio saya per 30 April 2020.

2.png

Tambah banyak sih, namun dilihat dari jenis perusahaannya, banyak blue chip dan saham prospektif saya dapat di harga super diskon. Sedangkan beberapa 2nd liner yang masih saya pegang karena saya sudah nyangkut dalam dan sayang untuk di cutloss, prospek perusahaannya pun masih lumayan oke di era pandemi begini. Saya pun masih terus nambah posisi di saham-saham blue chip yang sudah longsor seperti BBRI, ICBP, dan TLKM sambil menunggu entry yang ideal.

Karena banyak yg bilang bahwa cash is king di tengah ketidakpastian dan krisis ekonomi ini, maka saya pun sudah memupuk cukup banyak cash untuk mengambil posisi jika saham-saham blue chip incaran saya akan turun lebih dalam lagi. Posisi aset kelolaan saya per April 2020 adalah sebagai berikut :

3.png

Porsi saham hanya 17% dari keseluruhan aset karena sejak 2019 kemarin saya mulai banyak masuk ke Crowdfunding (iGrow, Ternaknesia) dan masuk ke sektor riil seperti penggemukan sapi dan perkebunan sayuran.

Mudah-mudahan krisis ekonomi dan virus corona ini segera berlalu sehingga aset berupa kertas saya yaitu Saham, Reksadana (Pasar Uang dan Pendapatan Tetap) serta Obligasi Pemerintah dapat tumbuh.

Itu tentang dunia investasi yang saya geluti. Kesibukan lainnya di masa pandemi ini adalah melakukan work from home dari Bandung. Kebetulan per Maret 2020 kemarin saya mendapat penugasan dari perusahaan ke sebuah perusahaan multinasional di bidang migas di bilangan TB Simatupang. Karena Jakarta memberlakukan WFH sejak pertengahan maret, maka saya pun memutuskan pulang ke Bandung karena anak istri sudah tinggal di sana sejak akhir tahun lalu.

Hal-hal bermanfaat lain yang dilakukan selama pandemi adalah mengurus anak (sambil bekerja), membaca laporan keuangan dan laporan tahunan emiten, mengikuti webinar gratis dari banyak komunitas, sedikit beramal (traktir gojek, nyumbang di kitabisa, dll) dan yang pasti adalah menyusun rencana liburan di tahun depan setelah covid berakhir (semoga)…

See you in the next post… soon (maybe)

REBORN!

Setelah hampir 3 tahun tidak menulis blog, saya putuskan untuk kembali menulis lagi. Sekedar membuat catatan pribadi dan sharing pengalaman menarik. Isi blog nya masih seputar traveling, sepakbola, dan tema yang sedang saya gandrungi saat ini yaitu value investing hehe

Minimal sehari saya luangkan waktu sekitar 30 menit untuk menulis blog pribadi ini.. Semoga bermanfaat