Petualangan Baru di Pulau Borneo Part 3

wuiiih udah hampir setaun blog ini mati suri hehe. Maklum lah pemiliknya terlalu sibuk menangani berbagai macam hobi hehe. Dari mulai pindah departemen di tempat kerjaan, hobi main Football Manager, nonton, dll.

Sesuai judul, post ini melanjutkan tentang lingkungan tempat tinggal saya yg baru di kompleks PT Badak. Jadi begini, PT Badak itu perusahaan migas yang cukup aneh. Sistem kerjanya tidak menganut sistem ON-OFF seperti layaknya perusahaan migas kebanyakan namun domisili dan kerja harian layaknya pegawai kantoran. Oleh karena itulah disini dibangun sistem komunitas layaknya perumahan, lengkap dengan seluruh fasilitas yang semuanya gratis!Dari mesjid, gereja, kolam renang, lapangan tenis, trek lari, sampai bowling pun ada. Semua buka setiap hari (kecuali tanggal merah) dan gratis untuk karyawan dan keluarganya. Di sini juga ada semacam wisata alam dari mulai kawasan hutan reservasi buatan, tempat panjat tebing hingga kawasan terpadu pantai dan pulau buatan yang pemandangannya indah sekali hehe.Believe it or not, di tempat saya ini sering muncul buaya, biawak, ular kobra, bekantan, kuntul perak, dan hewan-hewan khas Kalimantan lainnya loh! hehe

Di area Marina di foto di atas, di sana banyak sekali sarana rekreasi dan olahraga untuk pegawai dan keluarganya loh. Dari mulai main-main dan berenang di pantai yang airnya bersih, mancing dengan fasilitas speed boat, berlayar dengan fleet, menyelam, hingga bertamasya dengan keluarga ke Pulau Beras Basah menggunakan speed boat yang besar. Dan lagi-lagi, semuanya gratis loh! hehe

Balik lagi ke komunitas yang dibangun di dalam kompleks perusahaan ini, masing-masing pekerja tetap mendapatkan rumah dinas. Ya semua pekerja permanen diberi rumah dinas. Rumah dinas disini ada tingkatannya sesuai dengan golongan si pekerja tersebut. Rumah dinas lebih dikenal sebagai PC (saya ngga tau apa singkatannya, mungkin Public Community kali ya). Tingkatan yang paling bawah adalah PC 6C, PC6B, PC6A (rumah tipe ini merupakan rumah reguler 120 m2 yang dibuat couple), PC5 (rumah tipe 36), PC4 (rumah tipe 42), PC3A (rumah tipe 60) dan PC3B (rumah tipe 72). Semua rumah di PT Badak hanya terdiri dari satu lantai. Mungkin karena tanahnya luas kali ya hehe. Saya kasih liat beberapa penampakannya deh.

Rumah PC5

Rumah PC4 lama

Rumah PC3A

Ya begitulah, karena di sini daerah pekerja alias karyawan, rata-rata siang hari kompleks ini sepinya luar biasa. Apalagi malam hari. Jam 7 malam saja rasanya sudah kayak tengah malam. Yang kedengeran cuma suara obor aja hehe. Tiap weekend biasanya banyak yang memadati area rekreasi macem taman, Marina, kolam pemancingan, kolam renang dll. Tidak sedikit juga yang ‘mengungsi’ ke Balikpapan dan Samarinda mencari keramaian mengingat di kota ini satu-satunya mall hanya Ramayana dan toko sebesar Borma sudah pantas disebut ‘Plaza’ 😛

Yowis, lain kali dilanjut lagi dengan topik yang jauh lebih seru hehe.

 

Petualangan Baru di Pulau Borneo Part 1

Ah sebenernya tulisan ini basi banget sih. Karena ditulis sejak 7 bulan kemudian. Tapi ya sudahlah lebih baik iya daripada ngga kan 😛

23 taun saya lahir dan besar di Bandung, belum pernah lebih dari sebulan keluar dari Bandung dan menjalani kehidupan di kota lain. Paling lama kemana ya? Mungkin ketika Kerja Praktek di Karawang dan mudik Lebaran sekitar 3 minggu di Malang. Sisanya? Nope. Ga heran kalau saya dijuluki si jago kandang seperti layaknya Persib Maung Bandung hehehe.

Di usia ke-24, menjelang ke-24 tepatnya. Perasaan saya rasanya berkecamuk (halah). 23 tahun di Bandung rasanya Bandung makin sempit dan makin ga senyaman dulu. Ditambah fakta bahwa saya sudah lulus kuliah dan fakta menyedihkan bahwa di kota tercinta itu tidak tersedia banyak lapangan kerja untuk saya lamar (ciee…). Jadi pilihan hidupnya ya buka usaha atau keluar dr Bandung.

Nah di tengah perasaan bimbang antara meneruskan usaha yg sudah saya rintis atau keluar berpetualang (well, actually sy sudah mencoba merintis usaha di bidang bioteknologi, namun rasanya cukup sulit menembus yg namanya birokrasi untuk permodalan). Setelah berpikir cukup lama dan matang, akhirnya saya pun memutuskan untuk mencoba peruntungan nasib di luar Bandung. Kebetulan cita-cita saya setelah ‘banting setir sedikit’ adalah mencari pengalaman di perusahaan besar dan mencoba mendapatkan gain berupa income dan pengalaman yg lebih baik drpd tempat lain. Pilihan itu hanya ada di perusahaan minyak dan gas dan as we know, representasi perusahaan oil and gas di Indonesia sebagian besar ada di Kalimantan.

Dan sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, alhamdulillah saya diterima di PT Badak NGL Bontang dan akan memulai petualangan saya pada Januari 2013. Cuma yaitu dia, sebagaimana rasanya jago kandang, rasanya super berat meninggalkan Bandung, keluarga, teman, pacar dan segala hal yg indah utk mengadu nasib utk waktu yg cukup lama. Di perusahaan tempat saya bekerja nanti, semua fasilitas disediakan dan artinya sistem on-off yg selama ini dianut kebanyakan oil and gas company tidak berlaku, well, that means sy harus menetap di sana. Duh!

Akhirnya setelah pikiran berkecamuk (halah) saya memantapkan hati untuk terbang ke Bontang. Dr Bandung, sy harus menuju Jakarta terlebih dahulu untuk kemudian mengambil rute pesawat Jakarta-Balikpapan. Yang memalukan, ini untuk pertama kalinya saya naik Garuda Indonesia gan! Maklumlah meski sudah cukup sering naik pesawat, kebanyakan saya hanya mampu meng-afford penerbangan low cost macem AA, Lion, Sriwijaya, dll hehe

Rupanya naik Garuda itu enak gan! Untuk pertama kalinya saya naik pesawat yg ada tivinya dan diberi full service macem ini. Kapan lagi? hehe. 2 jam perjalanan udara ditempuh dan ketika akan mendarat saya melihat paparan laut Jawa di kejauhan dan artinya kaki saya sebentar lagi akan menginjakkan tanah Kalimantan untuk pertama kalinya. Well, banyak mitos tentang Kalimantan, terutama yg mistis dan aneh-aneh yg saya dapatkan beberapa hari menjelang keberangkatan saya. Lucu-lucu lah, ada yg ngelarang minum air yg disuguhin sama penduduk lokal, ada yg ngelarang membawa benda-benda yg ditemukan di jalan, dan lain-lain.

Di Bandara Sepinggan, saya menuju tempat transit dan rencananya akan naik connecting flight yaitu pesawat charter perusahaan rute Balikpaoan-Bontang. Perusahaan saya ini rupanya punya lapangan udara pribadi yg diperuntukkan untuk jalur transportasi karyawannya. Enak juga ya hehe. Setelah menunggu selama 2 jam, saya akhirnya naik pesawat ATR Indonesia Air. Buat yg belum tau ATR, ini saya tunjukkan gambarnya. Ya, itu adalah pesawat baling-baling, gan! hahaha

Pesawat dengan kapasitas 40 orang ini membawa saya terbang dari Balikpapan ke Bontang hanya dalam waktu 25 menit dibanding dengan perjalanan darat yg ditempuh minimal selama 5 jam. Weleh! hahaha. Itulah fenomena Kalimantan. Banyak jalan-jalan yg dibangun mengikuti jalur penebang kayu sehingga muter-muter ga jelas haha.

Siang hari saya tiba di Bontang, di bandara milik perusahaan tepatnya. Kemudian saya dan teman2 saya sesama pegawai baru dibawa menuju apartmen yg bernama Apartmen Sawo Kecik. Di dalam perjalanan saya cukup takjub melihat lingkungan perusahaan ini. Jauh sekali dari bayangan saya. Di bayangan saya, kanan kiri itu hutan. Eh ini malah hamparan lapangan golf dan bunga-bunga coba haha. Sampai di apartmen, saya langsung ditunjukkan kamar paling ujung yg bernomor 50. Well, ketika saya masuk ke kamar ini, not bad lah. Ada AC, TV, kulkas, kamar mandi dalam, tempat tidur double dan ruangan yg cukup luas. Mungkin kalau di konversikan ke rupiah ini tipe kosan yg lebih dr 2 juta sebulan hehehe.

Lingkungan di sekitar apartmen ini juga hijau dan asri lah. Ada lapangan golf di sebelah timur, pepohonan rimbun dan jalan raya tepat di depan kamar saya (well, kamar saya sebenernya ada di lantai 2) dan suasana nyaman khas di pedesaan gitu lah hehe.

Setelah beristirahat sejenak, saya dan teman2 yg lain pun diminta untuk makan siang sebelum bertemu dengan manajemen untuk safety induction. Maklumlah, plant LNG kyk gini, isu safety itu yg utama jd semua yg baru masuk ke area kilang harus diberikan pemahaman yg cukup njlimet tentang safety. Rupanya ruang makan ada di bangunan terpisah dari apartmen dan bentuknya rupanya mirip kantin mahasiswa gitu lah. Makanan prasmanan dan beberapa round table disusun seperti kantin. Daan, yg bikin excited di sini rupanya ada mesin es krim jaman dulu itu loh. Yg dipencet tuasnya terus eskrim nya keluar melilit lilit hehe

Sehabis makan, kamipun ikut safety induction dan akhrinya pulang menuju apartmen masing-masing. Nah yg lucu, menjelang malam tiba, buset, lingkungan kompleks perusahaan udah macem kota mati aja. Jarang sekali ada mobil berlalu lalang dan orang yang mengobrol di luar atau sejenisnya. Yah, maklum sih namanya kompleks perusahaan yg tertutup dari dunia luar dan juga ini hari kerja, mungkin orang-orang di sini pada capek dan ingin istirahat di rumah hehe. Yasudah hari pertama ini saya tutup dengan kesan excited karena lingkungan yg baru ini begitu bersih, asri, nyaman dan hijau namun di sisi lain saya cukup kaget karena disini luar biasa sepi, jauh dari hingar bingar khas Bandung dimana menjelang Magrib justru kehidupan baru dimulai hehehe. Tp lumayan lah buat tantangan dan petualangan baru yg akan saya jalani, well, mungkin 2-5 taun mendatang hehehe.

Ok, nanti dilanjut lagi, saya akan ajak keliling kompleks sekitar apartmen utk melihat apa aja yg ada di sini, di kota ini dan di perusahaan pencairan gas alam terbesar di Indonesia ini hehehe

Ciao!