
Back in business! Neat and clean. Yup, gagal menang di 2 pertandingan awal La Liga, Madrid bounce back seusai menjuarai SuperCopa. Granada digasak 3-0 dengan meyakinkan dan tanpa cela. Melawan Granada, JM merotasi sejumlah pemain dan mendebutkan Luka Modric dari awal
9-Benzema
7-Ronaldo–19-Modric–21-Callejon
6-Khedira–14-Alonso
12-Marcelo–4-Ramos–3-Pepe–17-Arbeloa
1-Iker
Benzema dan Callejon masuk line up mengganti Higuain dan Di Maria. Ozil disingkirkan ke bench dan Modric diberi kesempatan debut. Hasilnya? Luka Modric bossing midfield dengan shortpass dan tenacity nya. Granada dipukul mundur dan dipaksa parkir bus di depan gawangnya. Hadirnya Modric melancarkan strategi possesion Madrid dan hasilnya tampak nyata sekali. Dominasi dan banyaknya peluang yg hadir. Mungkin Modric lebih cocok dipakai untuk lawan-lawan kroco yg main di Bernabeu dgn gaya bertahan total ketimbang Ozil yg lebih ke tipe visioner bukan passer.
Umpan-umpan pendek briliannya memberi banyak kesempatan buat Calleti, Ronaldo dan Benzema. Dan satu lagi yg tak boleh luput dr perhatian adalah cara CR7 merayakan golnya. Ronaldo diam seribu bahasa dan saat usai pertandingan doi mengatakan kepada wartawan bahwa dia sedih dalam konteks profesional, dan orang2 di Madrid tahu kenapa. Well, langsung deh spekulasi media yg amat kejam berdatangan dan kebanyakan dr mereka menyebut Ronaldo ingin pindah karena gajinya kecil? WHAT??

beberapa hari setelah spekulasi itu bermunculan, CR merilis pernyataan resmi via twitter dan FB nya kalo uang bukanlah alasan dia bersedih. Kemudian media pro Madrid mengatakan bahwa CR bersedih krn El Real tidak mendukungnya secara penuh untuk meraih gelar Balon d’Or dan UEFA Player of The Year yg diboyong Iniesta. hmmm..
Ah sudahlah, apapun alasan kesedihan CR yg penting doi tetap profesional dan bermain sepenuh hati untuk saat ini. 3 poin lawan Granada dgn 2 gol perdananya di La Liga musim ini sudah cukup mengobati. Next ada Sevilla dan Man City seminggu ke depan 😀
HALA MADRID!