Hong Kong Trip Part 2

Di bagian kedua kali ini saya akan bahas tempat-tempat yang kami kunjungi waktu itu. Sebelumnya saya sempatkan googling dan browsing melalui situs-situs traveling yang terkenal seperti tripadvisor, atau situs resmi pariwisata HK yaitu discoverhongkong.com.

1. Times Square 

Seperti halnya di New York, di HK juga ada Time Square. Letaknya di kawasan yang terkenal yaitu Causewaybay. Time Square HK adalah semacam mall super besar yang di dalamnya banyak toko-toko dari brandbrand kenamaan kelas dunia. Mengapa disebut Time Square, mungkin karena di halaman depan gedung ini ada jam raksasa.

Time Square sebetulnya dekat saja dari tempat saya menginap di Wanchai. Ceritanya waktu itu ketika baru sampai dari bandara, kami memutuskan untuk makan di kantin Islamic Center. Karena masih jetlag ringan, maka setelah makan kami putuskan untuk jalan-jalan sebentar dan lihat-lihat Time Square, meskipun sebetulnya ngga masuk ke dalam gedung nya tapi cuma foto-foto di luar nya aja sih. Daerah Time Square waktu itu padat sekali, isinya orang lalu lalang. Ditambah lagi tipikal jalanan di HK yang punya trotoar sempit dan jarak antar-gedung jadi menambah crowded nya tempat ini.

2. Hong Kong Park

Hong Kong Park adalah taman (ruang terbuka hijau) terbesar di HK. Luasnya sekitar 80,000 meter persegi dan yang unik, taman ini terletak di sekeliling gedung-gedung pencakar langit. Untuk pergi ke sini cukup naik tram saja menuju ke Cotton Tree Drive di area Central. Turunnya tepat di depan Bank of China Tower. Tapi habis itu harus jalan kaki cukup jauh dan dia punya beberapa akses pintu masuk. Waktu itu saya masuk dari sebrang Bank of China Tower tapi sebetulnya lebih baik masuk dari pintu dekat-dekat Peak Tram saja. Ikuti saja petunjuk di gmap, nanti dari Murray Building kita akan menyebrang melalui jembatan penyebrangan ke pintu masuknya.

SAM_5571.jpg

Di dalam Hong Kong Park sebetulnya sama dengan taman pada umumnya, pohon-pohon, tanaman hias, bunga, namun di sini ada kolam besar, greenhouse dan bird observatory. Sayangnya waktu itu saya ngga sempat ke bird observatory dan greenhouse nya.  Karena waktu itu masih pagi di musim dingin, pengunjung taman nya hanya kaum lansia yang sedang berolahraga dan anak-anak sekolah yang mungkin sedang study tour.

Oia, karena Hong Kong Park ini luas sekali dan terbagi menjadi beberapa area, ada baiknya memahami dulu peta/denahnya di pintu masuk. Waktu itu saya hanya sempat ke Artificial Lake, Olympic Garden, Fountain Plaza, dan Children’s Playground saja.

layout_plan2.jpg

Hong Kong Park ini sebetulnya bersebelahan dengan HK Zoo and Botanical Garden. Mungkin sekitar 300-an meter aja di sebelah barat nya. Kalau tertarik berkunjung ke sana silakan saja. Semacam Kebun Binatang dan Kebun Raya tertua di dunia yang di dalamnya banyak aneka satwa dan tumbuhan. Silakan lihat saja detailnya di sini

3. Central Ferry Pier

Seperti yang pernah saya ceritakan di Bagian 1, kalau ingin menyebrang dari HK Island ke Kowloon, salah satu caranya dengan menggunakan Ferry dari Central atau WanChai. Karena waktu itu sedang di HK Park, maka lebih dekat ke Central Ferry Pier, yang sebetulnya ngga dekat-dekat amat juga hehe. Dari Hong Kong Park, perlu kembali lagi ke Central MTR Station yang jaraknya kira-kira 800-an meter. Setelah itu, harus menyeberangi underpass dan naik melalui jembatan di depan International Finance Center. Total jaraknya mungkin 2 kilometer hehe. Untuk menyebrang ke Kowloon hanya bisa melalui Pier nomor 7 yang letaknya paling kanan.

pp.JPG

Pemandangan sepanjang jalan menuju Pier 7 lumayan bagus, ada ferris wheel dan observatory tower yang bisa dikunjungi juga.

4. International Finance Center (IFC) Museum

Awalnya tujuan ke sini sebetulnya cuma untuk mencari tempat menikmati pemandangan kota HK dari ketinggian secara gratis. Hasil browsing di tripadvisor bilang bahwa salah satu tempat menikmati pemandangan gratis di atas gedung pencakar langit di HK ya di sini.

2.jpg

IFC bisa diakses dari stasiun MTR Central atau stasiun MTR Hongkong. Gedung IFC adalah gedung pencakar langit kembar yang di dalamnya terdapat museum sejarah mata uang HK Dollar, pusat perbelanjaan, kantor, dan lain-lain. Untuk ke museumnya, kita perlu ke gedung 2 (Two IFC Tower), dan nanti ke resepsionis gedung nya lapor saja kalau kita mau ke museumnya. Dia akan mengarahkan kita ke bagian basement (turun 1 lantai) untuk mendata diri (copy passport) dan kita akan diberikan badge untuk gatepass naik ke lift nya. Setelah dapat badge, petugas akan mengarahkan kita untuk naik lift khusus ke lantai 55.

Museum nya bernama Hong Kong Monetary Authority (HKMA) Museum, semacam lembaga pencetak uang (seperti BI atau perum Peruri di Indonesia). Lantai 55 dia beli khusus untuk memajang segala sejarah mengenai mata uang Hong Kong Dollar. Menurut saya, museumnya bagus dan interaktif karena ada beberapa peraga dan animasi. Semuanya pun berbahasa Inggris jadi bisa sekalian belajar dan dapat ilmu. Terlebih lagi, terdapat spot foto untuk foto dengan latar belakang gedung pencakar langit HK.

5. Kowloon Public Pier (Tsim Sha Tsui)

Satu lagi tempat yang dikenal sebagai spot wajib kalau jalan-jalan ke HK. Kowloon Public Pier terletak di Tsim Sha Tsui area, tepatnya setelah kita turun ferry dari arah HK Island (Central Pier). Tempatnya seperti pelataran luas tempat melihat gedung-gedung pencakar langit di HK Island. Pemandangannya lebih bagus dari pemandangan deretan gedung di Marina Bay Singapura karena jumlah gedung lebih banyak dan lautnya lebih luas daripada di Singapura.

Di malam hari sekitar pulul 19.00 waktu setempat kita juga disuguhkan atraksi laser show seperti halnya di Marina Bay singapura. Tapi atraksi laser show di sini hanya ditembakkan dari atas gedung-gedung saja dan nggak ada air mancurnya. Untuk atraksi laser show ini kita bisa lihat dari 2 sisi yaitu dari HK Island di dekat Central Pier dan tentunya dari Kowloon Public Pier ini. Karena akan padat pengunjung, sebaiknya datang 30 menit sebelum pertunjukkan dimulai supaya dapat spot yang enak untuk lihat atraksinya. Sebetulnya untuk menikmati laser show di HK kita bisa juga naik kapal pesiar yang berangkat dari Victoria Harbor di Causewaybay. Tahun 2014 lalu saya dan rombongan kantor pernah juga naik ini. Sambil makan malam dan menikmati pertunjukkan laser show dari atas kapal pesiar. Harga tiketnya kalau tidak salah sekitar Rp 350,000 per orang sudah termasuk makan malam.

6. Central Mid-Level Escalator

Sesuai namanya, tempat ini adalah eskalator publik terpanjang di dunia. Awalnya saya tahu tempat ini dari serial Korea, Running Man. Konon pemerintah HK membuat eskalator ini karena banyak warga yang tinggal di sini yang kesulitan akses karena kontur tempatnya yang berbukit dan berundak. Eskalatornya dimulai dari Robinson Road di daerah Hongkong MTR Station. Namun spot yang paling terkenal karena banyak tempat jual suvenir adalah di distrik SoHo.

centralmidlevelsescalatorsystemSource: Discoverhongkong.com

Yang unik di sini, eskalatornya hanya 1 arah saja, yaitu arah naik. Kecuali pada pagi hari dari pukul 6.00-9.00 eskalatornya dibuat searah turun karena banyak orang turun dari apartment untuk bekerja.

Sayangnya waktu itu kita ngga nemu spot yang dipakai shooting Running Man episode HK karena rupanya masih harus ke atas lagi. Alhasil ya cuma naik beberapa segmen eskalator dan balik lagi deh.

rmmidlevel.jpgPingin foto di spot ini tapi ngga nemu karena kurang sabar hehe.

Sebelum naik eskalator, foto-foto dulu di area sekitar eskalator tempat jual suvenir-suvenir. Tempatnya lumayan instagrammable juga.

Naik eskalator ini lumayan juga loh. Kalau naiknya sih ngga masalah karena tinggal berdiri, tapi turunnya itu yang harus jalan turunin tangga. Semakin jauh kita naik ke atas, semakin berat juga perjalanan pulangnya nanti hehe.

Oia, kalau bawa anak kecil ke sini harap berhati-hati karena pulangnya pasti akan minta gendong hehe. Gempor dah..

IMG_7368.JPG

7. Ngong-Ping 360

Menurut saya pribadi, Ngong-Ping 360 adalah the best destination waktu kami ke HK. Saya tahu Ngong ping ini dari acara fomedy traveller nya Rina Nose di Trans TV. Ngong Ping 360 adalah cable car terpanjang di dunia yang melintas dari terminal Tung Chung hingga Ngong Ping village di Lantau Island.

b.jpgcredit: Klook

Pilihan cable car di Ngong Ping ada 2 yaitu ordinary car dengan lantai tertutup, atau Crystal Car dengan lantai kaca jadi kita bisa melihat laut di bawah kaki kita. Awalnya saya mau naik yang Crystal tapi karena istri saya takut jadi pilih yang Ordinary Car saja.

Tiket Ngong Ping bisa dibeli via Klook.com, prosesnya mudah, tinggal order, bayar pakai kartu kredit dan nanti akan dikirimkan barcode untuk ditukar di counter nya di sana. Kami pergi ke Ngong Ping pagi hari ketika hari cerah. Dari wanchai, perlu naik MTR sebanyak 2 kali dengan rute Tung Chung. Keluar dari stasiun MTR Tung Chung masih harus jalan sekitar 200 meter ke stasiun cable car nya. Tiket nya sebetulnya bisa dibeli langsung di sana namun musti ngantri.

c.jpg

Satu cable car bisa muat 8 orang dewasa, jadi nanti ketika mengantri, si petugas akan menghitung jumlah orang dan keluarga agar bisa pas di dalam 1 kereta. Cable carnya 80% kaca jadi pemandangan 360 derajat bisa terlihat dengan jelas.

d.jpg

Ketegangan dan keseruan naik cable car dimulai ketika meninggalkan Tung Chung dan menanjak menuju Ngong Ping Village. Jalurnya kira-kira sekitar 5.7 kilometer dan hanya ada 2 titik “pemberhentian” di tengah yaitu Airport Island Angle Station dan Nei Lak Shan station. Pemberhentian di sini maksudnua bukan cable car nya berhenti lalu menaikkan/menurunkan penumpang, tapi lebih ke menjadi titik transit supaya jalur kabel nya nggak kepanjangan kali yah.

Ketika lepas dari Airport Island Station, pemandangan dan keseruan dimulai, di sisi kanan terlihat HKG Airport dengan sangat jelas. Tanjakan cable car kira-kira sekitar 30-an derajat dan cable car ini kokoh jadi biarpun ada angin kencang di luar, guncangannya nggak kerasa.

Menurut saya, pemandangan sepanjang perjalanan benar-benar menakjubkan. Kalau yang takut ketinggian (kayak istri saya) bisa memejamkan mata saja sepenjang perjalanan hehe. Nyesel deh kalau ngga ke sini. Harga tiketnya untuk 1 kali trip (bolak-balik) adalah sekitar Rp 400-an ribu rupiah per orang. Worth it lah pokoknya.

Ada video pendeknya kalau mau ngebayangin suasana di atas cable car hehe

Lama perjalanan sekitar 10 menit dan di puncak bukit di Lantau Island terdapat Ngong Ping village sebagai pemberhentian utama. Ngong Ping village adalah desa kecil tempat patung buddha yang tertinggi di HK. Begitu tiba di Ngong Ping village, kita disuguhi pemandangan asri dan sejuk sekali. Ngong Ping adalah desa yang sebetulnya penduduknya sedikit sekali. Tapi karena sudah diubah jadi tempat wisata, maka begitu keluar dari terminal cable car, kita akan melihat pemandangan toko-toko suvenir dan restoran yang berderet-deret.

Oia, satu-satunya restoran halal di sini adalah Ebeenezers Kebabs and Pizzeria. Restoran yang menjual kebab turki dan pizza italia yang bisa dimakan di sini untuk pengunjung muslim. Harga per porsinya kira-kira kalau di rupiahkan sekitar 100-an ribu.

Berjalan semakin ke dalam dari toko-toko dan restoran tersebut, kita akan disuguhi pemandangan bagus mirip di film-film kerajaan Tiongkok dulu. Spot favorit di Ngong Ping Village sebetulnya adalah patung buddha yang terletak di tempat tertinggi di Hongkong yang disebut Tian Tan Buddha. Aksesnya sebetulnya hanya tinggal menaiki sekitar 200-an anak tangga saja, tapi karena saya bawa orang tua dan anak kecil, jadi ya cukup menikmati selfie di bawah saja hehe.

Kalau ke berkesempatan ke HK, Ngong Ping 360 harus menjadi top list destinasi ya. Dijamin worth it lah.

8. The Peak

Ini juga salah satu wisata favorit di HK. The Peak adalah tempat tertinggi di HK yang menyediakan view spektakuler pemandangan gedung-gedung pencakar langit di HK. Akses ke The Peak sebetulnya banyak, bisa naik Taksi atau Bus umum, yang rute nya berbelok-belok ekstrem dan bikin mau muntah (seriusan). Dan yang paling terkenal tentu saja naik The Peak Tram, tram yang menanjak dengan kemiringan nyaris 30 derajat dan bikin bingung dan dis-orientasi ketika kita naik di dalamnya hehe.

tram_image_15

Akses menuju The Peak bisa dicapai dari Stasiun MTR Central, dari sana jalan kaki menuju loket The Peak Tram kira-kira 500 meter. Loket The Peak Tram terletak di depan pintu masuk Hong Kong Park. Harga tiket masuknya sekali jalan (one way) sekitar Rp 150.000 dan Rp 220.000 untuk bolak-balik menggunakan tram. Saran saya, tiketnya lebih baik dipesan melalui travel agent, seperti klook. Nanti serah terima tiket bisa dilakukan di MTR Central dan berangkat bareng menuju The Peak Tram dengan menggunakan jalur antrian khusus, semacam fast track gitu.

Antrian di the peak tram kalau pas high season bisa panjang sekali. Di sepanjang tempat mengantri kita bisa lihat-lihat sejarah tram yang dibangun sejak 100 tahun lalu di era penguasa Inggris. Tram nya sendiri terdiri dari 2 gerbong dan kapasitasnya kira-kira 100 orang (plus yang berdiri). Menuju the peak sepanjang perjalanan akan menanjak dengan sudut kemiringan 30 derajat. Tips nya ketika naik pilih duduk di sebelah kanan. Sepanjang perjalanan tram sebetulnya dia melintasi area komersial, semacam kompleks perumahan dan apartmen mewah, kalau lihat keluar semua gedung menjadi miring.

Sampai di atas, kita bisa melihat HK dari area view gratisan di sekitaran The Peak. Atau kalau mau spot berbayar bisa naik ke The Peak tower dengan membayar ekstra 10 HKD (20 ribu rupiah) dan bersiap desak-desakan dengan ratusan turis lain hehe.

Di area the peak tower terdapat toko oleh-oleh, restoran, dan cafe. Ada juga toko baju, area 4D, dan Madame Tussaud Museum yang terkenal itu. Kalau beli tiket pulang pergi, ketika pulang kita bisa naik tram arah turun, biasanya antrian turun jauh lebih sedikit dari antrian naik. Tapi karena waktu itu peak season, maka antrian turun hampir sama dengan antrian naik dong. Akhirnya kami putuskan untuk pulang dengan naik bus saja.

Bus bisa diakses dari terminal the peak yang letaknya nggak jauh dari The Peak Tower. Hanya jalan kaki 3 menit saja. Di sana terdapat beberapa rute bis ke pusat kota seperti Causewaybay, Central, dan Kowloon.

Ketika naik bus, perjalanan akan sangat ekstrim. Untuk yang sering mabuk perjalanan disarankan membawa kantong kresek untuk jaga-jaga kalau muntah. Waktu saya naik bus, orang di depan saya beneran muntah loh. Untungnya dia sedia kantong kresek waktu itu. Jadi jangan bayangkan jalannya hanya belok-belok biasa. Ini udah berbelok curam, supir busnya kayak oranh kesurupan dan jarang ngerem hehe. Tapi seru pokoknya. Apalagi kalau berdiri hehe.

9. Disneyland

Salah satu destinasi wajib juga jika berkunjung ke HK. Di Asia, Disneyland hanya ada di HK dan Tokyo. Harga tiket sepertinya lebih murah di HK, kalau dirupiahkan sekitar 600-an ribu. Di kesempatan ini sebetulnya saya pun tidak masuk ke Disneyland, hanya sekedar foto di depannya saja karena keterbatasan waktu hehe.

SAM_5607.JPG

Untuk menuju Disneyland, alternatif termudah dan termurah adalah menggunakan MTR. Baik dari Kowloon maupun HK Island, bisa ambil MTR yang menuju stasiun Sunny Bay. Nanti dari Sunny Bay kita akan naik kereta khusus dengan tema Disney ke stasiun Disneyland.

Sayangnya seperti yang sudah saya utarakan di Part 1, pada trip kali ini saya tidak sempat mengunjungi Macau karena keterbatasan waktu. Beberapa destinasi favorit di HK seperti Ocean Park juga nggak sempat saya kunjungi.

Tapi sebagai gantinya,  saya berkunjung ke Singapura untuk menonton Singapore Air Show 2018. Dari HK ke Singapura saya menggunakan Scoot (low cost airline milik Singapore Airlines). Harga tiketnya sebetulnya mahal, tapi dia masih lebih murah dibanding naik Cathay Pacific atau maskapai lain. Pesawatnya pun pakai B787 Dreamliner dan tergolong baru.

Di kesempatan menjelajahi Singapura waktu itu, saya berkesempatan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya seperti Museum of Art & Science, Marina Barrage, dan Rooftop Marina Bay Sand.

A. Marina Barrage

marina-barrage.jpgcredit: seanlam/shutterstock

Marina barrage adalah dam/bendungan yang dibuat untuk konservasi air di Singapura. Semacam instalasi pengolahan air terintegrasi gitu. Hebatnya di sini dibuka untuk publik sebagai sarana edukasi. Jadi kita bisa lihat video animasi, poster dan literatur tentang bagaimana sistem pengolahan air ini bekerja. Dan di bagian atasnya ada lapangan hijau terbuka tempat orang-orang bisa main layangan atau anak-anak berlari-lari.

Path_2018-02-09_11_05.jpg

Karena dia letaknya di ujung, akses ke sini hanya bisa melalui bus saja. Caranya, dari Marina Bay MRT station keluar ke pintu Exit A dan jalan kaki 400 meter menuju Prince Edward Rd. Lalu naik bus dengan nomor B02 dan turun tepat di depan Marina Barrage.

B. Marina Bay Sands Rooftop

Rooftop Marina Bay Sands dikenal juga dengan Marina Bay SkyPark. Jadi di bagian atas “perahu” nya itu ada akses yang dibuka untuk umum sebagai observatorium terbuka. Tentunya terpisah dari infinity pool yang terkenal itu. SkyPark letaknya di ujung depan perahu sedangkan si infinity pool memanjang di bagian tengah sampai belakang.

maxresdefault.jpgcredit : youtube

Akses ke sini sebetulnya agak membingungkan. Jadi dari The Shopee nya Marina Bay Sands, kita harus perhatikan papan petunjuk arah ke Hotel Marina Bay Sands. Nanti setelah melintasi resepsionis hotel, kita keluar hotel dan menuju eskalator ke lantai B1 untuk beli tiket di sana. Harga tiketnya sekitar Rp 180rb per orang. Dari counter tiket, ada lift yang bisa membawa kita langsung menuju rooftop. Kalau cuaca cerah sebetulnya lebih asik ke sana menjelang pergantian siang dan malam (sekitar pukul 17.00) tapi karena waktu yang terbatas, saya ke sana pas siang hari bolong sekitar pukul 12.00. Tapi pemandangannya tetap spektakuler kok.

Sempat ambil videonya sedikit…

C. Singapore Air Show 2018

Singapore Air Show adalah ajang 2 tahunan di SG yang menampilkan pameran aviasi terbesar yang diikuti manufaktur/pabrikan pesawat seluruh dunia dan yang paling terkenal adalah air show (pertunjukan udara) selama 30 menit yang menampilkan aerobatik pesawat pesawat tempur negara-negara di Asia Tenggara dan tamu (biasanya US).

Tidak ketinggalan ada pameran pesawat militer milik SAF (Singapore Air Force) yang kalau lihat bikin kita ngenes karena TNI AU kita kalah dari sisi teknologi hehe. Pesawat-pesawatnya pun bisa dinaiki dan bisa juga foto bareng pilot-pilot bule dari Amerika loh. Singapore Air Show diadakan di Changi Expo, yang letaknya jauh dari Changi Airport hehe. Untuk akses ke sini hanya bisa menggunakan bus gratis dari MRT Expo.

Karena waktu itu sedang tidak enak badan, saya hanya datang pukul 09.00 dan sudah kembali ke rumah pukul 13.00. Hanya sempat melihat aerobatik dari SAF, Thai Royal Air Force, dan Malaysia Air Force yang bagus-bagus.

Salah satu spot wajib lain yang pasti saya kunjungi kalau ke SG adalah Garden by The Bay hehe.

20180209_114707.jpg

Hong Kong Trip 2018 Part 1

Agak terlambat sebetulnya, tapi saya coba share sedikit pengalaman jalan-jalan dengan keluarga ke negara/kota yang terkenal sebagai surga belanja orang-orang Indonesia yaitu Hong Kong.

Ini merupakan pengalaman kedua saya ke Hong Kong. Sebelumnya, di tahun 2014, saya pernah ke sini dalam rangka tugas perusahaan. Negara atau teritorial administratif Hong Kong terletak di selatan negara Tiongkok. Hong Kong (HK) terdiri dari 2 area yaitu Kowloon yang berbatasan langsung dengan Tiongkok dan Hong Kong Island yang dipisahkan oleh laut/selat sekitar 1 kilometer jaraknya.

Awalnya sebelum memutuskan pergi ke HK hanya impulsif saja dari pencarian tiket-tiket murah di traveloka. Di bulan Desember 2017, saya iseng melakukan pencarian ke negara non-visa untuk jatah cuti di tahun 2018, begitu mencari HK, saya lihat tiketnya sedang promo luar biasa. Malindo Air, perusahaan patungan antara Lion dengan perusahaan Malaysia, menawarkan tiket super murah karena dia baru buka rute dari KL ke HK. Harganya hanya IDR 3,7 juta saja untuk sekali jalan untuk 3 dewasa dan 1 anak >2 tahun. Kalau dibagi rata, per orang hanya 900rb saja! Lebih murah dari penerbangan Bandung-Balikpapan hehe.

Tiket 1 kali jalan ke HK pakai Malindo Air untuk 3 dewasa dan 1 anak (transit KL)

Pulangnya, saya menggunakan Scoot (anak nya Singapore Airlines) karena berencana mampir Singapore dulu mengunjungi saudara di sana. Namun harga tiket 1 kali jalan dari HK ke SG jauh lebih mahal dari tiket Jakarta-HK via KL hehe.

HK membebaskan visa untuk turis asal Indonesia selama waktu kunjungan maksimum 15 hari. Jadi memang negara ini “surga” nya bagi orang Indo yang hobi belanja. Saya berangkat bersama istri, anak, dan ibu. Di hari keberangkatan kami terbang pukul 5.30 WIB pagi menuju KL. Sampai di KL kira-kira pukul 8.30 waktu setempat dan melanjutkan terbang ke HK pukul 10.00 waktu setempat. Perjalanan dari KL ke HK memakan waktu 3 jam. Karena Malindo ini termasuk full service airline, jadi di pesawat akan mendapatkan makanan dan terdapat inflight entertainment yang cukup menarik. Mirip Batik Air dan Garuda lah hehe

Bagian dalam Malindo Air (credit to Vkeong.com)

Pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-900ER bukan pesawat berbadan lebar seperti Cathay atau Garuda dari Jakarta. Dan hebatnya lagi, karena rute KUL-HKG ini baru buka beberapa hari, di pesawat kosong dong. Paling hanya 50% aja bangku terisi. Malah, sebagian besar penumpang pindah ke kursi kosong dan tiduran di sana hehe.

Karena waktu itu bulan Februari 2018, HK sedang memasuki musim dingin (late winter) dan menurut google, suhu rata-rata di sana sekitar 11-15 derajat Celcius. Cukup dingin dan awalnya karena saya merasa HK lebih dekat ke khatulistiwa, saya dan istri memutuskan untuk tidak membawa long john dan hanya bawa 1 jaket tebal/coat. Dan keputusan ini ternyata salah besar hehe.

Bandara HK International Airport (HKG) terletak di Chek Lap Kok island, sebuah pulau reklamasi yang luas sekali dan hanya dipakai untuk bandara saja. HKG adalah hub untuk Cathay Pacific dan anaknya (Dragon Air). Terminalnya hanya 2 saja (T1 dan T2) namun besar sekali. Kalau naik maskapai dari Indonesia dan negara Asia Tenggara, biasanya diturunkan di T2.

Pulau Reklamasi HK International Airport

Nah, ada 1 yang berbeda kalau kita datang di HK. Paspor kita rupanya ngga di-cap sama imigrasi, hanya diberi selembar kertas kecil saja sebagai bukti Visa on Arrival selama 15 hari. Kertas kecil itu yang akan diambil lagi ketika meninggalkan HK. Jadi ngga akan ada cap di paspor kita untuk jadi bukti kalau kita ke HK hehe.

Nah, tips untuk yang bepergian ke HK, lebih baik di bandara, sewa saja yang namanya Octopus Card. Octopus Card ini semacam e-money atau MRT card nya Singapore. Kartu cash-less khusus untuk naik semua transportasi publik di HK, dari mulai MTR, bus, tram, dan ferry. Untuk sewa kartu ini, kita bisa lakukan di counter yang terletak pas di terminal kedatangan (setelah keluar dari pengambilan bagasi dan custom). Pada dasarnya, kartu Octopus ini adalah sewa. Saya sarankan pilih saja yang Standard Octopus Card (tanpa nama). Jadi dengan membayar HKD 150, kita melakukan deposit 50 HKD, dan mendapat initial value HKD 100. Nah, waktu kita meninggalkan HK, kartu ini bisa diuangkan kembali di counter di terminal keberangkatan atau di stasiun MTR di bandara HKG. Jadi 50 HKD nya bisa kembali plus sisa uang di dalamnya. Untuk pengisian/recharge nya bisa dilakukan di semua stasiun MTR. Gampang saja, bisa ke counter atau ke mesin otomatis seperti di Singapura. Penjelasan lebih rinci tentang Octopus Card bisa dilihat di sini. Octopus Card ini ada paket-paketnya seperti Airport Express atau Tourist day Pass. Tapi saya waktu itu tidak beli paket-paketan itu karena tujuan nya ke banyak tempat sehingga memutuskan beli yang Ordinary Pass saja.

Octopus Card Standard. Tidak ada nama dan nanti bisa diuangkan kembali ketika meninggalkan HK

Nah, transportasi umum dari HKG ke kota, baik ke Kowloon maupun ke HK Island bisa dilakukan dengan 2 cara, yang pertama naik MTR HKG Express menuju Kowloon Station seharga HKD 110 sekali jalan (HKD 205 p.p.). Dari Kowloon station kita naik MTR lain menuju HK Island kalau destinasinya ke HK Island. MTR ini terhitung mahal tapi cepat karena dia express dan hanya berhenti di stasiun tertentu saja. Ada alternatif yang lebih murah yang saya ambil yaitu dengan menggunakan Airport Bus (CitiFlyer). Airport Bus ini ada di Ground Transportation Center antara T2 dan T1. Bus nya berwarna merah kuning dan 2 tingkat.

CityFlyer Bus dari HKG ke Kota

Karena bus nya ada beberapa jenis trayek, sebelum memutuskan naik baiknya baca peta rute nya dulu di sini. Kalau saya waktu itu karena menginap di daerah Wanchai, jadi naik bus dengan nomor A11. Perlu diingat, semua bus di HK itu masuk lewat pintu depan dan keluar lewat pintu tengah, beda dengan di Singapura. Ketika masuk lewat pintu depan, kita melakukan tapping kartu Octopus atau membayar tunai. Jadi ketika turun tinggal langsung turun saja. Tarif nya sudah ditentukan di awal dan flat. Oia, tarif bus A11 ini harganya HKD 40 sekali jalan menuju Wanchai, waktu tempuhnya sekitar 45 menit. Koper/bagasi diletakkan di bagian tengah dari bus, dia punya tempat semacam kompartemen besar untuk meletakkan koper ukuran besar. Kalau sudah penuh, koper bisa digeletakkan saja di lantai kosong tapi harus dalam posisi tidur supaya nggak jalan hehe.

Rute CitiFlyer dari dan menuju HKG Airport

Keuntungan naik bus adalah, sepanjang perjalanan kita bisa menikmati pemandangan menuju kota. Dari mulai jembatan yang menghubungkan pulau-pulau buatan di HK dan jembatan dari Kowloon menuju HK Island. Lebih menarik dari naik MTR yang sebagian besar jalurnya subway.

20180204_170305.jpgSalah satu pemandangan dari dalam bus

Penduduk HK bahasa sehari-harinya sebetulnya Bahasa Inggris, namun mereka juga pakai Bahasa Kanton (Cantonese). Aksen bahasa Inggrisnya menurut saya lebih mudah dipahami daripada aksen Singlish nya Singapura hehe. Di HK ada sekitar 200-an ribu TKI asal Indonesia dan sebagain besar terkonsentrasi di HK Island. Jadi jangan heran di sudut-sudut kota kita bisa ketemu dengan mbak-mbak yang menggunakan Bahasa Jawa hehe. Tapi mereka juga lancar Cantonese karena rata-rata sudah kerja lebih dari 5 tahun lho.

Selama tinggal di HK, saya memutuskan untuk menggunakan jasa AirBnB. Sebuah start-up online platform yang menyediakan jasa penyewaan properti, baik kamar saja, maupun satu apartmen/rumah. Ini pertama kalinya saya menggunakan AirBnB di luar negeri karena sebelumnya hanya menggunakan jasanya waktu jalan-jalan ke Malang dan BSD hehe.

Tips dalam memilih AirBnB adalah menggunakan fitur filtering. Kita bisa memfilter mau menggunakan properti tipe apa (shared room, private room, atau whole apartment/house). Selain itu bisa di-filter dari sisi range harga, jumlah kamar, fasilitas, dan yang terpenting saya selalu men-check “Superhost” yaitu host/pemilik dengan review dan feedback paling baik.

Setelah melakukan filtering, saya memutuskan menginap di daerah Wanchai, salah satu daerah utama di HK Island. Saya pilih Wanchai karena dekat dengan stasiun MTR, dekat dengan jalur tram dan dekat dengan Islamic Center dimana saya bisa makan makanan halal hehe. Karena kami berempat (3 dewasa dan 1 anak) maka saya putuskan menyewa whole apartment.

HK adalah salah satu kota/negara dengan penduduk terpadat di dunia. Harga properti di sana juga sangat mahal sekali. Jadi jangan bayangkan 1 apartemen itu luasnya sama kayak apartemen di Indonesia. Untuk apartemen yang saya sewa senilai Rp 1 juta per malam, dia hanya punya 1 kamar tidur private, 1 kasur yang terletak di ruang tengah, dan 1 sofa bed. Selain itu ada dapur, 1 kamar mandi, dan meja makan yang terletak di depan pintu. Jadi begitu buka pintu, literally langsung menuju ruang makan dan kasur! hehe. Menyewa apartemen via AirBnB untuk 3 orang dewasa jauh lebih murah daripada menyewa 2 kamar hotel yang harga per malamnya untuk hotel paling sederhana dan layak bisa mencapai 800rb sampai 1 juta rupiah. Bedanya ya di AirBnB ini kita ngga dapat sarapan. Makan masak sendiri, nyuci baju sendiri, cuci piring sendiri, dll hehe.

Apartemen yang saya tempati di Wanchai, luasnya mungkin kurang dari 20 meter persegi

Daerah neighborhood di sekitar apartemen ini menurut saya bagus juga. Karena HK merupakan daerah terpadat di dunia, maka sejauh mata memandang ya isinya komplek apartemen super padat, orang lalu lalang, jalanan sempit, mobil mewah masuk gang (serius), dan banyak 7-Eleven. Oia, yang punya apartemen ini orang HK asli, tapi dia punya asisten orang Indonesia (asal Surabaya) yang sudah kerja di HK selama 15 tahun. Kami janjian di depan apartemen untuk serah terima kunci. Mbaknya yang fasih cantonese ini sebelum masuk ke apartemen, dia lapor dulu ke security gedung bahwa kami akan menginap selama 4 malam di sana.

Daerah di sekitar apartemen yang saya tinggali selama di Wanchai

Oia, kalau niat, sebetulnya kita bisa melakukan survey virtual via google street view. Biasanya AirBnB menutup lokasi tepatnya properti tersebut, tapi dengan berbekal foto-foto dari host dan google street view, kita sebetulnya sudah bisa nebak di mana letak apartemennya.

Apartemen yang saya tinggali ini dekat sekali dengan pasar tradisional Wanchai Market. Di sana terdapat banyak pilihan sayuran, ikan, telur, dan makanan dan bumbu asal Indonesia seperti Indomie (sudah pasti), kecap, sambal ABC, dll. Oia, setiap berpergian ke luar negeri, saya biasanya membawa bekal darurat seperti Mie Gelas, Pop Mie atau Indomie goreng. Namun karena dekat dengan pasar, jadinya kami memutuskan sebisa mungkin memasak yang ada saja seperti telur, ikan, dan sayuran untuk pelengkap makan mie hehe. Juga buah-buahan seperti pisang dan jeruk.

Wanchai market, pasar tradisional yang menjual semua barang kebutuhan pokok

Di bagian sebelumnya, sempat saya bilang bahwa menginap di Wanchai salah satu alasannya adalah dekat sumber makan halal yaitu Islamic Center. Letaknya cuma 5 menit jalan kaki dari Apartemen yang saya tinggali. Seperti namanya, Islamic Center adalah masjid dengan pusat kajian Islam di HK. Karena ada ratusan ribu umat muslim di HK yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, keberadaan Islamic Center ini menjadi penting bagi umat Islam di sana.

Bagian depan Islamic Center

Di Islamic Center ini ada kantin yang cukup besar yang menyediakan makanan halal, menu yang khas dari Islamic Center HK adalah dimsum nya.

Dimsum halal khas kantin Islamic Center HK (credit havehalalwilltravel.com)

Selain dimsum, di sini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, sayuran, ayam, daging sapi, sea food, dll. Range menu nya 1 porsi sekitar 100-150 HKD atau kalau di rupiahkan sekitar 170-200rb rupiah. Untuk menu dimsum nya harga per piring/porsi nya sekitar 13-20 HKD atau 25-35 ribu rupiah. Cukup mahal yah? hehe. Makanya setiap hari, saya 1 kali saja makan di sini kalau ngga, kantong bisa jebol haha.

Oia, hal menarik dari kantin Islamic Center HK ini, waktu kami pertama ke sana agak nyasar karena google map menunjukkan arah melalui pintu belakang gedung. Waktu kami celingak-celinguk, tiba-tiba ada 2 mbak-mbak berbahasa jawa yang sedang ngobrol sambil jalan. Refleks lah kami tanya ke mereka dan langsung diberi tahu bahwa kami sudah ada di pintu belakang gedung nya. Kemudian kantin nya sendiri buka dari pukul 10.00 sampai pukul 21.00. Namun khusus menu dimsum, mereka hanya ada sampai pukul 3 sore saja. Kemudian koki dan pelayannya adalah orang lokal, namun karena policy di sini strict, mereka tidak diperkenankan merokok dan membawa makanan non-halal selama berada di area Islamic Center. Jadi sudah dipastikan 100% aman lah hehe. Rekomendasi dimsum favorit di kantin Islamic Center bisa dilihat di sini.

Mata uang Hong Kong adalah Hong Kong Dollar (HKD). Saran saya, mending tukar uangnya ketika masih di Indonesia saja supaya tidak rugi kurs ketika di sana. Biasanya rate di HK lebih tinggi. Hindari menukar kurs di Bandara karena biayanya mahal. Uang HKD kertas terdiri dari 10 sampai 1000 HKD. Uniknya, mereka mencantumkan logo Standard Chartered di uangnya. Mungkin karena StandChart yang mencetak duitnya kali yah? hehe. Nilai tukar waktu saya ke sana bulan Februari sekitar Rp 1,700-an per 1 HKD.

Karena HK adalah negara 4 musim yang sangat dekat dengan wilayah tropis, jadi musim dingin di sini tidak akan pernah ada salju dan suhunya masih di atas suhu rata-rata musim dingin negara subtropis. Begitupun saat musim panas, suhu nya masih di bawah suhu rata-rata musim panas negara subtropis. Jadi sebelum pergi, baiknya melihat kondisi cuaca terkini via google weather supaya nggak salah kostum.

Transportasi umum di HK sebetulnya ada banyak pilihan, dari mulai yang super hemat seperti tram, yang cepat seperti bus dan MTR, sampai transportasi penyebrangan dari Kowloon ke HK Island dan sebaliknya yaitu Ferry. Saya bahas satu persatu ya.

1. Tram

Tram adalah salah satu transportasi tertuan di HK. Sudah ada sejak 100 tahun yang lalu dan bentuknya masih dipertahankan hingga kini. Tram hanya ada di HK Island dan disebut juga “ding ding” tram, mungkin karena suara nya yang mirip lonceng. Tram memiliki jalur “rel” yang jadi satu dengan jalur mobil. Tram di HK membentang dari ujung barat (Kennedy Town) ke ujung timur pulau HK yaitu di Shau Kei Wan. Pada dasarnya semua tram rute nya sama, hanya ada yang belok ke selatan dan ke utara sedikit, tapi mereka seluruhnya melewati tempat tujuan wisata favorit di HK Island seperti Central, Wan Chai, Admiralty, Causeway Bay dan North Point.

3.jpg

Tram berjalan dengan kecepatan rendah, mungkin sekitar 15-20 km/jam saja, dan berjenis double decker. Rute tujuan tram terletak di bagian kaca depan. Seluruh badan tram biasanya ditempeli sponsor atau iklan dan berwarna-warni. Karena HK sangat padat dan tram jalurnya jadi satu dengan mobil dan kendaraan lain, jadi kesannya sangat paciweuh atau njlimet sekali di jalan itu.

1.jpg

Tram menurunkan dan menaikkan penumpang di halte. Yang perlu diingat, naik tram harus melalui pintu belakang dan turun melalui pintu depan. Berbeda dengan bus yang kita bahas sebelumnya. Lorong tram sangat sempit, jadi tidak cocok untuk digunakan kalau kita membawa barang seperti koper. Kalau memang berniat naik tram untuk sekedar sight-seeing, silakan saja naik ke bagian atas dan duduk di pintu paling depan. Tram ini kacanya bisa dibuka sampai full jadi sangat cocok untuk menikmati kepadatan Hong Kong haha.

HK_Tram_tour_view_interior_Central.JPG

Ketika naik melalui pintu depan, kita tidak perlu membayar, namun ketika turun lewat pintu depan, kita harus membayar melalui 2 cara : pakai tunai dan menggunakan octopus card. Tarif tram berlaku flat, dulu waktu saya ke sana harganya masih 2.2 HKD per trip, namun sekarang nampaknya sudah 2.6 HKD atau sekitar IDR 5,000. Tapi masih murah untuk hitungan HK. Jangan lupa, kalau bayar pakai cash, dia tidak menyediakan kembalian, jadi harap bayar dengan uang pas hehe.

2.jpg

2. Bus

Nah, karena tram hanya ada di HK Island saja, sedangkan kalau kita mau bepergian dari HK Island ke Kowloon atau sebaliknya, maka transportasi termurah adalah menggunakan City Bus. Bus di HK ada banyak seperti di Singapura. Salah satu yang armadanya terbanyakan adalah bus NWFB (New World First Bus). Rute nya banyak dan luas sekali. Sebelum naik bus, ada baiknya mengecek rute nya melalui google map dan memvalidasi ketika tiba di halte nya.

4.jpg

Seperti yang saya bilang di atas, naik bus di HK masuk melalui pintu depan dan langsung tapping octopus card atau bayar tunai. Tarif nya flat dan berkisar antara 4 HKD sampai 46 HKD tergantung trayeknya. Fare nya bisa dilihat ketika di halte. Bus nya seperti bu di Singapura jadi sudah pasti nyaman. Bus nya juga beroperasi hingga tengah malam. Selain bus besar, di HK juga banyak minibus untuk rute-rute tertentu. Bentuknya mirip elf  kalau di Bandung hehe.

5.jpg

3. MTR

MTR atau Mass Transit Railway adalah transportasi populer di HK. Rute nya menjangkau seluruh area padat populasi di HK. Karena HK sudah sangat padat, seluruh jalur MTR terletak di subway kecuali MTR ke arah bandara dan Ngong Ping hehe. Jadi sepanjang perjalanan ya hanya gelap saja di jendela.

6.jpg

MTR kebanyakan terkonsentrasi di Kowloon karena memang area ini sangat padat penduduk. Terlebih karena di HK Island sudah ada tram jadi mungkin kebijakannya hanya ada 2 sampai 3 jalur MTR saja di sana. Stasiun MTR dapat dengan mudah dikenali dari luar karena terdapat logo MTR yang khas (huruf M dua sisi saling bertolakbelakang).

7.JPG

Untuk naik MTR, metode pembayarannya ada 2. Kita bisa membeli single trip ticket melalui vending machine. Jadi tentukan dulu rute tujuannya lalu nanti bayar dengan cash dan mendapat temporary tiket berupa kertas yang harus dimasukkan ke dalam gate check-in di stasiun. Atau paling praktis dengan Octopus Card seperti yang sudah pernah saya bahas. Pembelian single trip ataupun recharge Octopus Card bisa dilakukan di semua stasiun sebelum masuk gate. Semua nya dilengkapi dengan pilihan menu English jadi nggak usah takut hehe.

8.jpg

Di dalam MTR sangat nyaman dan bersih, mirip-mirip lah dengan Singapura dan Tokyo. Namun, pada saat jam sibuk/peak hour, MTR bisa berubah menjadi horor karena saking padatnya. Jadi usahakan hindari naik MTR pada saat jam sibuk ya. Untuk rincian fare MTR bisa dilihat di sini.

9.jpg

4. Ferry

Ferry merupakan transportasi yang cukup terkenal terutama untuk sight seeing saat menyebrang dari Kowloon ke HK Island atau sebaliknya. Karena biayanya lebih murah dibanding bus dan MTR serta pemandangannya lebih bagus karena melintasi selat HK dengan kecepatan rendah. Selain menyebrang antara Kowloon dan HK Island, ferry juga menyediakan layanan penyebrangan ke Macau, salah satu negara teritori Cina yang bebas visa juga untuk orang Indonesia. Sayangnya, dalam perjalanan kali ini saya tidak ke Macau karena waktu yang terbatas.

Penyedia jasa ferry di HK yang terkenal adalah Star Ferry. Rute penyebrangannya dari Tsim Sha Tsui di Kowloon menuju dua dermaga di HK Island yaitu Central Ferry Pier dan Wanchai Star Ferry Pier.

map.jpg

Sekali jalan kira-kira memakan waktu sekitar 10-15 menit saja, bentuk kapal ferry nya pun sederhana dan memiliki saya tampung sampai 150 orang sekali angkut yang terdiri dari 2 deck, deck atas dan bawah.

star-ferry.jpg

Bagian dalam nya pun sederhana, hanya terdiri dari kursi-kursi kayu panjang dengan sandaran punggung. Tips untuk naik ini, incar kursi sebelah kanan kalau menuju Kowloon dan sebelah kiri kalau menuju HK Island. Ferry nya tidak memiliki kaca jadi harap berhati-hati.

IMG_7323.JPG

Tarif ferry sekali jalan adalah untuk deck atas : HKD 2.7 (hari biasa) dan HKD 3.7 (hari libur), sedangkan untuk deck bawah : HKD 2.2 (hari biasa) dan HKD 3.2 (hari libur). Jika di rupiahkan masih di bawah Rp 8.000 sekali jalan hehe. Murah sekali kan? Selama di HK saya menggunakan star ferry dari Central Terminal untuk menuju Kowloon. Untuk menuju ke sini, jalannya cukup jauh dari pemberhentian MTR dan tram Central, sekitar 10 menit jalan kaki karena harus menyebrang jalan tol.

Di bagian berikutnya akan saya bahas mengenai tempat-tempat yang kami tuju selama di sana.

Bersambung ke bagian 2…