Singapore and Johor Trip 2024

Nggak kerasa sudah 6 bulan lebih vakum menulis di blog karena kesibukan di dunia nyata. Jadi kelupaan mau buat catatan pribadi di awal Januari 2024 di mana saya dan keluarga menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Singapura dan Johor Bahru.

Perjalanan ke sana relatif dadakan karena berakhirnya masa kontrak kerja saya di perusahaan sebelumnya di Jakarta dan dalam transisi kembali ke tempat kerja lama di Bontang. Berhubung anak sekolah libur, akhirnya kita gelar trip dadakan ini dengan mengajukan cuti H-7 dan beli tiket pesawat serba mendadak.

Perjalanan dimulai dari CGK tanggal 2 Januari 2024 dengan tujuan Singapur. Kami rencana mau coba rute Singapore-Johor via bus namun mau habiskan beberapa hari dulu di Singapur untuk jalan-jalan dengan tujuan Museum of Ice Cream (MOIC). MOIC di Singapore ini adalah cabang dari MIC di US yang berdiri sejak 2021. Lokasinya cukup terpencil karena terletak di Loewen Rd, daerah residensial gitu dan lumayan jauh dari stasiun MRT. Cara untuk ke sana hanya bisa dengan Bus dan Taksi.

Karena masih vibes New Year, seperti biasa, Singapur penuh orang-orang Indonesia dan cukup sulit mencari penginapan. Kami memutuskan untuk menginap di Bugis Street saja supaya dekat dengan akses makanan halal, dekat dengan tempat oleh-oleh dan dekat dengan lokasi terminal bus ke Johor. Kami memutuskan untuk menginap di ST Signature Bugis Beach Hotel. Hotel budget yang lokasinya di Beach Street ini letaknya persis di tengah-tengah area Bugis, sangat strategis karena dekat dengan Bugis Junction, 711, dan Stasiun MRT Bugis.

Meskipun kamarnya mini, tapi lumayan lah ya. Kami pesan yang triple bed, dengan konfigurasi 1 kasur besar dan 1 bunkbed. praktis space di dalam kamar ngga cukup buat gelar koper gede 🙂 tapi lumayan lah dengan budget sekitar 1.5 juta rupiah per malam. Di sini juga dekat dengan Laundry coin, sekitar 7-8 menit jalan kaki di area apartment kompleks dekat Bugis Junction. Setiap ke luar negeri pasti saya dan istri menyempatkan cuci di laundry coin yang lebih murah dan bawa setrika portable sendiri 🙂

Begitu nyampe SG, nggak lupa foto-foto dulu di Changi, sayangnya waktu itu Jewel lagi Maintenance paska acara tahun baru, jadi kami hanya sempat foto depan The Wonderfall yang baru banget dibuka waktu itu.

Sore hari nya setelah istirahat kami menyempatkan diri makan di cafe Beanstro, pas di depan Rain Oculus Marina Bay Sands. Beanstro ini lokasinya tepat di bawah Rain Oculus jadi sambil ngopi-ngopi sore kita bisa lihat atraksi Rain Oculus setiap 1 jam sekali di sana. Kami sengajakan reservasi sekitar jam 17 sore dan datang di sekitar jam 16.30.

Makanan dan minuman di cafe ini terhitung mahal karena memang orang ke sini hanya buat nikmati Rain Oculus nya aja sih. Total ngafe berempat kita habis sekitar 70 SGD (IDR 770rb) padahal hanya pesen 4 jenis minuman dan 2 snack aja :))

Setelah dari sini, jalan-jalan dan foto-foto sebentar di depan Marina Bay Sands sebelum balik istirahat ke hotel.

Besoknya, kami siap-siap pergi ke Museum Of Ice Cream. Sedikit informasi, tiket masuk ke museum ini hanya bisa dipesan online dengan memilih jadwal hari dan jam kedatangan di situs resminya https://tickets.museumoficecream.sg/ MOIC buka dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam setiap hari. Saran yang saya baca di internet, bagusnya datang pas baru buka supaya antrian masih belum terlalu panjang. Tiket masuknya dibagi 2, yaitu yang biasa SGD 35 per orang (di atas 2 tahun) atau sekitar Rp 420rb dan premium ticket SGD 45 atau Rp 540rb per orang. Bedanya, premium ticket include rasa-rasa premium yang ngga bisa didapat sama pembeli tiket biasa.

Lokasi MOIC ini letaknya di daerah perumahan, jauh dari mana-mana. Jalan termurah menuju ke sana naik kendaraan umum. Caranya kita perlu naik MRT Thompson-East Coast Line (TE) dan turun di Stasiun Napier. Setelah itu kita naik bus apapun yang lewat depan stasiun MRT nya (Holland Rd) dan turun hanya 1 halte saja. Dari halte ini, lumayan juga jalan kaki sekitar 400 meter sampai ke lokasinya.

Sepanjang jalan kaki kita akan melewati sekolah, rumah-rumah penduduk, dan lain-lain. Jalannya juga nanjak jadi kalau bawa anak kecil ya lumayan juga sih hehe. Tampilan depannya kira-kira seperti ini

Sebelum masuk, nanti ada pengarahan dari kru nya kira-kira dia akan bilang begini: kita bebas mau berlama-lama di dalam sampai puas, asal syaratnya ngga boleh mondar-mandir dari ruangan ke ruangan yang lain. Es krim yang boleh dimakan sebebas-bebasnya sesuai tiket yang dibeli. Artinya tiket general ngga boleh makan es krim premium, tapi mau makan sebanyak apapun boleh. Oia, sebagai info, MOIC ini belum halal certified, namun sebelum menikmati es krim-es krimnya silakan tanyakan ke setiap waiter di masing-masing booth mengenai dairy productnya apakah contain alcohol atau pork ya. Dari semua yang saya tanya, jawabannya free alcohol dan pork semua sih. Jadi silakan recheck lagi ya.\

Ruangan di dalamnya kira-kira ada 6 segmen, setiap ruangan ada temanya masing-masing dan semua nuansa pink. Di awal kita disuguhi pengetahuan-pengetahuan seputar eskrim, lalu ada ruangan yang isinya huruf-huruf yang ditempel di tembok dan kita bisa susun kata-kata sesuka kita. Terus ada ruangan yang ada sliding dan ayunannya, ada ruangan yang isinya lampu-lampu, pisang yang digantung, dan yang paling terkenal adalah kolam yang isinya es krim popsicle plastik seolah-olah kita berenang di eskrim.

Total saya dan istri makan sekitar 7 porsi eskrim. Lumayan kenyang sih, padahal kami sarapan cuma pakai onigiri doang wkwk. Walaupun porsi eskrim nya kecil, tapi ya lama-lama mengenyangkan juga. Dan rasa eskrim premiumnya enak-enak, jadi worth it lah bayar 120rb lebih mahal hehe. Silakan dicoba sendiri ya.

Praktis di kunjungan ke SG kali ini kami hanya stay 2 malam buat kunjungan ke MOIC aja. Besok pagi nya subuh-subuh sekitar jam 6 pagi, kami sudah meluncur ke Johor Bahru (JB) via Bugis Terminal. Sebelumnya saya riset dulu dan mendapati kalau cara ke JB dari Bugis bisa dengan 3 bis ini:

Lokasi terminalnya ada di Queens Street dan bus nya berangkat dari jam 0530 waktu setempat. Ada 3 bus yang berangkat dari sana, dan harga bus nya per orang SGD 5 (Rp 60rb) per orang. Dari Queens St, bus ini ngga berhenti di halte manapun sampai tiba di Woodland Checkpoint. Pertama kali kami sampai di Woodland Checkpoint unik juga. dari arah sebaliknya, banyak banget orang JB yang masuk Singapur via Bus atau mobil sampai bikin antrian mengular di bagian imigrasi dong. Sayangnya karena ngga boleh foto-foto jadi ngga bisa mengabadikan momen itu :)). Kira-kira seperti ini lah ya pemandangan tiap pagi:

Sampai di JB Central kami sarapan dulu di restoran yang menyajikan nasi lemak dekat stasiun/terminal. Tidak lupa menukar uang IDR ke MYR dan beli sim card lokal buat internetan. Tujuan ke JB apalagi kalau bukan ke Legoland :)). Di JB, untuk transportasi kami naik Grab karena tarif Grab di JB mirip dengan di Jakarta jadi terjangkau lah ya dibanding di SG. Sampai di Legoland sekitar pukul 10 dengan kondisi masih hujan. Theme park buka pukul 11 dan kami masuk dengan jas hujan karena hujan cukup deras.

Sempat agak kecewa karena jika hari hujan, wahana outdoor banyak yang tutup. Alhasil, kami cuma naik wahana-wahana indoor aja macem NinjaGo dan pesawat-pesawatan :))

Tapi setelah makan siang, sekitar jam 2 siang, hujan berhenti namun kondisi masih mendung, pas hujan mulai berhenti, mulai banyak wahana-wahana outdoor yang dibuka kayak roller coaster, wahana outdoor lain kayak fireman, simulator lalu lintas, naik perahu di danau, dll mulai dibuka. Walau masih gerimis tapi ya namanya juga udah kepalang tanggung. Sambil pake jas hujan kuning ala legoland ya kita semua tetep main.

Biarpun harus hujan-hujanan, hikmah di balik itu semua kayaknya Legoland agak sepi walau ini lagi peak season. Semua orang mungkin agak males juga kalau musti hujan-hujanan. Jadi beberapa wahana indoor favorit kayak NinjaGo juga gak ngantri dan bahkan bisa masuk berkali-kali kalau niat.

Total waktu yang dihabiskan di Legoland dari buka jam 10 sampai tutup jam 6 sore bener-bener kurang sih. Apalagi dijeda sekitar 2-3 jam karena hujan deras dan banyak wahana tutup. Jadi tips kalau ke sini silakan dicek dulu weather forecast area Johor dan yakinkan ngga ke sini pas seharian hujan biar ngga rugi. So far wahana yang dipunyai Legoland itu kids friendly, tapi dengan syarat kids nya harus sudah di atas 5 tahun ya. Karena ada beberapa wahana yang mempersyaratkan tinggi badan dan kasian nanti kalau ditolak masuk 🙂

Dan supaya lebih poll juga, musti sekalian nginap di Legoland Hotel dan musti ambil kamar yang ada tema Legoland nya. Semalam harganya sekitar Rp 1.8 juta sampai Rp 2 juta dan kalau peak season mungkin bisa sampai Rp 2.5 juta. Tapi totally worth it. Di dalamnya ada bunkbed buat maksimal 3 anak, tema Legoland yang bisa milih antara Kingdom, pirates, ninjago, dan adventure. Walaupun sarapannya so-so tapi pengalaman nginap nya yang ngga terlupakan buat anak-anak.

Oia, di sebelah Hotel Legoland dan Legoland resort juga ada mini-mall yang isinya tempat-tempat makan halal. Jadi ngga usah ketakutan kesulitan cari makan walau nginap di resort ini. dan juga ada supermarket besar tempat semua ada. Di area resort juga ada banyak apartment yang disewakan via airBNB. Jadi kalau mau hemat, bisa nginap di apartment dan masak sendiri.

Berhubung kami hanya 1 malam saja di sini, besok sore nya rencana kembali ke Singapore namun pagi harinya kita sempatkan mampir ke Johor Premium Outlet, yang isinya outlet-outlet barang-barang branded yang katanya harganya lebih murah dari di toko. Yah walaupun kita ngga beli apapun tapi lumayan juga lah buat cuci mata. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota, persis kayak Jakarta Premium Outlets yang letaknya di Karawang :))

Dia buka jam 9 pagi, jadi pas banget baru buka kita langsung ke sana dan numpang sarapan doang sambil cuci mata :)) Dari Legoland hotel kami udah bawa koper dan jalan-jalan sambil bawa koper kecil dong. Cuci mata sekitar 2 jam, habis itu kami lanjut ke Toppen Shopping Center Johor buat ngeliat pameran space (luar angkasa) yang hanya ada di periode-periode tertentu aja. Lokasinya dari Johor Premium Outlet kira-kira 20 menitan aja. Dan kami di Johor kemana-mana pakai Grab karena lebih simple dan murah.

Toppen shopping center ini luas banget karena ada IKEA nya. Pintu masuknya banyak dan luas mall nya juga bener-bener gede. Big Mall Samarinda sama AEON BSD mungkin kalah besar. Jadi waktu itu kita browsing top attraction di Johor dan ngga sengaja ketemu ini di salah satu IG influencer lokal. https://spaceandyou.com.my/html/index.php . Waktu itu event ini cuma ada di periode akhir 2023 sampai juni 2024 aja dan sayangnya di tahun 2025 ini udah ngga ada.

Menurut saya ini seru banget karena dengan harga RM 58 (Rp 180rb) per orang, kita bisa lihat pameran luar angkasa yang lumayan interaktif dan bikin anak-anak suka. Ditambah bisa sewa kostum astronot juga.

Ada lokasi tempat foto mirip Bulan, Mars, latar belakang Space Ship dan yang paling keren di bagian akhir kita ada di ruangan gelap dan di sana ditampilin video animasi keren dengan efek-efek yang fantastis. Karena waktu itu beneran lagi sepi (mall baru buka) jadinya beneran cuma kita berempat aja yang keliling di area pamerannya dong.

Sekitar jam 3 sore kita langsung menuju JB Sentral dan kembali ke Singapore dengan kereta. Besok paginya kita kembali ke Jakarta dan selesailah liburan singkat di Singapore dan JB ini.

See you in the next journey…

10 Places I Want to See Before I Die Part 1 : Indonesia

mumpung lagi dengerin Nighmare Ardan FM, mending sekalian ngisi blog ini lagi 😛
Kali ini temanya yg ringan ringan dan agak ngimpi dah. Tentang 10 tempat yg sangat ingin saya kunjungi sebelum saya pergi meninggalkan dunia (serem amat 😛 )

Ok, karena ini blog ane yg nulis, suka-suka ane berarti ya ordernya 😀 Mari di countdown aja :

10. Danau Toba

peringkat 10 adalah Danau Toba. Yup danau vulkanik terbesar di Indonesia ini merupakan objek wisata yg terkenal di Sumatera Utara sana. kita liat dulu tempatnya dimana :

seperti biasa, semua tempat di Indonesia dibentuk dan dibangun oleh legenda setempat. Nah Danau Toba ini juga ada legendanya loh. Kenapa bisa terbentuk Danau Toba? Menurut warga di sana dr jaman kakek moyang, katanya sih gara-gara ini :

http://tobaguide.com/culture/toba-lake-and-its-legend

Bagaimana caranya supaya saya bisa ke danau Toba? Gampang. Yg pertama, booking tiket pesawat ke Medan, harganya sekitar 1,2 juta PP pake air asia. Dari medan, kita musti naik bis selama 3-4 jam hingga sampai ke Danau Toba.

Tak hanya keindahan alam, wisata Toba juga menyuguhkan daya tarik lain. Apa sajakah itu? Suasana sejuk, tenang, nyaman langsung terasa begitu sampai di Danau Toba. Dari atas ketinggian bukit melewati jalan menurun ke Parapat, kita bisa memandang hamparan air membiru yang luas bak lautan. Kepenatan perjalanan darat lebih dari empat jam dari Kota Medan langsung sirna. Di warung-warung sederhana pinggir jalan yang menurun, banyak pelancong menghabiskan waktu berjam-jam memandangi keajaiban alam Danau Toba sambil menyeruput kopi dengan nikmat. Angin bertiup sepoi-sepoi menambah segarnya suasana.

Gak pecaya? mari kita lihat foto-fotonya :

Di danau Toba, selain bisa menikmati pemandangan air, kita juga bisa menyewa perahu buat keliling keliling seharian ataupun menyebrang ke Pulau Samosir 😀

9. Danau Kelimutu

Tempat no.9 yg saya ingin kunjungi adalah Danau Kelimutu. Terletak di sebelah timur kepulauan Sumbawa, 10 derajat lintang selatan dan 119 – 124 derajat bujur timur. Merupakan kepulauan yang unik dengan rangkaian pegunungan disepanjang garis tengahnya. Sebagian besar orang (termasuk saya) mungkin tidak pernah berpikir bahwa Flores mempunyai segudang objek wisata yang patut dibanggakan selain Danau Kelimutu.

Kelimutu tuh kayak gimana sih? Bagi mereka yg lahir sebelum tahun 2000 pasti pernah melihat uang lembaran lima ribu rupiah seperti ini :

Yup, Kelimutu adalah sebuah Danau 3 warna yg terletak di Gunung Kelimutu di Nusa Tenggara timur.  Kenapa bisa 3 warna? berikut saya ceritakan dikit dari kaskus :

Warna air danau yang berbeda-beda dan secara periodik berganti-ganti tentu telah sejak lama mengundang keingintahuan orang, terutama para ilmuwan. Berbagai penelitian nasional maupun internasional untuk mempelajari fenomena ini pernah dilakukan, beberapa hasilnya pernah dipublikasikan.

Ketiga danau kawah Kelimutu (Tiwu Ata Polo, Tiwu Ata Mbupu, dan Tiwu Nua Muri Koohi Fah) hadir dengan warna-warna berbeda-beda sejak letusan Kelimutu pada tahun 1886, saat pertama warna-warnanya adalah : biru, merah, dan putih. Ketiga warna ini bertahan lama sampai tahun 1969, saat Gunung Iya di dekat Ende meletus, dan sejak itu danau-danau Kelimutu secara periodik suka berganti-ganti warna. Saat ini, warnanya adalah : biru-kehijauan, hitam, dan kemerahan. Beberapa puluh tahun sebelumnya warnanya : biru-terang, merah-gelap, dan hijau-terang.
Penelitian-penelitian menyimpulkan bahwa warna-warna ini dan perubahan-perubahannya terutama disebabkan proses-proses geokimia yang terjadi di dasar danau yang menyebabkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air. Pendapat bahwa warna dan perubahannya akibat pantulan cahaya Matahari, populasi bakteri atau ganggang di dalamnya mungkin benar, tetapi kecil saja pengaruhnya.

Perubahan warna terjadi akibat erosi air danau atas dinding dan dasar kawah, menyingkapkan bahan-bahan mineral tertentu yang kemudian secara geokimia berproses dengan gas volkanik yang secara rutin naik dari dasar kawah. Proses ini telah melarutkan zat-zat kimia tertentu di dalam air danau yang kemudian terekspresi dalam perubahan warnanya. Dinding kawah yang dibangun oleh piroklastika berwarna abu-abu dan hampir tanpa vegetasi membuat warna ketiga danau ini sangat kontras, apalagi saat terang Matahari.

Dari dinding kawah-kawah ini bisa kita tebak bahwa Kelimutu adalah gunung tipe stratovolcano yang saat ini berstatus dormant dengan ciri mengeluarkan gas secara pasif (ekshalasi). Penelitian-penelitian yang telah dilakukan umumnya berkaitan dengan peneltian geokimia kawah untuk mempelajari water-rock interactions dan volcanic flux.

Hasil-hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketiga danau kawah Kelimutu mendapatkan pasokan gas volkanik yang sama, tetapi reaksi geokimia air-batuan kawah terhadap ekshalasi gas itu berbeda-beda – ini berhubungan dengan mediasi air sebagai sistem transpor gas tersebut.

Danau kawah Tiwu Ata Polo secara geokimia bersifat intermediate “acid-saline” yang perubahan warnanya sebagai akibat langsung perubahan status oksidasi air danau. Aktivitas volkanik danau ini digolongkan sebagai menengah.

Danau kawah Tiwu Nua Moori Koohi Fah secara geokimia disebut a “cool acid-brine” yang mengandung senyawa belerang dan dari ketiga kawah menunjukkan aktivitas fumarola yang paling aktif (pernah dihitung memasok sekitar ~85 ton sulfur dioxide per hari (~55MW energy output).

Danau kawah Tiwu Ata Mbupu secara geokimia bersifat “acid-sulfate” dengan intensitas ekshalasi gas yang paling kecil dibandingkan dua kawah lainnya. Danau ini pada tahun 1970-an jauh lebih aktif daripada sekarang.
Stromatolit seperti yang hidup dan terbentuk di danau kawah volkanik Satonda yang berisi air laut yang terjebak ribuan tahun, tidak mungkin terbentuk di danau-danau kawah Kelimutu sebab syarat utama pembentukan stromatolit, yaitu alkalinitas yang tinggi (basa atau soda) dengan ph > 8.0, tidak ditemui di ketiga danau Kelimutu yang pH-nya berkisar dari 0.4 – 3.1. Kawah-kawah asam ini akan membunuh cyanophyta pembentuk stromatolit. Begitu pun di kawah-kawah volkanik lainnya di daratan, selama ia tidak alkalin, tak mungkin stromatolit dapat terbentuk.

Hebat ya warnanya bisa ganti-ganti 😛
Banyak pendapat yg setuju Danau ini memiliki kadar fluoroscent yg tinggi di dasarnya. kayak lampu neon gitu deh hahaha
Ada ungkapan yg bilang saking indahnya danau kelimutu : “Tuhan menciptakan alam semesta dan keindahannya bagaikan lukisan. Dan di DANAU KELIMUTU lah Dia mencuci kuas-Nya” 😀

Cuma sejak tahun 2007, warna danau kelimutu sekarang berubah hanya satu warna saja yaitu hijau. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim dunia yang makin tak menentu. Masyarakat lokal pun menganggap perubahan warna menjadi satu warna saja ini sebagai pertanda malapetaka akan mengancam (duh ngeri)

ok, mending cerita gimana bisa ke sana aja deh 😛
Caranya agak susah karena Kelimutu bukan terletak di kota besar di NTT. Dari Jakarta

Untuk pergi ke Kelimutu diprediksi memerlukan biaya sekitar Lima Juta Rupiah untuk perjalanan selama 5 hari. Dari Bandung ga ada yg bisa nyampe ke sana langsung. Musti ke Denpasar terlebih dahulu lalu meneruskan dengan pesawat kecil ke kota Ende (kota terbesar di Flores). Dari Ende, kita musti menempuh perjalanan dengan bis sekitar 2 jam ke sana. Dan kabarnya jalan menuju Danau Kelimutu hotmix alias aspal mulus gan 😀

Ok, tanpa basa basi langsung aja cek pemandangannya deh 😛

Di danau ini kita ga bisa berenang ya. Kalau mau coba silakan aja tapi jangan salahkan saya kalo pulang tinggal nama hahaha. Seperti yg dibilang, kadar fluoroscent yang tinggi menyebabkan air di danau ini sangat tidak dianjurkan untuk dipakai mandi apalagi minum oleh manusia 😛
Dan ingat jg, karena ini di puncak gunung, so pasti udaranya dingin ga ketulungan. Kabarnya bisa mencapai sekitar 17 derajat loh

8. Gunung Rinjani

wokeh, lanjut ke posisi 8 dan kali ini masih Gunung dan kebetulan masih terletak di wilayah Nusa Tenggara 😛

yup, Gunung Rinjani adalah gunung yg terletak di sebelah utara tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia. Ketinggian puncaknya hanya terkalahkan oleh Pegunungan Jayawijaya di tanah Papua dan Gunung Kerinci yang berada di tanah Sumatera.
Bagi yang doyan hiking, Gunung Rinjani adalah salah satu tempat yg harus dan wajib untuk didaki minimal sekali seumur hidup mereka. Karena katanya kalau sampe belum sempet mendaki gunung ini, bisa mati penasaran hehehe 😛

Ada apa aja di sini? Well, banyak lah. Yg pasti dan utama adalah hiking. Selain hiking ada agro wisata, taman nasional dan tentu saja Danau Segara Anakan di puncaknya 😀

Gimana caranya ke sana? Gampang. Ambil rute penerbangan Jakarta-Mataram (karena dari bandung ga mungkin ada T_T) tiketnya seharga 1,2 juta PP (cukup mahal juga ya? )
Sesampainya di Mataram, kita musti naik elf ke Aikmel selama satu jam dan sampai lah di pos pendakian pertama yg bernama Sembalun Lawang, dari sini wajib mendaftarkan diri dan nanti akan dipandu oleh guide di sana.

Enough saying, let’s see the picture below 😀

Bagi suku Sasak, Danau Segara Anakan dianggap tempat sakral yang harus dijaga kesuciannya. Danau berwarna hijau dan biru itu, digunakan pula sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat Hindu, Islam Wettu Telu (sinkretisme Islam-Hindu) serta kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Maka tak perlu heran, bila mencium asap dupa atau menemukan kembang sesaji di sekitar tepian danau. Selain itu, Suku Sasak sangat menghormati tempat persemayaman Dewi Anjani ini, yang dipercaya sebagai penguasa tertinggi alam gaib Gunung Rinjani ini.

Air danau yang berasa kesat, akibat campuran air tawar dan air belerang ini, diyakini sebagai obat ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Percaya atau tidak, nyatanya keadaan ini menyebabkan tumbuhnya kearifan budaya lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari eksploitasi sumber daya alam.

Oia, di Danau Segara Anakan juga banyak sekali ikan mas dan mujair yang dibudidayakan di sana. So, para pendaki bisa memancing di alam bebas dan langsung membakar ikan hasil tangkapannya di sana. Widih.. 😀

7. Pantai Senggigi

Ok, back to the beach. Tempat yg ingin sy kunjungi di peringkat ke-6 dan masih dr wilayah Nusa Tenggara adalah…. Senggigi Beach. Yup, banyak orang mengatakan kalo objek wisata di Lombok terutama Senggigi jauh lebih dahsyat dibanding Bali sekalipun. Tp karena pemda NTB kurang bisa mengemas dengan apik seperti Pemda Bali, Lombok jadi kurang terekspos dan underrated dibanding Bali.

cara menuju Senggigi ya hampir sama dengan Rinjani. Bedanya Senggigi lebih dekat karena begitu kita tiba di Bandara di kota Mataram, langsung aja naik taksi dan menuju pantai. Paling jaraknya hanya 12 kilo.

Senggigi dikenal sebagai tempat surfing paling bagus di Indonesia. Gak heran kalau banyak sekali wisatawan asing yg memang sengaja datang ke sini hanya untuk mencicipi surfing 😀
Senggigi memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum banyak dijejali oleh turis asing, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai di Bali. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.

Ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung di pantai ini, seperti berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, dan bermain–main membuat istana pasir. Jika mentari sore telah mulai meredup, wisatawan dapat juga meluangkan waktunya untuk sekedar berjalan santai dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mangamati biru-hijau air laut, atau bersantai di gerai hotel pinggir pantai sembari menunggu sunset tiba. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena di pinggir pantai banyak terdapat karang-karang runcing yang cukup membahayakan kaki.

enough talking let’s roll to the pics below 😀

6. Gunung Bromo

Nomer 6 sebenernya malu mengakui sebagai org dengan kampung halaman yg hanya 40 kilo dari lokasi 😛 | Yup no.6 adalah gunung Bromo. yah emang saya blum pernah ke sana. that’s a fact. Sebenernya faktanya adalah berkali-kali punya rencana ke sana cuma selalu gagal. ntah karena masalah sepele maupun masalah besar. zzz
Bromo terletak di Desa Tengger Kabupaten Probolinggo Jawa Timur :

Dari Jakarta menuju Gunung Bromo bisa ditempuh dengan tiga cara. Melalui udara langsung beli tiket pesawat Jakarta-Surabaya. Hampir semua maskapai penerbangan nasional membuka jalur Jakarta-Surabaya.

Sampai di Bandara Juanda ada pilihan bus Damri yang mengantar kita ke terminal bus Bungurasih Surabaya. PIlih bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Kepada kondektur bus, katakan bahwa Anda ingin turun di Probolinggo.

Sampai Terminal Probolinggo, Anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat.

Melalui jalur kereta api, banyak pilihan untuk Anda, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi. Anda bisa naik kereta api eksekutif Agro Angrek atau kereta api ekonomi non-AC Gaya Baru sampai Surabaya.

Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, Anda bisa naik Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Anda beli tiket sampai Stasiun Probolinggo saja. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo.

Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif di Terminal Bus Lebakbulus Jakarta jurusan Jember atau Banyuwangi. Anda cukup beli tiket jurusan Jakarta-Probolinggo saja.
Total bujet yg keluar mungkin sekitar 1 juta hingga 3 juta paling mahal tergantung akomodasi yang kita pilih 😀

Seperti wisata gunung kebanyakan, orang-orang pergi menuju Bromo yang utama adalah karena ingin melihat sunrise nya yg breath-taking dan eye-gasmic 😀 Selain itu org org juga ingin melihat Taman Nasional nya yg terkenal, kawah (crater) Bromo yg unik dan lautan pasirnya yg menggoda dan menakutkan 😀
Cuma mesti diinget, Bromo sangat dingin bahkan suhunya bisa mencapai 10-15 derajat celsius boi. Kudu ati-ati aja 😛

Enough saying let’s see the pic

Wuoghh I’m dying to go 😀

5. Karimun Jawa

Well akhirnya masuk ke 5 besar juga. Dan mulai 5 besar ini semuanya adalah wisata bahari 😀
dan posisi ke-5 ditempati oleh suatu kepulauan yg terletak di bagian utara Jawa Tengah, Karimun Jawa 😀

mungkin 2 atau 3 tahun yg lalu banyak orang yg ga tau apa itu Karimun Jawa. kalo ditanya apa itu Karimun dan dimana paling nyambungnya ke mobil Suzuki Karimun wkwkwk

berikut saya kutip tentang Karimun Jawa dari kaskus :
Karimun berasal dari bahasa Jawa yaitu kremun yang artinya kabur atau samar-samar. Diberi nama tersebut karena kepulauan ini terlihat samar-samar dari Pulau Jawa yang disebabkan letaknya yang cukup jauh dari Pulau Jawa. Untuk mencapai Karimunjawa memakan waktu sekitar 4 sampai 6 jam dari daratan Pulau Jawa dengan menggunakan Kapal Motor Cepat dari Semarang atau Jepara. Rasanya, cocok dengan namanya, karena memang memakan waktu yang cukup lama untuk tiba di pulau ini.

Kepulauan Karimunjawa menjadi surga dari para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan.

Keindahan terumbu karang serta ikan berwarna-warni di dalam laut akan menjadi daya tarik untuk bermain-main di dalam air. Air laut di Karimunjawa sangat jernih dan bening, sehingga Anda bisa melihat dasar laut dengan jelas. Bagi Anda yang hobi memancing, Anda juga bisa melakukannya di beberapa pulau di Karimunjawa.

Untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada di Karimunjawa, Anda bisa menggunakan perahu nelayan. Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama untuk mengunjungi beberapa pulau sekaligus karena letaknya yang tidak berjauhan. Ada pula perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawah perahu (glass bottom boat) yang cocok bagi Anda yang tidak ingin menyelam tetapi ingin tetap dapat melihat terumbu karang atau ikan-ikan di dalam air laut.

Karimunjawa sejak tahun 2001 memiliki nama resmi Taman Nasional Karimunjawa. Taman Nasional Karimunjawa terdiri atas gugusan 27 buah pulau kecil dengan 5 buah pulau yang sudah berpenduduk di kepulauan ini.

Untuk menuju Karimunjawa, Anda dapat menggunakan beberapa alternatif pilihan berikut ini:

Kapal Cepat dari Semarang
Dari Semarang, Anda dapat pergi ke Karimunjawa melalui Pelabuhan Tanjung Emas dengan menggunakan kapal cepat. Perjalanan dari Semarang ke Karimunjawa sekitar 4 jam hingga 6 jam jika cuaca buruk.
Kapal dari Jepara
Jika Anda memilih pergi ke Karimunjawa dari Jepara, Anda dapat melalui Pelabuhan Kartini. Anda bisa memilih menggunakan kapal cepat, atau juga menggunakan kapal yang lambat dan murah dari Jepara. Perjalanan dari Jepara ke Karimunjawa sekitar 2,5 hingga 3 jam.
Pesawat
Selain itu, bagi Anda yang memiliki cukup dana, ada pesawat kecil di Bandara Ahmad Yani Semarang dapat disewa menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan (salah satu pulau di Karimunjawa). Dengan pesawat, Anda dapat melihat keindahan Karimunjawa dari atas sebelum mendarat di lapangan terbang yang ada di Karimunjawa. Perjalanan dengan pesawat menempuh waktu sekitar 30 menit.”

Well, enough saying let’s see the beauty of Karimun 😀

Gimana? mumpung cukup deket dr Bandung kyknya ini dulu deh yg bakal saya kejar hahaha 😀

4. Bunaken

Posisi 4 masih dr wisata bahari, kali ini apalagi selain kampung halaman saya yg satu lagi yaitu Bunaken di Manado 😀
Taman Laut Bunaken terletak di Teluk Manado, Sulawesi Utara :

Bunaken terletak 8 kilometer dari Manado. Cara ke sananya ya dengan pesawat lah menuju Manado. Harga tiketnya agak mahal sih di kisaran 1 juta. Dari Manado kita musti naik ferry untuk menuju ke sana.

Ada apa aja di sana. well, Bunaken adalah taman bawah laut. Artinya ada taman di bawah laut (halah). Bunaken adalah surga bagi mereka yg hobi snorkeling maupun scuba diving. Pemandangannya menurut orang yg udah ke sana katanya bagaikan potongan surga yang ditaruh di dasar laut 😛

Selain scuba dan snorkeling, kita jg bisa menyewa perahu yg ada bagian kaca nya buat melihat ke dasar laut meski harganya cukup mahal 😛 Jangan lupa untuk mencicipi kuliner laut khas Manado yg amat tersohor di Nusantara 😀
Enough saying, let’s roll


Friggin’ awesome 😀

3. Taman Nasional Pulau Komodo

Duh ngga kerasa udah masuk 3 besar (halah)
Peringkat ketiga yg lagi lagi malu benjet mengakui belum pernah ke sana padahal punya kampung deket sono hahaha
Yup, the last three yg pertama adalah Pulau Komodo.


Letaknya di NTT, Pulau Flores Timur, hanya ratusan kilometer dr kota Kupang, kota yg saya kunjungi bulan lalu 😛

Salah satu objek wisata berupa taman nasional yg sedang digalakkan menjadi salah satu dari The New 7 Wonder ini memang sedang menarik mata dunia nih 😛

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

1. Loh Liang: merupakan daerah konsesi wisata yang dikelola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan, pengamatan burung, bermain kano dll.

2. Pantai Merah: merupakan pantai dangkal yang indah dengan terumbu karang yang menawan. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling atau mandi matahari.

3. Loh Sebita: Loh Sebita merupakan daerah mangrove dan aktivitas yang cukup menarik untuk dilakukan adalah pengamatan burung serta trekking.

4. Loh Buaya: merupakan daerah konsesi wisata yang dielola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, kerbau, burung, monyet ekor panjang, kuda liar, pengamatan burung, bermain kano, dll.

5. Pulau Kalong: Aktivitas yang dapat dikunjungi antara lain pengamatan koloni kelelawar dalam jumlah yang cukup besar. Pengamatan paling menarik dilakukan pada saat sore hari dimana kelelawar mulai keluar untuk mencari makan.

6. Golo Kode: Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat disaksikan dari tempat ini.

7. Selat Molo: selat yang memiliki arus deras seperti air sungai yang mengalir pada saat pasang.

Terdapat 36 situs penyelaman di dalam kawasan TN. Komodo. Yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam dan snorkeling yakni: Pulau Tatawa, Pantai Merah, Gililawa Laut, Loh Dasami, Pillar Steen, Batu Bolong dan Taka Makasar.

Untuk mencapai tempat ini bisa dilakukan lewat jalan Lewat darat melalui Bali – Mataram (P. Lombok) – Bima – Sape (P. Sumbawa), kemudian diteruskan dengan perjalanan menggunakan kapal feri setiap hari menuju Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo pengunjung dapat berkunjung ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal boat atau speedboat. Alternative lain adalah melalui udara, pengunjung dapat menggunakan transportasi udara dari Bali (Denpasar) menuju Labuan Bajo setiap hari dengan maskapai penerpangan yang ada diantaranya; Indonesian Air Transport (IAT), Merpati, dan Trigana Air.

Meski agak mahal pergi ke sana (bujet antara 3-5 juta, cuma kyknya poll nya m elebihi wisata ke 6 tempat sebelumnya deh
ga percaya? liat aja gambar di bawah :

RAGEE 😀

2. Wakatobi

ok, and the runner up goes to…..
WAKATOBI!
Wakatobi adalah gugusan pulau nan indah yg terletak di Sulawesi Tenggara yg diambil dari nama depan keempat pulau yang membentuk gugusan itu, yaitu : WAngi-Wangi, KAledupa, TOmia, BInongko

Wakatobi cukup jauh dr peradaban 😛 Cara ke sana ya apalagi kalo bukan dengan pesawat ke Kendari, ibukota SulTra 😀
Dr Kendari nantinya kita mesti naik kapal laut yg memang trayeknya ke sana khusus buat wisatawan.
Bujet yg musti disiapkan? yah minimal 7 juta-an lah itu juga udah super ngirit 😛
Tp yg ditawarkan pasti lebih dahsyat dr yg kita keluarkan 😉

Wakatobi adalah pertemuan 3 jalur terumbu karang dunia. So, ga heran daya tarik keempat pulau ini adalah scuba diving dan snorkeling yg kabarnya sih mendunia gitu. Nah yg lebih unik lagi, Wakatobi disuntik modal oleh investor asing dan mengubah wajahnya menjadi pusat resort dan diving paling modern dan benar benar kelas dunia (jangan kaget makanya ntar harganya pasti mahal gila 😛 )

ok deh, enough saying, let’ s see how it looks 😀


SUPER RAGEE 😀

1. Raja Ampat

And the winner goes to….
RAJA AMPAT!!!

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Waisai.
Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar dan asal mula nama Raja Ampat (Empat Raja). Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.
Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antar pulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut.


Jika Anda mau mengunjungi Raja Ampat ini maka airport terdekat adalah dikota Sorong baru dilanjutkan dengan speed boat sekitar 1,5 jam dengan biaya Rp. 2 juta untuk ukuran 10 sampai 15 orang. Untuk penginapan disana hanya terdapat di pulau-pulau yang besar saja sedangkan untuk transportasinya karena ini kepulauan maka harus naik speed boat yang dapat disewa mulai dari kota Sorong.

Apa aja sih keindahan yg ditawarkan Raja Ampat? Well, raja ampat disebut sebut sebagai potongan surga yg ditinggalkan Tuhan di dunia. Kata orang bule loh ya 😛
Makanya mayoritas turis di sana adalah orang bule dan kabarnya Raja Ampat ini sempet masuk TV Perancis dan National Geographic juga loh saking indahnya hahaha
Di Raja Ampat kita bisa melakukan wisata bahari kyk menikmati keindahan gugusan pulaunya, snorkeling, berenang maupun main air doank dan berjemur.

Meski effort ke sana gede banget dan mahal banget, tp sebanding lah buat liat surga dunia ini 😀
nih buktinya :

SURGAAAA!!!

well, that’s my top 10 places I’m dying to see in Indonesia..
How about you? B)