Si Emas yang Semakin Berkilau di Pintu Resesi

Beberapa minggu belakangan berita ekonomi seluruh dunia penuh dengan ancaman resesi yang sudah melanda hampir seluruh negara maju (kecuali China) dan seperti sebelum-sebelumnya, indikator mudah melihat adanya resesi adalah harga emas yang semakin mendidih hehe.

Mengapa harga emas akan naik menjelang resesi ekonomi, banyak orang bilang kalau orang-orang berduit yang berinvestasi di saham dan surat utang (baik pemerintah maupun swasta) akan menghindari aset beresiko karena kita tahu saham akan cenderung bearish mengikuti sentimen laba perusahaan yang akan turun kala resesi, dan surat utang akan memiliki resiko gagal bayar yang meningkat kala resesi. Sehingga orang-orang atau institusi dengan dana jumbo ini pada cash out dan ramai-ramai menjual saham dan surat utangnya untuk masuk ke aset yang safe haven atau yang memiliki lindung nilai alami karena harganya tidak fluktuatif dan asetnya liquid. Contohnya adalah emas, greenback (dollar) dan Yen Jepang.

Dikutip dari situs antam (logammulia.com), harga emas saat ini mencapai Rp 1.065.000 untuk pecahan 1 gram. Ya, anda tidak salah baca. Saat ini emas sudah tembus 1 juta rupiah. Sementara harga jualnya (disebut juga buyback) sekitar 100rb lebih murah di level Rp 964.000 untuk pecahan 1 gram.

5

Saya sendiri mulai investasi di emas sekitar 2015-2016 namun tidak pernah diteruskan lagi sejak kenal reksadana dan saham. Dulu saya beli beberapa keping untuk koleksi aja karena banyak teman-teman juga koleksi dan disimpan di lemari baju di rumah hehe. Saya ingat sekali dulu saya beli di harga Rp 560rb – Rp 600rb saja per gram dan saat ini saya sudah punya floating/unrealized profit hampir 100% hehe. Coba kita lihat grafik harga buyback dari 2015 sampai saat ini:

4

2015 akhir bahkan harganya “hanya” 480ribuan aja per gramnya. Tadi pagi saya coba mau jual emas saya di butik antam dago Bandung, namun ternyata syaratnya cukup ribet karena covid ini.

6

Baik jual atau beli, harus daftar dulu via WA dan menunggu dapat antrian di H+1. Kalau ternyata aktualnya datang terlambat malah disuruh daftar lagi 2 minggu kemudian. Tadi saja saya lihat di butik antam Dago ada sekitar 10-15 orang mengantri beli dan jual. Luar biasa ya.

Kesimpulan yang bisa dipetik dari fenomena ini adalah belilah emas saat ekonomi sedang menggeliat karena orang/investor akan menghindari aset ini dan lebih senang yang memberi return tinggi seperti saham. Lalu jual lah ketika ekonomi akan memasuki masa resesi. Seperti Warren Buffet bilang, berpikirlah contrarian hehehe.