Part 3 kali ini akan cerita mengenai destinasi di luar Tokyo yang terakhir dari perjalanan ke Jepang saya dan keluarga. Perjalanan kali ini adalah menuju Ashikaga Flower Park di perfektur Tochigi. Tujuannya adalah untuk melihat bunga Wisteria di satu-satunya festival bunga wisteria di Jepang. Jadi dari informasi yang saya kumpulkan, festival bunga wisteria ini hanya ada di pengujung musim semi dan lokasinya di Ashikaga Flower park. Setelah browsing dan kumpulkan data, akhirnya saya tau kalau untuk menuju ke sana, kota terdekat adalah Oyama dan dari sana cukup menggunakan JR Ryomo sekitar 30 menit dan tiba di lokasi Ashikaga Flower Park.

Untuk menuju ke sana sebetulnya bisa menggunakan JR line biasa namun terlalu lama sampai 2 jam 30 menit karena perlu ganti kereta 2-3 kali. Sementara dari Tokyo ada Shinkansen langsung ke Oyama yaitu JR Tohoku yang ke arah Akita dan Hokkaido. Namun pas kami coba book tiketnya ketika pertama kali mendarat di Stasiun Tokyo, ternyata tiketnya sudah sold out semua. Ada alternatif menggukan Hokuriku Shinkansen ke Omiya dan lanjut kereta JR ke Oyama. Akhirnya kami ambil itu karena lumayan motong waktu sekitar 30 menit. Tapi masalahnya adalah tiket keretanya hanya tersedia jam 14.00 siang aja. Semua timeslot penuh karena memang lagi golden week kali ya.
Karena keberangkatan masih siang, maka paginya sekitar pukul 7 pagi kami putuskan jalan-jalan dulu ke Asakusa untuk foto-foto dan cari sarapan. Tips buat yang ingin foto di Sensoji Temple Asakusa tapi ngga hectic orang, bisa dicoba ke sana jam 7 pagi karena toko-toko belum pada buka. Paling baru segelintir orang aja yang udah datang buat mengincar spot foto bagus yang masih sepi pengunjung.



Sekitar jam 8.00 pengunjung yang datang mulai banyak dan perlahan-lahan mulai crowded. Sebelum crowded, kami bergegas meninggalkan Sensoji Temple dan mampir untuk kedua kalinya ke toko eskrim halal di persimpangan Asakusa yang cukup terkenal itu. Penjualnya adalah seorang kakek nenek yang sudah jualan di situ mungkin sejak tahun 60 atau 70-an. Dan di sini eskrim matcha, vanilla, dan hojicha nya sudah tersertifikasi halal.

Saya lupa harga eskrimnya, kalau ngga salah sekitar 800 Yen (Rp 100rb), rasanya persis eskrim cone McD tapi ada rasa matcha dan hojicha. Kita bisa numpang makan di sini namun tempatnya agak sempit.

Setelah makan eskrim, kami menuju ke Sumida river untuk foto-foto di sana sekaligus nostalgia kalau tahun 2015 dulu saat pertama ajak istri ke Tokyo, kami pernah menginap di salah satu jaringan penginapan murah Khaosan Asakusa, yang sayangnya sejak covid kemarin bangkrut.


Setelah beres foto-foto, tidak lupa singgah dan makan di tempat makan legend setiap kali saya ke Asakusa, yaitu Saray Kebab hehe. Jadi ingat tahun 2015 dan 2018 dulu saya selalu makan di sini karena dulu lumayan susah cari makanan halal. Bapak yang jualan kebab dari dulu sampai sekarang masih sama sih sepertinya, om-om Turki yang fasih bahasa Jepang.

Bedanya kebab di sini sama kebab di Nagoya, di sini tuh menunya variatif, ada kebab doang tanpa roti, ada kebab pake nasi, kentang panjang, dll. Harga berkisar di 600 Yen sampai 1,000 Yen per menu. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 09.30, kami balik ke Asakusa untuk beli oleh-oleh berhubung semua toko sudah pada buka. Durasi beli oleh-oleh lumayan lama, sampai 1 jam lebih, maklumlah ibu-ibu banyak milihnya hehe. Akhirnya kita pulang ke Kyobashi jam 11 siang dan hanya punya sedikit waktu sampai jadwal keberangkatan pukul 12.40 saja.
Sudah dibayangkan betapa hecticnya di hotel karena musti ganti baju dan siap-siap, akhirnya jam 12 kurang kami jalan kaki ke Stasiun Tokyo dan nyaris saja tertinggal Shinkansen karena baru sampai peron sekitar jam 12.30. Untungnya karena hari itu puncak Golden Week, semua keberangkatan Shinkanse delay hehe. Luar biasa ini Golden Week di Jepang. Stasiun Tokyo full people.
Singkat cerita, kami naik shinkansen Hokuriku, yang bentuknya lain daripada yang lain, dan turun di stasiun Omiya, selepas itu, diteruskan dengan kereta antarkota JR line sampai di stasiun Oyama, kurang lebih perjalanan sekitar 1.5 jam dari Tokyo.

Di stasiun Omiya itu, kita ketemu kereta JR Tohoku yang warnanya merah (ke Shin Aomori) dan kereta JR Tohoku yang warnanya hijau yang ke Sapporo. Di stasiunnya sendiri sampai ada pajangan model kereta shinkansen yang lewat di stasiun ini.

Singkat cerita, sampailah kita di Oyama, dan di sini kita menginap lagi di Toyoko Inn, cabang jaringan hotel yang sama dengan yang ada di Shin Fuji. Kota Oyama sendiri tidak terlalu ramai dan cenderung sepi, jarak dari Stasiun ke hotel mungkin hanya 3 menit jalan kaki dan di sana ada beberapa kampus sepanjang kita berjalan. Toyoko Inn di sini pun rupanya sudah full book dan beruntung kita dapat kamar karena sudah jauh-jauh hari.



Ada satu kesalahan yang saya lakukan saat menunggu di hotel Tohoku ini. Karena jadwal checkin jam 15:00, dan karena kendala bahasa juga, ternyata kami disuruh menunggu di lobby. Ternyata, setelah menunggu jadwal checkin baru jam 16.00 dan setelah beberes dan ganti baju, kami baru keluar hotel jam 16.45 dan naik kereta lokal (JR Ryomo line) yang jam 17.00.

Kami sampai di Ashikaga Flower park sekitar jam 18.00 kurang dan hari sudah mulai gelap dan antrian sudah mengular. Akhirnya jadi ngga maksimal lihat tamannya dalam keadaan terang. Saran buat yang ingin ke sana tahun depan, memang harus datang sejak hari terang sih biar bisa eksplor lebih lama.
Ini foto-foto yang saya ambil dari keadaan terang yang cuma sekitar 15 menitan sampai kira-kira jam 20.00 malam.



Karena golden week jadi sudah dipastikan ini isinya orang semua hehe. Tapi ya masih bisa jalan dan foto-foto dengan nyaman lah ya.






Ternyata ada beberapa jenis bunga wisteria di sini, dan bunga ini tuh hanya mekar dan ada di pengujung musim semi. Jadi memang sangat terbatas sekali waktu festivalnya, makanya begitu golden week banyak orang Jepang ke sini. Untuk tiket masuknya bisa dibeli di tempat (pasti dapat) atau bisa via online di beberapa provider tiket online dan dibayar dengan credit card.

Tempat ini tutup sekitar pukul 22.00 dan kereta terakhir di pukul 22.15. Karena kami sudah cukup lelah, jadi jam 20.30 kita putuskan pulang dan beristirahat. Besoknya kita kembali ke Tokyo sekitar jam 7.30 pagi. Setelah checkout hotel, sengaja kita datang lebih awal buat ambil foto dengan beberapa kereta yang datang duluan.


Sampai di Tokyo dan masuk ke hotel sekitar jam 9an. habis itu nggak pake lama kita langsung menuju destinasi berikutnya, yaitu Odaiba. Kayaknya hampir semua turis ke Tokyo, rugi kali ya kalau ngga ke Odaiba. Apalagi sejak 2019, patung real size Gundam nya udah berubah jadi Unicorn. Kebetulan cuaca sangat cerah dan di Odaiba lagi ada festival jadi ya isinya orang semua.





Waktu sudah menunjukkan jam 13, dan kami pun cari beberapa lokasi makanan halal di Odaiba. Tips cari makanan halal di sini sebetulnya mudah, cek di google ada sekitar 5-10 resto halal di sini, tapi ya harganya super mahal sih ya. yang paling murah adalah kebab (Ozgur Kitchen Kebab) deket Aqua City, sampai yang paling mahal The Oven yang per orangnya sekitar 1,500-1,800 Yen yang makanannya ala ala buffet all you can eat gitu.
Akhirnya pilihan kami jatuh ke Green Asia Tokyo karena harga nya menengah. Di sini penyambut tamu nya mas-mas Jawa (Malang) yang udah lebih dari 10 tahun kerja di Tokyo. Ramah dan baik, resto nya juga cozy dan makanannya menu nya beragam. Kalau lunch, bisa free salad dan sup dan ada menu vegetariannya.



Per menu nya kalau lunch sekitar 1,000 – 1200 Yen (Rp 150.000) per orang sudah dapat 1 porsi makan dan minum (plus salad, kerupuk, sambal, dan sup). Lumayan worth it lah ya. Selesai makan jam 2 siang dan sampai di hotel jam 3 sore.
Karena anak-anak dan mertua sudah capek, akhirnya kami putuskan malam ini hanya saya dan istri aja yang pergi jalan keluar malam ini. Setelah beli makan malam di 7Eleven, anak-anak ditinggal di hotel dan kami menuju ke Akihabara buat cuci mata. Berangkat jam 7 malam, cuci mata sebentar, cari cemilan, main gacha dan balik lagi ke hotel jam 10 malem.




Di part terakhir nanti sekaligus akan dibahas 3 destinasi terakhir di Jepang adalah Shibuya Sky Tower, Yokohama dan TeamLab Planets Tokyo.
Saya lanjutkan di lain kesempatan ya.
Thank you.