Di bagian kedua kali ini saya akan bahas tempat-tempat yang kami kunjungi waktu itu. Sebelumnya saya sempatkan googling dan browsing melalui situs-situs traveling yang terkenal seperti tripadvisor, atau situs resmi pariwisata HK yaitu discoverhongkong.com.
1. Times Square
Seperti halnya di New York, di HK juga ada Time Square. Letaknya di kawasan yang terkenal yaitu Causewaybay. Time Square HK adalah semacam mall super besar yang di dalamnya banyak toko-toko dari brand–brand kenamaan kelas dunia. Mengapa disebut Time Square, mungkin karena di halaman depan gedung ini ada jam raksasa.
Time Square sebetulnya dekat saja dari tempat saya menginap di Wanchai. Ceritanya waktu itu ketika baru sampai dari bandara, kami memutuskan untuk makan di kantin Islamic Center. Karena masih jetlag ringan, maka setelah makan kami putuskan untuk jalan-jalan sebentar dan lihat-lihat Time Square, meskipun sebetulnya ngga masuk ke dalam gedung nya tapi cuma foto-foto di luar nya aja sih. Daerah Time Square waktu itu padat sekali, isinya orang lalu lalang. Ditambah lagi tipikal jalanan di HK yang punya trotoar sempit dan jarak antar-gedung jadi menambah crowded nya tempat ini.
2. Hong Kong Park
Hong Kong Park adalah taman (ruang terbuka hijau) terbesar di HK. Luasnya sekitar 80,000 meter persegi dan yang unik, taman ini terletak di sekeliling gedung-gedung pencakar langit. Untuk pergi ke sini cukup naik tram saja menuju ke Cotton Tree Drive di area Central. Turunnya tepat di depan Bank of China Tower. Tapi habis itu harus jalan kaki cukup jauh dan dia punya beberapa akses pintu masuk. Waktu itu saya masuk dari sebrang Bank of China Tower tapi sebetulnya lebih baik masuk dari pintu dekat-dekat Peak Tram saja. Ikuti saja petunjuk di gmap, nanti dari Murray Building kita akan menyebrang melalui jembatan penyebrangan ke pintu masuknya.

Di dalam Hong Kong Park sebetulnya sama dengan taman pada umumnya, pohon-pohon, tanaman hias, bunga, namun di sini ada kolam besar, greenhouse dan bird observatory. Sayangnya waktu itu saya ngga sempat ke bird observatory dan greenhouse nya. Karena waktu itu masih pagi di musim dingin, pengunjung taman nya hanya kaum lansia yang sedang berolahraga dan anak-anak sekolah yang mungkin sedang study tour.
Oia, karena Hong Kong Park ini luas sekali dan terbagi menjadi beberapa area, ada baiknya memahami dulu peta/denahnya di pintu masuk. Waktu itu saya hanya sempat ke Artificial Lake, Olympic Garden, Fountain Plaza, dan Children’s Playground saja.

Hong Kong Park ini sebetulnya bersebelahan dengan HK Zoo and Botanical Garden. Mungkin sekitar 300-an meter aja di sebelah barat nya. Kalau tertarik berkunjung ke sana silakan saja. Semacam Kebun Binatang dan Kebun Raya tertua di dunia yang di dalamnya banyak aneka satwa dan tumbuhan. Silakan lihat saja detailnya di sini
3. Central Ferry Pier
Seperti yang pernah saya ceritakan di Bagian 1, kalau ingin menyebrang dari HK Island ke Kowloon, salah satu caranya dengan menggunakan Ferry dari Central atau WanChai. Karena waktu itu sedang di HK Park, maka lebih dekat ke Central Ferry Pier, yang sebetulnya ngga dekat-dekat amat juga hehe. Dari Hong Kong Park, perlu kembali lagi ke Central MTR Station yang jaraknya kira-kira 800-an meter. Setelah itu, harus menyeberangi underpass dan naik melalui jembatan di depan International Finance Center. Total jaraknya mungkin 2 kilometer hehe. Untuk menyebrang ke Kowloon hanya bisa melalui Pier nomor 7 yang letaknya paling kanan.

Pemandangan sepanjang jalan menuju Pier 7 lumayan bagus, ada ferris wheel dan observatory tower yang bisa dikunjungi juga.
4. International Finance Center (IFC) Museum
Awalnya tujuan ke sini sebetulnya cuma untuk mencari tempat menikmati pemandangan kota HK dari ketinggian secara gratis. Hasil browsing di tripadvisor bilang bahwa salah satu tempat menikmati pemandangan gratis di atas gedung pencakar langit di HK ya di sini.

IFC bisa diakses dari stasiun MTR Central atau stasiun MTR Hongkong. Gedung IFC adalah gedung pencakar langit kembar yang di dalamnya terdapat museum sejarah mata uang HK Dollar, pusat perbelanjaan, kantor, dan lain-lain. Untuk ke museumnya, kita perlu ke gedung 2 (Two IFC Tower), dan nanti ke resepsionis gedung nya lapor saja kalau kita mau ke museumnya. Dia akan mengarahkan kita ke bagian basement (turun 1 lantai) untuk mendata diri (copy passport) dan kita akan diberikan badge untuk gatepass naik ke lift nya. Setelah dapat badge, petugas akan mengarahkan kita untuk naik lift khusus ke lantai 55.
Museum nya bernama Hong Kong Monetary Authority (HKMA) Museum, semacam lembaga pencetak uang (seperti BI atau perum Peruri di Indonesia). Lantai 55 dia beli khusus untuk memajang segala sejarah mengenai mata uang Hong Kong Dollar. Menurut saya, museumnya bagus dan interaktif karena ada beberapa peraga dan animasi. Semuanya pun berbahasa Inggris jadi bisa sekalian belajar dan dapat ilmu. Terlebih lagi, terdapat spot foto untuk foto dengan latar belakang gedung pencakar langit HK.
5. Kowloon Public Pier (Tsim Sha Tsui)
Satu lagi tempat yang dikenal sebagai spot wajib kalau jalan-jalan ke HK. Kowloon Public Pier terletak di Tsim Sha Tsui area, tepatnya setelah kita turun ferry dari arah HK Island (Central Pier). Tempatnya seperti pelataran luas tempat melihat gedung-gedung pencakar langit di HK Island. Pemandangannya lebih bagus dari pemandangan deretan gedung di Marina Bay Singapura karena jumlah gedung lebih banyak dan lautnya lebih luas daripada di Singapura.
Di malam hari sekitar pulul 19.00 waktu setempat kita juga disuguhkan atraksi laser show seperti halnya di Marina Bay singapura. Tapi atraksi laser show di sini hanya ditembakkan dari atas gedung-gedung saja dan nggak ada air mancurnya. Untuk atraksi laser show ini kita bisa lihat dari 2 sisi yaitu dari HK Island di dekat Central Pier dan tentunya dari Kowloon Public Pier ini. Karena akan padat pengunjung, sebaiknya datang 30 menit sebelum pertunjukkan dimulai supaya dapat spot yang enak untuk lihat atraksinya. Sebetulnya untuk menikmati laser show di HK kita bisa juga naik kapal pesiar yang berangkat dari Victoria Harbor di Causewaybay. Tahun 2014 lalu saya dan rombongan kantor pernah juga naik ini. Sambil makan malam dan menikmati pertunjukkan laser show dari atas kapal pesiar. Harga tiketnya kalau tidak salah sekitar Rp 350,000 per orang sudah termasuk makan malam.
6. Central Mid-Level Escalator
Sesuai namanya, tempat ini adalah eskalator publik terpanjang di dunia. Awalnya saya tahu tempat ini dari serial Korea, Running Man. Konon pemerintah HK membuat eskalator ini karena banyak warga yang tinggal di sini yang kesulitan akses karena kontur tempatnya yang berbukit dan berundak. Eskalatornya dimulai dari Robinson Road di daerah Hongkong MTR Station. Namun spot yang paling terkenal karena banyak tempat jual suvenir adalah di distrik SoHo.
Source: Discoverhongkong.com
Yang unik di sini, eskalatornya hanya 1 arah saja, yaitu arah naik. Kecuali pada pagi hari dari pukul 6.00-9.00 eskalatornya dibuat searah turun karena banyak orang turun dari apartment untuk bekerja.
Sayangnya waktu itu kita ngga nemu spot yang dipakai shooting Running Man episode HK karena rupanya masih harus ke atas lagi. Alhasil ya cuma naik beberapa segmen eskalator dan balik lagi deh.
Pingin foto di spot ini tapi ngga nemu karena kurang sabar hehe.
Sebelum naik eskalator, foto-foto dulu di area sekitar eskalator tempat jual suvenir-suvenir. Tempatnya lumayan instagrammable juga.
Naik eskalator ini lumayan juga loh. Kalau naiknya sih ngga masalah karena tinggal berdiri, tapi turunnya itu yang harus jalan turunin tangga. Semakin jauh kita naik ke atas, semakin berat juga perjalanan pulangnya nanti hehe.
Oia, kalau bawa anak kecil ke sini harap berhati-hati karena pulangnya pasti akan minta gendong hehe. Gempor dah..

7. Ngong-Ping 360
Menurut saya pribadi, Ngong-Ping 360 adalah the best destination waktu kami ke HK. Saya tahu Ngong ping ini dari acara fomedy traveller nya Rina Nose di Trans TV. Ngong Ping 360 adalah cable car terpanjang di dunia yang melintas dari terminal Tung Chung hingga Ngong Ping village di Lantau Island.
credit: Klook
Pilihan cable car di Ngong Ping ada 2 yaitu ordinary car dengan lantai tertutup, atau Crystal Car dengan lantai kaca jadi kita bisa melihat laut di bawah kaki kita. Awalnya saya mau naik yang Crystal tapi karena istri saya takut jadi pilih yang Ordinary Car saja.
Tiket Ngong Ping bisa dibeli via Klook.com, prosesnya mudah, tinggal order, bayar pakai kartu kredit dan nanti akan dikirimkan barcode untuk ditukar di counter nya di sana. Kami pergi ke Ngong Ping pagi hari ketika hari cerah. Dari wanchai, perlu naik MTR sebanyak 2 kali dengan rute Tung Chung. Keluar dari stasiun MTR Tung Chung masih harus jalan sekitar 200 meter ke stasiun cable car nya. Tiket nya sebetulnya bisa dibeli langsung di sana namun musti ngantri.

Satu cable car bisa muat 8 orang dewasa, jadi nanti ketika mengantri, si petugas akan menghitung jumlah orang dan keluarga agar bisa pas di dalam 1 kereta. Cable carnya 80% kaca jadi pemandangan 360 derajat bisa terlihat dengan jelas.

Ketegangan dan keseruan naik cable car dimulai ketika meninggalkan Tung Chung dan menanjak menuju Ngong Ping Village. Jalurnya kira-kira sekitar 5.7 kilometer dan hanya ada 2 titik “pemberhentian” di tengah yaitu Airport Island Angle Station dan Nei Lak Shan station. Pemberhentian di sini maksudnua bukan cable car nya berhenti lalu menaikkan/menurunkan penumpang, tapi lebih ke menjadi titik transit supaya jalur kabel nya nggak kepanjangan kali yah.
Ketika lepas dari Airport Island Station, pemandangan dan keseruan dimulai, di sisi kanan terlihat HKG Airport dengan sangat jelas. Tanjakan cable car kira-kira sekitar 30-an derajat dan cable car ini kokoh jadi biarpun ada angin kencang di luar, guncangannya nggak kerasa.
Menurut saya, pemandangan sepanjang perjalanan benar-benar menakjubkan. Kalau yang takut ketinggian (kayak istri saya) bisa memejamkan mata saja sepenjang perjalanan hehe. Nyesel deh kalau ngga ke sini. Harga tiketnya untuk 1 kali trip (bolak-balik) adalah sekitar Rp 400-an ribu rupiah per orang. Worth it lah pokoknya.
Ada video pendeknya kalau mau ngebayangin suasana di atas cable car hehe
Lama perjalanan sekitar 10 menit dan di puncak bukit di Lantau Island terdapat Ngong Ping village sebagai pemberhentian utama. Ngong Ping village adalah desa kecil tempat patung buddha yang tertinggi di HK. Begitu tiba di Ngong Ping village, kita disuguhi pemandangan asri dan sejuk sekali. Ngong Ping adalah desa yang sebetulnya penduduknya sedikit sekali. Tapi karena sudah diubah jadi tempat wisata, maka begitu keluar dari terminal cable car, kita akan melihat pemandangan toko-toko suvenir dan restoran yang berderet-deret.
Oia, satu-satunya restoran halal di sini adalah Ebeenezers Kebabs and Pizzeria. Restoran yang menjual kebab turki dan pizza italia yang bisa dimakan di sini untuk pengunjung muslim. Harga per porsinya kira-kira kalau di rupiahkan sekitar 100-an ribu.
Berjalan semakin ke dalam dari toko-toko dan restoran tersebut, kita akan disuguhi pemandangan bagus mirip di film-film kerajaan Tiongkok dulu. Spot favorit di Ngong Ping Village sebetulnya adalah patung buddha yang terletak di tempat tertinggi di Hongkong yang disebut Tian Tan Buddha. Aksesnya sebetulnya hanya tinggal menaiki sekitar 200-an anak tangga saja, tapi karena saya bawa orang tua dan anak kecil, jadi ya cukup menikmati selfie di bawah saja hehe.
Kalau ke berkesempatan ke HK, Ngong Ping 360 harus menjadi top list destinasi ya. Dijamin worth it lah.
8. The Peak
Ini juga salah satu wisata favorit di HK. The Peak adalah tempat tertinggi di HK yang menyediakan view spektakuler pemandangan gedung-gedung pencakar langit di HK. Akses ke The Peak sebetulnya banyak, bisa naik Taksi atau Bus umum, yang rute nya berbelok-belok ekstrem dan bikin mau muntah (seriusan). Dan yang paling terkenal tentu saja naik The Peak Tram, tram yang menanjak dengan kemiringan nyaris 30 derajat dan bikin bingung dan dis-orientasi ketika kita naik di dalamnya hehe.

Akses menuju The Peak bisa dicapai dari Stasiun MTR Central, dari sana jalan kaki menuju loket The Peak Tram kira-kira 500 meter. Loket The Peak Tram terletak di depan pintu masuk Hong Kong Park. Harga tiket masuknya sekali jalan (one way) sekitar Rp 150.000 dan Rp 220.000 untuk bolak-balik menggunakan tram. Saran saya, tiketnya lebih baik dipesan melalui travel agent, seperti klook. Nanti serah terima tiket bisa dilakukan di MTR Central dan berangkat bareng menuju The Peak Tram dengan menggunakan jalur antrian khusus, semacam fast track gitu.
Antrian di the peak tram kalau pas high season bisa panjang sekali. Di sepanjang tempat mengantri kita bisa lihat-lihat sejarah tram yang dibangun sejak 100 tahun lalu di era penguasa Inggris. Tram nya sendiri terdiri dari 2 gerbong dan kapasitasnya kira-kira 100 orang (plus yang berdiri). Menuju the peak sepanjang perjalanan akan menanjak dengan sudut kemiringan 30 derajat. Tips nya ketika naik pilih duduk di sebelah kanan. Sepanjang perjalanan tram sebetulnya dia melintasi area komersial, semacam kompleks perumahan dan apartmen mewah, kalau lihat keluar semua gedung menjadi miring.
Sampai di atas, kita bisa melihat HK dari area view gratisan di sekitaran The Peak. Atau kalau mau spot berbayar bisa naik ke The Peak tower dengan membayar ekstra 10 HKD (20 ribu rupiah) dan bersiap desak-desakan dengan ratusan turis lain hehe.
Di area the peak tower terdapat toko oleh-oleh, restoran, dan cafe. Ada juga toko baju, area 4D, dan Madame Tussaud Museum yang terkenal itu. Kalau beli tiket pulang pergi, ketika pulang kita bisa naik tram arah turun, biasanya antrian turun jauh lebih sedikit dari antrian naik. Tapi karena waktu itu peak season, maka antrian turun hampir sama dengan antrian naik dong. Akhirnya kami putuskan untuk pulang dengan naik bus saja.
Bus bisa diakses dari terminal the peak yang letaknya nggak jauh dari The Peak Tower. Hanya jalan kaki 3 menit saja. Di sana terdapat beberapa rute bis ke pusat kota seperti Causewaybay, Central, dan Kowloon.
Ketika naik bus, perjalanan akan sangat ekstrim. Untuk yang sering mabuk perjalanan disarankan membawa kantong kresek untuk jaga-jaga kalau muntah. Waktu saya naik bus, orang di depan saya beneran muntah loh. Untungnya dia sedia kantong kresek waktu itu. Jadi jangan bayangkan jalannya hanya belok-belok biasa. Ini udah berbelok curam, supir busnya kayak oranh kesurupan dan jarang ngerem hehe. Tapi seru pokoknya. Apalagi kalau berdiri hehe.
9. Disneyland
Salah satu destinasi wajib juga jika berkunjung ke HK. Di Asia, Disneyland hanya ada di HK dan Tokyo. Harga tiket sepertinya lebih murah di HK, kalau dirupiahkan sekitar 600-an ribu. Di kesempatan ini sebetulnya saya pun tidak masuk ke Disneyland, hanya sekedar foto di depannya saja karena keterbatasan waktu hehe.

Untuk menuju Disneyland, alternatif termudah dan termurah adalah menggunakan MTR. Baik dari Kowloon maupun HK Island, bisa ambil MTR yang menuju stasiun Sunny Bay. Nanti dari Sunny Bay kita akan naik kereta khusus dengan tema Disney ke stasiun Disneyland.
Sayangnya seperti yang sudah saya utarakan di Part 1, pada trip kali ini saya tidak sempat mengunjungi Macau karena keterbatasan waktu. Beberapa destinasi favorit di HK seperti Ocean Park juga nggak sempat saya kunjungi.
Tapi sebagai gantinya, saya berkunjung ke Singapura untuk menonton Singapore Air Show 2018. Dari HK ke Singapura saya menggunakan Scoot (low cost airline milik Singapore Airlines). Harga tiketnya sebetulnya mahal, tapi dia masih lebih murah dibanding naik Cathay Pacific atau maskapai lain. Pesawatnya pun pakai B787 Dreamliner dan tergolong baru.
Di kesempatan menjelajahi Singapura waktu itu, saya berkesempatan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya seperti Museum of Art & Science, Marina Barrage, dan Rooftop Marina Bay Sand.
A. Marina Barrage
credit: seanlam/shutterstock
Marina barrage adalah dam/bendungan yang dibuat untuk konservasi air di Singapura. Semacam instalasi pengolahan air terintegrasi gitu. Hebatnya di sini dibuka untuk publik sebagai sarana edukasi. Jadi kita bisa lihat video animasi, poster dan literatur tentang bagaimana sistem pengolahan air ini bekerja. Dan di bagian atasnya ada lapangan hijau terbuka tempat orang-orang bisa main layangan atau anak-anak berlari-lari.

Karena dia letaknya di ujung, akses ke sini hanya bisa melalui bus saja. Caranya, dari Marina Bay MRT station keluar ke pintu Exit A dan jalan kaki 400 meter menuju Prince Edward Rd. Lalu naik bus dengan nomor B02 dan turun tepat di depan Marina Barrage.
B. Marina Bay Sands Rooftop
Rooftop Marina Bay Sands dikenal juga dengan Marina Bay SkyPark. Jadi di bagian atas “perahu” nya itu ada akses yang dibuka untuk umum sebagai observatorium terbuka. Tentunya terpisah dari infinity pool yang terkenal itu. SkyPark letaknya di ujung depan perahu sedangkan si infinity pool memanjang di bagian tengah sampai belakang.
credit : youtube
Akses ke sini sebetulnya agak membingungkan. Jadi dari The Shopee nya Marina Bay Sands, kita harus perhatikan papan petunjuk arah ke Hotel Marina Bay Sands. Nanti setelah melintasi resepsionis hotel, kita keluar hotel dan menuju eskalator ke lantai B1 untuk beli tiket di sana. Harga tiketnya sekitar Rp 180rb per orang. Dari counter tiket, ada lift yang bisa membawa kita langsung menuju rooftop. Kalau cuaca cerah sebetulnya lebih asik ke sana menjelang pergantian siang dan malam (sekitar pukul 17.00) tapi karena waktu yang terbatas, saya ke sana pas siang hari bolong sekitar pukul 12.00. Tapi pemandangannya tetap spektakuler kok.
Sempat ambil videonya sedikit…
C. Singapore Air Show 2018
Singapore Air Show adalah ajang 2 tahunan di SG yang menampilkan pameran aviasi terbesar yang diikuti manufaktur/pabrikan pesawat seluruh dunia dan yang paling terkenal adalah air show (pertunjukan udara) selama 30 menit yang menampilkan aerobatik pesawat pesawat tempur negara-negara di Asia Tenggara dan tamu (biasanya US).
Tidak ketinggalan ada pameran pesawat militer milik SAF (Singapore Air Force) yang kalau lihat bikin kita ngenes karena TNI AU kita kalah dari sisi teknologi hehe. Pesawat-pesawatnya pun bisa dinaiki dan bisa juga foto bareng pilot-pilot bule dari Amerika loh. Singapore Air Show diadakan di Changi Expo, yang letaknya jauh dari Changi Airport hehe. Untuk akses ke sini hanya bisa menggunakan bus gratis dari MRT Expo.
Karena waktu itu sedang tidak enak badan, saya hanya datang pukul 09.00 dan sudah kembali ke rumah pukul 13.00. Hanya sempat melihat aerobatik dari SAF, Thai Royal Air Force, dan Malaysia Air Force yang bagus-bagus.
Salah satu spot wajib lain yang pasti saya kunjungi kalau ke SG adalah Garden by The Bay hehe.

