12 Februari pukul 07.00 China Town masih gelap dan seluruh tamu penginapan Backpackers Inn pun belum ada yang beranjak dari tempat tidur, kecuali si Bule yg tidur di kasur sebelah saya yg nampaknya mau balik ke negaranya. Setelah mandi dan ganti baju kami pun bergegas menuju stasiun MRT menuju ke Vivo City (stasiun Harbour Front) karena agenda hari ini seharian di tempat paling terkenal di Singapur : Resort World Sentosa (RWS).
Pukul 08.00 kita tiba di Harbour Front MRT dan naik ke tangga lantai paling atas untuk menuju Sentosa Island. Ada 2 tempat yang akan kita kunjungi hari ini yaitu Sea Aquarium, akuarium terbesar se-asia tenggara, dan Song of The Sea, sebuah drama musikal dan laser show yang diadakan di Pantai Selatan Sentosa. Sentosa Island adalah pulau buatan yg dijadikan tempat rekreasi terpadu oleh Pemerintah Singapura. Konon pulau ini dibentuk dari pasir yang dibeli dari kepulauan Riau. Menuju Sentosa dapat ditempuh dengan 2 cara : jalan kaki (naik travelator) melewati Sentosa Broadwalk dengan bayar 1 SGD di pintu masuk. Cara kedua adalah dengan naik Monorel dari lantai 3 Vivo City dengan ongkos sekitar 1,5 SGD.
Berhubung masih pagi, Vivo City pun belum buka dan kami memutuskan untuk ke Sentosa dengan jalan kaki via Broadwalk. Vivo City adalah mall terpadu yang didalamnya ada stasiun MRT dan Monorel, pelabuhan Ferry dari Batam dan Malaysia, juga ada pelabuhan kapal pesiar dari Australia dan penjuru dunia lainnya. Karena mall belum buka, ya foto-foto dulu deh seperti biasa.

Dari ujung Vivo City sebenernya udah keliatan tuh yang namanya Sentosa Island, orang jaraknya cuma 1 kilo lebih dikit hehe. Berikut penampakannya kalau dilihat dari sisi Vivo City.


Di Resort World Sentosa ini selain ada Universal Studio juga ada Sea Aquarium, Marine Life Park, Crane Dance, Casino, Lake of Dreams, deretan hotel kelas internasional, dll. Oke kalau gitu mending langsung aja deh jalan ke sana.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, Broadwalk ini adalah jalur lantai kayu sepanjang 1,2 kilo dan dilengkapi dengan travelator. Jadi yg males jalan ya bisa tinggal pegang travelator dan sampe di ujung di pintu masuk ke Sentosa hehe. Di tengah-tengahnya ada semacam balkon untuk ambil foto.


Di ujung pintu masuk, kita bisa bayar dengan uang koin 1 SGD atau pakai EZ-Link Card yang biasa dipakai buat MRT. Dari situ tinggal belok kanan dan menuju main hall yang di sana terdapat bola dunia Universal Studio yang terkenal itu 😀

Berhubung masih jam 9 lebih dikit, Sea Aquarium pun belum buka. Alhasil kami pun cari spot yang bagus buat dipake foto-foto. Lumayan killing time sambil menikmati pemandangan Harbour Front.

Pukul 10.00 kami pun masuk ke dalam Sea Aquarium dan rupanya interior di dalamnya bagus juga. Ada shipwreck raksasa di main hall yang di dalamnya terdapat toko-toko dan juga dekorasi ala jaman Nabi Nuh. Di lantai paling atas rupanya dipajang beberapa benda-benda semacam peninggalan jaman maritim dari mulai Timur Tengah, India, hingga Indonesia. Bahkan patung lilin nya pun mirip sekali dengan manusia asli.





Dari lantai atas, kita turun ke lantai bawah. Di sini ada semacam peta maritim dunia yang digambar di lantai juga nampak sisi belakang shipwreck yang tadi saya sebutkan. Rupanya dekorasi belakangnya memang perahu Nabi Nuh.


Begitu masuk ke dalam, kita langsung disuguhi pemandangan shipwreck lengkap dengan ikan-ikan raksasa mulai dari pari manta, kerapu, hiu, dll. Mirip Sea World tapi lebih gede lah hehe.


Di dalamnya ada banyak sekali biota laut dari berbagai lautan di dunia. Dan beruntungnya, karena ini working day, pengunjungnya nggak terlalu banyak, paling bocah-bocah SD setempat aja yg jumlahnya sekitar 50 orang.





Sama seperti di River Safari, di tempat ini juga ada main hall, sebuah kaca akuarium raksasa yang dipakai untuk menggelar pertunjukkan lengkap dengan tribunnya. 





Kurang lebih 2,5 jam kita menjelajahi Sea Aquarium dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30. Yasudah akhirnya kita pulang ke Vivo City naik MRT dan memutuskan untuk makan siang di food court di sana. Di food court Vivo City cukup banyak masakan halal dan kami pun memutuskan pilihan ke Yang Tao Fu yang nampak lezat. Seporsi cuma 4 SGD alias Rp 40 ribu saja (mahal juga sih). Setelah puas makan, kami pun memutuskan balik dulu ke penginapan untuk mandi dan bersiap untuk menyaksikan Song of The Sea sekitar pukul 19.00 nanti. Yang penting tidur siang dulu lah, lumayan capek juga setengah hari ini keliling Sea Aquarium.

Sampai di Inn, istirahat sejenak lalu sekitar pukul 4 sore bersiap lagi ke Sentosa untuk melihat Song of the Sea, sebuah drama musikal dengan pertunjukkan laser yg diadakan di pinggir laut di Sentosa. Sampai di Vivo City, ya foto-foto dulu lah di lantai 1 dan lantai 3 nya yg lumayan eye catchy pemandangannya.



Show dimulai sekitar pukul 19.00, jadi masih ada waktu 3 jam lagi sebelum dimulai. Lagian hari juga masih terang, yasudah gak ada salahnya jalan-jalan dulu di Sentosa dan kami pun memutuskan untuk tidak naik monorel namun jalan kaki seperti pagi tadi. Rupanya semakin ke dalam, Sentosa semakin keren. Di dalamnya ada Lake of Dreams, Merlion raksasa, dan juga arena rekreasi iFly yang terkenal itu dimana orang bisa mencoba melayang dengan disembur udara bertekanan kuat dari bawah haha.




Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 artinya sejam lagi pertunjukkan dimulai. Yasudah kami pun masuk dan berharap dapet spot yang bagus di dalam. Dan rupanya di dalam masih sepi artinya bisa milih spot bagus untuk nonton pertunjukkan ini hehe.

10 menit sebelum pertunjukkan dimulai, pemandangan bagus pun tersaji, matahari terbenam di ufuk barat yang indah dibalut langit jingga dan kapal-kapal tongkang yang bersauh di laut luas yang sangat menyejukkan mata hehe.

Daaaan, akhirnya pertunjukkan pun dimulai. Musik mengalun, para penari memasuki panggung dan semburan air, kilatan cahaya, kembang api dan laser warna-warni yang sangat cantik berseliweran sepanjang pertunjukkan. Pertunjukkan ini berlangsung sekitar 45 menit dan harga tiketnya sekitar 17 SGD (Rp 170 ribu), lumayan mahal yah hehe.




Pertunjukkan pun berakhir dan semua penonton sangat terhibur. Kami pun memutuskan untuk berjalan kaki kembali ke Vivo City karena monorel pasti penuh hehe. Lumayan bisa foto-foto lagi dan dapet momen Sentosa saat malam hari.





Sesampainya di Vivo City, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 waktu setempat. Kami pun segera naik MRT ke China Town dan kembali ke Inn untuk beristirahat. Agenda besok adalah jalan-jalan ke Gardens by The Bay (lagi) dan juga wisata kuliner makan Chilli Crab khas Singapur hehe.
to be continued…