Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari

Pagi hari adalah saat yang biasanya menentukan bagaimana kualitas suatu hari secara keseluruhan. Cara memulai hari berbeda -beda dari satu orang ke orang lainnya. Bila seseorang mengadopsi kebiasaan yang positif dalam memulai hari, niscaya kesuksesan akan ada dalam jangkauan. Lalu bagaimanakah orang-orang sukses memulai hari mereka di pagi hari?

Menurut Kevin Purdy dari FastCompany.com, terdapat sederet kebiasaan produktif yang membuat sebagian orang berpeluang besar untuk lebih sukses daripada mereka yang tidak. Untuk itu, ia mengamati kebiasaan pagi hari sosok-sosok sukses seperti penulis karir Brian Tracy, pembicara motivasi Tony Robbins, David Karp dari Tumblr, dan pimpinan Craiglist Craig Newmark.

Singkirkan email

Pendiri Tumblr David Karp mengatakan akan mencoba keras untuk menghindari memeriksa kotak masuk surat elektronik hingga pukul 9.30 atau 10.30. Karp menganggap membaca email di rumah adalah kebiasaan yang sia-sia dan tak produktif. “Bila memang ada yang perlu disampaikan, seseorang akan menelpon atau mengirimkan pesan singkat,” ujarnya.

Tak semua orang harus meluncur ke kantor begitu sebuah panggilan telepon terkait pekerjaan datang. Mayoritas orang dengan pekerjaan yang tak mengharuskan siap siaga menerima dan melakukan panggilan telepon bisa menggantinya dengan bertukar email setiap saat dan memfokuskan diri pada satu pekerjaan saja.

Dapatkan kesadaran penuh, berterima kasih

Saat terbangun di pagi hari banyak orang yang langsung memeriksa notifikasi di ponsel pintar mereka. Namun, Tony Robbins menyarankan untuk menyisihkan waktu khusus di pagi hari selama 30 menit saja untuk berolahraga ringan, berdoa untuk memotivasi diri, dan yang terpenting berterima kasih atas apa yang suah diperoleh hingga saat ini. Kemudian disarankan untuk membayangkan semua hal baik yang Anda ingin capai hari itu seolah Anda sudah mendapatkannya.

Selesaikan pekerjaan penting dulu

Anda perlu menuliskan pekerjaan-pekerjaan penting dalam sebuah daftar untuk diselesaikan dalam satu hari. Usahakan menuliskannya dengan jelas dan letakkan di meja kerja sehingga mudah dibaca sepanjang hari. Segera selesaikan prioritas tersebut di awal hari.

Manfaat dari mengerjakan pekerjaan sulit di pagi hari ialah Anda akan mendapatkan waktu yang lebih banyak dari orang lain untuk membantu pekerjaan itu selesai. Tak hanya itu, Anda juga bisa menghindari campur tangan yang tak diinginkan dari orang lain yang justru menghambat produktivitas Anda karena mereka memberikan hambatan dalam bekerja.

Tanyakan pada diri sendiri jika Anda melakukan apa yang Anda ingin lakukan

Perasaan tak puas dalam bekerja tak semestinya Anda sadari berbulan-bulan setelahnya, atau bahkan tahunan. Pertimbangkan untuk melakukan upaya sadar dan serius setiap pagi untuk menerapkan nasihat Steve Jobs berikut ini: lakukan pekerjaan yang Anda ingin lakukan hari ini seolah inilah hari terakhir Anda hidup di dunia ini.

Saat Anda menjawab tidak pada suatu pekerjaan selama berhari-hari, mungkin ada yang salah dan Anda perlu memperbaiki keadaan, atau keluar dari pekerjaan itu.

“Layanan pelanggan” (atau hal lain yang setara)

Pendiri Craigslist Craig Newmark mengatakan jam-jam pertama bekerja di pagi perlu difokuskan untuk melayani pelanggan dengan sebaik mungkin.  Di Craiglist, Newmark melakukan layanan pelanggan setiap hari dengan rutin dalam bentuk menanggapi pertanyaan dan keluhan pelanggan Craiglist dan mengenyahkan para penipu di sana. Ia mengatakan terjun dalam layanan pelanggan membuatnya lebih realistis.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga memiliki kebiasaan tertentu di pagi hari yang membuat Anda sesukses sekarang?

sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/mobile-19533-kebiasaan-orang-sukses-di-pagi-hari.html

Kaum Perantau Lebih Mudah Sukses, Benarkah?

Siapa yang menduga bahwa ada begitu banyak pelaku bisnis dari kaum perantau? Jika Anda amati lebih teliti, tentunya hal itu tidak masuk akal bukan? Banyak kaum perantau yang justru lebih sukses dalam usahanya dibandingkan kaum pribumi yang sudah lama mendiami suatu tempat.
Sebagian besar pendatang/ perantau berasal dari daerah lain yang umumnya lebih terbelakang secara ekonomi. Mereka rata-rata kurang berpendidikan dan tidak seberuntung orang lain dalam berbagai hal.

Lalu mengapa sampai dijumpai banyak kaum pendatang yang bisa mencapai keberhasilan yang menakjubkan? Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Kaum perantau berorientasi pada uang.

Mungkin jarang sekali ditemui seorang pendatang yang mengatakan tidak datang untuk mencari uang di tempat yang baru. Mereka melakukan pekerjaan bukan semata karena mencintainya tetapi lebih karena mereka harus mendapatkan banyak uang untuk membiayai masa depan mereka dan generasi penerusnya. Dengan begitu, anak dan cucu mereka kelak bisa menjalani kehidupan yang lebih mapan dan sejahtera dari mereka sekarang.

Mereka cenderung untuk berpikiran praktis. Mereka berani untuk melakukan semua pekerjaan asal pekerjaan itu mendatangkan keuntungan berlimpah untuk mereka. Kebahagiaan adalah hal terakhir yang mereka pikirkan karena semua tenaga, pikiran dan waktu tercurah untuk mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya.

Sekarang kita dapat lihat bagaimana perbedaan kaum perantau dari kaum pribumi. Kaum pribumi cenderung ditatar untuk menjalani pekerjaan yang mereka sukai, sementara uang menduduki posisi sekian. Dengan pola pikir yang lebih praktis dan pragmatis, kaum perantau selalu berusaha mencetak untung dengan segala hal yang ada di sekitar mereka. Mereka lebih realistis dalam hal pekerjaan dan karir.  Sementara itu, kaum pribumi cenderung lebih idealis. Mereka mengejar pekerjaan dan karir yang mereka damba dan menolak untuk tunduk pada realitas yang ada. Cita-cita seorang pendatang mungkin menjadi pedagang yang sukses, atau seseorang yang kaya. Sangat sederhana dan realisitis. Sementara seorang pribumi lebih memilih untuk bermimpi setinggi bintang. Mereka hendak menjadi astronot, pelukis, pembalap, atau cita-cita lain yang lebih menghabiskan uang daripada mendatangkan untung dalam waktu singkat.

2. Kaum pendatang adalah pecandu kerja.


Tidak ada yang menyukai  bekerja lebih dari para perantau. Tidak ada istilah dalam kamus mereka untuk berhenti menikmati waktu dan hidup. Setiap detiknya adalah uang. Dan tidak semestinya mereka menghabiskan waktu tanpa rasa bersalah. Bekerja selama 40 jam per minggu mungkin terdengar cukup membosankan dan menekan bagi kaum pribumi. Tetapi lain halnya dengan kaum pendatang, semakin panjang jam kerja yang mereka harus jalani, semakin mereka senang karena itu berarti akan ada lebih banyak uang dan penghasilan yang bisa ditabung.

Kaum pendatang bisa bekerja selama 60, 70, bahkan 80 jam per minggu. Mungkin terdengar seperti sebuah fenomena yang tidak sehat bagi keseimbangan hidup seseorang dalam berbagai aspek. Namun, begitulah satu-satunya cara yang mungkin dilakukan demi mendapatkan jumlah uang yang lebih banyak. Bahkan memiliki lebih dari satu pekerjaan penuh waktu bukanlah hal yang aneh ditemui pada kaum perantau.

3. Investor sangat menyukai pendatang.

Sadarkah Anda bahwa kaum pendatang lebih seksi bagi para investor? Mereka menarik investor dengan mudah bak sekuntum bunga menarik seekor lebah untuk mengisap sari madunya. Ketertarikan investor berhubungan dengan karakteristik pendatang yang workaholic. Kaum pendatang umumnya akan bekerja jauh lebih keras dalam suatu perusahaan jika mereka ditawari kepemilikan saham perusahaan yang dimaksud, meskipun itu hanya sedikit. Mereka akan bekerja lebih rajin dibanding jika diupah untuk bekerja 80 jam seminggu.

4. Kaum pendatang sangat keras kepala dan bertekad baja.


Tekad membara untuk meraih cita-cita adalah salah satu kelebihan para pendatang. Mereka tidak ragu bekerja gratis pada awalnya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Jika mereka ditolak atau dianggap tidak layak, mereka akan berjuang keras untuk membuktikan bahwa mereka tidak pantas untuk ditolak dan layak untuk dipilih.


5. Kaum pendatang tidak boros.

Bagi sebagian kaum pendatang yang mengalami keterbatasan dalam kondisi ekonomi, menabung dan berhemat adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup mereka. Tidak ada celah untuk bisa dimanfaatkan sebagai alasan berperilaku boros dan ceroboh dalam pengelolaan keuangan. Mencari uang sangat susah sehingga mereka benar-benar sangat menghargai uang meskipun itu sedikit. Mereka bersedia melakukan segala cara agar dapat menghemat. Tidak ada gengsi atau rasa malu yang harus dipertahankan karena itu bahkan tidak terpikirkan oleh mereka. Mereka secara agresif melakukan penghematan dalam segala aspek. Kaum pendatang selalu bisa menjadi teladan bagaimana menjalani kehidupan yang sederhana dan hemat.

6. Kaum pendatang sangat menghargai ilmu dan pendidikan.

Banyak ditemui generasi awal kaum pendatang yang kurang beruntung dalam hal akademik. Mereka biasanya kaum yang terpinggirkan di tanah asal mereka. Dan mereka datang dengan pikiran yang lain dari pedahulunya. Mereka sangat menjunjung tinggi arti dan peran penting pendidikan dalam kehidupan mereka. Pendidikan yang tepat bisa menjadi awal investasi yang menguntungkan di masa depan. Ilmu adalah properti yang bisa menaikkan kualitas pribadi, yang akhirnya juga menaikkan tingkat pendapatan dan penghargaan masyarakat terhadap diri dan keluarganya. Mereka sadar pendidikan adalah sebuah jalan keluar bagi kesempitan kehidupan yang mereka alami sekarang. Tanpa memandang usia, mereka tidak ragu untuk kembali ke bangku kuliah atau belajar di sektor informal dengan mengambil kursus. Pendidikan adalah tangga yang memungkinkan mereka untuk sampai di strata ekonomi yang lebih baik. Kuliah ekstensi dan jarak jauh secara online adalah cara lain yang biasa mereka tempuh.

7. Kaum pendatang adalah orang-orang optimis yang tidak suka mengeluh.

Seberapapun kerasnya kehidupan yang dijalani kaum pendatang, mereka masih terus dapat bersyukur karena keadaan itu masih lebih baik dari saat mereka belum berpindah ke tempat yang baru. Keluhan jauh dari kehidupan baru mereka karena mereka optimis dalam menjalani kehidupan.

8. Kaum pendatang bersatu padu.

Unsur kebersamaan dan persatuan yang kuat sangat tercermin dalam suatu masyarakat pendatang. Mereka merasa senasib dan sepenanggungan, yang pada gilirannya memperkokoh solidaritas di antara anggota-anggotanya.

Kita bisa lihat kebersamaan itu bahkan saat mereka belum mendarat di tanah asing. Kaum pendatang suka berdatangan dalam jumlah besar, bukan seorang diri. Dan pendatang yang sudah lama menetap di tanah asing biasanya akan dengan sukarela membantu pendatang baru yang masih memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal ekonomi. Para senior umumnya dengan senang hati mencarikan tempat tinggal, harta benda, pekerjaan, dan sebagainya. Mereka bahu membahu untuk mencapai kesuksesan. Dan saat pendatang yang baru telah sukses, ia akan dengan senang hati juga membantu pendatang lainnya yang belum seberuntung dia.

dikutip dari : http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/3304-kaum-perantau-lebih-mudah-sukses.html#comment-157

————————————————–

semua yg dipaparkan di atas make sense sekali ya. Bukti banyak tersaji di mana-mana. Ambil contoh di Bandung aja. Coba liat orang-orang sukses di sini kebanyakan datang dr luar Bandung bahkan yg keturunan Tionghoa. Orang Bandung nya sendiri memang seperti yg ditulis di atas, kebanyakan cepat puas dan kurang motivasi.

Hal ini juga kadang terjadi sama saya nih 😦 baca ini jadi tersadarkan kalau ternyata paradigma seperti itu yg menghambat kesuksesan. So, alangkah baiknya jika kita merantau ke negeri orang untuk meraih kesuksesan. Kalo ngga gitu ya jalan satu-satunya bekerja lebih giat ketimbang para pendatang. Sanggup? 😀